Lompat ke isi

Meluntur, Glagah, Lamongan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Desa Meluntur adalah salah satu dari 462 (empat ratus enam puluh dua) desa yang ada di wilayah Kabupaten Lamongan, Meluntur merupakan Desa yang ada di Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan. Desa Meluntur letaknya sangat strategis karena berada pada ruas jalan yang menghubungkan pusat Kecamatan Glagah, Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan dan Kecamatan Duduk Sampean, Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Desa Meluntur memiliki mobilitas ekonomi yang relatif lebih cepat dibandingkan dengan Desa-Desa lain di wilayah Glagah. Kondisi wilayah Desa Meluntur adalah merupakan dataran. Wilayah Desa Meluntur berada pada ketinggian 5 Meter mdl di atas permukaan air laut.

Meluntur
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenLamongan
KecamatanGlagah
Kode Kemendagri35.24.26.2022 Suntingan nilai di Wikidata
Luas... km²
Jumlah penduduk... jiwa
Kepadatan... jiwa/km²
Peta
PetaKoordinat: 7°5′36″S 112°31′2″E / 7.09333°S 112.51722°E / -7.09333; 112.51722
Gapura Desa Meluntur

Sejarah Desa Meluntur

[sunting | sunting sumber]

Sejarah Desa Meluntur sangat terkait dengan keberadaan sosok Mbah GABUG yaitu seorang penderkar yang membuat GUBUG sebagai tempat tinggalnya dan didirikan diatas tanah rawa yang menjadi wilayah Desa Meluntur sekarang. Konon daerah tersebut banyak tumbuh pohon asem, dari situlah akhirnya Mbah Gabug memberi nama daerah tersebut dengan nama Desa KARANGASEM.

Di Daerah tersebut Mbah Gabug mendirikan pedepokan yang digunakan untuk mengajar ilmu kanuragan dan mengaji kitab, lambat laun pedepokan tersebut dipenuhi oleh penduduk setempat yang kemudian mereka menjadi murid atau santri Mbah Gabug. Dengan bertambahnya santri di pedepokan Mbah Gabug secara otomatis Mbah Gabug di jadikan tetuah yang senantiasa dihormati dan disegani oleh masyarakat sekitar, yang semuanya itu tak lepas karena keberadaan ilmu yang dimiliki oleh Mbah Gabug.

Dari pernikahannya, Mbah Gabug dikaruniai seorang anak yang bernama Mbah Mat Arif, beliau inilah yang kemudian meneruskan pedepokan Mbah Gabug sekaligus beliau juga yang diserahi menjalankan roda pemerintahan desa Karangasem. Selanjutnya tampuk kepemimpinan dilanjutkan oleh genersi berikutnya yang tak lain adalah putra beliau sendiri yang bernama Mbah Mat Sholeh, beliau ini dikenal sebagai figure yang sangat alim dan ahli kitab. Pada masa ini colonial Belanda juga telah merambah desa Karangasem, sebagai ilustrasi bahwa dahulu Desa Karangasem dikenal sebagai tempat penampung banyak pengungsi yang di kejar oleh pasukan colonial, karena Desa ini dikenal sebagai daerah yang aman untuk berlindung dan bersembunyi dari kejaran tentara Belanda. Menurut cerita yang berkembang dimasyarakat tentara Belanda tidak akan bias melihat Desa ini melainkan yang dilihat adalah Rawa-Rawa belaka tidak ada tanda-tanda sebuah perkampungan, dan para pengungsi tersebut menetap menjadi masyarakat Desa Karangasem.

Generasi berikutnya yang memegang kepemimpinan Desa adalah Mbah Haji Nur Shidiq putra dari Mbah Sholeh. Pada tahun 1956 di Desa Karangasem mengalami bencana hebat yaitu kebakaran, di mana pada waktu itu 15 (lima belas) rumah ludes terbakar, bahkan api yang membara menjalar ke selatan Desa dan masuk ke Desa Bangkok, di daerah ini api tersebut telah menghanguskan 75 (tujuh puluh lima) rumah. Sejak berakhirnya masa jabatan kepala desa yang dipegang oleh Mbah Haji Nur Shidiq, maka masyakat melakukan proses Demokrasi yaitu pemilihan Kepala Desa.

Adapun sejarah mengenai perubahan nama dari desa Karangasem menjadi Desa MELUNTUR, karena di Kecamatan Glagah terdapat 2 (dua) nama desa yang sama yakni Karangasem yaitu disebelah selatan jalan raya dan sebelah utara jalan raya, maka Desa Karangasem yang terletak di selatan jalan raya mengubah nama menjadi Desa Meluntur, yang di ambil dari nama Sungai atau Kaili yaitu Kali Meluntur.

Oleh: Ilmi Haqiqih

Tradisi & Budaya

[sunting | sunting sumber]
Ishari Ranting Meluntur

Ishari Ranting Desa Meluntur

Ishari Ranting Desa Meluntur adalah salah satu unit organisasi dari Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Berlokasi di Desa Meluntur, ranting ini menjadi wadah bagi para generasi muda dan warga setempat untuk menumbuhkan kecintaan terhadap seni hadrah dan sholawat Nabi Muhammad SAW.

