Pantai Sipelot

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Pantai Sipelot adalah sebuah pantai di pesisir selatan Pulau Jawa yang terletak di tepi Samudera Indonesia secara administratif masuk wilayah Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.[1] Jika dari Kota Malang Anda bisa menuju Kecamatan Dampit lalu menuju jalan arah ke Kecamatan Tirtoyudo. Tidak jauh setelah memasuki Kecamatan Tirtoyudo terdapat petunjuk arah untuk berbelok ke kanan menuju Pantai Sipelot dan lurus ke arah tenggara sampai Desa Pujiharjo. Jalan menuju Pantai Sipelot sudah mulus beraspal, tetapi pengunjung harus tetap harus berhati-hati karena jalannya sempit dan berkelok-kelok sampai ke area pantai. Sekitar 10 km dari pantai, beberapa ruas jalan agak berlubang dan terkadang terdapat sebaran pasir di jalan yang akan dilalui. Dari perkampungan Pujiharjo menuju pantai masih sekitar 2 kilometer. Memasuki Desa Pujiharjo dari Perkebunan Kalibakar yang tidak jauh dari lokasi Pantai Sipelot, setiap pengunjung akan disuguhi panorama yang indah. Di sepanjang jalan menuju Pantai Sipelot tampak hamparan perkebunan pisang, kopi, dan tambak udang yang luas.

Panorama menawan bisa kita saksikan bila kita mengunjungi Pantai Sipelot. Dari atas bukit kita bisa menikmati pasir putih dan laut yang memantulkan sinar matahari sehingga tampak mengkilap. Perbukitan yang pada era 1998 menjadi hutan lindung memberikan berkah tersendiri bagi warga sekelilingnya, namun sekarang berubah karena ulah segelintir oknum masyarakat.

Sesampainya di Pantai Sipelot pengunjung akan melihat indahnya pasir putih yang terhempas oleh deburan ombak laut yang tiada hentinya. Pantai yang memiliki kedalaman 10 meter dengan warna laut kebiru-biruan menimbulkan rasa nyaman untuk lebih lama memandangi jauhnya buih. Di sepanjang tepi pantai banyak pepohonan yang bisa digunakan berteduh para pengunjung. Pantai Sipelot terdiri dari tiga area, di area tengah biasanya digunakan para nelayan untuk menyandarkan perahunya. Sebaiknya pengunjung memilih pantai yang sebelah kiri atau kanan karena lebih sepi dan terdapat air payau. Di pantai ini sudah menyediakan beberapa fasilitas yang cukup lengkap, seperti lapangan parkir, warung makan, mushala dan toilet. Dan satu lagi, untuk memasuki Pantai Sipelot ini, pengunjung tidak akan dipungut biaya masuk.

Pantai Sipelot banyak menyimpan keindahan di dalamnya. Terdampar pasir putih yang luas sepanjang hampir 2 kilometer serta perbukitan tinggi yang hijau. Garis pantainya yang panjang dan berbentuk melingkar mirip seperti danau. Meskipun termasuk pantai selatan, ombaknya tergolong agak tenang. Hal itu karena Pantai Sipelot terletak di sebuah teluk dan adanya cerukan daratan yang menaungi di kanan-kiri pantai ini. Di ujung sebelah timur pantai terdapat sebuah muara kecil semakin membuat kita betah untuk tinggal. Di dekat muara tersebut terdapat sebuah tebing yang cukup tinggi dengan bongkahan batu-batu besar di sisi pantai. Di balik tebing tersebut pantainya juga berpasir putih dengan beberapa perahu bersandar di sana.

Ada juga sebuah air terjun di dekat Pantai Sipelot ini, oleh penduduk setempat dinamakan Coban Sipelot. Untuk mencapainya pengunjung harus menyeberangi teluk terlebih dahulu. Di sini banyak perahu nelayan yang bisa mengantarkan menuju Coban Sipelot dengan biaya sekitar Rp 50 ribu. Coban ini tidak terlalu tinggi hanya sekitar 10 meter. Dengan memakai perahu pengunjung juga bisa menikmati indahnya laut sambil menggunakan sampan. Selain itu pengunjung bisa melihat lebih dekat Watu Gedeg atau sebutan sebuah karang yang mirip dinding dari bambu.

Konon nama asli pantai ini adalah Spelot yang berasal dari bahasa Belanda dan artinya persinggahan. Menurut sejarahnya pada zaman dahulu pantai ini memang menjadi tempat persinggahan paling nyaman bagi Belanda. Di pinggir pantai biasanya terdapat puluhan kapal nelayan berjajar. Keberadaan perahu ini seolah merusak pemandangan pantai yang sebenarnya cukup indah. Banyaknya nelayan inilah menjadikan potensi wisata pantainya agak meredup. Tidak begitu banyak wisatawan yang datang untuk menikmati pemandangan. Sebaiknya untuk ke depannya dilakukan penataan nelayan sehingga pantai kembali cantik dan menarik.

Referensi[sunting | sunting sumber]