Jalur kereta api Manggarai–Padalarang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Jalur kereta api Manggarai-Padalarang)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Jalur kereta api Manggarai–Padalarang
Soekaboemi De intact gebleven spoorbrug van Pamoejoeran, Bestanddeelnr 11712.jpg
Jembatan Pamuyuran di Cibadak, Sukabumi.
Ikhtisar
JenisJalur lintas utama
SistemJalur kereta api rel berat
StatusBeroperasi, kecuali Cianjur-Padalarang yang sedang reaktivasi
TerminusManggarai
Padalarang
Stasiun42
Operasi
Dibangun olehNederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (Manggarai-Bogor) Staatsspoorwegen (Bogor-Padalarang)
Dibuka1873-1884
PemilikDitjen KA, Kemenhub RI
OperatorPT Kereta Api Indonesia
Daerah Operasi I Jakarta
Daerah Operasi II Bandung
Data teknis
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasi60 s.d. 100 km/jam

Jalur kereta api Manggarai–Padalarang merupakan jalur kereta api yang melintasi dua provinsi, DKI Jakarta dan Jawa Barat. Dari Stasiun Manggarai sampai Stasiun Sukabumi dioperasikan oleh Daerah Operasi I Jakarta, sementara dari Stasiun Gandasoli sampai Stasiun Padalarang dioperasikan oleh Daerah Operasi II Bandung.

Jalur dari Stasiun Manggarai hingga Stasiun Bogor merupakan segmen yang sudah digandakan. Jalur ini memiliki percabangan di Citayam menuju Nambo.

Jalur ini berkali-kali mendapat musibah tanah longsor, antara lain di Terowongan Lampegan pada ruas Sukabumi-Cianjur,[1] dan pada tanggal 21 November 2012 di antara Stasiun Citayam dan Stasiun Cilebut di lintas Manggarai-Bogor.[2] Selanjutnya, juga longsor di Ciranjang, Cianjur hingga rel menggantung.[3]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Bukit Duri/Manggarai–Bogor (Buitenzorg)[sunting | sunting sumber]

Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) adalah perusahaan kereta api komersial pertama di Hindia Belanda, yang dibentuk pada tanggal 27 Agustus 1863, menurut akta notaris Amya Esser di Amsterdam.[4] Perusahaan ini rencananya akan mengoperasikan kereta api di seluruh wilayah Hindia Belanda. Jalur pertamanya sendiri adalah Samarang–Vorstenlanden (dimulai dari segmen pertama Samarang–Tangoeng, 10 Agustus 1867). Dalam buku de Spoorweg Samarang–Vorstenlanden karya J.P. de Bordes (dirut NIS), disebutkan bahwa jalur ini merupakan bagian dari konsesi pembangunan dua jalur kereta api oleh NIS, yaitu Samarang–Vorstenlanden dan Batavia–Buitenzorg.[5] Untuk jalur kereta api Batavia–Buitenzorg ini ternyata memakan biaya sebesar ƒ3.370.000,00.[6]

Pembangunan jalur ini mengalami kendala karena masalah keuangan. Tahun 1870 proyek ini sempat macet, yaitu pada pengerjaan gelombang pertama. Pekerjaan ini dimulai dari 15 Oktober 1869 sampai Februari 1870 dimana selama kurun waktu itu jalur sepanjang 7.590 m untuk bagian Kleine Boom, Meester Cornelis sejauh 13.087 m, dan jalur sepanjang 18.730 m untuk bagian Bogor selesai dikerjakan. Pekerjaan kedua baru bisa dilaksanakan pada Juni 1870 sampai Juni 1871, yaitu jalur di Bogor sepanjang sekitar 9.270 m. Selanjutnya, pada Juni 1871 hingga Januari 1873 barulah seluruh proyek pembangunan jalur kereta api Batavia-Buitenzorg selesai, termasuk jalur Weltevreden–Meester Cornelis NIS (Stasiun Bukit duri) sampai ke Buitenzorg.[7]

Pada awalnya, trase jalur kereta api ini lurus melewati Bukit Duri (dipo KRL). Sejak diakuisisi oleh Staatsspoorwegen pada tahun 1913 dan dibangunnya stasiun baru Manggarai per 1 Mei 1918, jalurnya sedikit bergeser ke timur hingga kembali ke trase lama, sedangkan Stasiun Meester Cornelis NIS diubah menjadi dipo lokomotif.[8]

