Mojowarno, Jombang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Mojowarno
Kecamatan
Locator Mojowarno, Jombang.png

Peta lokasi Kecamatan Mojowarno
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Timur
Kabupaten Jombang
Luas 78,62 km²
Jumlah penduduk 81.320
Kepadatan 1.034 jiwa/km²
Desa/kelurahan 19

Mojowarno adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Indonesia. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Jogoroto dan Mojoagung disebelah utara, kecamatan Mojoagung disebelah timur, kecamatan Bareng disebelah selatan, serta kecamatan Ngoro dan Diwek disebelah barat. Mata pencaharian pokok penduduk adalah bertani dengan hasil utama pertanian meliputi padi, jagung, kedelai, kacang hijau, bawang merah serta sayur-sayuran. Selain itu di beberapa desa terdapat sentra industri kreatif seperti pengrajin genteng di desa Karanglo, Kedungpari dan desa Gedangan, pengrajin meubeler di desa Catakgayam, pengrajin tas dan dompet di desa Rejoslamet, pengrajin wayang kulit di desa Mojowangi, serta pengrajin tas plastik di desa Selorejo.

Pembagian Administratif[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Mojowarno terdari dari 19 desa atau kelurahan :

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Majelis agung gereja Mojowarno pada tahun 1930-an

Di kecamatan ini berdiri salah satu gereja tertua di Jawa Timur yaitu Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno yang diresmikan pada tanggal 3 Maret 1881. Tidak mengherankan, kecamatan ini memiliki populasi kristen terbanyak di Kabupaten Jombang. Munculnya jemaat GKJW di Mojowarno tak lepas dari peran Coenraad Laurens Coolen, seorang peranakan Rusia-Jawa yang bekerja sebagai sinder blandong (pengawas kehutanan Belanda). Setelah berhenti dari jabatan slinder blandong Coolen meminta izin membuka hutan di Ngoro (sebelah selatan Jombang). Beberapa waktu lamanya tempat ini menjadi sangat ramai. Dan Coolen dikenal sebagai pengajar ajaran Kristen untuk orang Jawa di daerah tersebut. Dia memiliki dua orang kepercayaan. Namanya Kiai Ditotruno dan Kiai Singotruno. Kiai Ditotruno yang setelah dibaptis bernama Kiai Abisai Ditotruno akhirnya memilih membuka hutan, yang letaknya kira-kira 10 km di utara Ngoro. Hutan angker bernama Dagangan berhasil dibukanya. Banyak orang yang tertarik sehingga semakin lama daerah baru ini berkembang dengan pesat. Wilayah ini tak jauh dari bekas lokasi kotaraja Majapahit Trowulan, sehingga ditemukan juga banyak pohon Maja yang tumbuh dengan berbagai bentuk. Lama kelamaan orang menyebut daerah ini dengan nama Mojowarno, yang berarti Maja yang beraneka warna atau bentuk. Sampai saat ini makam Ditotruno yang oleh warga sekitar lebih dikenal dengan nama makam Mbah Abisai atau Mbah Sai masih bisa kita temukan di salah satu sudut Mojowarno tepatnya disebelah utara pasar Mojowarno sekarang. Bahkan daerah tersebut ada jalan yang diberi nama Jalan Abisai.

Di Mojowarno juga terdapat Rumah Sakit Kristen Mojowarno yang didirikan pada tanggal 6 Juni 1894. Rumah sakit ini awalnya bernama ''Zendings Ziekenhuis te Mojowarno". Pada saat perang kemerdekaan tahun 1948 bangunan rumah sakit ini dihancurkan dengan siasat bumi hangus, karena rumah sakit ini dipakai sebagai Rumah Sakit Pertahanan Surabaya Selatan. Pada tahun 1949 rumah sakit ini dibangun kembali oleh masyarakat Kristen di daerah Mojowarno dan dinamakan "Rumah Sakit Kristen Mojowarno" sampai sekarang.

Litografi rumah seorang misionaris di Mojowarno

Lain-lain[sunting | sunting sumber]

Yoni Gambar.jpg

Bagian timur wilayah kecamatan Mojowarno dipercaya masuk dalam wilayah kotaraja zaman Kerajaan Majapahit. Hal ini dibuktikan dengan penemuan beberapa situs sejarah seperti :

  • Yoni Gambar di Dusun Sedah, Desa Japanan
  • Situs Grobogan di Dusun Sukorejo, Desa Grobogan
  • Situs Sumberboto di Desa Japanan
Situs Yoni Gambar.jpg