Persikad Depok

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Persikad Depok
Logo Persikad Depok
Nama lengkap Persikad Depok
Julukan Serigala Margonda
Pendekar Ciliwung
Didirikan 1990
Stadion Merpati
(Kapasitas: 10.000)
Pelatih Isman jasulmei
Asisten Pelatih Meiyadi Rakasiwi
Liga Indonesia Soccer Championship B
2014 ke-3 Grup 2, Divisi Utama
Kostum kandang
Kostum tandang

Persikad atau disingkat Persatuan Sepak bola Indonesia Kota Depok adalah klub sepak bola yang berasal dari kota Depok, Jawa Barat. Sekarang Persikad bermain di kompetisi Indonesia Soccer Championship B.[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Persikad Depok atau akronim dari Persatuan Sepak Bola Kota Administrasi Depok merupakan klub sepak bola yang berasal dari Kota Depok. Didirikan oleh Drs. H.Yuyun Wirasaputra,MM pada tahun 1990. Tujuan didirikannya Persikad adalah agar Depok memiliki pemberdayaan mandiri terhadap pembinaan pemain yang berasal dari wilayah Depok serta upaya “makar” dari Kabupaten Bogor. Kota Depok sendiri akhirnya berubah menjadi Kotamadya pada 27 April 1999 berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Kotamadya Daerah tingkat II Depok.

Dalam perjalanannya, Persikad sempat menjadi tim yang ditakuti. Persikad sempat dihuni oleh pemain-pemain top, sebut saja Yusuke Sasa (Jepang), NNana Onana (Nigeria), dan Jean Paul Boumsong (Kamerun). Tak hanya itu, Persikad juga dihuni oleh pemain lokal bertalenta seperti Nehemia Solossa (Adik Boaz), Irfan Boax, dan mantan kapten Timnas Indonesia, M Robi.

Sejak PSSI merubah tata kelola sepak bola Indonesia untuk profesional yang diawali dengan pembentukan kompetisi ISL dan juga adanya surat edaran Mendagri No 903/187/SJ yang berisi tentang pelarangan klub profesional menggunakan dana APBD untuk pembiayaan pada kompetisi 2008 membuat Persikad mendadak bangkrut. Sejak saat itu prestasi Persikad yang dahulu cemerlang karena didukung oleh APBD harus terlontang lantung, terutama dalam perihal pembiayaan pemain

Krisis finasial[sunting | sunting sumber]

Krisis finansial parah pun merambat terhadap performa pemain, semenjak Persikad tak lagi berada dibawah wewenang Pemkot Depok dan menjadi PT, Persikad menjadi tim medioker. Pada tahun 2009, Persikad sempat tertolong dengan datangnya taipan bernama Edy Joenardi yang membeli setengah kepemilikan PT Persikad. Ia datang sebagai dewa penyelamat dan berjanji mendatangkan pemain bintang dan membangun stadion di Depok.

Bahkan waktu itu, Persikad sempat ingin mendatangkan pemain-permain Persija, seperti Bambang, Aliyudin, Leo dan Ismed. Namun keinginan tersebut tak pernah terealisasikan oleh Edy yang lebih sering terlibat masalah dengan internal Persikad dan membuat pemain terlantar. Alhasil nama Edy pun menghilang dari kepengurusan Persikad

Padahal sebelumnya Edy Djoekardi berencana menginvestasikan miliaran rupiah untuk membangun tim yang mampu berprestasi sampai kancah internasional, serta untuk membangun insfrastruktur, seperti stadion. Rencananya Stadion Persikad bernama Stadion Merpati. Lokasinya berada di Wilayah Depok Satu.[2]

Persikad Dijual[sunting | sunting sumber]

Logo lama Persikad.

Dari tahun 2009 hingga 2014, Persikad konsisten berada di Divisi Utama. Pada putaran Divisi utama tahun 2014, Persikad yang tergabung dalam Grup 2 bersama tujuh peserta lainnya seperti : Persih Tembilahan, Persitara Jakarta Utara, PS Bengkulu, Villa 2000, PS Bangka, Persisko Merangin, dan Persikabo Bogor. Persikad berhasil lolos dari degradasi dengan menempati peringkat enam. Hal ini seperti sebuah keajaiban, sebab di musim 2014 lalu, Persikad tidak sekalipun meraih kemenangan dan beruntung memiliki selisih gol lebih sedikit dari Persitara Jakarta Utara yang terdegradasi (menemani Pesisko bangko) karena berada di peringkat ke tujuh meski sama-sama mengantongi poin lima.

Lolos dari degradasi tak membuat manajemen berbenah, sejak tahun 2009 hingga 2014 masalah keuangan tetap menjadi PR yang tidak pernah selesai dikerjakan oleh pihak pengelola klub. Menyambut musim Divisi Utama tahun 2015, pecinta sepak bola Kota Depok justru dikagetkan dengan dijualnya Persikad Depok ke Pemerintah Purwakarta dengan diakuisisinya klub oleh Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi dan beberapa PNS penggila bola.