Bogor–Padalarang[sunting | sunting sumber]

Bogor–Padalarang dibangun oleh Staatsspoorwegen (SS), meneruskan tugas NIS dalam membangun jalur kereta apinya. Berawal dari evaluasi oleh P.P. van Bosse di hadapan Parlemen Belanda pada November 1873 terkait kinerja Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).[9][10] Dalam proposalnya, NIS mengalami defisit suntikan modal semenjak beroperasinya dua jalur kereta api yang dibangun tersebut. Bahkan perusahaan ini berkali-kali terancam bangkrut.[9] Selain itu, pihak Pemerintah Kolonial mengakui bahwa gunung di selatan Jawa memiliki kontur yang curam dan membutuhkan biaya sangat besar untuk menaklukkannya. Penetapan trase ini mengharuskan Pemerintah turun tangan membangun jalur kereta api tersebut dan dibentuklah perusahaan yang kemudian dikenal dengan nama Staatsspoorwegen Nederlandsch-Indië (Perusahaan Kereta Api Negara Hindia Belanda). Perusahaan ini berdiri pada tanggal 6 April 1875 berdasarkan pengukuhan staatsblad tersebut.[11][10]

Jalur ini menjadi jalur kereta api ketiga yang dibangun oleh SS, setelah Surabaya–Pasuruan (16 Mei 1878) dan Surabaya–Malang (20 Juli 1879). Jalur ini sebenarnya juga sepaket dengan jalur Surabaya–Sidoarjo–Mojokerto–Kertosono–Solo (1882–1884) karena dibangun untuk mewujudkan hubungan Jakarta–Surabaya melalui jalur selatan. Pada tanggal 17 Mei 1884, Bogor–Padalarang telah tersambung dengan kereta api.[12]

Terdapat terowongan legendaris di jalur ini, yang juga merupakan terowongan kereta api pertama di Indonesia, Terowongan Lampegan. Terowongan di sebelah barat Stasiun Lampegan ini memiliki konstruksi yang sangat berbeda dengan terowongan lainnya di Indonesia, antara lain penampangnya yang cenderung oval, bukan lingkaran. Hal ini menyebabkan sebaran beban yang diampu oleh terowongan ini lebih berat bila dibandingkan dengan penampang lingkaran.

Keadaan saat ini[sunting | sunting sumber]

Terowongan Lampegan yang penampang lubangnya oval

Pada tahun 2001, Terowongan Lampegan runtuh.[13] Akibatnya, kereta api Cianjuran tidak dapat memasuki terowongan dan tertahan hingga Stasiun Lampegan saja (sebelumnya melayani Bandung–Bogor pp). Lama tidak beroperasi, terowongan ini sudah dapat dioperasikan pada tahun 2010, dengan renovasi penampang dalam dari yang semula oval menjadi kotak.

Pada tanggal 13 Desember 2008, kereta api Bumi Geulis yang melayani Bogor–Sukabumi, p.p, dioperasikan. Dalam catatan yang pernah ada, kereta api Bumi Geulis turut mendukung slot jalur kereta api Bogor–Sukabumi–Cianjur–Bandung yang saat itu masih sedikit layanannya.[14] Karena mesin KRD ini rusak, KRD ini dihentikan operasinya semenjak 18 Desember 2012.[15] Otomatis, halte yang hanya cukup untuk menampung satu rangkaian KRD (Cijambe dan Ciomas) juga dinonaktifkan.

Ketersediaan suku cadang untuk lokomotif diesel hidraulik BB301 dan BB304 untuk KA Cianjuran kini sudah langka karena usianya yang sudah cukup tua untuk dijalankan, serta ketidaktersediaan subsidi PSO dari Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.[16] Pada akibatnya jalur kereta api Cianjur–Padalarang menganggur lama.

