Mohammad Idris

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Mohammad Idris
Mayor of Depok Mohammad Idris (unofficial portrait), 2021.jpg
Potret sebagai Wali Kota Depok, 2021
Wali Kota Depok ke-3
Mulai menjabat
26 Februari 2021
PresidenJoko Widodo
GubernurRidwan Kamil
WakilImam Budi Hartono
PendahuluSri Utomo (Plh.)
Masa jabatan
17 Februari 2016 – 17 Februari 2021
PresidenJoko Widodo
GubernurAhmad Heryawan
Iwa Karniwa (Plh.)
Mochamad Iriawan (Pj.)
Ridwan Kamil
WakilPradi Supriatna
PendahuluNur Mahmudi Ismail
Arifin Harun Kertasaputra (Pj.)
PenggantiSri Utomo (Plh.)
Wakil Wali Kota Depok ke-3
Masa jabatan
26 Januari 2011 – 26 Januari 2016
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
GubernurAhmad Heryawan
PendahuluYuyun Wirasaputra
PenggantiPradi Supriatna
Informasi pribadi
Lahir25 Juli 1961 (umur 60)
Manggarai, Tebet, Jakarta, Indonesia
KebangsaanIndonesia
Partai politikIndependen
Suami/istri
Elly Farida
(m. after 1988)
Orang tuaAbdul Shomad (ayah)
Yumani Sholeh (ibu)
Tempat tinggalJl. Ar-Ridho RT 001 / RW 004, Jatimulya, Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat 16416
AlmamaterUniversitas Islam Imam Muhammad bin Saud
PekerjaanDosen
Pendakwah
Pengajar
ProfesiUlama
Birokrat
Politikus
Situs webwww.mohammadidris.id

Dr. K. H. Mohammad Idris Abdul Shomad, Lc., M.A. atau lebih dikenal dengan Idris Abdul Shomad (lahir 25 Juli 1961) adalah ulama dan politikus Indonesia yang menjabat Wali Kota Depok sejak 17 Februari 2016 hingga 17 Februari 2021 dan terpilih kembali diperiode kedua sejak 26 Februari 2021. Setelah dilantik sebagai Wali Kota, Idris menghapus kebijakan One Day No Rice dan One Day No Car yang dicanangkan oleh Nur Mahmudi Ismail. Sebelumnya, ia menjabat Wakil Wali Kota Depok sejak 26 Januari 2011 hingga 26 Januari 2016 mendampingi Nur Mahmudi.

Selain menjadi politikus, Idris juga merupakan dosen di Universitas Indonesia, Universitas Islam Nasional Hidayatullah, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) At Taqwa Bekasi. Menjelang Nur Mahmudi Ismail berakhir masa jabatannya sebagai wali kota, ia mengajukan diri sebagai calon Wali Kota pada Pilkada Depok 2015.[1][2][3] Ia sempat digadang-gadang sebagai calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Kota Depok, namun menolaknya.

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Mohammad Idris dilahirkan di Jakarta, 25 Juli 1961 dari pasangan bapak Haji Abdul Shomad asal Beji dan ibu Hajjah Yumani binti Sholeh asal Cilodong. Dari Depok kemudian orang tuanya berpindah ke Manggarai untuk berdagang. Ia dan ke delapan saudara kandungnya lahir dan besar di Jakarta dengan lingkungan keluarga religius, serta merupakan cucu dari ulama terkenal di Beji, yaitu KH. Hasbi dan Nyai Siqot. Nama "Idris Abdul Shomad" memang lebih populer dibandingkan dengan nama aslinya Mohammad Idris. Penempatan nama belakang "Abdul Shomad" disebabkan ayahandanya yang bernama Abdul Shomad.[4]

Idris menamatkan pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Jakarta dan melanjutkannya ke Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo hingga meraih beasiswa studi di Arab Saudi pada 1982. Ia kemudian meraih gelar doktor di Fakultas Syari’ah jurusan Tsaqofah Islamiyyah Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Arab Saudi.