Persikad Depok resmi berubah dari klub sepak bola dan menjadi “klub motor” karena melakukan touring ke Purwakarta dan berubah nama menjadi Persikad Purwakarta. Seketika itu juga sejarah panjang sepak bola Depok berakhir. Pemerintah Purwakarta tak hanya mengakuisi Persikad, tetapi merubah sejarah klub itu sendiri. Jumat siang 20 Februari 2015 menjadi hari berduka bagi penggemar sepak bola kota Depok. Manajemen Persikad Purwakarta meluncurkan logo klub dan juga berubah warna kebanggaan Persikad, dari Kuning-Biru ke Hitam-Putih.

Sepeninggal Persikad yang dijual ke Pemerintahan Purwakarta, sepak bola Kota Depok mati suri. Hilangnya Persikad dipastikan tidak ada lagi “rumah” sebagai tempat untuk menampung talenta-talenta yang berasal dari Kota Depok, sebab Persikad merupakan satu-satunya klub sepak bola profesional yang ada di Kota ini.

Persikad Kembali[sunting | sunting sumber]

Bapak Idris Abdul Shomad setelah dilantik menjadi Walikota Depok menggantikan Nur Mahmudi Ismail melalui berbagai upaya yang dilakukannya, akhirnya Klub Sepak bola kebanggaan Kota Depok Jawa Barat Persatuan Sepak Bola Kota Depok (Persikad) kembali menjadi bagian dari kota tersebut, setelah sempat beralih menjadi bagian dari Kabupaten Purwakarta.[3]

Sementara itu Khairulloh selaku Komisaris Persikad mengatakan dengan hadirnya Persikad menjadi semangat baru bagi warga Depok dan menjadi ikon warga tersebut. "Persikad menjadi sebuah kebutuhan sebuah kota terasa kering tanpa ikon sepak bolanya. Khairullah berharap seluruh elemen di Kota Depok mendukung keberadaan Persikad tersebut baik itu swasta, Pemkot maupun warga Depok itu sendiri. "Kita akan bela Persikad dan menjadi energi baru bagi kita semua. [4][5]

Idris Abdul Shomad Bapak Sepak Bola Depok

Bapak Sepak Bola Depok[sunting | sunting sumber]

Kembalinya Persikad dan terbentuknya jajaran pimpinan kepengurusan Persikad baru ini, menjadi kado ulang tahun untuk Kota Depok yang ke-17. Bahkan begitu gembiranya para penggiat dan pencinta sepak bola di Kota Depok atas kembalinya Persikad Depok hingga para penggiat dan pencinta sepak bola tersebut memberi apresiasi yang tinggi pada Walikota Depok Idris Abdul Shomad dan memberikann julukan baru kepada Idris Abdul Shomad sebagai bapak sepak bola Kota Depok.[6][7][8]

Rekor musim ke musim[sunting | sunting sumber]

Musim Liga Piala IIC Asia Topskor tim
Komp. Main M S K GM GK Poin Pos Nama Gol
2016 ISC B (2) Tidak ikut Tidak ikut
Juara Peringkat kedua Promosi Degradasi

Skuat[sunting | sunting sumber]

Berikut skuat yang diturunkan untuk ajang Indonesia Soccer Championship B 2016.[9]

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Pemain
1 Bendera Indonesia GK Restu Abdillah
4 Bendera Indonesia DF Erwin Sumarlin
6 Bendera Indonesia MF Anwar
7 Bendera Indonesia DF Irvan Rosbiyanto
8 Bendera Indonesia MF Raja Sastra Permana Putra
9 Bendera Indonesia FW Mardiono
11 Bendera Indonesia MF Dede Sulaiman
12 Bendera Indonesia GK Pipik Suratno
13 Bendera Indonesia DF Guntur Gunawan Rijal
14 Bendera Indonesia MF Ajat Sudrajat
16 Bendera Indonesia DF Ryan Maulana
17 Bendera Indonesia MF Dyangga Yureztyo
18 Bendera Indonesia DF Angga Wijaya
No. Pos. Pemain
19 Bendera Indonesia DF Amri Alamsyah Syaputra
22 Bendera Indonesia FW Afdal Yusda
23 Bendera Indonesia DF Suheri
24 Bendera Indonesia MF Dede Ariandi
25 Bendera Indonesia MF Jacson Alfred Simamora
26 Bendera Indonesia DF Anggra Bratama
27 Bendera Indonesia FW Dede Mursidi
28 Bendera Indonesia FW Sansan Fauzi Husaeni
29 Bendera Indonesia GK Mario Wakano
31 Bendera Indonesia DF Fadli Haris
32 Bendera Indonesia DF Samsudin
34 Bendera Indonesia MF Aris Suwandi
44 Bendera Indonesia FW Febriansyah Ramdhan

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]