Ngembe, Beji, Pasuruan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Ngembe
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Timur
Kabupaten Pasuruan
Kecamatan Beji
Kodepos 67154
Luas ... km²
Jumlah penduduk ... jiwa
Kepadatan ... jiwa/km²

Ngembe merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Beji, kabupaten Pasuruan, provinsi Jawa Timur, Indonesia. Memiliki banyak usaha kreatif untuk meningkatkan penghasilan warga di desa ngembe, antara lain Bordir Komputer, Bordir Songkok dan berbagai macam jenis baju jahit hasil Industri Rumah Tangga.

Kreativitas pemuda di desa ngembe dengan melakukan diskusi (kumpul bareng) setiap malam untuk berusaha menciptakan lapangan kerja di desa ngembe. Salah satu adat istiadat di desa ini yaitu keliling ke tiap - tiap pintu rumah untuk bersilaturahmi pada malam hari sebelum dan sesudah Hari raya Idul Fitri.

PONDOK PESANTREN DI DESA NGEMBE

ROMO KH. ABDULLAH ISMAIL (Mutiara Yang Terlupakan)

Beliau merupakan pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Ngembe. Pada tahun ± 1902 M beliau dilahirkan dari sebuah dusun kecil ± 3 km selatannya Kota Bangil yaitu: tepatnya Dusun Keluncing Legi Desa Kenep. Beliau adalah putra mahkota dari K. MARZUKI.

PENDIDIKAN ROMO KH. ABDULLAH ISMAIL

3 tahun lamanya beliau dapat merasakan pendidikan formal di Lembaga Pendidikan Sekolah Dasar Negeri JAMBE meskipun tidak sampai tamat yaitu hanya kelas tiga saja, beliau sama sekali tidak putus asa dalam rangka menuntut Ilmu meski dengan berbagai keterbatasan terutama sisi ekonomi. Beliau tidak mau menyia-nyiakan masa kecilnya hanya untuk bermain-main saja melainkan waktu beliau digunakan untuk selalu menuntut ilmu pengetahuan, baik ilmu pengetahuan umum maupun ilmu pengetahuan agama agar supaya beliau dapat mewujudkan impian ayahandanya sebagai orang yang sholeh dan ilmunya dapat bermanfaat bagi orang lain. Tidak lama kemudian, beliau belajar dan berguru Ilmu Al-Quran kepada K. ABDURRAHMAN biasanya orang Ngembe dulu memanggilnya Mbah RUNTUT, yang mana K. ABDURRAHMAN tidak lain adalah kakek mertuanya sendiri. Dengan usia yang masih muda beliau meninggalkan kampung halamannya menuju Daerah Bekacak-Kolursari-Bangil dengan satu tujuan yaitu mempelajari dan memperdalam Ilmu Agama Islam secara kaffah. Sewaktu beliau belajar dan berguru di Bekacak, beliau di asuh langsung oleh beliau Al-Mukarrom shohibul fadhil K. KHANAFI dengan mempelajari dan mendalami Ilmu Tauhid. Berselang 40 hari kemudian, beliau langsung dipercayai oleh Sang Guru untuk bisa membantu memberikan pengajaran terhadap santri-santri yang lain, dengan kitab BAHJATUL ULUM. Satu tahun kemudian beliau meneruskan estafet perjalanan menuntut ilmunya yang begitu panjang dan penuh rahmad. Pada akhirnya beliau belajar dan berguru kepada Syeikh Al-Alamah Al-Mukarrom Al-Mahbub K. MUHDOR Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren GondangBangil, beliau bertujuan untuk mempelajari dan memperdalam Ilmu Syariat dan Ilmu Alat. 

Belum cukup sampai disini, beliau masih terus melanjutkan rantauan menuntut Ilmu Agama Islam dengan sangat gigih sehingga beliau ditakdirkan oleh Allah bertemu dengan sang kekasih illahi yaktu Al-Mukarrom K. MUSTAQIM Pecopodo-Pulungan-Gempol dengan belajar dan berguru Ilmu Tasawwuf. Selain itu, beliau juga mendalami kitab Fathul Muin yang diasuh langsung oleh Al-Maghfurlah Al-Karim K. SUYUTI Bangil.

