Balung, Jember

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Balung
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Timur
Kabupaten Jember
Pemerintahan
 • Camat Drs. H. Murdiyanto. MSi
Luas 47,12 km²
Jumlah penduduk 77.976 jiwa
Kepadatan 1.654,84 jiwa/km²
Desa/kelurahan 8 desa

Balung adalah kecamatan di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Terletak di sebelah selatan Kabupaten Jember, sekitar 24 km dari ibu kota kabupaten, Kecamatan Balung dilintasi oleh jalan raya yang menghubungkan Kabupaten Jember dengan Kabupaten Lumajang. Komoditas utama kecamatan ini adalah beras dan tembakau. Pertanian adalah sektor utama pekerjaan penduduk Balung, diikuti perdagangan.

Kegiatan perdagangan utama Kecamatan Balung terdapat di pasar kecamatan yang berada di Balung Lor, ibu kota kecamatan. Pasar ini terletak di persimpangan jalan menuju Kecamatan Rambipuji dan Kecamatan Ambulu, sehingga aktivitas di pasar ini makin semarak. Di seberang jalan Pasar Balung terdapat Masjid Jami' Balung, yang merupakan masjid kecamatan. Di sebelah selatan pertigaan utama Balung juga terdapat pasar yang cukup ramai, termasuk pasar buah.

Tempat kegiatan utama di kecamatan Balung adalah lapangan yang terletak di Jl. Rambipuji, kawasan utara, dan bersebelahan dengan kompleks kantor kecamatan. Selain tempat terbuka yang cukup luas, lapangan ini terletak di pinggir jalan raya ke arah utara, arah kecamatan Rambipuji, dan juga ke arah Jember kota. Pertandingan sepak bola dan taman hiburan rakyat sering diselenggarakan di lapangan ini.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Balung terletak di tengah, di antara beberapa kecamatan, berbatasan dengan Kecamatan Puger di selatan, Kecamatan Ambulu di timur, Kecamatan Rambipuji di utara, dan Kecamatan Bangsalsari di barat.

Terdapat delapan desa di Kecamatan Balung, sebagai berikut:

  1. Balung Lor
  2. Tutul
  3. Karangduren
  4. Karang Semanding
  5. Balung Kulon
  6. Balung Kidul
  7. Gumelar
  8. Curah Lele

Kecamatan Balung (khususnya di Gumelar, Balung Lor, dan Balung Kulon) dilewati oleh Sungai Bedadung, sungai besar di Kabupaten Jember, yang menuju ke muara di Pantai Puger, Kecamatan Puger, sebelah selatan Balung. Sungai Bedadung ini membelah desa Balung Lor menjadi dua, yakni bagian barat dan timur, dan sampai saat ini hanya tersedia satu jembatan besar untuk melintasinya. Hal inipun menjadi salah satu penyebab kemacetan pada jam-jam sibuk.

Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Penduduk Balung terdiri atas suku Jawa, Madura, etnis Tionghoa dan Arab. Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Jawa dan bahasa Madura, sedangkan bahasa Mandarin dan Arab sangat sedikit digunakan.

Agama[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Balung beragama Islam, setelah itu Katolik, Kristen Protestan, Hindu, dan Budha. Masjid utama di Balung adalah Masjid Jami' Darul Muttaqin yang berlokasi di Jl. Rambipuji, seberang gerbang barat pasar, dan gereja terdapat di Jl. Rambipuji.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Balung menjadi titik perhentian angkutan antarkota Jember-Lumajang karena posisinya ada pada persilangan jalan menuju Kecamatan Rambipuji dan Kecamatan Ambulu. Pada beberapa tahun lalu, angkutan semacam van mendominasi jalur Jember-Lumajang, diikuti bus. Setelah kenaikan jumlah sepeda motor, angkutan-angkutan ini tergeser dan jumlahnya berkurang, walaupun keduanya tetap berusaha bertahan dan sampai saat ini menjadikan perempatan di Balung sebagai tempat berhenti untuk menaik-turunkan dan menunggu penumpang.

Pada masa lalu juga terdapat angkutan pedesaan (angdes), dari Kecamatan Balung ke kecamatan-kecamatan sekitarnya. Sebelum sempat menjadi jenis angkutan yang diperhitungkan, angkutan pedesaan ini juga tergeser oleh kedatangan sepeda motor.

