Buduran, Sidoarjo
Buduran | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Koordinat: 7°25′14″S 112°43′26″E / 7.42067933°S 112.72399693°E | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Sidoarjo | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Suprayitno, S.STP, M.HP. | ||||
| Populasi (2024) | |||||
| • Total | 101.229 jiwa | ||||
| Kode pos | 61252 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.15.15 | ||||
| Kode BPS | 3515120 | ||||
| Luas | 43,65 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 15 | ||||
| |||||
Buduran adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Buduran memiliki lokasi yang strategis karena berada tepat di utara ibu kota Sidoarjo dan dilintasi jalur arteri yang terhubung ke Kota Surabaya di utara. Untuk mengurai kemacetan di pusat kota, Buduran juga terdapat Jembatan Layang Jenggolo serta pintu utara dari Jalan Lingkar Timur Sidoarjo.[1][2] Banyak ikon Sidoarjo yang berada di kecamatan ini seperti Museum Negeri Mpu Tantular dan Stadion Jenggolo.[3] Bagian barat dari Buduran merupakan kawasan padat penduduk dan memiliki banyak industri, sedangkan bagian timurnya berupa areal tambak.[4]
Buduran pada zaman kolonial Belanda pernah dibangun beberapa infrastruktur yang sekarang telah terbengkalai dan dibongkar seperti Halte Buduran dan pabrik gula.[5] Buduran juga menjadi salah satu pusat penyebaran Islam di Sidoarjo. Salah satu buktinya adalah Pondok Sono yang merupakan salah satu pondok tertua di Sidoarjo (berdiri sekitar tahun 1750-an). Pondok ini melahirkan ulama-ulama besar seperti Hasyim Asy'ari (pendiri Ponpes Tebuireng Jombang), K.H Manab (pendiri Ponpes Lirboyo Kediri), dan Djazuli Utsman (pendiri Ponpes Al Falah Ploso Kediri).[6] Selain itu, di Buduran juga terdapat wisata religi yaitu Makam KH. Ali Mas'ud serta Makam Dewi Sekardadu (ibunda Sunan Giri) yang letaknya di tengah tambak.[7][8]
Geografi
[sunting | sunting sumber]
Buduran adalah kecamatan di Kabupaten Sidoarjo yang terletak di utara ibu kota kabupaten. Wilayah Buduran memanjang dari barat ke timur dan memiliki geografi dataran rendah. Bagian barat Buduran berupa kawasan urban dan industri yang padat penduduk. Sedangkan bagian timur nya didominasi oleh areal pertambakan yang memanjang hingga Selat Madura. Desa paling timur dari Kecamatan Buduran adalah Sawohan. Salah satu dusun di Sawohan yaitu Kepetingan lokasinya jauh dari perkampungan lainnya dan dikelilingi oleh tambak serta sungai. Akses utama menuju Kepetingan menggunakan perahu karena jalur darat yang belum memadai.[9]
Batas wilayah Kecamatan Buduran adalah sebagai berikut:[10]
| Utara | Kecamatan Gedangan dan Kecamatan Sedati |
|---|---|
| Timur | Selat Madura |
| Selatan | Kecamatan Sidoarjo |
| Barat | Kecamatan Sukodono |
Daftar desa dan dusun
[sunting | sunting sumber]Kecamatan Buduran terdiri dari 15 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:
| No. | Nama Kelurahan / Desa | Nama Dusun atau Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Banjarkemantren | Banjar, Jambe, Kemantren, Pandean | [10] |
| 2 | Banjarsari | Beji, Cari, Gesing | [10] |
| 3 | Buduran | Buduran, Sawahan | [10] |
| 4 | Damarsi | Damarsi, Suko | [10] |
| 5 | Dukuhtengah | Dukuhtengah Barat, Dukuhtengah Timur | [10] |
| 6 | Entalsewu | Entalsewu, Pendopo | [10] |
| 7 | Pagerwojo | Dukuh, Kalak, Kauman, Irian Jaya, Ngemplak, Pondok Jati, Prapatan | [10] |
| 8 | Prasung | Prasung Tambak, Prasung Tani, Kepuhsari | [10] |
| 9 | Sawohan | Sawohan, Kepetingan | [10] |
| 10 | Sidokerto | Klanggri, Sono, Tlogo | [10] |
| 11 | Sidomulyo | Sidomulyo | [10] |
| 12 | Sidokepung | Sidopurno 1, Sidopurno 2, Mlaten, Ngepung | [10] |
| 13 | Siwalanpanji | Siwalanpanji, Bedrek, Sawon | [10] |
| 14 | Sukorejo | Sukorejo | [10] |
| 15 | Wadungasih | Binangun, Kasih, Sambongan, Wadung | [10] |
Tempat terkenal
[sunting | sunting sumber]
- Masjid Besar Al-Karomah
- Halte Buduran - stasiun kereta api kecil nonaktif
- Institut Agama Islam (IAI) Al Khoziny