Didirikan dengan semangat kebersamaan dan dakwah melalui seni, Ishari Ranting Meluntur aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan seperti peringatan hari besar Islam, pengajian rutin, dan latihan hadrah mingguan. Selain sebagai media hiburan rohani, kegiatan Ishari juga menjadi sarana penguatan akidah Ahlussunnah wal Jama’ah serta membangun solidaritas antaranggota dan masyarakat sekitar.

Dengan anggota yang mayoritas berasal dari kalangan berbagai kalangan, Ishari Ranting Meluntur berperan penting dalam menjaga tradisi keislaman dan kebudayaan lokal. Melalui semangat sholawat, mereka terus berupaya menghidupkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

Pendidikan

[sunting | sunting sumber]

MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) AL-KHOIRIYAH

MI AL-KHOIRIYAH

Madrasah Ibtidaiyah Al-Khoiriyah yang berlokasi di Desa Meluntur adalah lembaga pendidikan dasar yang memadukan pembelajaran ilmu pengetahuan umum dengan pendidikan agama Islam secara seimbang. Berdiri dengan visi membentuk generasi muslim yang cerdas, berakhlak mulia, dan berwawasan luas, MI Al-Khoiriyah menjadi tempat yang nyaman dan inspiratif bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang.

Dengan tenaga pendidik yang berkompeten, penuh dedikasi, dan mengedepankan nilai-nilai keislaman, setiap siswa dibimbing untuk memahami ilmu secara mendalam sekaligus mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan sekolah yang asri, bersih, dan ramah anak di Desa Meluntur mendukung terciptanya suasana belajar yang menyenangkan.

Selain kegiatan belajar mengajar di kelas, MI Al-Khoiriyah juga mengadakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti Tahfiz Al-Qur’an, pramuka, seni islami, dan olahraga. Semua dirancang untuk menumbuhkan kreativitas, rasa percaya diri, dan keterampilan sosial siswa.

Dengan semangat “Mendidik dengan Hati, Membentuk Generasi Islami”, Madrasah Ibtidaiyah Al-Khoiriyah Desa Meluntur terus berkomitmen mencetak insan yang berilmu, beriman, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan landasan akhlak yang kuat.

TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN (TPQ) AL-BAROKAH

TPQ AL-BAROKAH

TPQ Al-Barokah Desa Meluntur hadir sebagai wadah pendidikan agama bagi anak-anak sejak usia dini, untuk mengenal, membaca, dan mencintai Al-Qur’an. Berada di tengah lingkungan desa yang damai, TPQ ini menjadi tempat belajar yang penuh kehangatan, bimbingan, dan nilai-nilai islami.

Dengan metode pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai usia, para ustadz dan ustadzah mengajarkan iqra’, tajwid dasar, hafalan surat-surat pendek, doa sehari-hari, serta pembinaan akhlak mulia. Anak-anak diajak untuk mencintai Al-Qur’an bukan hanya sebagai bacaan, tetapi juga sebagai pedoman hidup.

Kegiatan di TPQ Al-Barokah tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga diwarnai dengan kegiatan bersama seperti lomba islami, peringatan hari besar Islam, dan belajar sambil bermain, sehingga suasana belajar terasa ceria dan penuh semangat.

Dengan harapan melahirkan generasi muslim yang cerdas, berakhlak mulia, dan mencintai Al-Qur’an sejak dini, TPQ Al-Barokah menjadi salah satu pilar pendidikan agama di Desa Meluntur.

Geografis

[sunting | sunting sumber]
Musim Padi

Secara geografis, Desa Meluntur terletak pada posisi 7°21’-7°31’ Lintang Selatan dan 110°10’-111°40’ Bujur Timur. Topografi ketinggian desa ini adalah berupa daratan sedang, yaitu sekitar 156 meter di atas permukaan air laut. Berdasarkan data BPS Kabupaten Lamongan tahun 2018, selama tahun 2019 curah hujan di Desa Meluntur rata-rata mencapai 2.200 mm. Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan September, yakni mencapai 405,04 mm, yang merupakan curah hujan tertinggi selama kurun waktu 2017–2019.

Secara administratif, Desa Meluntur berada di wilayah Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

  • Utara berbatasan dengan Desa Dukuh Tunggal
  • Barat berbatasan dengan Desa Tanggungprigel
  • Selatan berbatasan dengan Desa Bangkok
  • Timur berbatasan dengan Desa Kramat

Jarak tempuh Desa Meluntur ke ibu kota kecamatan adalah ±9 km atau sekitar 20 menit perjalanan. Sedangkan jarak ke ibu kota kabupaten sekitar 30 km, yang dapat ditempuh dalam waktu ±60 menit.

Musim Ikan


Wilayah Desa Meluntur didominasi oleh lahan persawahan dan tambak, yang menjadi penopang utama mata pencaharian penduduk. Sebagian besar lahan sawah digunakan untuk menanam padi, palawija, dan tanaman hortikultura, sedangkan tambak dikelola untuk budidaya ikan air tawar maupun udang. Kombinasi lahan pertanian dan perikanan ini menjadikan Desa Meluntur sebagai desa agraris dan perikanan yang memiliki potensi produksi pangan sekaligus hasil perikanan yang cukup melimpah, terutama pada musim panen.