Kaliwates, Jember

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kaliwates
Kantor Camat Kaliwates.jpg
Kantor Camat Kaliwates
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenJember
Pemerintahan
 • CamatBambang Saputro, SH, M.Si[1]
Populasi
 (2021)
 • Total125.131 jiwa
 • Kepadatan4.792/km2 (12,410/sq mi)
Kode pos
68131 - 68137
Kode Kemendagri35.09.19 Edit the value on Wikidata
Desa/kelurahan7 kelurahan

Kaliwates adalah sebuah kecamatanyang berada di Kabupaten Jember, provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kecamatan Kaliwates terbentuk pada tanggal 19 April 1976 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1976 tentang Penghapusan Kecamatan Jember. Kecamatan Kaliwates berada di pusat Kabupaten Jember yang berada pada posisi masuk kota Jember dari arah barat Lumajang dan Surabaya. Dengan luas wilayah 26,11 km² yang terdiri dari daerah datar (97%), berbukit (2%) dan bergumuk (1%).

Kelurahan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Kaliwates terdiri dari 7 kelurahan, yakni:

  1. Kelurahan Mangli
  2. Kelurahan Kebon Agung
  3. Kelurahan Kaliwates
  4. Kelurahan Kepatihan
  5. Kelurahan Tegal Besar
  6. Kelurahan Sempusari
  7. Kelurahan Jember Kidul

Demografi[sunting | sunting sumber]

Suku[sunting | sunting sumber]

Penduduk asli atau suku yang mendiami provinsi Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Jember adalah suku Jawa, demikian juga di kecamatan Kaliwates. Meski demikian, penduduk dari suku lain juga ada yang tinggal di kecamatan ini, termasuk suku Madura, kemudian suku Bawean, Tengger, Osing, Samin, dan beberapa suku lainnya dari berbagai daerah di Indonesia juga beberapa tinggal di sini.[2]

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Selain bahasa resmi nasional yakni bahasa Indonesia, bahasa yang umumnya atau banyak digunakan di tempat ini adalah bahasa Jawa, dan juga beberapa penutur bahasa lainnya seperti Madura, dan lainnya.[3]

Bahasa Jawa yang digunakan di Jawa Timur, bukan bahasa Jawa baku karena dalam pergaulan sehari-hari umumnya menggunakan bahasa Jawa kasar (Ngoko). Bahasa Jawa resmi dibedakan atas tiga tingkatan pemakaian bahasa, yaitu ngoko, madya, dan Krami (Krama). Bahasa ngoko dipakai untuk orang yang sudah saling kenal dan akrab, juga kepada orang lain yang lebih muda usianya maupun lebih rendah derajat sosialnya (Ngoko Lugu dan Ngoko Ngandap). Bahasa Krami digunakan untuk berbicara dengan orang yang belum akrab, atau lebih tua, dan memiliki status sosial lebih tinggi. Kemudian bahasa Madya muncul sebagai variasi pemakaian antara bahasa Ngoko dan Krami.[3]

Sementara bahasa Madura terbagi menjadi dialek Kangean, Sumenep, Pamekasan, Bangkalan, Probolinggo, Bondowoso, dan Situbondo. Dalam pemakaiannya, bahasa Madura juga mengenal tiga tingkatan yaitu Enja’iya (bahasa halus), Enghi-enten (bahasa tengahan), dan Enghi-bhunten (bahasa kasar).[3]

Agama[sunting | sunting sumber]

Tahun 2021, jumlah penduduk kecamatan Kaliwates sebanyak 125.131 jiwa, dengan kepadatan 4.792 jiwa/km². Kemudian, persentasi penduduk kecamatan Kaliwates berdasarkan agama yang dianut yakni Islam 93,28%, kemudian Kekristenan 6,08% dimana Protestan 3,32% dan Katolik 2,76%. Sebagian lagi menganut agama Buddha 0,50%, Hindu 0,10%, Konghucu 0,03% dan Kepercayaan 0,01%.[4]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Bupati Hendy Instruksikan Camat Bentuk Tim Pemulasaraan Jenazah Covid-19, www.jurnalmetropol.com, 27 Agustus 2021
  2. ^ Taufiq, Muhammad. "Mengenal 6 Suku Yang Mendiami Provinsi di jawa Timur". www.jatim.suara.com. Diakses tanggal 27 Agustus 2021. 
  3. ^ a b c "Bahasa Daerah Jawa Timur". www.senibudayaku.com. Diakses tanggal 27 Agustus 2021. 
  4. ^ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 27 Agustus 2021.