- Gudang Pusat Senjata dan Optik Elektronik II (Gupusjat Optronik II) Puspalad
- Gudang Balkir Gudpuszi Pusat Zeni Angkatan Darat (Pusziad)
Pariwisata dan olahraga
[sunting | sunting sumber]
- Museum Negeri Mpu Tantular
- Stadion Jenggolo
- Makam KH. Ali Mas'ud[7]
- Makam Dewi Sekardadu (ibunda Sunan Giri)[8]
- Taman Abhirama
- Pemancingan Delta Fishing Prasung
- Kampung jamur Desa Wadungasih[11]
Industri dan pusat perbelanjaan
[sunting | sunting sumber]- PT Avia Avian - pabrik cat
- PT Japfa Comfeed Indonesia - pabrik pakan ternak
- Gudang Bulog Banjarkemantren
- Pasar Sono di Desa Sidokerto
- Greensmart Siwalanpanji
Galeri sejarah
[sunting | sunting sumber]Industri gula berkembang pesat pada zaman kolonial Belanda. Salah satu daerah yang dikembangkan adalah Sidoarjo yang dibangun pabrik gula seperti Suikerfabriek (SF) Boedoeran atau Pabrik Gula Buduran. Gedung pabrik ini sekarang sudah dibongkar dan lahannya beralih fungsi menjadi gudang milik Pusat Zeni Angkatan Darat.[5]
- Pabrik Gula Buduran dari atas
- Mesin di Pabrik Gula Buduran
- Mesi di Pabrik Gula Buduran
- Pekerja di gudang Pabrik Gula Buduran
- Penampungan molase atau tetes tebu
- Sapi pengangkut tebu
- Klinik di Pabrik Gula Buduran
- Pekerja di Pabrik Gula Buduran
- Sebuah kantor di dalam Pabrik Gula Buduran
- Rumah administrator pabrik gula
- Pembakaran batu gamping di Pabrik Gula Buduran
- Kampung pribumi di kawasan pabrik gula
- Penampungan ampas pabrik gula
- Kereta uap di Halte Buduran
- Tentara Indonesia yang ditawan Belanda (1946)
Peristiwa
[sunting | sunting sumber]
Salah satu peristiwa terkenal di Kecamatan Buduran adalah keruntuhan Pondok Pesantren Al-Khoziny yang terjadi pada 29 September 2025. Bangunan yang runtuh adalah musala tiga lantai dan terjadi saat santri sedang shalat Ashar. Terdapat 67 korban tewas dan 103 korban cedera. Tragedi ini terjadi akibat lemahnya struktur bangunan yang menurut pihak Ponpes karena memang masih dalam tahap renovasi. Hal ini menunjukkan kelalaian dan kurangnya kesadaran akan keselamatan karena bangunan yang masih renovasi seharusnya tidak digunakan.[12] Pemerintah kemudian melakukan pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny menelan anggaran 125,3 Miliar yang seluruhnya bersumber dari APBN.[13]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Boy Slamet (2022-08-08). "Tambal Sulam Jembatan Layang". HARIAN DISWAY.
- ↑ Diky Putra Sansiri (2025-12-23). "Pengecoran Jalan Lingkar Timur Sidoarjo Dilanjutkan 2026, Dianggarkan Rp 84 Miliar". RADAR SIDOARJO.
- ↑ Albert Benjamin Febrian Purba (2024-05-28). "Mengenal Museum Mpu Tantular: Lokasi, Jam Buka dan Harga Tiketnya". DETIK JATIM.
- ↑ Wahyudi Ali Mahrus (2022-09-21). "Tambak sebagai Unggulan Daerah Sidoarjo". KOMPASIANA.
- 1 2 Mahandis Yoanata Thamrin (2022-06-14). "Repihan Pabrik Gula Buduran, Mozaik Revolusi di Tepian Jalan Raya Pos". NATIONAL GEOGRAPHIC INDONESIA.
- ↑ Indra Setiawan (2022-06-25). "Silsilah K.H. Muhayyin pendiri Pondok Sono Sidoarjo sambung ke Sunan Gunung Jati". ANTARA JATIM.
- 1 2 Muhammad Aiz Luthfi (2023-02-05). "KH Ali Mas'ud, Sesepuh Sidoarjo yang Makamnya Dekat Gelora Delta, Tak Pernah Sepi Peziarah". NU ONLINE.
- 1 2 Suparno (2020-08-22). "Makam Dewi Sekardadu, Wisata Religi di Sidoarjo yang Sepi Saat Long Weekend". DETIK.
- ↑ "Akses Dusun Kepetingan Sidoarjo Jadi Perhatian Pemkab". KABAR SDGs. 2026-04-27.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kabupaten Sidoarjo Dalam Angka 2025. BPS Kabupaten Sidoarjo. 2025-02-28.
- ↑ Rizky Alvian (2016-09-04). "Tak Diminati Wisatawan Lokal, Kampung Jamur di Wadungsih 'Meredup'". BANGSA ONLINE.
- ↑ Genis Dwi Gustati (2025-10-09). "Tragedi Pondok Pesantren Al Khoziny dari Kacamata Konstruksi". Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
- ↑ Izzatun Najibah, Bilal Ramadhan (2025-12-11). "Pembangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Telan Anggaran Rp 125,3 Miliar, Muhaimin: Iya, APBN Semua..." KOMPAS.
