Silo, Jember
Silo | |||||
|---|---|---|---|---|---|
di Gumitir | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Jember | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Bagas Wahyudi Witjaksono, SE., M.Si. | ||||
| Populasi (2024) | |||||
| • Total | 112.043 jiwa | ||||
| Kode pos | 68184 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.09.30 | ||||
| Kode BPS | 3509070 | ||||
| Luas | 344,42 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 9 | ||||
| |||||
Silo adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Jember yang berada di kaki Gunung Raung. Kecamatan ini merupakan gerbang masuk Jember dari arah Banyuwangi di timur dan dilintasi jalan nasional. Perbatasan Silo dengan Kalibaru di Banyuwangi berada di kawasan hutan Gunung Gumitir yang lebat.[1][2] Kecamatan Silo dikenal sebagai salah satu sentra kopi di Kabupaten Jember. Hal ini karena wilayah Silo banyak berdiri perkebunan kopi, baik yang dikelola perusahaan besar (PTPN XII) seperti Perkebunan Gunung Gumitir dan Silosanen, maupun kebun kopi rakyat yang diproduksi oleh masyarakat setempat.[3][4] Selain kopi, Silo juga terdapat hutan pinus yang dikelola oleh Perhutani dan dijadikan tempat wisata.[5] Silo merupakan kecamatan terluas di Kabupaten Jember setelah Kecamatan Tempurejo dengan luas sekitar 344 km².[6]
Geografi
[sunting | sunting sumber]
Silo adalah kecamatan terletak di kawasan Jember timur. Kecamatan ini terletak di kaki Gunung Raung dan berbatasan dengan Kabupaten Banyuwangi di kawasan Gunung Gumitir. Geografi Silo berupa perbukitan yang didominasi oleh lahan perkebunan, diantarnya Kebun Silosanen dan Gunung Gumitir yang dikelola oleh PTPN XII. Komoditas utama di perkebunan tersebut diantaranya kopi, tebu, dan karet. Di tengah perkebunan tersebut terdapat pemukiman terpencil yang dihuni oleh pekerja kebun. Selain itu juga ada kawasan hutan pinus yang dikelola oleh Perhutani.[4][5]
Bagian selatan Silo berbatasan dengan Taman Nasional Meru Betiri di Kecamatan Tempurejo dan dipisahkan oleh Sungai Kalisanen. Beberapa perkampungan di Silo berstatus kawasan penyangga taman nasional. Silo memiliki potensi emas yang melimpah. Izin penambangan emas di Blok Silo dikeluarkan pada tahun 2018. Namun dengan adanya protes keras dari masyarakat sekitar, izin tersebut dicabut pada tahun 2019.[7]
Batas wilayah Kecamatan Silo adalah sebagai berikut:[8]
| Utara | Kecamatan Ledokombo |
| Timur | |
| Selatan | Kecamatan Tempurejo |
| Barat | Kecamatan Mayang dan Kecamatan Mumbulsari |
Daftar desa dan dusun
[sunting | sunting sumber]Kecamatan Silo terdiri dari 9 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:
| No. | Nama Desa | Nama Dusun atau Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Garahan | Krajan, Garahan Jati, Pasar Alas, Ranggi | [8][9] |
| 2 | Harjomulyo | Jalinan, Sumberlanas Barat, Sumberlanas Timur, Sumberwadung | [8][9] |
| 3 | Karangharjo | Krajan, Darungan, Gluguh, Parebalan, Sumber Kembar, Sumber Pinang | [8][9] |
| 4 | Mulyorejo | Baban Barat, Baban Tengah, Baban Timur, Batu Ampar, Kampongan, Silosanen, Sumber Uling, Tangki Nol | [8][9] |
| 5 | Pace | Krajan, Curah Wungkal, Karang Tengah, Sukmoilang | [8][9] |
| 6 | Sempolan | Krajan, Buntoh, Plalangan, Onjur | [8][9] |
| 7[a] | Sidomulyo | Krajan, Curah Damar, Curah Manis, Garahan Kidul, Gunung Gumitir, Mrawan, Proweh, Tanah Manis | [9][10] |
| 8 | Silo | Krajan, Karang Baru, Kebun Langsep, Pertelon, Sumber Pakem, Sumber Tengah, Watu Cande | [8][9] |
| 9 | Sumberjati | Krajan, Biskit, Kajar, Karang Kebon, Manggung, Sepuran, Petak 56 | [8][9] |
Catatan
[sunting | sunting sumber]Transportasi
