Lompat ke isi

Daftar Wali Kota Bekasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Wali Kota Bekasi
Lambang daerah Kota Bekasi
Petahana
Tri Adhianto Tjahyono

sejak 20 Februari 2025
GelarYang Terhormat (formal)
KediamanRumah Dinas Wali Kota Bekasi
KantorBalai Kota Bekasi, Bekasi Selatan
Ditunjuk olehPemilihan umum langsung
Masa jabatan5 tahun, dapat diperpanjang sekali
Dibentuk10 Maret 1997 (1997-03-10)
Pejabat pertamaKhailani A. R.
SuksesiKelima
WakilWakil Wali Kota Bekasi
Situs webSitus web resmi
No. Potret Wali Kota Usia saat dilantik Menjabat Masa jabatan Partai
(Orsospol, 1998–1999)
Pemilihan umum Wakil Ref.
1 Nonon Sontanie 54 tahun, 190 hari 23 Februari 1998

10 Maret 2003
5 tahun, 15 hari Golkar (hingga 1999) 1998 [1]
Independen (sejak 1999)
2 Akhmad Zurfaih 50 tahun, 221 hari 10 Maret 2003

10 Maret 2008
5 tahun, 0 hari Golkar 2003 Mochtar Mohamad
(2003–2008)
3 Mochtar Mohamad 43 tahun, 136 hari 10 Maret 2008

3 Mei 2012
4 tahun, 54 hari PDI Perjuangan 2008 Rahmat Effendi
(2008–2012)
[2]
4 Rahmat Effendi 49 tahun, 35 hari 10 Maret 2013

10 Maret 2018[a]
5 tahun, 0 hari Golkar 2013 Ahmad Syaikhu
(2013–2018)
54 tahun, 229 hari 20 September 2018

7 Januari 2022
3 tahun, 109 hari 2018 Tri Adhianto Tjahyono
(2018–2022)
[3]
5 Tri Adhianto Tjahyono, Wali Kota Bekasi (2025) Tri Adhianto Tjahyono 53 tahun, 230 hari 21 Agustus 2023

20 September 2023
30 hari PDI Perjuangan Tidak ada
55 tahun, 48 hari 20 Februari 2025

Petahana
355 hari 2024 Abdul Harris Bobihoe
(2025–sekarang)

Pengganti sementara

[sunting | sunting sumber]

Dalam tumpuk pemerintahan, seorang kepala daerah yang mengajukan diri untuk cuti atau berhenti sementara dari jabatannya kepada pemerintah pusat, maka Menteri Dalam Negeri menyiapkan penggantinya yang merupakan birokrat di pemerintah daerah atau bahkan wakil wali kota, termasuk ketika posisi wali kota berada dalam masa transisi.

Pejabat Potret Partai Awal Akhir Masa jabatan Wali Kota definitif Ref.
  Khailani A. R.
(Penjabat Sementara)
Golkar 10 Maret 1997 23 Februari 1998 350 hari Tidak ada [4]
Rahmat Effendi
(Pelaksana Tugas)
(lahir 1964)
Golkar 3 Mei 2012 10 Maret 2013 311 hari
Ruddy Gandakusumah
(Penjabat Sementara)
(wafat 2018)
Nonpartisan 15 Februari 2018 10 Maret 2018 23 hari Rahmat Effendi
(2013–2018)
[5]
Rayendra Sukarmadji
(Pelaksana Harian)
(lahir 1958)
Nonpartisan 10 Maret 2018 13 Maret 2018 3 hari Tidak ada
Ruddy Gandakusumah
(Penjabat)
(wafat 2018)
Nonpartisan 13 Maret 2018 31 Agustus 2018 171 hari
Toto Mohamad Toha
(Penjabat)
(lahir 1961)
Nonpartisan 31 Agustus 2018 20 September 2018 20 hari
Tri Adhianto Tjahyono
(Pelaksana Tugas)
(lahir 1970)
PDI Perjuangan 7 Januari 2022 21 Agustus 2023 1 tahun, 226 hari [6]
Raden Gani Muhamad
(Pelaksana Harian)
(lahir 1969)
Nonpartisan 20 September 2023 20 Februari 2025 1 tahun, 153 hari
Abdul Harris Bobihoe
(Pelaksana Harian)
(lahir 1963)
Gerindra 21 Februari 2025 28 Februari 2025 7 hari Tri Adhianto Tjahyono
(2025–sekarang)

Wali Kota administratif

[sunting | sunting sumber]

Lihat Pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Menang Mutlak, Nonon Sonthanie Jadi Wali Kota Bekasi". Berita Yudha. Bekasi: Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1998-01-27. Diakses tanggal 2025-07-17.
  2. "Kronologi Penangkapan Wali Kota Bekasi Mochtar Muhammad di Bali". detikcom. 21 Maret 2012. Diakses tanggal 21 Maret 2012.
  3. Aji, M Rosseno (5 Januari 2022). "Breaking News: OTT KPK, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Ditangkap". Tempo.co. Diakses tanggal 6 Januari 2022.[pranala nonaktif permanen]
  4. "Khailani AR Dipastikan Pjs Wali kota Bekasi". Berita Yudha. Bekasi: Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1997-02-22. hlm. 12. Diakses tanggal 2025-07-17.
  5. Bachtiar, Yusuf (2018-03-10). Aji, Wahyu (ed.). "Masa Tugas Ruddy Gandakusumah Jadi Pjs Wali Kota Bekasi Berkakhir, Ini Penggantinya". Tribunnews.com. Bekasi Selatan.
  6. Ihsanuddin (07-01-2022). Ihsanuddin (ed.). "Rahmat Effendi Dibui, Tri Adhianto Naik Jadi Plt Wali Kota Bekasi". Kompas.com. Diakses tanggal 27-02-2022. ;
  1. Sejak 15 Februari hingga 10 Maret 2018, Rahmat dan wakilnya, Ahmad Syaikhu mengajukan cuti selama proses pencalonan pada pemilihan kepala daerah berlangsung dan untuk sementara dijabat oleh penjabat sementara, yakni Ruddy Gandakusumah.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]