Mabung, Baron, Nganjuk

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Mabung
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenNganjuk
KecamatanBaron
Kodepos
64394

Warga desa mabung mayoritas berpenghasilan dengan berpredikat sebagai petani, Sesuai dengan kondisi tanahnya yang sangat subur. Desa yang di lewati sungai Widas di bagian sebelah utara menjadikan Mabung bisa mengkodisikan cocok tanam. Baik pada musim kemarau ataupun penghujan.

Walaupun begitu masyarakatnya mempunyai sampingan beternak sapi dan kambing, Untuk menambah penghasilannya.

Desa mabung masih memegang teguh adat istiadat peninggalan Leluhur. setiap tahun masih rutin mengadakan acara Nyadranan ( bersih desa ) dan sebagai hiburanya yaitu kesenian Tayub sejenis dengan ronggeng,yang tidak bisa tergantikan.

Konon menurut cerita orang warga setempat yang sudah Tua ,Sekitar tahun 70an hiburan Tayub di ganti dengan Wayang kulit, Namun tanpa sebab tiba-tiba selang seminggu warga banyak menderita sakit mendadak (Pageblug : endemi penyakit) Karena itulah sudah jadi kesepakatan setiap setahun sekali setelah Panen raya, warga dengan sukarela mengadakan bersih Desa/Nyadranan dengan menyajikan hiburan Rakyat berupa kesenian Tayub dan tidak beranai coba- coba menggatinya lagi.allahu,Allahu alam.

Kelurahan Mabung sangat luas hingga terbagi menjadi 5 dusun yaitu: 1. dusun mabung 2. dusun jeruk lor 3. dusun jeruk kidul 4. dusun bogoran 5. dusun persil

Setiap dusunnya dipimpin oleh kami tuwo ( kepala dusun ) dan kepala dusun di bawah kewenangan Kepala Desa yang mengepalai dari 5 Kepala Dusun.

Balai desa atau tempat berkumpulnya perangkat dari kelima dusun tersebut terletak di Di Dusun Jeruk lor
Kode Kemendagri35.18.10.2010 Edit the value on Wikidata
Luas-
Jumlah penduduk-
Kepadatan-

Mabung adalah desa yang terletak di kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Indonesia.

Untuk menggali lebih dalam lagi tentang Mabung,bagi siapa saja yang mempunyai info baik itu sejarah,budaya,dan perkembangan lainnya mohon untuk menembahkannya.

Nara sumber: Farin driyanto, Joyodrono mabung