Pada 10 Juli 1988, Idris menikah dengan Elly Farida dan dikaruniai lima anak. Elly lahir pada 16 Mei 1965 (umur 56).

Dibidang birokrasi, Idris pernah menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Kota Depok OKD sejak Januari 2009 sebelum akhirnya dilantik sebagai Wakil Wali Kota Depok.

Karier Politik[sunting | sunting sumber]

Sebagai Wakil Wali Kota Depok[sunting | sunting sumber]

Foto sebagai Wakil Wali Kota Depok

Di bawah kepemimpinan Nur Mahmudi Ismail dan Mohammad Idris, Kota Depok meraih beberapa prestasi diantaranya penghargaan:

  • Satya Lencana Karya Bhakti Praja tahun 2010, 2011, 2012, dan 2014[5]
  • Rekor MURI “Pelatihan Tenaga Penyuluh Tuberculosis Dengan Peserta Terbanyak” dan World Rekor “The Most Trainee Participated For Tuberculosis Handling Workshop” dengan pelatihan tenaga penyuluh TBC terbanyak, yaitu 6.845 orang, (2013)[6]
  • Piagam tanda kehormatan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Presiden RI, yang diserahkan langsung oleh Gamawan Fauzi. (2013)[7]
  • Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), yang didasarkan pada hasil pemeriksaan LKPD Pemkot Depok Tahun Anggaran 2011, 2012, 2013, dan 2014.[8][9]
  • Penghargaan Anubhawa Sasana Kelurahan dari Kementerian Hukum dan HAM (2013)[10]
  • Penghargaan Nasional Adikarya Pangan Nusantara 2013[11] dan 2014[12]
  • Kota Sehat Nasional 2013[13]
  • Wali kota Teladan dalam gerakan Diversifikasi Pangan Tahun 2013 yang diberikan langsung oleh Presiden SBY dalam acara puncak Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) XXXIII, di Kota Padang, Sumatra Barat.[14]
  • Upakarti 2014[15][16]
  • Sanipura Award 2014 dari Menko Kesra[17]
  • Enam sekolah di depok meraih penghargaan Adiwiyata Nasional 2014[18]
  • Manggala Karya Kencana 2014[19]
  • Anugerah Parahita Ekapraya 2014[20]
  • Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Depok mendapatkan penghargaan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terbaik dalam Akuntabilitas Kinerja tahun 2014.[21]
  • Kota Metropolitan Terbersih 2015.[22]
  • Kota Layak Anak 2015 oleh presiden RI,[23]
  • Kota Cerdas ke-4 se-Indonesia oleh Harian Kompas (2015).[24][25]

Selama menjadi wakil wali kota Depok, Indeks Pembangunan Manusia Kota Depok meningkat dan pada data tahun 2014 menempati peringkat pertama seprovinsi Jawa Barat, dan peringkat ketiga secara nasional.[26]

Sebagai Wali Kota Depok[sunting | sunting sumber]

Wali Kota Depok Mohammad Idris (kiri) bersama Asisten Hukum dan Sosial Kota Depok, Sri Utomo, usai menonton film Chrisye di Plaza Depok, Jalan Margonda Raya Kota Depok pada Jumat malam (08/12/2017).

Mohammad Idris mencalonkan diri sebagai calon Wali kota Depok beserta Pradi Supriatna sebagai pendampingnya.[27] Mereka mendapatkan nomor urut dua oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Depok pada pemilihan umum Wali Kota Depok 2015. Pasangan calon Idris–Pradi ditetapkan sebagai Wali Kota Depok terpilih bersama Pradi Supriatna sebagai Wakil Wali Kota Depok terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Depok setelah berhasil memperoleh suara mayoritas pada penetapan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok terpilih hasil Pilkada Depok 2015.[28] Pasangan calon ini mendapatkan 411.367 suara atau 59,4 persen dan mengalahkan pasangan Dimas Oky NugrohoBabai Suhaimi yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.[29]

