Yuyun Wirasaputra

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Yuyun Wirasaputra
Wakil Wali Kota Depok Yuyun Wirasaputra.jpg
Foto resmi Yuyun sebagai Wakil Wali Kota Depok (2006)
Wakil Wali Kota Depok ke - 2
Masa jabatan
26 Januari 2006 – 26 Januari 2011
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
GubernurDanny Setiawan
Ahmad Heryawan
PendahuluYus Ruswandi
PenggantiMohammad Idris
Plt. Wali Kota Administratif Depok
Masa jabatan
25 Maret 1996 – 27 Maret 1997
PresidenSoeharto
GubernurR.Nuriana
PendahuluSofyan Safari Hamim
PenggantiBadrul Kamal
Informasi pribadi
Lahir15 Juni 1945 (umur 75)
Bendera Jepang Bandung, Jawa Barat, Masa Pendudukan Jepang
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Partai politikIndependen
PasanganHj. Dewi Syarifah, SST, M.Si
Anak
  • Tina Winiawati
  • Reni Siti Nuraeni
  • Apriani Dinni
  • Afiani Faraswati
  • Fitri Fatimah
  • Syifa Fauziah
Alma materUniversitas Langlang Buana

Drs. H. Yuyun Wirasaputra, MM (lahir di Bandung, 15 Juni 1945; umur 75 tahun) adalah tokoh Nahdlatul Ulama Kota Depok yang pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Depok untuk periode 2006 - 2011. Sebelum menjadi Wakil Wali Kota, Yuyun menjabat sebagai Plt. Wali Kota Administratif Depok periode 1996 - 1997. Ia juga dikenal sebagai seorang birokrat dan pendiri Persikad Depok.

Pada Pemilihan umum Wali Kota Depok 2010, ia mencalonkan diri sebagai calon Wali Kota Depok bersama Pradi Supriatna yang diusung oleh Partai Gerindra.[1] Namun, ia kalah suara dengan dua pasangan calon lain dengan perolehan suara 124,511 atau 22.41%.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • SDN 1 Gunung Halu (1960)
  • SMPN 1 Cililin (1963)
  • SMAN Bandung (1972)
  • Universitas Langlang Buana (1989)

Karier[sunting | sunting sumber]

Riwayat Pekerjaan[sunting | sunting sumber]

Riwayat Organisasi[sunting | sunting sumber]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Persikad Depok[sunting | sunting sumber]

Yuyun adalah pendiri dari organisasi sepak bola di Kota Depok yang bernama Persikad Depok pada tahun 1990.[2] Tujuannya adalah agar Depok memiliki pemberdayaan mandiri terhadap pembinaan pemain yang berasal dari wilayah Depok serta upaya “makar” dari Kabupaten Bogor. Namun, sejak tahun 2009 hingga 2014 Persikad konsisten berada di Divisi Utama bahkan pada tahun 2015 Persikad sempat “dijual” ke Pemkot Purwakarta dan bermarkas di Stadion Purnawarman, seketika Persikad Depok berubah menjadi Persikad Purwakarta.

Kini, Persikad kembali bermarkas di Stadion Merpati Depok Jaya maka semangat sepakbola di Kota Depok kembali bergeliat, berbagai upaya manajemen dan pemerintah telah dilakukan agar tim ini tetap memberikan prestasi yang bisa membanggakan. Apalagi pendukung setia mereka Depok Mania dan Super Depok terkenal militan dalam mendukung tim kebangaannya di manapun berada.

Politik[sunting | sunting sumber]

Pilkada Depok 2005[sunting | sunting sumber]

Dalam pemilihan kepala daerah di Depok, Yuyun memutuskan maju dalam pemilihan ini mendampingi mantan Menteri Kehutanan dan Perkebunan (1999 - 2001) Nur Mahmudi Ismail sebagai calon wali kota. Nur Mahmudi - Yuyun mendapatkan nomor urut 4 dengan diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera. Pasangan Nur Mahmudi - Yuyun diputuskan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok menjadi pemenang Pilkada Depok 2005 dengan perolehan suara 232.207 atau 43.9%.

Pilkada Depok 2010[sunting | sunting sumber]

Yuyun dalam pemilihan ini memberanikan diri untuk menjadi Calon Wali kota Depok bersama Pradi Supriatna, seorang wiraswasta muda. Yuyun sebagai Wakil Wali Kota Depok otomatis akan melawan Wali Kota Depok petahana, Nur Mahmudi Ismail. Dalam pemilihan ini, pasangan Yudistira (Yuyun - Pradi) mendapat No.Urut 2 dengan diusung oleh Partai Gerindra dan didukung oleh 11 partai politik, yaitu:

Namun, pasangan Yuyun - Pradi kalah dari Nur Mahmudi - Idris dengan perolehan suara 72.245 atau 23.32%.

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Razia Perokok[sunting | sunting sumber]

Untuk memperluas pembatasan ruang merokok di tempat umum, Pemerintah Kota Depok akan membuat aturan larangan bagi para sopir angkutan kota yang seringkali merokok saat berkendara.[3] Hal itu tentunya kerap membuat para penumpang yang tidak merokok merasa kesal karena menjadi perokok pasif. Wakil Wali Kota Depok Yuyun Wirasaputra mengatakan larangan bagi sopir angkot tersebut akan tertuang dalam Peraturan Walikota (Perwa) yang segera disusun tahun 2010. Untuk memberlakukan peraturan tersebut, pihaknya akan melibatkan Dinas Perhubungan untuk mengawasi para sopir angkot.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Bursa Calon Walikota Depok Didominasi Wajah Lama". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2010-07-25. Diakses tanggal 2020-07-19. 
  2. ^ Reksoyudho, Dandung (11 Februari 2017). "Nafas Baru Persikad Depok". Pandhit Footbal. Diakses tanggal 13 Juli 2020. 
  3. ^ Harya Virdhani, Marieska (17 Desember 2009). "Sopir Angkot Perokok Bakal Dirazia". Okenews. Diakses tanggal 13 Juli 2020.