Pada tanggal 9 November 2013, kereta api Pangrango mulai beroperasi untuk rute Bogor–Sukabumi, p.p. Akan tetapi, perjalanan kereta apinya tidak diberhentikan di halte Cijambe dan Ciomas lantaran panjang peron yang tidak cukup. Untuk mempersiapkannya, jalurnya kemudian di-upgrade dengan mengganti relnya menjadi R54 dengan bantalan beton agar dapat didaki oleh lokomotif CC206 yang cukup berat.[17] Di segmen Sukabumi–Cianjur disediakan kereta api Siliwangi. Kereta api ini diresmikan pada tanggal 8 Februari 2014, yang dalam operasional hari ke-2 dan ke-3-nya, anjlok di Lampegan.[18] Pada hari ke-2 operasional, KA ini menabrak dinding Terowongan Lampegan.[19] Memang, penampang terowongan yang oval ini menyebabkan ruang bebasnya menjadi sangat sempit untuk dimensi standar kereta penumpang Indonesia sekarang, mengingat pada zaman kolonial terowongan itu didesain untuk kereta yang berdimensi kecil.

Jalur Cianjur–Padalarang merupakan jalur semiaktif karena hanya lori, dresin, dan kereta inspeksi saja yang dapat melewati jalur ini. Untuk menyatukan kembali hubungan Cianjur–Padalarang, Direktorat Jenderal Perkeretaapian memutuskan meng-upgrade jalur kereta api ini. Untuk tahap pertama, jalur yang di-upgrade adalah Cianjur–Ciranjang.[20] Saat ini belum ada perjalanan reguler yang melewati jalur ini, walaupun segmennya sendiri sudah selesai. Belum diketahui apakah Stasiun Maleber dan Stasiun Selajambe ikut diaktifkan lagi. Adapun Stasiun Ciranjang, sudah direnovasi total dan memasang papan nama stasiun terbaru versi 2017.

Jalur terhubung[sunting | sunting sumber]

Lintas aktif[sunting | sunting sumber]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Kelas campuran[sunting | sunting sumber]

Pangrango, tujuan Bogor dan tujuan Sukabumi (eksekutif-ekonomi AC)

Kelas ekonomi AC[sunting | sunting sumber]

Siliwangi, tujuan Sukabumi dan tujuan Cianjur

KRL Commuter Line[sunting | sunting sumber]

Barang[sunting | sunting sumber]