Idris dilantik sebagai Wali Kota Depok periode pertama pada 17 Februari 2016 di usia 54 tahun dan Wali Kota Depok periode kedua pada 26 Februari 2021 di usia 59 tahun. Setelah dilantik sebagai wali kota pada tahun 2016, kebijakan resmi pertama yang dikeluarkannya adalah untuk berhenti mengeluarkan izin untuk minimarket.[30] Pada tanggal 31 Agustus 2019, lagu "Hati-hati" ciptaan Koko Thole yang dinyanyikan Idris mulai diputar di lampu merah Simpang Ramanda, Jalan Margonda Raya, Depok. Lagu ini berisi pesan untuk pengendara agar tertib berlalu lintas. Lagu ini mendapat tanggapan pro dan kontra dari masyarakat.[31]

Setelah dakwaan warga negara Indonesia dan pemerkosa serial gay Reynhard Sinaga di Inggris, Idris mengumumkan bahwa ia berencana untuk melakukan razia komunitas LGBT lokal di Depok. Pengumuman ini dengan cepat dikutuk oleh aktivis hak asasi manusia.[32]

Ketika dia menjabat sebagai Wali Kota, Kota Depok mendapatkan penghargaan Terbaik I dalam Anugerah Satu Data Pembangunan Jabar 2016 Kategori Kota dan Penghargaan sebagai Dokumen Perencanaan Terbaik II dalam Anugerah Pangripta Nusantara Tingkat Provinsi Jabar 2016.[33]

Kemudian, Idris bersama Imam Budi Hartono maju dalam pemilihan umum Wali Kota Depok 2020 dengan mendapatkan nomor urut dua. Idris melawan wakilnya sendiri di pemerintahan, yaitu Pradi Supriatna yang menggaet Afifah Alia sebagai calon Wakil Wali Kota.[34] Alhasil, ia kembali terpilih sebagai wali kota dengan memperoleh suara 415.657 suara atau 55,54 persen. Namun, pada saat Pilkada Depok 2020 ia justru dikalahkan oleh suara golongan putih yang mendominasi pemilihan umum Wali Kota Depok.

