Pantai Jonggring Saloka

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Pantai Jonggring Saloka adalah sebuah pantai di pesisir selatan yang terletak di Desa Mentaraman, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur berjarak sekitar 69 km dari Kota Malang. Nama Jonggring Saloka diambil dari cerita pewayangan, sebagai nama kahyangan tempat kediaman Batara Narada. Untuk menuju ke pantai ini tidak mudah, dari Kecamatan Sumberpucung pengunjung menuju Donomulyo, dilanjutkan ke Desa Materaman, lalu harus melewati jalan makadam untuk mencapainya.[1]

Fenomena alam yang diklaim sebagai satu-satunya di Indonesia, bahkan di dunia, berada di Watu Ngebros di Jonggring Saloka ini. Disebut Watu Ngebros karena dari batu karang besar menjulang di bibir pantai tersebut, keluar muncratan air ke angkasa hasil pertemuan dua arus gelombang besar dari selatan dan utara. Dua gelombang itu bertabrakan di satu titik, di dalam rongga batu karang besar yang mirip gorong-gorong raksasa tersebut. Dari rongga batu karang itulah muncul muntahan gelombang dan menimbulkan suara gemuruh cukup keras. Saat gelombang besar, suara gemuruh itu terdengar hingga radius tujuh kilometer ke arah barat, tepatnya di sejumlah pantai di kawasan Kalitekuk, Desa Sumberoto.

Bahkan, pada saat terkena siraman sinar matahari, pecahan air di udara itu memunculkan pelangi. Hanya munculnya pelangi itu belum tentu sehari sekali. Pelangi muncul karena tergantung besarnya arus ombak yang bertabrakan dan tergantung arah sinar matahari yang tepat mengarah ke muncratan air itu. Watu Ngebros inilah daya tarik bagi para wisatawan pada masa kejayaan Pantai Jonggring Saloka tahun 1990-an silam. Karena fenomena alam ini nyaris tidak pernah ada di pantai manapun. Kondisi Watu Ngebros saat ini memang tidak sebagus dulu. Setiap saat rongga dalam batu karang ini membesar akibat hantaman arus ombak, sehingga suara gemuruh yang keluar dari rongga batu karang itu sudah tak lagi melengking.

Daya tarik lainnya dari Jonggring Saloka adalah Pantai Pasir Hitam, pengunjung akan melihat hamparan pasir di sepanjang pantai yang berwarna hitam pekat dan pasirnya halus lembut. Potensi lainnya dari pantai ini adalah Teluk Menjangan, Gunung Pacar, dan Kondang Towo.

Referensi[sunting | sunting sumber]