Lompat ke isi

Songgon, Banyuwangi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Songgon
Air terjun Lider
Air terjun Lider
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenBanyuwangi
Pemerintahan
  CamatMuhammad Norawi, S.Sos., M.Si.
Populasi
 (2024)
  Total60.188 jiwa
Kode pos
68463
Kode Kemendagri35.10.19 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3510160 Suntingan nilai di Wikidata
Luas301,84 km²
Desa/kelurahan9
Peta
PetaKoordinat: 8°11′18″S 114°10′5″E / 8.18833°S 114.16806°E / -8.18833; 114.16806

Songgon adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Songgon merupakan pemekaran dari Kecamatan Singojuruh pada tahun 1982.[1] Kecamatan ini terletak di lereng Gunung Raung dan memiliki obyek wisata populer seperti Air terjun Telunjuk Raung, Air terjun Lider, dan Air terjun Kembar Arum.[2] Pusat kecamatan ini terletak di Desa Songgon yang terdapat Pasar Songgon. Akses utama menuju kecamatan ini adalah melalui Jalan Raya Songgon yang terhubung ke pusat kota Rogojampi.[3] Dari segi sejarah, Desa Bayu di Songgon dikenal sebagai lokasi Perang Bayu (Puputan Bayu) yang menandai jatuhnya Kerajaan Blambangan ke tangan VOC pada abad ke-18. Puncak dari Perang Bayu yaitu 18 Desember 1771 sekarang dijadikan Hari Jadi Banyuwangi yang diperingati tiap tahunnya.[4][5]

Peta lokasi Kecamatan Songgon

Songgon adalah kecamatan di Kabupaten Banyuwangi yang terletak di lereng selatan dari kompleks Pegunungan Ijen dengan puncak seperti Gunung Raung, Gunung Pendil, dan Gunung Rante. Gunung Raung sendiri berada di ujung barat laut dari Kecamatan Songgon, tetapi tidak ada jalur resmi untuk mencapai puncak tersebut dari arah Songgon. Kecamatan ini memiliki geografi dataran tinggi dengan lahan persawahan mendominasi bagian selatan, dan perkebunan serta hutan mendominasi bagian utara. Beberapa perkebunan terkenal di Songgon di antaranya Kebun Bayu Kidul yang dikelola oleh PT. Tirta Harapan dan Kebun Bumisari yang dikelola PT. Bumi Sari. Komoditas utama di kebun tersebut di antaranya cengkeh, tebu, dan kopi. Selain itu juga ada hutan pinus yang dikelola oleh Perhutani. Salah satu sungai utama di kecamatan ini adalah Sungai Badeng.

Batas wilayah Kecamatan Songgon adalah sebagai berikut:[6]

UtaraGunung Raung dan Kabupaten Bondowoso (Kecamatan Ijen)
TimurKecamatan Licin
SelatanKecamatan Singojuruh dan Kecamatan Kabat
BaratKecamatan Sempu

Daftar desa dan dusun

[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Songgon terdiri dari 9 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:

No. Nama Desa Nama Dusun atau Dukuh Ref
1 Balak Balak Kidul, Balak Lor, Cemoro, Derwono, Tampak Bayan, Wonorejo [6]
2[a] Bangunsari Bangunrejo, Rejosari, Sroyo Barat, Sroyo Timur [6]
3[b] Bayu Bayurejo, Bayu Lor, Bumisari, Kaboran, Kentangan, Plantaran, Sambungrejo, Tegalrejo [6]
4 Bedewang Krajan, Arjosari, Bedewang Asem, Tegalwudi, Wiyayu Barat, Wiyayu Timur [6]
5 Parangharjo Krajan Kulon, Krajan Wetan, Bangunrejo / Krasak, Cempokorejo, Randuagung, Rejeng, Sibotok [6]
6 Songgon Krajan, Badrang, Guloan, Gumukcandi, Kasian, Mangli, Pakis, Plumbon, Sembawur, Sipring, Songgorejo, Sumberasri, Sumberejo, Sumur, Tengororejo [6]
7 Sragi Krajan, Bongkoran, Kencono, Kendal, Padangan, Pertapan, Siuntung, Sragi Tengah, Sumbersari, Watugowok [6]
8[c] Sumberarum Krajan, Bejong, Kampung Anyar, Lider, Mangaran, Pasar, Sumberasih [6]
9[d] Sumberbulu Krajan, Bulurejo, Jajangan, Sumberagung [6]
  1. Bangunsari merupakan pemekaran dari Desa Balak, awalnya berstatus desa persiapan pada tahun 1998.[7]
  2. Bayu merupakan pemekaran dari Desa Songgon, awalnya berstatus desa persiapan pada tahun 1990 dan resmi menjadi desa definitif pada tahun 1997.[8]
  3. Sumberarum merupakan pemekaran dari Desa Sragi, awalnya berstatus desa persiapan pada tahun 1990 dan resmi menjadi desa definitif pada tahun 1997.[9]
  4. Sumberbulu merupakan pemekaran dari Desa Parangharjo, awalnya berstatus desa persiapan pada tahun 1998.[10]
Monumen Perang Puputan Bayu

