Rahmat Effendi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Dr. H.
Rahmat Effendi
Wali Kota Bekasi ke-4
Petahana
Mulai menjabat
3 Mei 2012
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
Gubernur Ahmad Heryawan
Wakil Ahmad Syaikhu
Didahului oleh Mochtar Muhammad
Informasi pribadi
Lahir 3 Februari 1964
Bendera Indonesia Bekasi, Jawa Barat
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia
Partai politik Logo GOLKAR.jpg Partai Golongan Karya
Suami/istri Gunarti Rahmat Effendi
Anak Ade Puspitasari
Rhamdan Aditya
Irene Pusbandari
Reynaldi Aditama Rizki
Profesi Politisi
Agama Islam

Dr. H. Rahmat Effendi (dikenal dengan panggilan Bang Pepen; lahir di Bekasi, Jawa Barat, 3 Februari 1964; umur 53 tahun) adalah wali kota Bekasi yang menjabat sejak 3 Mei 2013 menggantikan Mochtar Muhammad yang tersandung masalah korupsi. Ia lalu terpilih kembali dalam pilkada dan menjadi wali kota periode 2013-2018.

Riwayat pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • SD Negeri Pekayon Tahun 1979
  • SMPN 2 Kota Bekasi Tahun 1982
  • SMA Negeri 52 Jakarta Tahun 1985
  • Sarjana S1 (STIA Bagasasi) Tahun 2000
  • Sarjana S2 (STIA Bagasasi) Tahun 2006
  • Sarjana S3 (Universitas Pasundan) Tahun 2010

Karier[sunting | sunting sumber]

Rahmat pernah bekerja sebagai asisten pergudangan dan supervisor logistik di PT. Halliburton Indonesia. Ia juga merupakan Direktur PT. Rampita Aditama Rizki. Ia pernah menjadi Anggota DPRD Kota Bekasi 1999–2004 dan Ketua DPDR Kota Bekasi 2004–2008. Ia juga pernah menduduki beberapa jabatan seperti Ketua LKMD Pekayon Jaya, Ketua PK Golkar Bekasi Selatan, Ketua DDP MKGR Kota Bekasi, Ketua Dpd AMPI Kota Bekasi, Wakil Sekjen DDP MKGR, Pengurus Koni Kota Bekasi, Ketua Perbasi Kota Bekasi, Pengurus Daerah Pssi Jawa Barat, Anggota Rapi Kota Bekasi, Penasehat Orari Kota Bekasi (Yg1bks), Dewan Penasehat Pekat Indonesia Bersatu Bekasi.[1]

Menjadi wali kota[sunting | sunting sumber]

Rahmat sudah menjadi pelaksana tugas (Plt) walikota sejak 2011 dan kemudian dilantik menjadi wali kota defintif pada 3 Mei 2012 karena Mochtar Mohammad (wali kota sebelumnya) mendapat kekuatan hukum tetap dari Mahkamah Agung dengan dinyatakan bersalah dan dikenakan hukuman penjara selama enam tahun. Dan penghentian Mochtar sebagai walikota Bekasi berdasarkan SK Mendagri Nomor: 131.32.329 tahun 2012 tanggal 5 April 2012. Pelantikannya dilakukan di Gedung DPRD Kota Bekasi dan dipimpin oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Selain dihadiri oleh seluruh jajaran Muspida dan anggota DPRD Kota Bekasi, akan hadir juga pejabat tinggi Partai Golkar, yakni Ketua Umum Aburizal Bakrie dan Sekjen Golkar Idrus Marham.[2]

Pada pilkada 2013, Rahmad Effendi yang maju bersama Akhmad Syaikhu berhasil menang satu putaran dengan perolehan 43 persen, mengalahkan pasangan nomor urut 3 yakni Dadang Mulyadi dan Lukman Hakim yang memperoleh suara 22,9 persen. Sedangkan diposisi ketiga ditempati oleh pasangan nomor urut 2, yakni Sumiyati dan Anim Imamuddin dengan suara 18 persen. Posisi ke 4 ditempati oleh pasangan nomor urut 5, yakni Awing Asmawi dan Andi Zabidi dengan perolehan suara 10,8 persen. Dan yang terakhir diposisi kelima, ditempati oleh pasangan nomor urut 1 yakni Shalih Mangara Sitompul dan Anwar Anshori dengan perolehan suara 5,3 persen.[3]

Isu poligami[sunting | sunting sumber]

Rahmat Effendi diberitakan memiliki istri lain selain istrinya Gunarti. Istri keduanya ini bernama Lusiana Oktora. Hal ini membuka celah bagi lawan politiknya untuk mempersoalkannya pada Pilkada 2012 karena dalam biodata yang diserahkan kepada KPU, Pepen tidak mencantumkannya.[4] Selain itu 400 ibu yang tergabung dalam Gerakan Wanita Anti Poligami (Gerwap) berunjukr rasa mendatangi kantor Kementerian Dalam Negeri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, menolak poligami beberapa wkatu lalu. Mereka juga menuntut agar Rahmat Effendy segera turun dari jabatannya. Bahkan uniknya lagi di antara ibu-ibu tersebut terlihat ada yang membawa bra untuk menunjukan aksi protesnya.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Didahului oleh:
Mochtar Muhammad
Wali kota Bekasi
2012 - kini
Diteruskan oleh:
masih menjabat