Rajamandala Kulon, Cipatat, Bandung Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Rajamandala Kulon
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Barat
Kabupaten Bandung Barat
Kecamatan Cipatat
Pemerintahan
 • Kepala desa HM. Nasir Sunaryan
Luas 1.527 km²
Jumlah penduduk 16.326 jiwa (2014)
Kepadatan 1.069 jiwa/km² (2014)

Rajamandala Kulon adalah desa di kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia

Desa Rajamandala Kulon berada di sebelah barat kota Bandung dengan jarak sekitar 36 KM atau dapat ditempuh selama 1,5 jam dengan kendaraan bermotor. Desa ini memiliki luas 1.527 km², dengan jumlah penduduk sekitar 16.326 jiwa (2014), dengan kepadatan 1.069 jiwa/km² (2014). Desa Rajamandala Kulon dulunya termasuk wilayah kabupaten Bandung. Namun, pada Tahun 2007 seiring pemekaran wilayah, maka desa Rajamandala Kulon termasuk Kabupaten Bandung Barat.

Secara administratif, Desa Rajamandala Kulon terdiri atas 4 Dusun, 27 Rukun Warga (RW), dan 97 Rukun Tetangga (RT) dan berbatasan dengan desa Sarimukti dan desa kertamukti kecamatan Cipatat di bagian utara, dengan Desa Saguling Kecamatan Saguling di sebelah selatan, dengan desa Cipatat, dan desa Ciptaharja kecamatan Cipatat di bagian timur, dan di sebelah barat berbatasan dengan desa Mandalawangi dan desa Mandalasari Kecamatan Cipatat. Dahulu desa Mandalawangi dan desa Mandalasari masih termasuk desa Rajamandala Kulon.

Desa ini sepertinya menjadi jantung dari kecamatan Cipatat, di desa Rajamandala Kulon berdiri kepolisian sektor Cipatat, Bank-bank pemerintah seperti Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BJB, Mesin ATM sudah tersedia, bermunculannya swalayan seperti Griyamart (sekarang Yomart), Alfamart, Indomaret, dan Toserba Selamat. Pasar tradisional juga terdapat 2 unit, Stasiun Kereta Api dan puskesmas terbesar di kecamatan Cipatat pun bernama Rajamandala, padahal, sudah berbeda desa. Dahulu kantor Camat Cipatat dan Koramil Cipatat pun berdiri di desa Rajamandala Kulon, namun karena ada pihak-pihak yang berkeberatan, akhirnya kantor Camat Cipatat dan koramil Cipatat dipindahkan ke desa Ciptaharja.

Lembaga pendidikan di desa Rajamandala Kulon sudah terbilang cukup lengkap, dari mulai Taman Kanak-kanak (TK)/Raudhatul Athfal (RA)/Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Namun, belum ada perguruan tinggi.

Iklim di Desa Rajamandala Kulon dapat dilihat dari curah hujan yang mencapai 1270 Mm dengan jumlah bulan hujan 4 bulan. Suhu rata-rata harian adalah  18-29 0C dengan ketinggian 310 MDPL (Meter Dari Permukaan Laut) dengan tingkat kemiringan 15 – 30 derajat.

Pertanian merupakan potensi utama di desa Rajamandala Kulon, karena lahan pertanian di desa ini cukup besar itu terlihat dari 4578  keluarga petani dan 4.428 Keluarga pekebun mulai sawah irigasi, sampai perkebunan milik BUMN seperti PTPN, Perhutani, dan PLN yang dikelola oleh masyarakat. Di antara hasil pertanian adalah padi sawah, padi ladang, ubi jalar, ubi kayu, kangkung, talas, dan lain-lain.

1.       Pemilikan Lahan Pertanian Tanaman Pangan

Jumlah keluarga memiliki tanah pertanian 957  keluarga
Tidak memiliki 4293  keluarga
Memiliki kurang 1 ha 951  keluarga
Memiliki 1,0 – 5,0 ha 6  keluarga
Memiliki 5,0 – 10 ha 0  keluarga
Memiliki lebih dari 10 ha 0  keluarga
Jumlah total keluarga petani 4578  keluarga

 

2.   Pemilikan Lahan Perkebunan

Jumlah keluarga memiliki tanah perkebunan 1.142 keluarga
Tidak memiliki 3.307 keluarga
Memiliki kurang dari 5 ha 1.142 keluarga
Memiliki 10 – 50 ha 0 keluarga
Memiliki 50 – 100 ha 0 keluarga
Memiliki 100 – 500 ha 0 keluarga
Memiliki 500 – 1000 ha 0 keluarga
Memiliki lebih dari 1000 ha 0 keluarga
Jumlah total keluarga perkebunan  1.142 keluarga
Kepemilikan Usaha Perkebunan Yang Dimiliki Negara 513 ha
Total Luas Perkebunan 568 ha

Hasil-hasil pertanian tersebut didistribusikan bervariasi ada yang lansung dijual ke konsumen, pasar, tengkulak, pengecer, dan ada juga yang khusus untuk konsumsi keluarga atau tidak dijual.

Di desa Rajamandala Kulon juga terdapat potensi lain selain pertanian dan perkebunan. Kehutanan dengan luas sekitar 602 ha milik perhutani, peternakan, perikanan, pariwisata, dan bahan galian merupakan potensi lain yang hasilnya cukup baik.

Pariwisata merupakan potensi yang harus ditingkatkan, banyak potensi pariwisata yang dimiliki desa Rajamandala Kulon yang telah dibahas oleh televisi nasional seperti objek wisata sanghyang tikoro, sanghyang poek, sanghyang heuleut, pemandian air panas, rafting di sungai Citarum dan lain-lain. Di Desa Rajamandala Kulon ini juga mengalir sungai Cimeta. sungai Cimeta ini dahulu bernama Citarum. Citarum Purba yang merupakan sungai yang terjadi saat gunung sunda meletus dan menyurutkan danau Bandung purba atau sekarang disebut cekungan Bandung.