Desa Bayu di Songgon menjadi saksi sejarah perjuangan masyarakat di Kerajaan Blambangan, khususnya Banyuwangi dalam mempertahankan wilayahnya dari penjajah. Perang Bayu (Puputan Bayu) timbul akibat tindakan sepihak dari Kesultanan Mataram (nantinya Kasunanan Surakarta) pimpinan Pakubuwana II yang menyerahkan Blambangan ke kongsi dagang Belanda yaitu VOC sekitar tahun 1740-an. VOC mulai melancarkan serangan besar-besaran ke Blambangan pada tahun 1767 dan berakhir dengan kalahnya Blambangan pimpinan Wong Agung Wilis. VOC menjajah Blambangan secara sewenang-wenang, sehingga para pejuang mengungsi ke desa pedalaman bernama Bayu untuk mengumpulkan kekuatan. Perang Bayu akhirnya meletus pada tahun 1771 dengan pihak Blambangan dipimpin Mas Rempeg atau bergelar Pangeran Jagapati. Perang terus berlangsung hingga tahun 1772 dan Blambangan berhasil takluk dalam kekuasaan VOC. Perang Bayu dikenal sebagai salah satu perang paling mematikan di zaman kolonial Belanda. Beberapa tahun setelah perang tersebut usai, dilakukan sensus dan diketahui bahwa jumlah penduduk di Banyuwangi menurun drastis dari masa sebelum perang. Puncak dari Perang Puputan Bayu pada tanggal 18 Desember 1771 diperingati sebagai Hari Jadi Banyuwangi.[4][5]

Tempat terkenal

[sunting | sunting sumber]
Rafting di Kalisawah Adventure
  • Pasar Songgon
  • Air terjun Telunjuk Raung
  • Air terjun Kembar Arum / Temcor
  • Air terjun Lider
  • Rowo Bayu
  • Sentra durian Songgon
  • Green Gumuk Candi
  • Goa Lungun Cemoro
  • Kalisawah Adventure - wisata rafting dan perkemahan di Desa Sumberbulu
  • Bukit Mondoleko
  • Bumi Perkemahan Jeongmara Campuhan
  • Puskesmas Songgon

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Peraturan Pemerintah (PP) No. 7 Tahun 1982 tentang Pembentukan Kecamatan Songgon Di Kabupaten Daerah Tingkat II Banyuwangi, Kecamatan Megaluh, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kecamatan Jogoroto Di Kabupaten Daerah Tingkat II Jombang, Kecamatan Tempursari Di Kabupaten Daerah Tingkat II Lumajang, Kecamatan Nonggunong, Kecamatan Talango, Dan Kecamatan Giligenting Di Kabupaten Daerah Tingkat II Sumenep Dalam Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur".
  2. Nuril Laili Azizah (2024-06-03). "Air Terjun Telunjuk Raung Banyuwangi: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka". KOMPAS.
  3. Dedy Jumhardiyanto (2023-08-08). "Jalan Raya Songgon-Rogojampi Mulai Dicor, Cek Besaran Anggaran yang Digelontorkan". RADAR BANYUWANGI.
  4. 1 2 Iswara N Raditya (2018-12-18). "Sejarah Puputan Bayu di Banyuwangi: Perang Terkejam untuk Belanda". TIRTO.
  5. 1 2 Imam Rosidin, Pythag Kurniati (2021-08-16). "Sejarah Perang Bayu di Banyuwangi, Perang Paling Kejam yang Dialami Belanda". KOMPAS.
  6. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka 2025. BPS Kabupaten Jember. 2025-02-28.
  7. "Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur Nomor 82 tahun 1998 tentang Pengesahan Pembentukan Desa Persiapan Bangunsari Sebagai Pemecahan Desa Balak Kecamatan Songgon Kab. Daerah Tingkat Ii Banyuwangi" (PDF).
  8. "Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur Nomor 23 tahun 1997 tentang Penetapan Desa Persiapan Bayu Menjadi Desa Bayu Kecamatan Songgon Kabupaten Daerah Tingkat Ii Banyuwangi" (PDF).
  9. "Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur Nomor 24 tahun 1997 tentang Penetapan Desa Persiapan Sumberarum Menjadi Desa Sumberarum Kecamatan Songgon Kabupaten Daerah Tingkat Ii Banyuwangi" (PDF).
  10. "Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur Nomor 68 tahun 1998 tentang Pengesahan Pembentukan Desa Persiapan Sumberbulu Sebagai Pemecahan Desa Parangharjo Kecamatan Songgon Kabupaten Daerah Tingkat Ii Banyuwangi" (PDF).