Banjar, Licin, Banyuwangi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Banjar
Desa
Kantordesabanjarlicinbanyuwangi.JPG
Kantor Desa Banjar
Locator Desa Banjarbwi.png
Peta lokasi Desa Banjar
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Timur
Kota Banyuwangi
Kecamatan Licin
Kodepos 68454
Luas 4,36 km²
Jumlah penduduk 2.511 jiwa
Kepadatan 576 jiwa/km²

Banjar adalah sebuah nama desa di wilayah Licin, Kota Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Desa ini memiliki tagline bertajuk Banjar Sweet Village. Desa Banjar memiliki kuliner khas Sego lemeng dan Kopi uthek

Pembagian wilayah[sunting | sunting sumber]

Desa Banjar terdiri dari 4 dusun, yaitu:

  • Dusun Krajan
  • Dusun Putuk
  • Dusun Rembang
  • Dusun Salakan

Selain itu Desa ini terdiri dari 6 Rukun Warga (RW) dan 23 Rukun Tetangga (RT).

Bentang Alam dan Budaya[sunting | sunting sumber]

Sego lemeng

Desa Banjar memiliki bentuk memanjang yang unik, hal ini dikarenakan karena wilayahnya sendiri yang merupakan hasil pemekaran dari Desa Licin. 4 dusun yang ada di desa ini terletak berpencar dan dibatasi oleh areal persawahan. Ada beberapa dusun yang kawasan perkampungannya terkonsentrasi di dua tempat, seperti Dusun Puthuk yang perkampungannya terdapat di Dukuh Puthuk dan Dukuh Panggung dan Dusun Rembang yang terbagi ke Dukuh Rembang dan Dukuh Rembang Timur.

Karena terletak di kaki Gunung Ijen, Desa Banjar memiliki geografi perbukitan. Dan karena letak desa yang berada di ketinggian yang tidak terlalu tinggi (hanya berkisar 500 mdpl), tanah perbukitan ini banyak dimanfaat sebagai areal persawahan berbentuk terasiring. Namun, tidak semua lahan di Desa Banjar menjadi sawah padi. Beberapa lahan juga ditanami komoditi buah-buahan dan kopi. Tanaman yang juga berjumlah banyak di desa ini adalah pohon aren. Selain itu, di Dusun Rembang paling barat terdapat lahan Perhutani yang ditanami pinus.

Areal persawahan terasiring yang ada di Desa Banjar dinilai mirip seperti Ubud di Bali, sehingga menjadi daya tarik wisata tersendiri. Kedepannya kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi agrowisata dan edukasi mengenai pohon aren bertajuk Taman Langit.

Ditengah-tengah desa terdapat Paglak Kolang-Kaling yang berbentuk sebuah balai berukuran kecil yang digunakan untuk pertemuan desa maupun latihan grup patrol.

Sosial kemasyarakatan[sunting | sunting sumber]

Desa Banjar berpenduduk mayoritas Suku Osing dan beragama Islam. Berdasarkan data BPS tahun 2017, penduduk Desa Banjar berjumlah 2.511 jiwa yang terdiri dari 1.221 laki-laki dan 1.290 perempuan. Dalam kehidupan sehari-hari warga desa berkomunikasi dengan Bahasa Osing atau Bahasa Jawa dengan dialek Banyuwangi. Pekerjaan warga mayoritas berada di sektor pertanian (1.255 orang), para warga ada yang menjadi petani, petani aren atau buruh bangunan. Beberapa warga desa memiliki perhatian pada bidang pariwisata, sehingga ada warga yang menjadikan rumahnya menjadi rumah singgah (homestay) atau menjadi pemandu wisata di Kawah Ijen. Selain itu, beberapa warga memiliki usaha pembuatan oleh-oleh khas desa seperti Sego lemeng, Gula aren, Kopi uthek dan Tali abrem.

Sego lemeng dan Kopi Uthek ini kemudian diangkat menjadi sebuah Festival Sego Lemeng dan Kopi Uthek yang menjadi bagian dari Banyuwangi Festival sejak tahun 2017.

Legenda Rondo Reni dan Aren Banjar[sunting | sunting sumber]

Petani aren Desa Banjar

Karena banyak dari warga desa yang bekerja sebagai petani aren, muncul legenda di masyarakat tentang Rondo Reni, seorang janda miskin yang selalu berdoa agar keturunannya diberi kesejahteraan material dalam kehidupan. Akhirnya setelah si janda meninggal, di dekat makamnya tumbuh sebuah pohon aren. Pohon aren ini lalu tumbuh dan berbuah, lalu mampu menghidupi keturunan Rondo Reni. Cerita ini lalu dipercaya juga sebagai asal usul warga Desa Banjar.

Menjadi petani aren di Desa Banjar juga bukan merupakan hal sembarangan. Karena muncul mitos yang menyebutkan bahwa pohon aren tidak akan mengeluarkan air jika petani menggunakan pakaian yang berbeda-beda setiap mengurus pohon. Selain itu jika petani mengalami urusan keluarga yang kurang baik maka pohon aren juga tidak akan mengeluarkan airnya. Mitos ini lalu dipercaya warga desa sebagai kode etik sehingga dalam kehidupan harus senantiasa berbuat yang baik.

Seni Budaya[sunting | sunting sumber]

Desa Banjar memiliki beberapa kesenian khas yaitu grup musik patrol Gontang Kawean, dan tari-tarian baik Gandrung, maupun tarian lokal kreasi warga desa.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Lembaga pendidikan yang terletak di Desa Banjar adalah :

  • SD Negeri 1 Banjar
  • SD Negeri 2 Banjar
  • SDLB Muhammadiyah Banjar
  • MI Miftahul Huda
  • SMPLB Muhammadiyah Banjar

Galeri[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]