Jonggol, Bogor

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jonggol
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
KabupatenBogor
Populasi
 • Total210,778 jiwa
Kode Kemendagri32.01.06 Edit the value on Wikidata
Desa/kelurahan14
Situs webkecamatanjonggol.bogorkab.go.id

Jonggol adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Kecamatan ini terletak di sebelah timur Kabupaten Bogor.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kawedanan Jonggol[sunting | sunting sumber]

Kawedanan Jasinga (biru), Kawedanan Parung (oren), Kawedanan Leuwiliang (merah), Kawedanan Cibinong (kuning), Kawedanan Buitenzorg (hijau toska), Kawedanan Jonggol (hijau).

Jonggol sebelum tahun 1990-an merupakan kecamatan terbesar Kabupaten Bogor. Jonggol dahulunya merupakan sebuah distrik atau kawedanan. Wilayah Kawedanan Jonggol saat ini telah terpecah menjadi bagian dari beberapa daerah antara lain;

Kawedanan Jonggol dihapuskan pada tahun 1957 digantikan dengan Kecamatan Jonggol dan masuk kedalam wilayah administratif Kabupaten Bogor.

Sejarah penamamaan Kawedanan Jonggol ini sempat mengalami beberapa kali perubahan mulai dari Rawa Jaha, Kemudian Rawalo, Tjibaroesa hingga Jonggol, perubahan nama ini terjadi beralasan mulai dari pemindahan pusat Kawedanan hingga kebijakan dari pemerintah Kolonial Belanda. Pusat Kawedanan sempat berpindah tempat beberapa kali mulai dari Dayeuh yang sekarang bagian dari Desa Sukanegara di Kecamatan Jonggol. Kemudian, Kauman yang sekarang merupakan wilayah Desa Cileungsi, selanjutnya Kampung Babakan yang sekarang termasuk bagian dari Desa Cibarusah Kota hingga yang terakhir Kampung Pojok Salak/Rawa Jaha yang sekarang menjadi alun-alun Jonggol.[1]

Kandidat Ibukota Indonesia[sunting | sunting sumber]

Jonggol pernah digadang-gadang sebagai alternatif paling realistis untuk memindahkan ibu kota, Jonggol terletak hanya 40 kilometer di sebelah tenggara Jakarta. Rencana ini sudah didengungkan sejak masa pemerintahan presiden Soeharto.[2] Alasan lain dipilihnya Jonggol adalah wilayah ini dinilai masih memiliki lahan yang sangat luas dan berada di dataran tinggi yang relatif tinggi. Karena, berdasarkan Keputusan Presiden (KEPPRES) No. 1 Tahun 1997. Koordinasi Pengembangan Kawasan Jonggol Sebagai Kota Mandiri, total luas lahan yang tercakupi berkisar 657,25 km² dan berada di ketinggian +260 m hingga +1800 m.[2]

Akses[sunting | sunting sumber]

Dari Jakarta untuk mengakses Jonggol bisa melalui Alternatif Cibubur-Cileungsi (Transyogi) keluar dari Pintu Tol Cibubur atau Pintu Tol Jatikarya sejauh 23 km. Jalan Transyogi Jonggol juga menjadi alternatif bagi warga ke Bandung sekitar 90 km dan Cianjur 50 km dari Jonggol melalui Cikalong Kulon bila Jalan Tol Jakarta–Cikampek dan Jalan raya wisata Puncak.

Pembagian administratif[sunting | sunting sumber]

  1. Balekambang
  2. Bendungan
  3. Cibodas
  4. Jonggol
  5. Singajaya
  6. Singasari
  7. Sirnagalih
  8. Sukajaya
  9. Sukamaju
  10. Sukamanah
  11. Sukanegara
  12. Sukasirna
  13. Weninggalih
  14. Sukagalih

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Angkutan Kota[sunting | sunting sumber]

  • F46: Cicadas-Jonggol PP
  • F64: Cibinong-Jonggol PP

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kisah Jonggol Pernah Digadang Jadi Ibukota Baru Karena Dekat DKI Jakarta tempo.co. Diakses tanggal 20 Juli 2022.
  2. ^ a b "Tempointeraktif.Com - Pemindahan Ibu Kota ke Jonggol Lebih Realistis". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-08-08. Diakses tanggal 2019-08-11.