Stasiun Rajamandala

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Rajamandala
  • Singkatan: RM
  • Nomor: 1516
Sta. Rajamandala.jpg
Halte Rajamandala
Lokasi
ProvinsiJawa Barat
KabupatenBandung Barat
KecamatanCipatat
DesaMandalasari
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi II Bandung
Kelas stasiunIII/kecil[1]
Ketinggian+319 m
Letak[2]km 119+501 lintas BogorBandungBanjarKutoarjoYogyakarta
LayananHanya melayani inspeksi lintas Cianjur–Padalarang.
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur1
Jumlah peronDua peron sisi yang rendah)

Stasiun Rajamandala (RM) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Mandalasari, Cipatat, Bandung Barat. Meskipun diberi nama Rajamandala, secara administratif stasiun ini tidak terletak di Desa Rajamandala Kulon, tetapi terletak di sebelah barat laut desa tersebut. Stasiun yang terletak pada ketinggian +319 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung serta merupakan stasiun kereta api yang letaknya paling barat di Kabupaten Bandung Barat.

Stasiun Rajamandala dahulu menjadi tempat paling ramai di Desa Rajamandala. Pasalnya, halte kecil ini menjadi tumpuan warga sekitar untuk transportasi kereta api, mengingat Jalan Raya Cianjur-Padalarang terlalu jauh untuk ditempuh dari desa ini. Oleh karena itu, Stasiun Rajamandala menjadi halte dengan omzet tertinggi dan jumlah penumpang terbanyak di Jalur Cianjur-Padalarang.

Stasiun ini sempat dilayani oleh kereta api Kian Santang yang rencananya dioperasikan Maret 2014, tetapi diundur lagi dan gagal melayani perjalanan reguler karena permasalahan teknis prasarana yang dianggap tidak layak operasi. Bahkan untuk menyambutnya kembali, stasiun ini direnovasi, lalu mangkrak.[3][4][5] Praktis, stasiun ini menganggur lama.

Terkait dengan penyambungan kembali rute Cianjur–Padalarang, jalur di stasiun ini sedang diperbaiki sampai ke Cipatat dengan mengganti bantalan dan batang relnya menjadi R54 bantalan beton agar dapat dilalui oleh lokomotif besar.[6] Reaktivasi segmen ini dilakukan tepat setelah peresmian perpanjangan relasi kereta api Siliwangi menjadi Sukabumi–Ciranjang pp.[7][8] Saat ini sedang dilakukan perombakan pada peron stasiun.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ developer, medcom id (2014-03-21). "Peluncuran KA Kiansantang Cianjur-Bandung Ditunda". medcom.id. Diakses tanggal 2019-07-25. 
  4. ^ Awe (2015-04-08). "KA Bandung-Cianjur Kembali Beroperasi dari Kiara Condong". Berita Trans (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-25. 
  5. ^ Triyono, Heru (2014-03-07). "11 Maret, Kereta Rute Cianjur-Bandung Dioperasikan". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-25. 
  6. ^ Alamsyah, Syahdan. "Menhub: Reaktivasi Jalur KA Bogor ke Bandung Selesai 2018". detikfinance. Diakses tanggal 2018-02-03. 
  7. ^ developer, medcom id (2019-08-27). "Kemenhub Rogoh Rp118 Miliar Reaktivitas Jalur Kereta Api Ciranjang-Cipatat". medcom.id. Diakses tanggal 2019-10-06. 
  8. ^ "Berumur 3 Pekan, Okupansi Jalur Cianjur-Ciranjang 56 Persen | Ekonomi". Bisnis.com. Diakses tanggal 2019-10-06. 
Stasiun sebelumnya   Logo of the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia.svg Lintas Kereta Api Indonesia   Stasiun berikutnya
menuju Manggarai
Manggarai–Padalarang
menuju Padalarang

Koordinat: 6°49′06″S 107°17′54″E / 6.8183915°S 107.2982419°E / -6.8183915; 107.2982419