Songgon, Banyuwangi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Songgon
Kecamatan
Locator Kecamatan Songgon ing Kabupaten Banyuwangi.png

Peta lokasi Kecamatan SonggonKantorcamatsonggonbanyuwangi.jpeg
Kantor Camat Songgon (2014)
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Timur
Kabupaten Banyuwangi
Pemerintahan
 • Camat -
Luas - km²
Jumlah penduduk -
Kepadatan - jiwa/km²
Desa/kelurahan 9

Songgon adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Desa[sunting | sunting sumber]

Ada 9 desa di Songgon, yakni:

Akses[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Songgon dapat diakses melalui Simpang Kampung Madura, Rogojampi (belok kanan dari arah Kota Banyuwangi). Masuk hingga mencapai Desa Pengantigan dan Singolatren. Kemudian tiba masuk Kecamatan Songgon di Desa Balak.

Peristiwa[sunting | sunting sumber]

Tetenger (tugu peringatan) Perang Puputan Bayu di Desa Bayu

Kecamatan Songgon menjadi tempat Pertempuran Bayu (Perang Puputan Bayu) antara prajurit Kerajaan Blambangan pimpinan Pangeran Jagapati melawan pasukan gabungan VOC.[1] Puncak pertempuran yang terjadi pada 18 Desember 1773 akhirnya diperingati sebagai Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) dan di Desa Bayu di bangun tetenger (monumen) Perang Puputan Bayu.[2][3] Selain itu, setiap tahun diadakan napak tilas Perang Puputan Bayu.[4]

Bentang alam dan budaya[sunting | sunting sumber]

Arung Jeram Karo Adventure menyusuri sungai Bate di Desa Sumberbulu Kecamatan Songgon
Arung Jeram Karo Adventure menyusuri sungai Bate di Desa Sumberbulu Kecamatan Songgon

Kecamatan Songgon adalah kecamatan di Banyuwangi yang terletak di dataran tinggi sehingga suhunya cukup dingin. Wilayah Kecamatan Songgon terdiri dari pegunungan di bagian utara dan barat dan semakin ke timur dan selatan banyak berdiri pemukiman penduduk. Di wilayah Kecamatan Songgon banyak berdiri perkebunan-perkebunan seperti Perkebunan Bayu Kidul[5] dan Bayu Lor[6].

Panggung Pagelaran Makarya (Masyarakat Kaki Raong Berkarya), panggung seni budaya dan potensi masyarakat Songgon
Panggung Pagelaran Makarya (Masyarakat Kaki Raong Berkarya), panggung seni budaya dan potensi masyarakat Songgon

Di Kecamatan songgon juga terdapat pagelaran seni budaya dan potensi masyarakat songgon yang digelar oleh masyarakat secara gotong royong dengan nama Pagelaran Makarya (Masyarakat Kaki Raung Berkarya)[7]

Pusat kecamatan berada di Desa Songgon yang juga menjadi pusat keramaian di Kecamatan Songgon dengan adanya Pasar Songgon. Pasar ini menjual hasil alam lokal seperti durian (saat musimnya), manggis dan pisang yang memang banyak tumbuh di wilayah ini.[8] Selain itu, Gunung Raung berdiri di wilayah ini[9] (bersama Glenmore dan Kalibaru.

Wisata[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Songgon memiliki Wisata alam dan wisata bertemakan petualangan. Di wilayah ini terdapat wisata petualangan arung jeram dan perkemahan yang dikelola oleh anak-anak muda yang menamakan diri Komunitas Karo Adventure[10], ada juga wisata hutan (wanawisata) Rowo Bayu yang memiliki nilai sejarah sebagai tempat bertapanya Raja Blambangan Prabu Tawang Alun II. Di Songgon juga banyak memiliki wisata air terjun, Air Terjun Lider[11], Air Terjun Telunjuk Raong, Air Terjun Selendang Arum dan Air Terjun Patemon.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Lembaga pendidikan formal di Kecamatan Songgon adalah sebagai berikut:

SD Sederajat[sunting | sunting sumber]

  • SD Negeri 1 Balak
  • SD Negeri 1 Bangunsari
  • SD Negeri 1 Bayu
  • SD Negeri 1 Bedewang
  • SD Negeri 1 Parangharjo
  • SD Negeri 1 Songgon
  • SD Negeri 1 Sragi
  • SD Negeri 1 Sumberarum
  • SD Negeri 1 Sumberbulu
  • SD Negeri 2 Balak
  • SD Negeri 2 Bangunsari
  • SD Negeri 2 Bayu
  • SD Negeri 2 Bedewang
  • SD Negeri 2 Parangharjo
  • SD Negeri 2 Songgon
  • SD Negeri 2 Sragi
  • SD Negeri 2 Sumberarum
  • SD Negeri 2 Sumberbulu
  • SD Negeri 3 Balak
  • SD Negeri 3 Parangharjo
  • SD Negeri 3 Songgon
  • SD Negeri 3 Sragi
  • SD Negeri 3 Sumberarum
  • SD Negeri 4 Bayu
  • SD Negeri 4 Songgon
  • SD Negeri 4 Sragi
  • SD Negeri 4 Sumberarum
  • SD Negeri 5 Balak
  • SD Negeri 5 Bayu
  • SD Negeri 6 Bayu

SMP Sederajat[sunting | sunting sumber]

  • SMP Negeri 1 Songgon
  • SMP Negeri 2 Songgon
  • SMP Negeri 3 Songgon Satu Atap
  • SMP Kosgoro Sragi

SMA Sederajat[sunting | sunting sumber]

  • SMA Muhammadiyah 4 Songgon
  • SMK Nurut Taqwa

Sosial Kemasyarakatan[sunting | sunting sumber]

Warga Kecamatan Songgon terdiri dari Suku Osing, Suku Jawa dan Suku Madura. Warga Madura mayoritas tinggal di kawasan perkebunan dan pegunungan.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Batas[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Sekilas Perang Puputan Bayu, Kabupaten Banyuwangi
  2. ^ Palagan Ngadirejo, Dasar Pemikiran Pembangunan Tetenger
  3. ^ koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Buku Kenang-kenangan, sekitar Kisah Pertempuran Sehari di Palagan Ngadirejo sektor pertempuran Blitar Utara (15 April 1949). Surabaya, 1992. hlm. 14-16
  4. ^ Napak Tilas Desa Bayu
  5. ^ Profil perk. Bayu Kidul
  6. ^ Perkebunan Bayu Lor
  7. ^ "Pemeriksaan Keamanan Diperlukan". www.facebook.com. Diakses tanggal 2017-03-24. 
  8. ^ Durian khas kota songgon
  9. ^ Warga di Kaki Gunung Raung Mulai Panik
  10. ^ "KaroAdventure.com". KaroAdventure.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-03-24. 
  11. ^ Air Terjun Lider

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]