 Berkat taufiq dan pertunjuk Allah SWT, sebelum K. SUYUTI wafat Romo KH. ABDULLAH ISMAIL diberi wasiat oleh K. SUYUTI, kurang lebihnya isi wasiat sebagai berikut: kalau nanti saya meninggal, sampeyan bergurulah ke KH. M. SYARWANI ABDAN Kauman-Bangil. Pernyataan K. SUYUTI ini ternyata didengar oleh KH. HAMID Pasuruan secara sirri, suatu ketika Romo KH. ABDULLAH ISMAIL sowan kepada Al-Mahbub KH. HAMID Pasuruan dengan ngajak beberapa santri dan temannya dengan tujuan mau minta restu supaya KH. HAMID dengan ikhlasnya dapat mengajarkan ilmunya kepada Romo KH. ABDULLAH ISMAIL, namun KH. HAMID malah menyarankan kepada Romo KH. ABDULLAH ISMAIL untuk berguru ke KH. M. SYARWANI ABDAN, mendengar pernyataan KH. HAMID tersebut beliau sangat terkejut bukan main sebab pernyataan KH. HAMID sama dengan apa yang diwasiatkan oleh K. SUYUTI kepada beliau. Dengan ketaatan dan kepatuhan beliau kepada Sang Guru, akhirnya pada tahun 1966 beliau menjalankan wasiat tersebut untuk belajar dan berguru kepada KH. M. SYARWANI ABDAN dengan mendalami berbagai kitab ulama-ulama salaf yang dikenal dengan sebutan kitab kuning, diantaranya adalah:

Tafsir Jalalain

Shahih Bukhari

Ihya Ulumuddin

Disamping itu juga, beliau masih sempat belajar dan berguru terhadap ulama-ulama Bangil yang terkenal nan masyhur dimasanya, diantaranya:

K. ROFIQ = Kidul Dalem Bangil

K. BAJURI = Kidul Dalem Bangil

KH. ASYIQ = Pecangaan Bangil

Mbah YUP = Baujeng Beji 

Demi kepentingan kaderisasi, beliau mengajak putranya yang bernama KH. QOMARI HISYAM (pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren ROUDLATUL ARIFIN) untuk belajar dan berguru ke KH. M. SYARWANI ABDAN. Dengan ketekunan dan kegigihan, Romo KH. ABDULLAH ISMAIL mendapat julukan dari koleganya waktu itu dengan sebutan Kyai ULUL ALBAB artinya Kyai yang haus Ilmu Agama Islam.

PENGAJARAN ROMO KH. ABDULLAH ISMAIL

Sekembalinya mendalami Ilmu Agama Islam, aktifitas pengajaran yang dilakukan beliau, antara lain:

Mendirikan dan Menyelenggarakan Majelis Talim di rumah Baujeng.

Pada tahun ± 1940 beliau pindah dari Desa Baujeng menuju Desa Ngembe, di Desa inilah beliau mendirikan sebuah Pondok Pesantren.

Pada tahun ± 1963 beliau mendirikan dan merintis Lembaga Pendidikan mulai Taman Kanak-Kanak sampai tingkat Madrasah Aliyah.

KARYA TULIS ROMO KH. ABDULLAH ISMAIL

Di antara peninggalan beliau yang sangat berharga adalah dengan menulis ringkasan Ilmu Tauhid dari berbagai macam referensi. Beliau memberi nama MUTAQAD SEKET. Di tahun 1970 tulisan beliau ini di cetak dan dibukukan pertama kali oleh KH. QOMARI HISYAM.

Romo KH. ABDULLAH ISMAIL wafat pada hari Jumat Pon tepatnya tanggal 5 Mei 1989 M / 29 Ramadlan 1409 H pukul 19:00 WIB dalam usia ± 87 tahun.

اِنَّا ِللهِ وَاِنَّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ

رَحِمَهُ اللهُ رَحْمَةَ اْلاَبْرَارِ وَاَسْكِنَهُ جَنَّةُ اْلقَرَارِ

Demikianlah riwayat singkat dari Al-Mukarrom Al-Mahbub Sohibul Fadhil ROMO KH. ABDULLAH ISMAIL.

Selengkapnya...

Penyunting Akhir : Nur Fahmi Hariyanto

Rt.07 Rw. 02 Dsn. Ngembe Ds. Ngembe.