Lompat ke isi

Ajung, Jember

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ajung
Stadion Jember Sport Garden
Stadion Jember Sport Garden
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenJember
Pemerintahan
  CamatM. Sifak Beni Kurniawan, S.STP., MM.
Populasi
 (2024)
  Total86.033 jiwa
Kode pos
68175
Kode Kemendagri35.09.17 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3509110 Suntingan nilai di Wikidata
Luas58,84 km²
Desa/kelurahan7
Peta
PetaKoordinat: 8°14′43.29478″S 113°39′11.58656″E / 8.2453596611°S 113.6532184889°E / -8.2453596611; 113.6532184889

Ajung adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Jember. Kecamatan Ajung merupakan pemekaran dari Kecamatan Jenggawah pada tahun 1995.[1] Ajung terletak tepat di selatan ibu kota Jember dan pusat kecamatannya dilintasi jalur penghubung pusat kota Jember menuju kawasan wisata di pantai selatan.[2] Beberapa tempat penting di Jember berada di kecamatan ini, yaitu Stadion Jember Sport Garden dan Bandar Udara Notohadinegoro.[3][4] Ajung juga dikenal sebagai sentra perkebunan, terdapat kebun tembakau Ajong Gayasan dan kebun karet Renteng yang dikelola oleh PTPN I.[5][6] Ajung adalah salah satu daerah yang ditanami tembakau dengan metode Tembakau Bawah Naungan (TBN) menggunakan waring atau kelambu putih besar untuk menjaga kualitas tanaman.[7]

Peta administrasi Kecamatan Ajung

Ajung adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Jember bagian tengah. Ajung berada di jalan raya penghubung Mangli dengan Ambulu. Ajung berbatasan dengan pusat kota Jember di sebelah utara dan dipisahkan oleh Sungai Bedadung. Geografi Ajung berupa dataran rendah yang didominasi areal persawahan dan perkebunan. Wilayah perkebunan di Ajung di antaranya Kebun Ajong Gayasan dengan komoditas tembakau serta Kebun Renteng di Desa Mangaran dengan komoditas karet.

Batas wilayah Kecamatan Ajung adalah sebagai berikut:[8]

UtaraKecamatan Kaliwates dan Kecamatan Sumbersari
TimurKecamatan Mumbulsari
SelatanKecamatan Jenggawah
BaratKecamatan Rambipuji

Daftar desa dan dusun

[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Ajung terdiri dari 7 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:

No. Nama Desa Nama Dusun atau Dukuh Ref
1. Ajung Krajan, Ajung Kulon, Ajung Wetan, Curah Kates, Gumuk Kerang, Kidul Besuk, Klanceng, Limbungsari, Sumuran [8][9]
2. Klompangan Krajan, Curah Kates, Durenan, Grintingan, Gumuk Kembar, Pondok Labu, Sumuran [8]
3. Mangaran Krajan, Curah Manis, Curah Tepas, Gumuk Wuluh, Kebun Pring, Loncatan, Patemon, Renteng, Sidomulyo [8]
4. Pancakarya Curah Renteng, Curah Welut, Gumuk Segawe, Kedung Kwali, Krasak, Kresek [8]
5. Rowoindah Langsepan, Rowo [8]
6. Sukamakmur Curah Kendal, Curah Rejo, Mangaran, Langsatan, Plalangan [8]
7. Wirowongso Besuk, Penanggungan, Renes, Sumberejo [8]

Riwayat pemekaran

[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Ajung mengalami sejarah pemekaran wilayah yang panjang. Dahulu wilayah Kecamatan Ajung masih terpecah-pecah di antara Kecamatan Mangli, Wirolegi, dan Jenggawah. Kemudian hal ini berubah pada tahun 1976 ketika pemerintah pusat menata ulang pembagian administrasi di Jember. Berdasarkan PP No. 14 tahun 1976, dibentuklah Kota Administratif (Kotatif) Jember yang menyebabkan Kecamatan Mangli dan Wirolegi dibubarkan. Sisa-sisa desa yang tidak masuk dalam Kotatif Jember dipindahkan ke kecamatan lain, salah satunya Desa Ajung dan Klompangan dari Kecamatan Mangli dan Desa Wirowongso dari Kecamatan Wirolegi. Desa Ajung, Klompangan, dan Wirowongso akhirnya menjadi bagian dari Kecamatan Jenggawah.[10]

Bertahun-tahun setelah itu, desa-desa di Kecamatan Jenggawah mengalami pemekaran menjadi desa baru. Desa Ajung dimekarkan menjadi Desa Pancakarya, Desa Klompangan dimekarkan menjadi Desa Sukamakmur, dan Desa Wirowongso dimekarkan menjadi Desa Rowoindah. Berdasarkan PP No. 37 tahun 1995, Kecamatan Jenggawah bagian utara dimekarkan menjadi kecamatan baru bernama Ajung. Kecamatan Ajung mencakup 7 desa yaitu Desa Ajung, Pancakarya, Klompangan, Sukamakmur, Wirowongso, Rowoindah, dan Mangaran.[1]

Tempat terkenal

[sunting | sunting sumber]
Bandara Notohadinegoro

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 "Peraturan Pemerintah (PP) No. 37 Tahun 1995 tentang Pembentukan 6 (Enam) Kecamatan Di Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Ponorogo, Banyuwangi Dan Jember Dalam Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur".
  2. "Banyak Jalan Rusak Dikeluhkan, Ini Langkah Nyata Pemkab Jember di Ruas Ambulu–Mangli". WARTA-KOTA.com. 2025-12-02.
  3. "Jember Sport Garden Stadion Mumpuni di Wilayah Tapal Kuda, Apa Saja Fasilitasnya?". RADAR JEMBER. 2023-11-19.
  4. "Bandara Notohadinegoro Kembali Beroperasi 17 Agustus, Fly Jaya Buka Rute Jember–Jakarta". JEMBERPEDIA. 2025-08-13.
  5. "PTPN X Kebun Ajong Gayasan Panen Perdana Tembakau Bawah Naungan". MEMO NUSANTARA. 2019-06-27.
  6. Milah (2022). "PROSES PRODUKSI PENGOLAHAN KARET (Hevea brasiliensis) DI PTPN XII KEBUN RENTENG KABUPATEN JEMBER, JAWA TIMUR". Trunojoyo Library (Praktek Kerja Lapangan). Universitas Trunojoyo Madura.
  7. M. Anis (2022-10-18). "Lebih dari 1,5 Abad Tembakau Besuki Tetap Dijaga Kemurniannya". NGOPIBARENG.id.
  8. 1 2 3 4 5 6 7 8 Kecamatan Ajung Dalam Angka 2024. BPS Kabupaten Jember. 2024-09-26.
  9. Puji Maulana, Muhamad Naufan Nabil, Rafida Esty Wulandhari, Poppy Adenila Octavia, Azman Sidi Habibie, Mamluatul Hasanah, Fransiska Fella Monica, Kiki Fatmala, Margareta Cahyaning Arum, Muhammad Anas Henggarsyah, Laelaturrofi'ah, Sri Rahayu, Faruk Hidayat (2024). "PENTINGNYA SOSIALISASI MANAJEMEN USAHA DAN IDENTITAS BISNIS BAGI PELAKU UMKM DI DESA AJUNG". Pandalungan : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 3 (1). Jember: Universitas Al-Falah Assunniyyah Kencong. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  10. "Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 1976 tentang Pembentukan Kota Administratif Jember".