Kedungadem, Bojonegoro

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kedungadem
Kecamatan
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenBojonegoro
Pemerintahan
 • Camat-
Luas145,15 km²
Kepadatan622 jiwa/km²
Desa/kelurahan23

Kedungadem adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kecamatan Kedungadem merupakan salah satu di antara 28 kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro dengan populasi penduduk sebesar 90.253 atau dengan kepadatan 622 jiwa /km². Populasi ini merupakan jumlah yang cukup besar di wilayah Kabupaten Bojonegoro, serta menjadi kota kecamatan terbesar di wilayah selatan Bojonegoro baik dari jumlah penduduk maupun sosial ekonominya.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Untuk menuju Kecamatan Kedungadem bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi dari Kota Bojonegoro lebih kurang 1 jam ke arah tenggara, atau sejauh 37 km. Letak Ibu Kota Kecamatan berada pada jalur alternatif Bojonegoro-Jombang, bisa ditempuh via sumberejo ataupun pohwates. Meskipun sekarang ini kondisi jalan alternatif ini kurang bagus namum sebagian masyarakat lebih suka melewati jalur ini untuk menuju Jombang atau sebaliknya, sebab memiliki jarak tempuh yang lebih dekat. Saat ini beberapa ruas jalan alternatif ini mulai dibangun dengan sistem betonisasi dan sebagian sudah jadi dan bisa dilewati. Jalur alternatif ini meliputi tiga wilayah pemda yakni: Bojonegoro, Lamongan dan Jombang.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas Wilayah
Utara Sumberejo, Balen & Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro
Selatan Ngluyu, Lengkong Kabupaten Nganjuk & Plandaan Kabupaten Jombang
Timur Sukorame & Bluluk Kabupaten Lamongan
Barat Sukosewu, & Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro

Perkantoran[sunting | sunting sumber]

  1. Pendopo Kecamatan Jl. Gajahmada
  2. Kantor Polsek Jl. Gajahmada
  3. Kantor Koramil Jl. Adipatianom
  4. Kantor UPTD Pendidikan Jl. Gajahmada
  5. Kantor KUA (belakang balai desa kedungadem) Jl. Gajahmada
  6. Kantor BPBD unit Kedungadem Jl. Gajahmada
  7. Kantor Pos Jl. Gajahmada
  8. Kantor KPRI Jl. Raya Drokilo
  9. Kantor samsat Kedungadem (Kantor Bank Jatim Kcp Kedungadem

Pembagian Administrasi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Kedungadem terdiri dari 23 desa:

  1. Babad
  2. Pejok
  3. Panjang
  4. Tondomulo
  5. Kesongo
  6. Mlideg
  7. Dayukidul
  8. Duwel
  9. Kepohkidul
  10. Geger
  11. Megale
  12. Drokilo
  13. Kedungadem (pusat administrasi dan niaga)
  14. Tumbrasanom
  15. Kendung
  16. Mojorejo
  17. Sidorejo
  18. Sidomulyo
  19. Jamberejo
  20. Tlogoagung
  21. Ngrandu
  22. Kedungrejo
  23. Balongcabe

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Dari sisi perekonomian, progres perdagangan di ibu kota Kecamatan kedungadem cukup bagus dan menjadi penopang perdagangan di Kab. Bojonegoro khususnya bagian selatan dan Kab. Lamongan bagian barat daya. Hal itu bisa dilihat dari semaraknya perdagangan yang ada pusat kecamatan ini. Penunjang aktivitas perdagangan di Kedungadem terdiri dari: Pasar Daerah, Pasar Hewan & Burung, komplek pertokoan, beberapa swalayan dan mini market baik lokal maupun berskala Nasional sudah masuk di Kota Kecamatan ini. Belakangan ini bisnis properti mulai berkembang di kedungadem khususnya wilayah perkotaan, seperti komplek pertokoan dan perumahan.

