Persigar Garut

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
PERSIGAR Garut
Logo Persigar
Nama lengkap Persatuan Sepak Bola Indonesia Garut
Julukan Domba Garut (The Garut Sheep)
Didirikan 28 September 1949
Stadion

Stadion Jayaraga[1]

Garut,Jawa Barat
(Kapasitas: 10.000)
Pemilik PT. Garut Sportama
Manajer H. Dedi Suryadi Bendera Indonesia
Pelatih Adnan Mahing Bendera Indonesia
Liga Liga Nusantara 14-2015
2009-10 9th (regular season group 2)
7th (final season)
Kostum kandang
Kostum tandang

Persigar Garut (singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Garut) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Garut. Persigar Garut saat ini berlaga di Liga Nusantara

Skuat[sunting | sunting sumber]

Berikut daftar pemain Persigar di Liga Nusantara 2014

No. Posisi Pemain Negara
30 Kiper Alun Sutisna      Indonesia
25 Kiper Hendra Noviana      Indonesia
23 Bek Febri Yandi      Indonesia
13 Bek Irpan Setiawan      Indonesia
3 Bek Elda Marjoansyah      Indonesia
6 Bek Riski Alfajar      Indonesia
15 Bek Irfan Nugraha      Indonesia
2 Bek M.Ahmad ISHAQ      Indonesia
69 Bek M.IQBAL Mutaqin      Indonesia
21 Gelandang M.Arif Kamdhani      Indonesia
28 Gelandang Rizki Wijaja      Indonesia
9 Gelandang Syahabudin      Indonesia
7 Gelandang Novianto      Indonesia
17 Penyerang Risna Gumilar      Indonesia
19 Penyerang Iskandar      Indonesia
10 Penyerang Tatang Sumpena      Indonesia
26 Penyerang AdiMulyanto      Indonesia

Pendukung[sunting | sunting sumber]


BENDERA
Garman

GARMAN singkatan dari GARUT MANIA adalah supporter Persigar Garut, meskipun Persigar Garut bertanding di kandang lawan GARMAN selalu ada untuk mendukung Persigar Garut. GARUT MANIA' atau dikenal dengan Garman adalah kelompok pendukung kesebelasan sepak bola Indonesia, Persigar Garut yang berdiri 28 September 1949 Yg Masih Berlaga Di Liga Nusantara

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Persiga Yang Lahir 28 September 1949 Yang Berasal Dari kota Garut Yg Bermarkas Di Stadion Jayaraga Era Keemasan Persigar yaitu hingga sekarang pemain dari Kabupaten Garut selalu menjadi incaran klub luar. Mulai era pemain 1960-an, berlanjut ke era 1980-an semisal Adeng Hudaya, Uut Kuswendi yang bermain di Tim Nasional dan Persib Bandung, atau pemain sekarang era Zaenal Arief, Johan Juansyah, Rudi Geovani, dan lainnya. Bagi pelaku sejarah sepak bola di Garut, hal itu wajar-wajar saja. Pada 1960-an prestasi sepak bola Garut atau Persigar sempat mengharumkan Jawa Barat. Dimana salah satunya adalah berkat dorongan dari H. Daim Kusnadi yang merupakan salah satu motor penggerak jayanya persigar di masa tersebut. Kala itu, Persigar tinggal satu langkah lagi masuk ke Divisi Utama Perserikatan Nasional. Sayangnya dewi fortuna belum berpihak ke kabupaten yang kini masuk kategori daerah tertinggal tersebut. pada Tahun 1968 Persigar yang diperkuat oleh Dadeng Sukardi, Anton, Syamsi, Toto Rach-mat, Dindin, Masdar, dan lainnya, dikalahkan PSP Padang dengan skor tipis 1-2. “Saat itu Persigar gagal ke Divisi Utama. Yang Dulu bergulir Masih Perserikatan,yang Waktu itu Persigar sangat ditakuti tim lain,” mengenang. Prestasi serupa nyaris dialami Persigar tahun 2002 saat Garut di pimpin oleh bupati kharismatik, H. Dede Satibi. Data yang dihimpun “KP”, pada tahun itu Persigar dilatih (Alm.) Dede Irawan.Yang diperkuat oleh Agus Kurnia (Pelatih Persigar saat ini), Edi Hafid Murtado (kini pemain Pelita Bandung Raya, dan beberapa pemain lainnya.Dan pada babak penyisihan pun Persigar sempat mengalahkan tim Persibo Bojonegoro yang kini masuk Liga Primer Indonesia (IPL), lalu Persiba Bantul, dan PS Madiun yang kini masuk Divisi Utama. “Namun Lagi-Lagi Persigar gagal di Binjai, Sumatra. Yang di sayang kan Persigar gagal karena masalah teknis. Tak hanya di lapangan melainkan di luar lapangan pula,” Pada tahun 1998 Persigar Senior lolos promosi ke Divisi I .

Persigar sudah mendarah daging. Pemain inti Persigar pada 1968, Bertanding para pemain Persigar saat ini tak diragukan lagi, begitu pun dengan tim pelatih dan para pengurusnya. Terlebih waktu itu dengan kegigihan salah seorang tokoh sepak bola Garut yang juga mantan anggota DPRD Garut,[[H. Dedi Suryadi]].. Menurut sejumlah tokoh sepak bola Garut, hal yang menjadi kelemahan dalam upaya memajukan olah raga di kota dodol ini yakni minimnya sarana olah raga. Dulu Persigar bersinar karena Stadion Jayaraga yang menjadi home basenya bagus dan terurus. Kendati sarana Lapangan Jayaraga dan Lapangan Cikajang Yg Jelek, Tapi semangat para pemain tetap tinggi. Sebab itulah yg perlu diperbaiki terutama dalam hal sarana seperti lapangan. Dengan kondisi lapangan seperti ini, Persigar tak akan bisa mengajukan diri sebagai tuan rumah kompetisi karena tak memenuhi syarat, Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Garut, [[[H. Ato Hermanto]], memberikan apresiasi dan bangga dengan keberadaan Persigar saat ini. Ato pun yang waktu itu ditunjuk menjadi caretaker Ketua Pengcab PSSI Garut, mengaku belum bisa melangkah lebih jauh tentang Pengcab PSSI Garut. kendala yang selama ini dirasakan terjadi dalam persepak bolaan di Garut atau Persigar yakni lemahnya managemen Dan kepengurusan.

Dan Sekarang Pemerintah Kabupaten Garut Sedang Merencanakan Pembangunan Untuk Hombase nya Persigar Di tahun 2015/16

Prestasi[sunting | sunting sumber]

• Juara Grup III 09-2010
• Juara Piala Suratin 1998
• Juara Piala Suratin 1990

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ www.Liga-Indonesia.co.id

Pranala luar[sunting | sunting sumber]