Manguharjo, Madiun
Manguharjo | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kota | Madiun | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Lita Febriana Hapsari, S.STP, M.Si. | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 60.337 jiwa | ||||
| Kode pos | 63121 - 63129 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.77.02 | ||||
| Kode BPS | 3577010 | ||||
| Luas | 10,04 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 9 | ||||
| |||||
Manguharjo adalah salah satu dari tiga kecamatan di Kota Madiun dan merupakan kecamatan paling barat. Manguharjo dilintasi Kali Madiun yang merupakan salah satu anak sungai Bengawan Solo.[1] Kecamatan ini merupakan pintu masuk kota dari arah utara dan barat yang dilintasi oleh jalan nasional. Selain itu, wilayah Manguharjo di barat sungai juga dilintasi oleh Jalan Ring Road Barat. Beberapa ikon dari Kota Madiun berada di kecamatan ini seperti Terminal Purboyo, Stasiun Madiun, Alun-alun Kota Madiun, dan lainnya. Sebagian dari Jalan Pahlawan yang merupakan jalan paling ikonik di Kota Madiun berada di kecamatan ini. Di tepian jalan tersebut terdapat banyak kantor pemerintahan dan pusat perbelanjaan seperti Plaza Madiun. Manguharjo juga memiliki industri besar seperti Pabrik Gula (PG) Rejo Agung Baru dan PT Industri Kereta Api (INKA).[2]
Geografi
[sunting | sunting sumber]
Manguharjo adalah kecamatan paling barat dari Kota Madiun. Manguharjo dibatasi oleh Kabupaten Madiun di sebelah utara dan barat. Geografi Manguharjo berupa dataran rendah, dan wilayahnya terbelah dua oleh Kali Madiun. Kali Madiun adalah anak sungai terbesar dari Bengawan Solo, sungai ini mengalir dari arah selatan di Ponorogo dan berakhir di Ngawi. Bagian barat dari sungai tersebut masih terdapat areal persawahan yang luas. Terdapat beberapa jembatan yang melintasi sungai ini, yang terbesar adalah Jembatan Manguharjo dan Jembatan Ring Road Barat di jalan nasional. Namun juga ada jembatan lainnya seperti Jembatan Branjangan, jembatan di Jalan Prambanan, dan jembatan gantung Patihan.[3][4]
Batas wilayah Kecamatan Manguharjo adalah sebagai berikut:[5]
| Utara | |
| Timur | Kecamatan Kartoharjo dan Kecamatan Taman |
| Selatan | Kecamatan Taman dan |
| Barat |
Daftar kelurahan
[sunting | sunting sumber]Kecamatan Manguharjo terdiri dari 9 kelurahan yang terbagi menjadi beberapa rukun warga dan rukun tetangga. Pusat kecamatan ini terletak di Kelurahan Winongo. Kelurahan-kelurahan tersebut yakni sebagai berikut:
| No. | Nama Kelurahan | Jumlah RW | Jumlah RT | Jumlah penduduk (2023) | Nama Lingkungan / Dusun / Dukuh |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Madiun Lor | 9 | 41 | 7,159 | Kletak, Patoman, Prajuritan |
| 2 | Manguharjo | 8 | 36 | 7,635 | Manguharjo, Gading, Gedongan, Gembel, Jitengan[6] |
| 3 | Nambangan Kidul | 15 | 46 | 9,568 | - |
| 4 | Nambangan Lor | 16 | 71 | 12,347 | - |
| 5 | Ngegong | 5 | 17 | 3,252 | - |
| 6 | Pangongangan | 9 | 26 | 3,414 | - |
| 7 | Patihan | 6 | 22 | 4,938 | - |
| 8 | Sogaten | 9 | 29 | 4,267 | - |
| 9 | Winongo | 11 | 37 | 7,779 | - |