Tempat Belanja & Kuliner

  • Pasar Daerah Kedungadem Jl. Diponegoro
  • Pasar Hewan & Burung Jl. Diponegoro (baratdaya perempatan Kedungadem)
  • Pertokoan Jalan Diponegoro
  • Indomaret JL. Ronggolawe
  • Alfamart Jl. Ronggolawe
  • Auliamart (Komplek Ruko Kedungasri)
  • Dedy Jaya Toserba Jl. Gajahmada
  • Toko Amanatjaya (Fashion&Shoes) Jl. Taraban
  • D&G Distro
  • TnT Distro
  • Quick Chicken makanan siap saji (Komplek Ruko Kedungaadem)
  • AB mini market
  • DeenARIK MART (Komplek KARANGJATI-Sidorejo)
  • Aneka macam kuliner kaki lima (khusus malam)
  • dll

Infrastuktur Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • Untuk tingkatan Menengah atas terdapat:
  1. SMA Negeri 1 Kedungadem
  2. SMK Gama Kedungadem
  3. SMK Dirgahayu
  4. SMA Muhammadiyah 1
  5. SMA PGRI
  • Sedangkan tingkatan Menengah Pertama:
  1. SMPN 1/2/3 Kedungadem
  2. SMPN Satu Atap Kesongo
  3. Mts.Muhammadiyah
  4. SMP Dirgahayu
  5. SMP Baitul Muttaqin
  6. SMP Taruna
  7. Mts. Baitul Muttaqin
  8. SMP PGRI
  9. Mts Mambaul ulum Jamberejo
  • Untuk Tingkatan dasar: SD/MI disetiap desa sudah terdapat sekolahan di tingkat dasar.
Fasilitas Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Seiring dengan perbaikan fasilitas kesehatan khususnya di Kecamatan Kedungadem, kini terdapat:

  • Polindes 17 Unit
  • Puskesmas 2 Unit
  • Puskesmas Pembantu 4 Unit
  • UGD & Rawat Inap Puskesmas Kedungadem
  • Klinik & Rawat Inap Muhammadiyah Kedungadem
Lembaga Keuangan[sunting | sunting sumber]

Sedangkan di sektor perbankan & keuangan terdapat beberapa Bank Nasional maupun Daerah, seperti:

  1. BRI Kcp Gajahmada (1)
  2. BRI Kcp Ronggolawe (2)
  3. Bank Jatim Jl. Gajahmada
  4. Bank Mandiri Kcp Kedungadem Jl. Ronggolawe
  5. BPD Jl. Diponegoro
  6. Teras BRI Jl. Diponegoro
  7. BFI Kedungadem Jl. Ronggolawe
  8. BMT NU Kedungadem
  9. Koperasi SAHADA NU
  10. UPK PNPM
  11. FIF group dll

beberapa Koperasi Simpan Pinjam. Namun sayangnya banyak jalan yang rusak menghambat investasi di daerah ini. Banyak tempat yang bisa di jadikan pariwisata di daerah sini tetapi kurang di perhatian dari pemerintah daerah kabupaten bojonegoro.

Tempat-tempat menarik[sunting | sunting sumber]
  1. Taman Tematik Drokilo
  2. Embung Pedang (waduk buatan)
  3. Arena outbond & kemah Tondomulo
  4. Perkebunan bawang merah duwel dan sekitarnya
  5. Wisata kuliner kawasan pertokoan Kedungadem
  6. kolam renang Kedungadem

Dll.

Lain-lain[sunting | sunting sumber]

Selain sebagai sentra beras di Bojonegoro kedungadem juga menjadi sentra bawang merah, khususnya di desa Duwel dan Pejok. Yang mana dalam sekali panen omzetnya bisa mencapai ratusan milyar rupiah. Untuk menunjang perkebunan bawang ini, Pemkab Bojonegoro telah bekerjsama dengan beberapa instansi seperti; IPB, Telkomsel dll.

Sebagaimana daerah perbukitan lain, wilayah Kecamatan Kedungadem pada umumnya rentan terjadi krisis air bersih saat kemarau, sehingga Pemkab Bojonegoro sering menyuplai air bersih melalui mobil-mobil tangki ke wilayah ini. Namun demikian sebagai bentuk penanggulangan kekeringan di wilayah perbukitan (Bagian selatan Bojonegoro) termasuk Kedungadem, sekarang ini pemerintah banyak membangun embung (danau buatan) sebagai wadah penyimpanan air saat musim penghujan dan bisa bisa dimanfaakan saat musim kemarau tiba, juga ada upaya lain yaitu membuat saluran air PDAM.