Ciampea, Bogor

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Ciampea adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, yang terdiri dari 13 kelurahan/desa[1]. Wilayah ini terkenal pada masa lalu (dengan sebutan lamanya Tjampea) karena adanya ekosistem yang khas berupa perbukitan kapur, serta aneka peninggalan purbakala; kini sebagian wilayah itu termasuk dalam Kecamatan Cibungbulang.

Ciampea
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Barat
Kabupaten Bogor
Pemerintahan
 • Camat -
Luas 51,06 km²
Jumlah penduduk -
Kepadatan - jiwa/km²
Desa/kelurahan 13

Pusat Kecamatan Ciampea terletak di Desa Bojongrangkas, di tepi jalan utama Bogor - Jasinga - Tigaraksa (Jalan Nasional Rute 11), dekat percabangan menuju bukit kapur Ciampea. Lokasi ini dapat dicapai dengan menggunakan transportasi umum (angkot) dari Terminal Bubulak atau Terminal Laladon di Kota Bogor jurusan ke Ciampea, Leuwiliang, atau Jasinga.

Kantor Kecamatan Ciampea
Pasar Ciampea; dengan Bukit Kapur Ciampea di latar belakang

Wilayah Ciampea merupakan pintu untuk menuju beberapa lokasi wisata seperti Gunung Salak Endah (wisata alam), Bukit Kapur Ciampea (wisata olahraga panjat tebing), dan petilasan purbakala di Ciaruteun (wisata sejarah). Potensi wisata yang dimiliki Kecamatan Ciampea sendiri adalah Kampung Wisata Cinangneng[2] di Desa Cihideung Udik, yang menyediakan atraksi wisata suasana pedesaan, seperti aktivitas menanam dan memanen padi, membajak sawah dan atraksi hiburan kesenian tradisional Sunda bagi wisatawan.

Pada abad ke-18, tanah–tanah di sekitar Ciampea dan Dramaga dikuasai oleh Willem Vincent Helvetius van Riemsdijk putra Gubernur Jendral Jeremies van Riemsdjik (1775–1777) yang memanfaatkan wilayah tersebut untuk menanam teh, kopi dan tanaman komoditas lainnya. Willem Vincent Helvetius sendiri sejak muda sudah menduduki jabatan yang menguntungkan, antara lain pada usia 17 tahun sudah menjabat sebagai administrator Pulau Onrust, jabatan yang menjadi incaran banyak orang, karena konon sangat “basah” banyak memberi kesempatan untuk memupuk kekayaan. Kedudukan ayahnya sebagai gubernur Jenderal dimanfaatkan dengan sangat baik, sehingga kekayaannya makin berkembang. Dalam perkembangannya, banyak warga pribumi di Ciampea yang menolak keberadaan keluarga van Riemsdijk, yang membuat Pemerintah Belanda pada saat itu menerjunkan pasukan untuk meredam pergolakan.

Kelurahan/desa[sunting | sunting sumber]

  1. Bojong Jengkol
  2. Bojong Rangkas
  3. Benteng
  4. Ciampea Udik
  5. Ciampea
  6. Cibadak
  7. Cibanteng
  8. Cibuntu
  9. Cicadas
  10. Cihideung Ilir
  11. Cihideung Udik
  12. Cinangka
  13. Tegal Waru

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Situs Resmi Pemkab Bogor: Kecamatan Ciampea
  2. ^ Situs Resmi Pemkab Bogor: Kampung Wisata Cinangneng