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Pada masa awal kemerdekaan, wilayah Kota Madiun belum seluas sekarang. Oleh karena itu, pemerintah pusat melalui UU No. 24 tahun 1958 memperluas wilayah Kota Madiun dengan mengambil desa-desa dari Kabupaten Madiun. Salah satu desa yang masuk ke kota pada tahun tersebut adalah Desa Manguharjo dan Winongo.[7] Kota Madiun kembali mengalami perluasan pada tahun 1982, salah satunya dengan mengambil Desa Sogaten dan Ngegong dari Kecamatan Jiwan. Pada tahun yang sama, Kota Madiun yang saat itu hanya terdiri dari 1 kecamatan (Kecamatan Kota Madiun) dipecah menjadi tiga, salah satunya Kecamatan Manguharjo yang mencakup 9 kelurahan.[8]
Galeri sejarah
[sunting | sunting sumber]- Kali Madiun
- Pabrik Gula Redjoagoeng
- Jembatan kereta di atas Kali Madiun
- Jembatan kereta di atas Kali Madiun
- Jembatan Kali Madiun
Tempat terkenal
[sunting | sunting sumber]
- Stasiun Madiun
- Terminal Purboyo
- Gedung Bakorwil I Madiun - salah satu dari 5 Badan Koordinasi Wilayah Pemprov Jatim. Pada zaman kolonial, gedung ini merupakan pusat pemerintahan Karesidenan Madiun
- Lapangan Winongo
- Komando Resor Militer 081
- Batalyon Infanteri 501
- Politeknik Negeri Madiun (PNM) Kampus 2
- Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun
- TPA Winongo
Pariwisata
[sunting | sunting sumber]
- Alun-alun Kota Madiun
- Pahlawan Street Center
- Taman Bantaran Kali Madiun
- Taman Makam Pahlawan Madiun
Industri
[sunting | sunting sumber]- PT Industri Kereta Api (INKA)
- Pabrik Gula (PG) Rejo Agung Baru
- PT Pertamina Patra Niaga - Fuel Terminal Madiun
Institusi keagamaan
[sunting | sunting sumber]- Masjid Agung Baitul Hakim
- Gereja Paroki Santo Cornelius
- Wisma Haji Kota Madiun
- Islamic Centre Madiun
Institusi kesehatan[9]
[sunting | sunting sumber]
- RSUD Kota Madiun di Sogaten
- RS Paru Manguharjo Provinsi Jawa Timur
- RSI Siti Aisyah
- RS Hermina Madiun
- RS Santa Clara
- Puskesmas Manguharjo
- Puskesmas Ngegong
Padepokan pencak silat
[sunting | sunting sumber]- Padepokan Agung Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Nambangan Kidul
- Pusat Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo (PSHW) di Winongo
- Pusat Persaudaraan Rasa Tunggal di Manguharjo
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Louis Rika Stevani (2023-07-28). "Pemkot Madiun buka wisata edukasi sungai di aliran anak Bengawan Solo". ANTARA.
- ↑ Desy Puspitasari (2024-06-10). "5 Pabrik Gula Masa Kolonial yang Masih Beroperasi Hingga Kini di Kabupaten Madiun dan Sekitarnya". PONOROGO NEWS.
- ↑ "DPUPR Usulkan Pelebaran Jembatan Manguharjo". dpupr.madiunkota.go.id. Pemerintah Kota Madiun. 2024-07-24.
- ↑ Anggiyan Bayu (2025-01-02). "Jembatan Patihan Kota Madiun Resmi Difungsikan, Akses ke Sogaten Lebih Mudah". RADAR MADIUN.
- ↑ Kecamatan Mangu Harjo Dalam Angka 2024. BPS Kota Madiun. 2024-09-26.
- ↑ Danis (2017-05-12). "Kelurahan Manguharjo". madiunkota.go.id. Pemerintah Kota Madiun.
- ↑ "Undang-undang (UU) No. 24 Tahun 1958 tentang Perubahan Batas-Batas Kotapraja Madiun dan Daerah Swatantra Tingkat II Madiun".
- ↑ "Peraturan Pemerintah (PP) No. 49 Tahun 1982 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Madiun".
- ↑ "Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia". bppsdmk.kemkes.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-06-02. Diakses tanggal 2021-06-20.