Jenis angkutan lain yang juga populer adalah becak, khususnya untuk perjalanan jarak pendek, walaupun ada juga yang bersedia melakukan perjalanan antarkecamatan. Jumlah becak juga berkurang setelah kedatangan sepeda motor.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pendidikan di Kec. Balung tidak lepas dari faktor sejarah pada periode-periode pemerintahan sebelumnya, yang berusaha mendirikan beberapa sekolah di kawasan Balung. Secara bertahap sekolah-sekolah negeri dibangun oleh pemerintah, dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah lanjutan atas. Selain itu, sekolah swasta, biasanya dari ormas keagamaan, melengkapi sekolah-sekolah.

Terdapat 32 sekolah negeri di Kecamatan Balung, terdiri atas:

  1. 27 SD Negeri
  2. 4 SMP Negeri
  3. 1 SMA Negeri

Selain itu, terdapat kompleks pendidikan yang sudah populer sejak lama di Balung:

  1. Baitul Arqom.
  2. Wahid Hasyim.
  3. Zainul Hasan.

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Fasilitas kesehatan untuk masyarakat di Balung tersedia dari Puskesmas sampai dengan Rumah Sakit Umum yang berlokasi di Jl. Rambipuji. Program pelayanan masyarakat seperti Posyandu juga diselenggarakan di tingkat RW.

Hiburan[sunting | sunting sumber]

Tempat hiburan secara khusus tidak tersedia di Balung. Gedung bioskop di Jalan Ambulu yang pernah menjadi pusat hiburan dan satu-satunya pada era 1960-an sampai dengan 1980-an, akhirnya gulung tikar juga pada era 1990-an, mengikuti banyak kejadian serupa di Indonesia. Dengan demikian, gedung bioskop tsb. menjadi salah satu peninggalan bersejarah, yang sayangnya bangunan tsb. sekarang sudah beralih fungsi menjadi pertokoan.

Secara insidental, tempat hiburan saat ini adalah lapangan di Jl. Rambipuji yang sering didatangi Taman Hiburan Rakyat (THR) Keliling, pertunjukan musik di panggung, atau acara tahunan penjualan mobil bekas. Lapangan tsb. menjadi bersifat multi-fungsi, karena satu-satunya ruang publik untuk masyarakat di Balung.

Tempat Perbelanjaan[sunting | sunting sumber]

Tempat perbelanjaan utama di Kec. Balung adalah Pasar Balung yang terletak di pertemuan Jl. Rambipuji dan Jl. Ambulu, dua jalan utama yang melintasi jantung kota kecamatan. Pasar Balung terdiri dari bagian dalam, yang menjual bermacam-macam dagangan dalam bentuk kumpulan jongko atau tempat berjualan, dan bagian luar, mengelilingi pasar, dalam bentuk toko. Praktis, kegiatan keramaian di Kec. Balung berada di sekitar Pasar Balung ini.

Selain Pasar Balung, terdapat pasar tambahan di bagian selatan Balunglor, Jl. Puger, berdekatan dengan perbatasan dengan Balungkulon. Semula di lokasi ini disebut Pasar Senenan atau Pasar Kemisan, karena pada hari Senin dan Kamis digunakan sebagai pasar hewan, selanjutnya mulai dikenal dengan nama Pasar Buah, karena komoditas utama penggantinya adalah buah-buahan. Berikutnya dengan relokasi pedagang sayur-mayur yang sebelumnya berjualan di trotoar di Jl. Rambipuji, Pasar Buah ini menjadi tempat jual-beli keperluan memasak di pagi hari, khususnya sayur-mayur.

Di toko-toko yang mengelilingi Pasar Balung dijual bermacam-macam jenis dagangan, sesuai jenis toko tsb. dan merupakan kawasan awal perdagangan dalam bentuk toko di Balung. Sejak tahun 2000-an, mulai bermunculan swalayan kecil waralaba, seperti Alfamart dan Indomaret di beberapa lokasi di Balung. Pada tanggal 12 Maret 2016, di Balung dibuka swalayan besar, yaitu Dira Shopping Center, terletak di Jl. Puger, termasuk desa Balung Kulon.

Komunikasi[sunting | sunting sumber]

Infrastruktur komunikasi di Balung sudah ada sejak tahun 1970-an, saat itu ditandai dengan adanya kantor telepon (berikutnya menjadi kantor PT Telkom) yang berlokasi di Jl. Rambipuji, sebelah terminal. Telepon sudah digunakan sejak jenis telepon engkol yang dihubungkan dengan operator, walaupun pada saat itu hanya sedikit warga masyarakat yang berlangganan. Sebagian orang datang ke kantor telepon untuk menelepon atau mengirimkan telegram. Berikutnya, mengikuti perbaikan prasarana telepon di Indonesia, infrastruktur telepon Balung juga termasuk yang diperbaiki. Kode SLJJ untuk Balung adalah 0336.