[sunting | sunting sumber]Akses utama menuju Kecamatan Silo adalah melalui jalan nasional Jember-Banyuwangi. Jalan ini melintasi Desa Sempolan (terdapat Pasar Sempolan), Garahan, dan Sidomulyo. Di perbatasan dengan Kalibaru di Banyuwangi, jalan tersebut mulai berkelok-kelok karena melintasi kawasan Alas Gumitir di Gunung Gumitir. Jalan ini pernah mengalami penutupan pada Juli-September 2025 akibat perbaikan.[1]
Silo memiliki beberapa stasiun kereta api kelas kecil yaitu Stasiun Sempolan, Stasiun Garahan, dan Stasiun Mrawan. Dahulu stasiun tersebut melayani pemberhentian kereta lokal Pandanwangi dan Probowangi. Akan tetapi, terjadi perubahan sehingga tidak ada jadwal pemberhentian kereta di ketiga stasiun tersebut sejak tahun 2015. Pada masanya, Stasiun Garahan terkenal dengan warung nasi pecel pincuk-nya yang legendaris dan ramai dibeli oleh penumpang.[11] Sedangkan Stasiun Mrawan terkenal dengan Terowongan Mrawan zaman kolonial Belanda yang dibangun menembus Gunung Gumitir. Stasiun Mrawan merupakan stasiun kereta api tertinggi di Kabupaten Jember dengan ketinggian 524 mdpl.[12]
Tempat terkenal
[sunting | sunting sumber]
- Pasar Sempolan
- Stasiun Sempolan
- Stasiun Garahan
- Stasiun Mrawan dan Terowongan Mrawan
- Cafe & Rest Area Gumitir
- Puskesmas Silo I di Desa Sumberjati
- Puskesmas Silo II di Desa Silo
Perkebunan dan kehutanan
[sunting | sunting sumber]- Wisata Pinus Sidomulyo / Agrowisata PPG Cluster Durian - wisata hutan pinus yang dikelola Perhutani di tepi jalan nasional Desa Sidomulyo[5]
- Alas Gumitir di perbatasan Banyuwangi
- Perkebunan Kalisanen
- Perkebunan Gunung Gumitir
- Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) Garahan
Galeri
[sunting | sunting sumber]Galeri sejarah
[sunting | sunting sumber]- Terowongan Mrawan (1909)
- Terowongan Mrawan dalam pembangunan
- Terowongan Mrawan dalam pembangunan
- Foto bersama di Terowongan Mrawan
- Peron Stasiun Mrawan
Galeri lainnya
[sunting | sunting sumber]- Komplek perumahan perkebunan Gumitir
- Kereta Mutiara Timur melintasi Stasiun Garahan
- Warung di Gumitir
- Hutan karet di Gumitir
- Cafe & Rest Area Gumitir
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 Runik Sri Astuti (2025-07-22). "Jalan Nasional Gumitir di Jatim Ditutup Total Dua Bulan, Dampak Sosial Ekonomi Diantisipasi". KOMPAS.
- ↑ Faizin Adi (2025-09-02). "Penampakan Jalan Mulus Gunung Gumitir Penghubung Jember-Banyuwangi". JATIMNET.
- ↑ Angling Agustin Pawiengla, Duwi Yunitasari, Moh Adenan (2020). "ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHATANI KOPI RAKYAT DI KECAMATAN SILO KABUPATEN JEMBER". Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA). 4 (4). Malang: Universitas Brawijaya. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- 1 2 Bramanta (2025-12-14). "Kebun Silosanen Jember Serap Belasan Ribu Pekerja Borongan". JATIMNOW.
- 1 2 3 "Perhutani Gelar Soft Opening Agrowisata Cluster Durian PPG di Jember". PERHUTANI. 2020-12-30.
- ↑ "Ternyata Ini Lima Kecamatan di Jember yang Wilayahnya Luas". RADAR JEMBER. 2023-08-01.
- ↑ RZ Hakim (2018-12-29). "Masyarakat Silo Protes, DPRD dan Bupati Jember Sepakat Tolak Tambang Emas". MONGABAY.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kecamatan Silo Dalam Angka 2024. BPS Kabupaten Jember. 2024-09-26.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 "Data Aparatur Pemerintah Desa Kabupaten Jember". dispemasdes.jemberkab.go.id. Pemerintah Kabupaten Jember. Diakses tanggal 2025-12-28.
- 1 2 "Profil BUMDesa "Sidomulyo Bahagia"" (PDF). deswitasidomulyo.com. Pemerintah Desa Sidomulyo. 2022.
- ↑ Ekky Yudistira (2025-10-19). "Dibungkus Daun Pisang, Jadi Ciri Khas Nasi Pecel Stasiun Garahan Jember". BERANDA INDONESIA.
- ↑ Suci Wulandari Putri Chaniago, Wahyu Adityo Prodjo (2025-10-13). "Ini Dia Stasiun Mrawan, Stasiun Tertinggi di Jember". KOMPAS.
