Banyubang, Solokuro, Lamongan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Banyubang
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenLamongan
KecamatanSolokuro
Kodepos
62265
Kode Kemendagri35.24.15.2009 Edit the value on Wikidata
Luas210 Ha
Jumlah penduduk2.679 jiwa(2016)

Banyubang adalah sebuah desa di Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Indonesia.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Di belahan pesisir utara tanah jawa ada seorang ulama besar yang keilmuwan dan kearifanya terkenal sampai seluruh wilayah nusantara yaitu KANJENG SUNAN DRAJAT.

Beliau menyebarkan agama islam di wilayah kecamatan Paciran dan sekitarnya. Pada suatu hari Kanjeng Sunan Drajat ada undangan ke wilayah Gresik dan Ampel Surabaya untuk musyawarah para Wali Songo, dalam perjalanan beliau melewati suatu wilayah yang pernah dilewati oleh seorang ulama yang bernama Syekh DAUD dan Istrinya Ibu Nyai MANSYUROH tepatnya di alas DHAHONO. Karena waktu sudah agak malam maka beliau bersama santrinya memutuskan untuk istirahat dan bermalam di bawah pohon besar. Pada saat tengah malam Kanjeng SUNAN Drajat bermaksud untuk melakukan Sholat Isya’ beliau kesana kemari mencari air untuk berwudlu. Akhirnya beliau menemukan sebuah CEDUNG atau kubangan air yang terisi sedikit.

Keesokan harinya Kanjeng Sunan Drajat ketika mau berwudlu lagi untuk melakukan sholat shubuh beliau terkejut karena air di sedung warnanya berubah menjadi merah ( Banyune Abang ). Lalu para santrinya dipanggil untuk menyaksikan peristiwa tersebut dan kanjeng SUNAN DRAJAT menyampaikan bahwa diwilayah ini akan diberi nama BANYU ABANG ( Banyubang ).

Maka dari itu daerah ini sampai sekarang bernama BANYUBANG.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Secara Topografi ketinggian Desa Banyubang adalah berada dataran sedang yaitu sekitar 60 m di atas permukaan air laut, terletak di Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan memiliki luas administrasi 210 Ha, Secara administratif, Desa Banyubang terletak di wilayah Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan dengan posisi dibatasi oleh wilayah Desa-Desa tetangga.

  1. Di sebelah Utara berbatasan dengan Desa Bluri
  2. Di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Dagan
  3. Di sisi Selatan berbatasan dengan Desa Takerharjo
  4. Di sisi timur berbatasan dengan Wilayah Kabupaten Gresik

Jarak tempuh Desa Banyubang ke Ibu Kota Kecamatan adalah 12 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 35 menit. Sedangkan jarak tempuh ke Ibu Kota Kabupaten adalah 30 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam.

Pola pembangunan lahan di Desa Banyubang lebih didominasi oleh kegiatan pertanian pangan yaitu Jagung dengan penggunaan pengairan tadah hujan.

Aktivitas mobilisasi di Desa Banyubang cukup tinggi, khususnya mobilisasi angkutan hasil-hasil pertanian maupun sumber-sumber kegiatan ekonomi lainnya. Selain itu juga didukung fasilitas pendidikan serta fasilitas Kesehatan berupa Poskesdes yang sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.