Daftar stasiun[sunting | sunting sumber]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas 4 ManggaraiPadalarangBandung dengan percabangan dari Citayam menuju Nambo
Segmen ManggaraiBogor
Diresmikan pada tanggal 1873 oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij, diambil alih pada tanggal 1 November 1913 oleh Staatsspoorwegen Westerlijnen[21]
Termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta
Lintas jalur ganda
0440 Manggarai MRI Jalan Manggarai Utara 1, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan km 9+890 lintas JakartaManggaraiBogor
km 6+026 lintas TanahabangManggarai
km 0+010 lintas ManggaraiJatinegara
km 0+000 lintas Manggarai–Dipo KRL Bukit Duri
+13 m Beroperasi Manggarai sta 100210-0803.jpg
Tebet TEB Jalan Lapangan Ros Raya, Tebet Timur, Tebet, Jakarta Selatan km 11+980 +17 m Beroperasi Stasiun Tebet.jpg
Cawang CW Jalan Tebet Timur Dalam 11, Tebet Timur, Tebet, Jakarta Selatan km 13+730 +26 m Beroperasi Stasiun Cawang, 2018.jpg
0701 Duren Kalibata DRN Jalan Pengadegan, Rawa Jati, Pancoran, Jakarta Selatan km 15+059 +26 m Beroperasi Stasiun Duren Kalibata.jpg
Pasar Minggu Baru PSMB Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan km 16+100 +29 m Beroperasi Stasiun Pasar Minggu baru.jpg
0702 Pasar Minggu PSM Jalan Pasar Minggu, Pasar Minggu, Pasar Minggu, Jakarta Selatan km 18+500 +36 m Beroperasi Krl-di-pasar-minggu.jpg
0703 Tanjung Barat TNT Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan km 21+300 +44 m Beroperasi Stasiun tanjung barat.jpg
0704 Lenteng Agung LNA Jalan Lenteng Agung Timur, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan km 23+971 +57 m Beroperasi Sta. Lenteng Agung.jpg
Universitas Pancasila UP Jalan Lenteng Agung Timur, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan km 24+900 +57 m Beroperasi 44 big.jpg
Universitas Indonesia UI Kawasan Kampus UI Depok, Pondok Cina, Beji, Depok km 27+350 +69 m Beroperasi Stasiun kereta ui.JPG
0705 Pondok Cina POC Pondok Cina, Beji, Depok km 28+373 +74 m Beroperasi 515 110709 01.jpg
Depok Baru DPB Jalan Margonda Raya, Depok, Pancoran Mas, Depok km 31+100 +93 m Beroperasi DSC07248.JPG
0706 Depok DP Jalan Stasiun Depok, Pancoran Mas, Pancoran Mas, Depok km 32+684 +93 m Beroperasi STASIUN DEPOK 2014.jpeg
0712 Pondok Terong PTO Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok km 35+940 Tidak beroperasi
0707 Citayam CTA Jalan Raya Citayam, Pabuaran, Bojonggede, Bogor km 37+768 +120 m Beroperasi Citayamstation.jpg
0708 Bojonggede BJD Jalan Pasar Baru, Bojonggede, Bojonggede, Bogor km 42+965 +140 m Beroperasi Penumpang-bojong-05.jpg
0709 Cilebut CLT Cilebut Timur, Sukaraja, Bogor km 47+292 +171 m Beroperasi Stasiun Cilebut.jpg
0711 Kebon Pedes KBP Kebonpedes, Tanah Sareal, Bogor km 51+097 Tidak beroperasi
0720 Bogor BOO Cibogor, Bogor Tengah, Bogor km 54+810 lintas Jakarta–Manggarai–Bogor
km 0+000 lintas Bogor-Bandung-Banjar-Kutoarjo-Yogyakarta
+246 m Beroperasi Stasiun Bogor 2014.jpeg
Segmen BogorCicurug Diresmikan pada tanggal 5 Oktober 1881
Lintas jalur tunggal
Bogor Paledang PLG Jalan Paledang, Paledang, Bogor Tengah, Bogor km 0+200 +246 m Beroperasi Bogor Paledang station.jpg
0801 Tanjakan Empang TEP Empang, Bogor Selatan, Bogor km 1+511 Tidak beroperasi
0802 Batutulis BTT Jalan R. Saleh Danasasmita, Lawanggintung, Bogor Selatan, Bogor km 4+378 +299 m Beroperasi Batutulis Station.jpg
0803 Ciomas CS Genteng, Bogor Selatan, Bogor km 9+306 +349 m Tidak beroperasi
0804 Maseng MSG Ciadeg, Cigombong, Bogor km 14+096 +425 m Beroperasi Msg010414 1.JPG
0805 Cigombong CGB Cigombong, Cigombong, Bogor km 19+622 +699 m Beroperasi Stasiun Cigombong.JPG
0806 Cicurug CCR Nasional 2 Jalan Raya Sukabumi, Cicurug, Cicurug, Sukabumi km 26+715 +478 m Beroperasi Cicurugstation.jpg
Segmen CicurugSukabumi Diresmikan pada tanggal 21 Maret 1882
0807 Cijambe CJE Kompa, Parungkuda, Sukabumi km 30+867 +438 m Tidak beroperasi
0808 Parungkuda PRK Parungkuda, Parungkuda, Sukabumi km 34+539 +396 m Beroperasi (6) Parungkuda.JPG
0809 Cibadak CBD Nasional 2 Jalan Raya Sukabumi, Cibadak, Cibadak, Sukabumi km 39+884 +380 m Beroperasi (7) Cibadak.JPG
0811 Karangtengah KE Ciheulang Tonggoh, Cibadak, Sukabumi km 44+774 +477 m Beroperasi (8) Karangtengah.JPG
0812 Pondok Leungsir PON Cisande, Cicantayan, Sukabumi km 48+451 +537 m Tidak beroperasi 53550827.jpg
0813 Cisaat CSA Cisaat, Cisaat, Sukabumi km 52+352 +584 m Beroperasi (9) Cisaat.JPG
0820 Sukabumi SI Jalan Stasiun Sukabumi Barat 2, Gunungparang, Cikole, Sukabumi km 57+713 +584 m Beroperasi Sukabumi Train Station.jpg
Segmen SukabumiCianjur Diresmikan pada tanggal 20 Mei 1883 oleh Staatsspoorwegen Westerlijnen
Termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung
1501 Ranji RI Jalan Bojong Galing, Kebonpedes, Kebonpedes, Sukabumi km 61+710 Tidak beroperasi Halte Ranji.jpg
1502 Gandasoli GDS Cipurut, Cireunghas, Sukabumi km 64+296 +580 m Beroperasi Gds010414.JPG
1503 Cireungas CRG Bencoy, Cireunghas, Sukabumi km 70+142 +587 m Beroperasi Crg010414 2.jpg
BH 415
Terowongan Lampegan
panjang: 686 m
Dibangun pada tahun 1879-1882
1504 Lampegan LP Cimenteng, Campaka, Cianjur km 73+252 +439 m Beroperasi Lpn010414 5.jpg
1505 Cibeber CBB Cipetir, Cibeber, Cianjur km 82+410 +456 m Beroperasi Cbb010414 1.JPG
1506 Cilaku CLK Sukasari, Cilaku, Cianjur km 88+167 +457 m Beroperasi Clk010414.JPG
1507 Pasir Hayam PH Nasional 3 Jalan Raya Sukabumi-Cianjur, Sirnagalih, Cilaku, Cianjur km 92+669 +448 m Tidak beroperasi
1510 Cianjur CJ Jalan Yulius Usman, Sayang, Cianjur, Cianjur km 95+774 +439 m Beroperasi Cj010414 3.JPG
Segmen CianjurPadalarang Diresmikan pada tanggal 17 Mei 1884
1511 Maleber MLB Maleber, Karangtengah, Cianjur km 99+886 +357 m Beroperasi 99 big.jpg
1512 Tipar TIP km 103+263 Tidak beroperasi
1513 Selajambe SLJ Selajambe, Sukaluyu, Cianjur km 104+888 +282 m Beroperasi 100px
1514 Ciranjang CRJ Nasional 3 Jalan Raya Cianjur-Padalarang, Ciranjang, Ciranjang, Cianjur km 108+078 +262 m Beroperasi StaCIranjang 1.jpg
1515 Cipeuyeum CPY Nasional 3 Jalan Raya Cianjur-Padalarang, Cipeuyeum, Haurwangi, Cianjur km 113+269 +272 m Beroperasi StaCipeuyeum.jpg
1516 Rajamandala RM Mandalawangi, Cipatat, Bandung Barat km 119+501 +319 m Beroperasi Sta. Rajamandala.jpg
1517 Cipatat CPT Nasional 3 Jalan Raya Cianjur-Padalarang, Cipatat, Cipatat, Bandung Barat km 124+077 +387 m Beroperasi Sta. Cipatat.jpg
1518 Tagog Apu TAU Tagogapu, Padalarang, Bandung Barat km 134+904 +595 m Beroperasi StaTagogApu.jpg
1415 Padalarang PDL Jalan Cihaliwung, Kertamulya, Padalarang, Bandung Barat km 174+850 lintas Jakarta Kota-Cikampek-Purwakarta-Padalarang
km 140+472 lintas Bogor-Bandung-Banjar-Kutoarjo-Yogyakarta
+695 m Beroperasi 100px

