Balung, Jember
Balung | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Jember | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Agus Sucahyo, S.Sos. | ||||
| Populasi (2024) | |||||
| • Total | 84.749 jiwa | ||||
| Kode pos | 68161 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.09.10 | ||||
| Kode BPS | 3509130 | ||||
| Luas | 49,39 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 8 | ||||
| |||||
Balung adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Jember. Balung berada di jalur penghubung pusat kota Jember dengan Puger dan Kencong ke selatan, serta Wuluhan ke timur. Pusat kecamatan ini terletak di Desa Balung Lor yang terdapat alun-alun, masjid besar, dan Rumah Sakit Daerah (RSD). Balung memiliki pusat perbelanjaan yang ramai, baik pasar tradisional seperti Pasar Balung dan Pasar Senenan maupun pusat perbelanjaan modern seperti Dira dan LaRisso.[1] Pada zaman kolonial Belanda, Balung banyak terdapat infrastruktur penting seperti Stasiun Balung dan Pabrik Gula Bedadung yang sekarang sudah terbengkalai. Stasiun tersebut ditutup sekitar tahun 1970-an, dan bangunannya sampai sekarang masih ada dan dimanfaatkan menjadi pasar sepeda.[2][3]
Geografi
[sunting | sunting sumber]
Balung adalah kecamatan di Kabupaten Jember yang terletak di jalur alternatif Lumajang-Jember via Kencong. Pusat Kecamatan Balung berada di Desa Balung Lor yang berada di persimpangan jalur dari arah Rambipuji dan Gambirono menuju Jember selatan seperti Wuluhan, Ambulu, dan Puger. Geografi Balung berupa dataran rendah yang didominasi oleh areal persawahan. Sungai utama yang melintasi kecamatan ini adalah Sungai Bedadung yang juga merupakan sungai terpanjang di Kabupaten Jember, dan mengalir dari utara ke selatan.
Batas wilayah Kecamatan Balung adalah sebagai berikut:[4]
| Utara | Kecamatan Rambipuji dan Kecamatan Bangsalsari |
| Timur | Kecamatan Wuluhan |
| Selatan | Kecamatan Wuluhan dan Kecamatan Puger |
| Barat | Kecamatan Umbulsari |
Sejarah
[sunting | sunting sumber]
Pada zaman kolonial Belanda, Balung merupakan bagian dari Kawedanan Wuluhan yaitu daerah pembantu bupati di Jember yang juga mencakup Kecamatan Wuluhan, Ambulu, dan Tempurejo.[5][6] Jember saat itu merupakan sentra perkebunan tebu dan banyak berdiri infrastruktur penunjang perkebunan. Di Balung sendiri pernah berdiri Pabrik Gula Bedadung dan Stasiun Balung. PG Bedadung adalah salah satu dari beberapa pabrik gula yang berdiri di Jember selain Pabrik Gula Gunungsari di Kencong dan Pabrik Gula Semboro di Semboro. Bekas pabrik gula Bedadung sekarang sudah tak bersisa dan menjadi lahan perkebunan tebu.
Stasiun Balung berdiri sekitar tahun 1913 dan terhubung ke Stasiun Rambipuji di utara, serta Puger dan Ambulu di selatan. Letaknya yang strategis membuat stasiun tersebut tetap ramai, bahkan hingga pasca kemerdekaan terutama sekitar tahun 1950-an. Namun stasiun ini nantinya ditutup pada tahun 1970-an walaupun bangunannya masih ada hingga sekarang. Bekas bangunan stasiun dimanfaatkan untuk pasar sepeda yang dikelola oleh komunitas Persatuan Dagang Sepeda Balung (PDSB).[2][3]
Galeri
[sunting | sunting sumber]- Eks-Stasiun Balung
- Eks-Halte Tutul
- Kantor telegraf Baloeng
- Poliklinik di Pabrik Gula Bedadung
- Penanaman tebu di Bedadung
Daftar desa dan dusun
[sunting | sunting sumber]Kecamatan Balung terdiri dari 8 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:
| No. | Nama Desa | Nama Dusun atau Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Balung Kidul | Balung Kopi, Gumuk Kacir, Sumber Kadut | [4] |
| 2 | Balung Kulon | Krajan Tengah, Krajan Kidul, Krajan Lor, Karang Anom, Kamaran | [4] |
| 3 | Balung Lor | Krajan, Karang Anyar, Kebonsari, Kowong, Surabayan, Wetan Kali | [4][7] |
| 4 | Curahlele | Krajan Tengah, Krajan Kidul, Karang Pakem, Gentongan | [4] |
| 5 | Gumelar | Krajan Tengah, Krajan Kidul, Krajan Lor, Jogaran, Rejosari | [4][8] |
| 6 | Karangduren | Krajan I, Krajan II, Curah Rampal, Rekesan | [4] |
| 7 | Karang Semanding | Gumuk Bago, Gumuk Watu, Kedungnilo, Lohong, Padukuhan Lor, Persil | [4] |
| 8 | Tutul | Krajan, Karuk, Kebon, Maduran | [4] |
Tempat terkenal
[sunting | sunting sumber]
- Alun-alun Balung
- Stasiun Balung - stasiun nonaktif
- Masjid Daarul Muttaqien - masjid besar di pusat kecamatan
- Lapangan Balung Kulon
- Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung - salah satu ponpes terkemuka di Jember, didirikan oleh alumni Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo
- Wisata Gumuk Pecah Karangduren
- Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung
- Puskesmas Balung
Pusat perbelanjaan
[sunting | sunting sumber]- Pasar Balung
- Pasar Senenan / Pasar buah
- Pasar Krempyeng Balung Kulon
- Pasar Karangduren
- Dira Balung Shopping Centre - pusat perbelanjaan, sekaligus tempat wisata populer dengan waterpark, kafe, dan sebagainya.[1]
- LaRisso Balung
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 Zumrotun Solichah (2020-02-10). "Sensasi nikmati keindahan Negeri Sakura di Waterpark Dira Balung Jember". ANTARA.
- 1 2 Susi Ivvaty (2016-04-14). "Susur Rel: Cerita Trem Uap Rambipuji-Balung-Ambulu * Liputan Khusus Kompas Susur Rel 2016". KOMPAS.
- 1 2 Maulana Ijal (2022-01-16). "Rekam Jejak Eks Stasiun Balung Warisan Masa Kolonial". RADAR JEMBER.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kecamatan Balung Dalam Angka 2024. BPS Kabupaten Jember. 2024-09-26.
- ↑ "SELAYANG PANDANG". jemberkab.go.id. Pemerintah Kabupaten Jember. Diakses tanggal 2025-12-15.
- ↑ [Administratieve indeling van Java en Madoera] - sheet 3 (Oost Java). Leiden University Libraries Digital Collections. 1936.
- ↑ "Turun Tangan Mahasiswa KKN Kolaboratif099 : Pendidikan Melakukan Pendataan ATS di Desa Balung Lor". ppid-desa.jemberkab.go.id. Pemerintah Kabupaten Jember. 2025-07-29.
- ↑ "Malam Tasyakuran Kemerdekaan RI ke-80 di Balai Desa Gumelar". ppid-desa.jemberkab.go.id. Pemerintah Kabupaten Jember. 2025-09-02.
