Amadanom, Dampit, Malang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Amadanom
Desa
[[Berkas:polaman
Peta lokasi Desa Amadanom|250px|Lokasi Amadanom]]
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Timur
Kabupaten Malang
Kecamatan Dampit
Pemerintahan
 • Kepala desa B.S.BUDI HANDOKO
Kodepos 65181
Luas ... km²
Jumlah penduduk ... jiwa
Kepadatan ... jiwa/km²

Amadanom adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Tidak ada data atau referensi yang akurat tentang sejarah asal usul berdirinya Desa amadanom .Menurut cerita yang beredar di masyarakat ,ada dua versi yang kesemuanya mempunyai kisah sendiri – sendiri , adapun urutan cerita tersebut sebagai berikut: versi pertama: konon dalam cerita sejarah , Amadanom berasal dari kata AMAD dan ANOM, yang artinya; AMAD: adalah nama seseorang yang pertama kali mejejakkan kakinya di desa amadanom atau biasa disebut yang babat alas Desa Amadanom, sedangkan ANOM yang berarti muda. Amadanom sendiri mempunyai arti AMAD yang matinya masih MUDA(anom). Menurut cerita terdahulu, AMAD atau yang biasa di sebut mbah AMAD DRA'IS berasal dari daerah jawa tengah yang konon ceritanya dia adalah seorang prajurit dari pangeran diponegoro yang mengembara ke daerah dampit bersama dengan ke 4 temannya yang salah satu namanya adalah mbah dono dan mereka membuka perkampungan baru di desa amadanom, mbah AMAD dan mbah DONO bersama ke 3 temannya akhirnya tinggal di desa amadanom. anak, cucu dan keturunan dari kelima orang tersebut kebanyakan menjadi penduduk asli desa amadanom sampai sekarang. versi kedua:konon ceritanya nama amadanom diambil langsung dari kata amad dra'is,dan tidak dari kata AMAD dan ANOM yang artinya AMAD yang meninggalNya masih ANOM (muda) dari cerita versi dua ini mbah amad dra'is diceritakan tidak meninggal di usia muda, melainkan meninggal di usia tua. tetapi sampai sekarang belum ada yang mengetahui mana cerita yang lebih akurat. sampai sekarang untuk mengenang jasa jasa dia setiap bulan asyuro di adakan selamatan bersih deso. sebagian penduduk kebanyakan bekerja sebagai petani, berkebun, dan, berternak