Lompat ke isi

Bangorejo, Banyuwangi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bangorejo
Pasar Kebondalem / Pasar Pedotan
Pasar Kebondalem / Pasar Pedotan
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenBanyuwangi
Pemerintahan
  CamatKhoirul Anam, SH.
Populasi
 (2024)
  Total69.642 jiwa
Kode pos
68487
Kode Kemendagri35.10.02 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3510020 Suntingan nilai di Wikidata
Luas137,43 km²
Desa/kelurahan7
Peta
PetaKoordinat: 8°31′10″S 114°10′33″E / 8.51944°S 114.17583°E / -8.51944; 114.17583

Bangorejo adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Banyuwangi bagian selatan. Akses utama menuju Bangorejo adalah melalui Jajag ke arah selatan. Jalur ini terhubung hingga Siliragung dan Pesanggaran. Pusat ekonomi kecamatan ini berada di Pasar Kebondalem atau lebih sering disebut dengan Pasar Pedotan. Pasar tersebut merupakan salah satu pasar terbesar di Banyuwangi selatan dan terletak di kaki Gunung Srawet.[1][2] Bangorejo merupakan daerah yang subur dan memiliki lahan sawah yang luas. Komoditas utama kecamatan ini di antaranya jagung, jeruk siam, dan buah naga.[3] Salah satu ikon wisata di Kecamatan Bangorejo adalah Dam Sere.[4]

Peta lokasi Kecamatan Bangorejo

Bangorejo adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Banyuwangi. Geografi Bangorejo sebagian besar berupa dataran rendah yang didominasi areal persawahan dengan komoditas seperti jagung, jeruk siam, dan buah naga. Semua desa di Bangorejo berada di utara, walaupun secara administratif wilayah Bangorejo memanjang hingga Laut Selatan. Tidak ada akses menuju laut karena dihalangi perbukitan yang dikelilingi hutan jati. Kawasan perbukitan lainnya yaitu Gunung Srawet di tengah kecamatan. Salah satu sungai utama di Bangorejo adalah Kali Baru di perbatasan barat dan Kali Setail di perbatasan utara.

Batas wilayah Kecamatan Bangorejo adalah sebagai berikut:[5]

UtaraKecamatan Gambiran dan Kecamatan Tegalsari
TimurKecamatan Purwoharjo
SelatanKecamatan Siliragung dan Samudera Hindia
BaratKecamatan Siliragung

Daftar desa dan dusun

[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Bangorejo terdiri dari 7 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:

No. Nama Desa Nama Dusun atau Dukuh Ref
1 Bangorejo Bangorejo, Gunungsari, Sere, Tamansuruh [5]
2 Kebondalem Kebondalem, Kebonrejo, Sendangrejo, Tanjungrejo [5]
3[a] Ringintelu Ringintelu, Ringinmulyo, Yudomulyo [5]
4[b] Sambimulyo Kedungrejo, Sambirejo [5]
5 Sambirejo Kedungagung, Pasembon [5]
6 Sukorejo Sukorejo, Sukomukti [5]
7 Temurejo Temurejo, Kedungringin, Plaosan, Selorejo, Sumberjambe [5][8]
  1. Ringintelu merupakan pemekaran Desa Sukorejo, awalnya berstatus desa persiapan pada tahun 1998.[6]
  2. Sambimulyo merupakan pemekaran Desa Sambirejo, awalnya berstatus desa persiapan pada tahun 1992 kemudian menjadi desa definitif pada 1995.[7]

Daftar desa persiapan

[sunting | sunting sumber]

Desa persiapan berikut ini direncanakan akan menjadi desa definitif beberapa tahun ke depan. Desa ini adalah satu dari 6 desa baru di Banyuwangi yang dimekarkan tahun 2025.

No. Nama Desa Keterangan Nama Dusun / Dukuh / Lingkungan Ref
1 Temumulyo Pemekaran Desa Temurejo Selorejo, Sumberjambe [9]

Tempat terkenal

[sunting | sunting sumber]
Wisata Dam Sere Bangorejo
  • Pasar Pedotan / Pasar Kebondalem
  • Pasar Bangorejo
  • Wisata Dam Sere[4]
  • Gunung Srawet
  • Puskesmas Kebondalem
  • Puskesmas Sambirejo di Desa Sambimulyo

Kebudayaan

[sunting | sunting sumber]

Arung kanal

[sunting | sunting sumber]
Arung Kanal Kebondalem

Arung kanal adalah tradisi yang sudah lama dilaksanakan oleh warga Desa Kebondalem. Arung kanal adalah event rutin yang dipusatkan di Sungai Pekalen Sampean, Dusun Tanjungrejo. Kegiatan ini dibuat untuk merayakan HUT Republik Indonesia tiap tahunnya. Warga beramai-ramai merangkai perahu hias besar berwarna-warni untuk kemudian dipertunjukkan di depan ribuan penonton yang melihat di tepi sungai. Event ini dilakukan di malam hari sehingga tampak lampu-lampu hias yang indah. Replika berbagai jenis kapal dipertontonkan disini, dari kapal layar, kapal bajak laut, kapal pinisi, hingga kapal TNI AL. Sebelum festival ini berlangsung dilakukan ritual "balang (lempar) apem" yang merupakan bentuk syukur atas keberkahan rezeki dari Yang Maha Kuasa. Ribuan kue apem dilemparkan dari perahu yang menyusuri sungai ke arah penonton yang berdiri berjajar di tepian.[10][11]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Andri, Nanang (2019-03-05). "Prayudi : Ada 'Pasar Bayangan' di Pedotan". DIPLOMASINEWS.
  2. Yoyok (2021-11-03). "Gunung Srawet, Wana Wisata Yang Terabaikan". FILESATU.
  3. "Potensi Buah Jeruk di Kecamatan Bangorejo Prospektif Dikembangkan". PESONA SAMBIMULYO. 2023-02-19.
  4. 1 2 Hafid Nurhabibi (2021-02-05). "Dam Sere Banyuwangi, Taman Wisata Unik di Tengah Sungai". TIMES INDONESIA.
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka 2025. BPS Kabupaten Jember. 2025-02-28.
  6. "KEPUTUSAN GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR NOMOR 83 TAHUN 1998 TENTANG PENGESAHAN PEMBENTUKAN DESA PERSIAPAN RINGIN TELU SEBAGAI PEMECAHAN DESA SUKOREJO KECAMATAN BANGOREJO KAB. DAERAH TINGKAT II BANYUWANGI" (PDF).
  7. "KEPUTUSAN GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR NOMOR 6 TAHUN 1995 TENTANG PENETAPAN DESA PERSIAPAN SAMBIMULYO MENJADI DESA SAMBIMULYO KECAMATAN BANGOREJO, KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BANYUWANGI" (PDF).
  8. "PERATURAN KEPALA DESA TEMUREJO NOMOR TAHUN 2021 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA" (PDF).
  9. "PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 27 TAHUN 2025 TENTANG PEMBENTUKAN DESA PERSIAPAN TEMUMULYO KECAMATAN BANGOREJO" (PDF).
  10. Masuki M. Astro (2016-09-25). "Replika KRI Dewaruci Ramaikan Festival Kanal Banyuwangi". ANTARA JATIM.
  11. "TRADISI ARUNG KANAL DI SUNGAI PEKALEN SAMPEAN". BANYUWANGI BAGUS. 2014-06-01.