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Pada 25 November 2020, Idris dinyatakan positif COVID-19 setelah menjalani tes swab PCR[35] dan dinyatakan negatif COVID-19 pada 3 Desember 2020.[36] Sebelumnya, pada 27 Agustus 2020 istrinya Elly Farida terlebih dahulu dinyatakan positif COVID-19.[37]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Profil Mohammad Idris Wali kota Depok Diarsipkan 2016-05-15 di Wayback Machine. www.depok.go.id
  2. ^ Wali kota Depok, Mohammad Idris Diarsipkan 2016-08-16 di Wayback Machine. www.depok.go.id
  3. ^ Wali kota dan Wakil Wali kota Depok, Mohammad Idris dan Pradi Supriatna Galakkan Program 100 Hari biz.kompas.com
  4. ^ Penetapan Mohammad Idris Sebagai Wali kota Depok Diarsipkan 2016-07-30 di Wayback Machine. kpud-depokkota.go.id
  5. ^ http://www.transaktual.com/fullpost/daerah/1398717976/depok-raih-penghargaan-tertinggi-di-bidang-pemerintahan.html
  6. ^ http://lifestyle.okezone.com/read/2013/04/10/482/789217/punya-tenaga-penyuluh-tbc-terbanyak-depok-raih-rekor-muri
  7. ^ http://www.transaktual.com/fullpost/daerah/1398717654/walikota-depok-terima-satya-lencana-karya-bhakti-praja-nugraha-dari-presiden-ri.html
  8. ^ http://jabar.pojoksatu.id/depok/2015/05/28/pemkot-depok-kembali-meraih-opini-wtp/
  9. ^ http://jabar.pojoksatu.id/depok/2015/10/03/depok-kembali-raih-opini-wtp/
  10. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-08-08. Diakses tanggal 2016-06-18. 
  11. ^ http://www.neraca.co.id/article/34905/kota-depok-raih-award-nasional-kota-sehat
  12. ^ http://www.hariandepok.com/20676/nur-mahmudi-raih-penghargaan-adhikarya-pangan-nusantara-apn-2014
  13. ^ http://www.neraca.co.id/article/34905/kota-depok-raih-award-nasional-kota-sehat
  14. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-08-15. Diakses tanggal 2016-06-18. 
  15. ^ http://www.islamedia.co/2014/10/depok-terima-penghargaan-upakarti-2014.html
  16. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-08-08. Diakses tanggal 2016-06-18. 
  17. ^ http://www.kemenkopmk.go.id/artikel/penghargaan-sanipura-award-2014
  18. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-06-23. Diakses tanggal 2016-06-18. 
  19. ^ http://duaanak.com/berita/wali-kota-depok-raih-penghargaan-manggala-karya-kencana/
  20. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-07-13. Diakses tanggal 2016-06-18. 
  21. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-08-12. Diakses tanggal 2016-06-18. 
  22. ^ http://www.depokraya.com/berita-depok/penilaian-adipura-depok-peringkat-1-kota-metropolitan-se-jabar/
  23. ^ http://www.hariandepok.com/45407/kota-depok-raih-penghargaan-madya-kota-layak-anak
  24. ^ http://jabar.pojoksatu.id/depok/2015/08/14/depok-raih-predikat-kota-cerdas/
  25. ^ http://www.hariandepok.com/45679/kota-depok-raih-penghargaan-kota-cerdas-indonesia-2015
  26. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-05-31. Diakses tanggal 2016-06-18. 
  27. ^ "Ketua DPC Gerindra: Pemimpin Depok Kedepan Harus Transparan". RadarOnline. 11 Maret 2015. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-09-12. Diakses tanggal 12 September 2017. 
  28. ^ Surat Keputusan KPUD Depok Tentang Penetapan Mohammad Idris Sebagai Wali kota Depok Periode 2016-2021 www.dropbox.com
  29. ^ Virdhani, Marieska (22 December 2015). "Idris-Pradi Resmi Memenangkan Pilkada Depok". OkeZone. Diakses tanggal 12 September 2017. 
  30. ^ "Walikota Depok, M Idris Abdul Shomad Stop Ijin Minimarket". Kabar Depok. 22 Juli 2016. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-09-12. Diakses tanggal 12 September 2017. 
  31. ^ Lova, Cynthia (2 September 2019). Maullana, Irfan, ed. "Pro Kontra Warga terhadap Lagu Hati-hati Nyanyian Wali Kota Depok". Kompas.com. Diakses tanggal 1 Februari 2020. 
  32. ^ Widianto, Stanley (14 Januari 2020). "Indonesia rights body condemns LGBT raids ordered by mayor after UK rape case". Reuters. Diakses tanggal 14 Januari 2020. 
  33. ^ "Idris: Penghargaan Ini Kami Persembahkan Untuk Seluruh Warga Depok". Siaran Depok. 15 April 2016. Diakses tanggal 1 Februari 2020. 
  34. ^ Toriq, Ahmad (31 Agustus 2020). "Duel Wali Kota Vs Wakil Wali Kota di Pilkada Depok 2020". Detik News. Diakses tanggal 1 September 2019. [pranala nonaktif permanen]
  35. ^ Pilkada Depok 2020: Calon Wali Kota Mohammad Idris Positif Covid-19 www.tempo.co
  36. ^ Negatif Covid-19, Idris Tunggu Rekomendasi RSUD untuk Debat Pilkada Depok Besok www.megapolitankompas.com
  37. ^ Istri Wali Kota Depok Positif Corona, Diisolasi di RS www.detik.com

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan politik
Didahului oleh:
Sri Utomo (Plh.)
Wali Kota Depok
2021–sekarang
Petahana
Didahului oleh:
Arifin Harun Kertasaputra (Pj.)
Wali Kota Depok
2016—2021
Diteruskan oleh:
Sri Utomo (Plh.)
Didahului oleh:
Yuyun Wirasaputra
Wakil Wali Kota Depok
2011—2016
Diteruskan oleh:
Pradi Supriatna