Lompat ke isi

Manguharjo, Madiun

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Manguharjo
Masjid Agung Baitul Hakim
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KotaMadiun
Pemerintahan
  CamatLita Febriana Hapsari, S.STP, M.Si.
Populasi
  Total60.337 jiwa
Kode pos
63121 - 63129
Kode Kemendagri35.77.02 Edit nilai pada Wikidata
Kode BPS3577010 Edit nilai pada Wikidata
Luas10,04 km²
Desa/kelurahan9
Peta
PetaKoordinat: 7°37′2″S 111°30′49″E / 7.61722°S 111.51361°E / -7.61722; 111.51361

Manguharjo adalah salah satu dari tiga kecamatan di Kota Madiun dan merupakan kecamatan paling barat. Manguharjo dilintasi Kali Madiun yang merupakan salah satu anak sungai Bengawan Solo.[1] Kecamatan ini merupakan pintu masuk kota dari arah utara dan barat yang dilintasi oleh jalan nasional. Selain itu, wilayah Manguharjo di barat sungai juga dilintasi oleh Jalan Ring Road Barat. Beberapa ikon dari Kota Madiun berada di kecamatan ini seperti Terminal Purboyo, Stasiun Madiun, Alun-alun Kota Madiun, dan lainnya. Sebagian dari Jalan Pahlawan yang merupakan jalan paling ikonik di Kota Madiun berada di kecamatan ini. Di tepian jalan tersebut terdapat banyak kantor pemerintahan dan pusat perbelanjaan seperti Plaza Madiun. Manguharjo juga memiliki industri besar seperti Pabrik Gula (PG) Rejo Agung Baru dan PT Industri Kereta Api (INKA).[2]

Peta administrasi Kota Madiun

Manguharjo adalah kecamatan paling barat dari Kota Madiun. Manguharjo dibatasi oleh Kabupaten Madiun di sebelah utara dan barat. Geografi Manguharjo berupa dataran rendah, dan wilayahnya terbelah dua oleh Kali Madiun. Kali Madiun adalah anak sungai terbesar dari Bengawan Solo, sungai ini mengalir dari arah selatan di Ponorogo dan berakhir di Ngawi. Bagian barat dari sungai tersebut masih terdapat areal persawahan yang luas. Terdapat beberapa jembatan yang melintasi sungai ini, yang terbesar adalah Jembatan Manguharjo dan Jembatan Ring Road Barat di jalan nasional. Namun juga ada jembatan lainnya seperti Jembatan Branjangan, jembatan di Jalan Prambanan, dan jembatan gantung Patihan.[3][4]

Batas wilayah Kecamatan Manguharjo adalah sebagai berikut:[5]

Utara Kabupaten Madiun (Kecamatan Madiun dan Sawahan)
TimurKecamatan Kartoharjo dan Kecamatan Taman
SelatanKecamatan Taman dan Kabupaten Madiun (Kecamatan Jiwan)
Barat Kabupaten Madiun (Kecamatan Jiwan)

Daftar kelurahan

[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Manguharjo terdiri dari 9 kelurahan yang terbagi menjadi beberapa rukun warga dan rukun tetangga. Pusat kecamatan ini terletak di Kelurahan Winongo. Kelurahan-kelurahan tersebut yakni sebagai berikut:

No. Nama Kelurahan Jumlah RW Jumlah RT Jumlah penduduk (2023) Nama Lingkungan / Dusun / Dukuh
1 Madiun Lor 9 41 7,159 Kletak, Patoman, Prajuritan
2 Manguharjo 8 36 7,635 Manguharjo, Gading, Gedongan, Gembel, Jitengan[6]
3 Nambangan Kidul 15 46 9,568 -
4 Nambangan Lor 16 71 12,347 -
5 Ngegong 5 17 3,252 -
6 Pangongangan 9 26 3,414 -
7 Patihan 6 22 4,938 -
8 Sogaten 9 29 4,267 -
9 Winongo 11 37 7,779 -

Pada masa awal kemerdekaan, wilayah Kota Madiun belum seluas sekarang. Oleh karena itu, pemerintah pusat melalui UU No. 24 tahun 1958 memperluas wilayah Kota Madiun dengan mengambil desa-desa dari Kabupaten Madiun. Salah satu desa yang masuk ke kota pada tahun tersebut adalah Desa Manguharjo dan Winongo.[7] Kota Madiun kembali mengalami perluasan pada tahun 1982, salah satunya dengan mengambil Desa Sogaten dan Ngegong dari Kecamatan Jiwan. Pada tahun yang sama, Kota Madiun yang saat itu hanya terdiri dari 1 kecamatan (Kecamatan Kota Madiun) dipecah menjadi tiga, salah satunya Kecamatan Manguharjo yang mencakup 9 kelurahan.[8]

Galeri sejarah

[sunting | sunting sumber]

Tempat terkenal

[sunting | sunting sumber]
KA BIAS meninggalkan Stasiun Madiun

Pariwisata

[sunting | sunting sumber]
Replika Menara Eiffel di Jalan Pahlawan
  • Alun-alun Kota Madiun
  • Pahlawan Street Center
  • Taman Bantaran Kali Madiun
  • Taman Makam Pahlawan Madiun

Institusi keagamaan

[sunting | sunting sumber]

Institusi kesehatan[9]

[sunting | sunting sumber]
RSUD Kota Madiun
  • RSUD Kota Madiun di Sogaten
  • RS Paru Manguharjo Provinsi Jawa Timur
  • RSI Siti Aisyah
  • RS Hermina Madiun
  • RS Santa Clara
  • Puskesmas Manguharjo
  • Puskesmas Ngegong

Padepokan pencak silat

[sunting | sunting sumber]
  • Padepokan Agung Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Nambangan Kidul
  • Pusat Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo (PSHW) di Winongo
  • Pusat Persaudaraan Rasa Tunggal di Manguharjo

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Louis Rika Stevani (2023-07-28). "Pemkot Madiun buka wisata edukasi sungai di aliran anak Bengawan Solo". ANTARA.
  2. Desy Puspitasari (2024-06-10). "5 Pabrik Gula Masa Kolonial yang Masih Beroperasi Hingga Kini di Kabupaten Madiun dan Sekitarnya". PONOROGO NEWS.
  3. "DPUPR Usulkan Pelebaran Jembatan Manguharjo". dpupr.madiunkota.go.id. Pemerintah Kota Madiun. 2024-07-24.
  4. Anggiyan Bayu (2025-01-02). "Jembatan Patihan Kota Madiun Resmi Difungsikan, Akses ke Sogaten Lebih Mudah". RADAR MADIUN.
  5. Kecamatan Mangu Harjo Dalam Angka 2024. BPS Kota Madiun. 2024-09-26.
  6. Danis (2017-05-12). "Kelurahan Manguharjo". madiunkota.go.id. Pemerintah Kota Madiun.
  7. "Undang-undang (UU) No. 24 Tahun 1958 tentang Perubahan Batas-Batas Kotapraja Madiun dan Daerah Swatantra Tingkat II Madiun".
  8. "Peraturan Pemerintah (PP) No. 49 Tahun 1982 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Madiun".
  9. "Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia". bppsdmk.kemkes.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-06-02. Diakses tanggal 2021-06-20.