Percabangan menuju Nambo[sunting | sunting sumber]

Percabangan menuju Nambo dibuka mulai tahun 1997. Pada awalnya jalur tersebut rencananya akan dibuat jalur lingkar dari Parungpanjang menuju Cikarang, tetapi ditunda karena krisis finansial di Asia pada tahun 1997. Saat ini jalur tersebut sudah dielektrifikasi dan resmi beroperasi kembali mulai 1 April 2015.[22]


Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Segmen NamboCitayam Diresmikan pada tanggal 1997
Nambo NMO Bantar Jati, Klapanunggal, Bogor km 51+077 +114 m Beroperasi Papan nama Stasiun Nambo; Juli 2015.jpg
Gunung Putri GPI Gunung Putri, Gunung Putri, Bogor km 48+850 +115 m Tidak beroperasi Vandalism in Gunung Putri Station (2015).jpg
Cibinong CBN Pabuaran, Cibinong, Bogor km 44+550 +192 m Beroperasi Cibinongstation2.JPG
Pondok Rajeg PDRG Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor km 41+615 +121 m Tidak beroperasi Nokia 6275i 030.jpg
0707 Citayam CTA Jalan Raya Citayam, Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok km 37+768 +120 m Beroperasi Citayamstation.jpg

Keterangan:

  • Stasiun yang ditulis tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang ditulis biasa merupakan stasiun kelas II/menengah, III/kecil, dan halte.
  • Stasiun yang ditulis tebal miring merupakan stasiun kelas besar atau kelas I yang nonaktif.
  • Stasiun yang ditulis miring merupakan halte atau stasiun kecil yang nonaktif.

