Pesanggaran, Banyuwangi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Pesanggaran
Kecamatan
Locator Kecamatan Pesanggaran ing Kabupaten Banyuwangi.png

Peta lokasi Kecamatan PesanggaranKecamatanpsgbwi.jpeg
Kantor Camat Pesanggaran
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Timur
Kabupaten Banyuwangi
Pemerintahan
 • Camat -
Luas 430.68 km²[1]
Jumlah penduduk 48.050[1]
Kepadatan 112 jiwa/km²
Desa/kelurahan 5[1]

Pesanggaran adalah sebuah kecamatan di barat daya Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Pusat pemerintahan Kecamatan Pesanggaran berada di Kantor Camat Pesanggaran yang terletak di Jalan Raya Pancer, Desa Sumberagung.

Pembagian Administratif[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Pesanggaran terdiri dari 5 desa, yakni:

Akses[sunting | sunting sumber]

Akses dari Arah Kota Banyuwangi maupun dari arah Jember adalah sama. Dari traffic light Jajag di Desa Jajag belok ke arah selatan (Jalan Juanda). Lalu melewati Desa Purwodadi hingga sampai Jembatan di perbatasan Gambiran-Bangorejo. Jalan terus hingga di bertemu persimpangan (ada dua persimpangan, persimpangan pertama adalah jalur untuk bus atau truk dan persimpangan kedua untuk kendaraan pribadi dan kendaraan roda dua). Masuk ke persimpangan kedua (rute Gunung Srawet) hingga bertemu sebuah persimpangan lalu ambil arah kanan (arah kiri menuju Sambirejo dan Karetan). Setelah itu pengendara akan tiba di Simpang Pedotan, Kebondalem, Bangorejo, Banyuwangi. Dari Simpang Pedotan, ada dua pilihan rute yakni belok kanan (via simpang Buk Putih) atau jalan terus melewati Sukorejo dan Kesilir.

Bentang Alam dan Budaya[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Pesanggaran adalah salah satu kecamatan di Banyuwangi yang memiliki luas paling luas (selain Kecamatan Tegaldlimo). Wilayahnya terdiri dari hutan tropis di utara dan pesisir pantai di selatan. Di Kecamatan Pesanggaran banyak terdapat gunung-gunung dengan dengan ketinggian yang tidak terlalu tinggi seperti Gunung Tumpangpitu (489 meter), Gunung Lampon (180 meter), Gunung Tembakur (458 meter), Gunung Gendong (893 meter), Gunung Sumbadadung (520 meter) dan Gunung Permisan (587 meter).[2] Selain itu di Kecamatan Pesanggaran juga banyak terdapat pantai, sebagian diantaranya adalah objek wisata yang dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara seperti Teluk Hijau, Pantai Sukamade, Pantai Rajegwesi, Pulau Merah, Pantai Pancer dan Pantai Lampon. Kecamatan Pesanggaran juga menjadi tempat wilayah konservasi Taman Nasional Meru Betiri yang melindungi spesies penyu hijau dan banteng jawa.

Pemukiman penduduk terletak di sepanjang jalan utama pedesaan. Titik keramaian di Kecamatan Pesanggaran selalu berada di daerah yang dekat dengan pasar. Seperti di Desa Sanggar, di dekat pasar terdapat sebuah terminal bus bayangan (jurusan Jajag, Kota Banyuwangi dan Situbondo), kompleks pertokoan dan gedung-gedung perbankan baik bank umum maupun bank perkreditan rakyat. Begitu juga di desa-desa lainnya seperti Desa Desa Sumberagung dan Desa Sarongan pasar menjadi semacam "center of universe" dan titik paling ramai aktifitas.

Lahan pertanian di Kecamatan Pesanggaran cukup luas dan didukung dengan fasilitas irigasi yang memadai. Fasilitas irigasi ini berupa kanal-kanal yang dibangun di tepi jalan utama desa, yang bermuara ke Sungai Kali Baru. Kanal-kanal ini dapat dilihat di Desa Sumbermulyo. Kegiatan pertanian ini dilakukan di lahan dengan ketinggian bervariasi. Di Desa Sarongan bertani dilakukan sampai ke kaki gunung, di mana kawasan pertanian tersebut disebut "Babatan". Di dekat kawasan babatan tersebut terdapat kampung kecil bernama Kampung Lor Kebon. Selain itu di Kecamatan Pesanggaran juga terdapat beberapa perkebunan seperti Perkebunan Sungai Lembu[3], Perkebunan Sumberjambe[4] dan Perkebunan Sukamade[5].

Sosial Kemasyarakatan[sunting | sunting sumber]

Aktifitas nderes

Mayoritas penduduk Kecamatan Pesanggaran adalah suku jawa, yang oleh warga Banyuwangi yang lain disebut "Orang Mentaraman" (Kerajaan Mataram) karena dahulu Banyuwangi (Blambangan) pernah di kuasai oleh Kerajaan Mataram. Di kawasan perkebunan seperti Sungai Lembu atau Sukamade juga terdapat beberapa orang dari suku Madura.