Referensi: [23][12][24]


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Suhendra (8 September 2015). "Sempat 'Mati', Terowongan Rel Kereta Tertua di RI Bangkit Lagi". Detik Finance. Diakses tanggal 13 Agustus 2017. 
  2. ^ Pratomo, Yulistyo (22 November 2012). "Longsor Cilebut, Stasiun Bogor Alami Rugi Rp128 Juta". Merdeka.com. Diakses tanggal 13 Agustus 2017. 
  3. ^ "BREAKING NEWS: Rel KA Bandung-Cianjur Longsor Tergerus Hujan". Tribun Jabar. 28 Maret 2014. Diakses tanggal 13 Agustus 2017. 
  4. ^ Banck, J.E. (1869). Geschiedenis van het Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij. M.J. Fisser. 
  5. ^ Bordes, J.P. (1870). de Spoorweg Samarang-Vorstenlanden. Den Haag: de Gebroeders van Cleef. 
  6. ^ van Vliet, L.W. Spoorweg-aanleg op Java. s'Gravenhage: W.P. van Stockum en Zoon. 
  7. ^ "Van Kleine Boom Naar Buitenzorg Via Meester Cornelis". Diakses tanggal 26 April 2010. 
  8. ^ Pratiwi, R.; Soviana, N.; Sudarsih, A. (2014). "Manggarai: Stasiun Simpang Tujuh Dilengkapi Bancik Terpanjang". Majalah KA. 97: 19-21. 
  9. ^ a b Reitsma, S.A. (1925). Boekoe peringetan dari Staatsspoor-en-Tramwegen di Hindia Belanda. Weltevreden: Topografische Inrichting. 
  10. ^ a b Verslag der handelingen van Staten-Generaal (1873-1877). Ned. Staten-Generaal. 1874. 
  11. ^ Nusantara., Tim Telaga Bakti; Indonesia., Asosiasi Perkeretaapian (1997). Sejarah perkeretaapian Indonesia (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980. 
  12. ^ a b Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  13. ^ Suganda, Her.2007.Jendela Bandung, Pengalaman Bersama Kompas.Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
  14. ^ "'Bumi Geulis' Layani Sukabumi-Bogor". detiknews. Diakses tanggal 2018-12-22. 
  15. ^ "Ini Alasan KRD Bumi Geulis Rusak". Republika Online. 2013-01-23. Diakses tanggal 2018-12-22. 
  16. ^ "KA Bandung-Cianjur Berhenti Beroperasi Karena Kekurangan Subsidi Pemerintah". 11 April 2013. Diakses tanggal 13 Agustus 2017. 
  17. ^ "Mulai Besok, Kereta Api Pangrango Rute Bogor-Sukabumi Beroperasi". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2019-07-11. 
  18. ^ "3 Hari Beroperasi, KA Siliwangi Jurusan Cianjur-Sukabumi Anjlok". Liputan6.com. Diakses tanggal 2019-07-11. 
  19. ^ "Anjlok di Cianjur, Gerbong Ekonomi KA Siliwangi Tabrak Terowongan". detik.com. Diakses tanggal 2019-07-11. 
  20. ^ "Reaktivasi Jalur Kereta Cianjur-Padalarang Selesai Akhir 2019". Liputan6.com. Diakses tanggal 2019-07-11. 
  21. ^ "Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij". Diakses tanggal 25 Agustus 2017. In 1913 the NIS took over the 3' 6" gauge 56 kms line from Batavia (Jakarta) to Buitenzorg (Bogor), which had been opened in 1873 by the Batavia-Buitenzorg Spoorweg Maatschappij (BBzSM). 
  22. ^ https://m.tempo.co/read/news/2016/07/20/083789150/pemerintah-siap-bangun-jalur-krl-citayam-parungpanjang
  23. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  24. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia

Pranala luar[sunting | sunting sumber]