Jumlah warga yang beragama Islam dan Kristen Protestan dapat dikatakan seimbang, hal ini dapat ditandai dengan banyaknya masjid dan gereja yang banyak ditemui di wilayah ini. Selain Islam dan Kristen Protestan, ada juga warga yang beragama Hindu dan Buddha di mana keberadaan wihara di Kecamatan ini jumlahnya sedikit banyak dari wilayah manapun di Kabupaten Banyuwangi.[6]

Bertani menjadi mata pencaharian paling banyak dijalani oleh penduduk Kecamatan Pesanggaran. Jenis tanaman yang ditanam adalah jenis tanaman buah-buahan, sayuran atau padi. Di desa seperti Sarongan dan Kandangan selain tanaman buah-buahan seperti melon, jeruk atau durian, banyak lahan yang ditanami kelapa yang nantinya akan diambil sarinya yang merupakan bahan baku pembuatan gula jawa. Aktifitas mengambil sari kelapa ini disebut "nderes", di mana hal ini kadangan menjadi tontonan atraksi bagi wisatawan yang berkunjung ke wilayah ini karena dalam kegiatan ini seseorang harus memanjat pohon kelapa yang tinggi dengan bertelanjang dada dan memakai celana pendek seadanya dengan parang atau sabit dipinggang dan wadah yang diikat dengan tali ke celana dan dibiarkan menggantung, lalu menyadap "manggar" (bakal buah kelapa) yang mengeluarkan sari. Lalu manggar tadi diiris hingga keluar air sari kelapanya. Wadah yang dibawa tadi kemuadian diikatkan ke manggar untuk menampung air sari kelapa. Peletakkan wadah ini biasanya dilakukan pada pagi hari dan pada sore harinya, wadah tersebut diambil kembali untuk diangkut ke tempat pemasakan sari kelapa yang nantinya akan jadi gula jawa. Dalam satu hari seorang "penderes" (pemanjat pohon kelapa) dapat memanjat sebanyak 45 pohon kelapa.[7][8] Selain bertani, banyak penduduk yang bekerja sebagai nelayan. Nelayan dapat ditemui di pantai seperti Pantai Pancer, dan Pantai Rajegwesi. Kapal-kapal nelayan tradisional berwarna-warni berjejeran di sepanjang garis pantai.[8]

Selain itu ada juga penduduk Kecamatan Pesanggaran yang menjadi pedagang, pengusaha atau tenaga kerja Indonesia (TKI) di negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam atau Hongkong.[9] Hal ini berdampak pada anak-anak TKI yang kurang pengawasan karena ditinggal orang tua atau kerabatnya pergi ke luar negeri. Kurangnya pengawasan ini menyebabkan para anak melakukan perilaku menyimpang. Maka dari itu di Kecamatan Pesanggaran, tingkat kejadian kriminal yang dilakukan oleh remaja cukup tinggi.[10]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Lembaga pendidikan formal di Kecamatan Pesanggaran adalah :

SD sederajat[sunting | sunting sumber]

  • SD Negeri 1 Kandangan
  • SD Negeri 1 Pesanggaran
  • SD Negeri 1 Sarongan
  • SD Negeri 1 Sumberagung
  • SD Negeri 1 Sumbermulyo
  • SD Negeri 2 Kandangan
  • SD Negeri 2 Pesanggaran
  • SD Negeri 2 Sarongan
  • SD Negeri 2 Sumberagung
  • SD Negeri 2 Sumbermulyo
  • SD Negeri 3 Kandangan
  • SD Negeri 3 Pesanggaran
  • SD Negeri 3 Sarongan
  • SD Negeri 3 Sumberagung
  • SD Negeri 3 Sumbermulyo
  • SD Negeri 4 Kandangan
  • SD Negeri 4 Sarongan
  • SD Negeri 4 Sumberagung
  • SD Negeri 4 Sumbermulyo
  • SD Negeri 5 Kandangan
  • SD Negeri 5 Pesanggaran
  • SD Negeri 5 Sarongan
  • SD Negeri 5 Sumberagung
  • SD Negeri 5 Sumbermulyo
  • SD Negeri 6 Kandangan
  • SD Negeri 6 Pesanggaran
  • SD Negeri 6 Sarongan
  • SD Negeri 6 Sumberagung
  • SD Negeri 7 Kandangan
  • SD Negeri 7 Sumberagung
  • SD Negeri 8 Pesanggaran
  • SD Negeri 8 Sumberagung
  • SD Negeri 9 Sumberagung
  • SD Negeri 10 Pesanggaran
  • SD Negeri 11 Pesanggaran
  • SD Negeri 12 Pesanggaran

SMP sederajat[sunting | sunting sumber]

  • SMP Negeri 1 Pesanggaran
  • SMP Negeri 2 Pesanggaran
  • SMP Negeri 3 Pesanggaran Satu Atap
  • SMP Kosgoro Pesanggaran
  • SMP NU Al Islami
  • SMP PGRI 1 Pesanggaran
  • SMP PGRI 3 Pesanggaran

SMA/SMK sederajat[sunting | sunting sumber]

  • SMAN Pesanggaran
  • SMK Darul Falah
  • SMK PGRI Pesanggaran

Galeri[sunting | sunting sumber]

Batas[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]