Padangan, Bojonegoro

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Padangan
Kecamatan
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenBojonegoro
Luas42 km²
Kepadatan10.199 jiwa/km²
Desa/kelurahan14 Desa/2 Kelurahan

Padangan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota Padangan terletak di perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah, tepatnya Jawa Timur arah barat laut. Setelah pemekaran tahun 2001[1], kecamatan Padangan meliputi 32 desa/kelurahan dan hanya memiliki luas 42 km², serta berpenduduk 56.411 jiwa pada tahun 2010[2], serta ibu kota kecamatan pindah ke Belajeng, merupakan dusun yang berada di Jalur Pantura antara Cepu-Bojonegoro-Surabaya. Mayoritas penduduk Padangan bersuku Jawa (84,56 %) dan beragama Islam (95,52 %).

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Padangan berbatasan:

Wilayah sebelum pemekaran[sunting | sunting sumber]

Sampai tahun 2001, kecamatan Padangan memiliki luas 88,54 km2 dan penduduk ± 45.000 jiwa (tahun 1980 [3]) serta terbagi atas 42 desa saat itu.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Wilayah ini dilindungi oleh Pegunungan Kapur di bagian utaranya. Kecamatan Padangan termasuk dalam daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo, sehingga dimusim hujan sering terjadi rob dari luapan air Bengawan Solo. Padangan

Pemekaran[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Padangan menghasilkan:

Pembagian administratif[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Padangan terdiri dari 31 desa dan 1 kelurahan, serta 188 kampung. Desa-desa diantaranya adalah: Dengok, Padangan Barat [4], Padangan Timur [5], Padangan Baru [6], Kalikotes, Kuncen, Banjarjo, Kebunagung [7], Nguken, Prangi, Prangi Baru [8], Kendung, Ngasinan, Ngeper, Ngradin, Cendono, Purworejo, Sukamaju[9], Sukorejo[10], Sidorejo, Sonorejo, Tebon, Tegalrejo[11]. Adapun desa hasil pemekaran tahun 1999 adalah desa Sidomukti (pecahan dari desa Nguken), serta ada pula desa Padangan Tengah yang berdiri pada tahun 2001 berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur nomor 70 tahun 2000, yang merupakan pecahan dari desa Padangan Timur.

Sebanyak 12 desa yakni: Pengabuan Kidul, Pengabuan Baru, Pengabuan Lor, Pengabuan Tengah [12], Sidokerto, Majengkaping, Majengkaping Barat[13], Sukajati, Mojokerto[14], Sidoasri[15] [16], Gedongsiwalan, dan Sukoharjo, dari kecamatan ini, kini telah bergabung ke kecamatan Pengabuan yang berdiri tahun 2001 (PERDA Kabupaten Bojonegoro nomor: 5/2000).

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Wilayah ini memiliki potensi berupa pertanian, perindustrian sekaligus perdagangan. Kita dapat melihat dari sebagian besar penduduknya adalah petani, pedagang. Adapun pasar-pasar yang biasa dijadikan sebagai tempat berdagang antara lain Pasar Padangan, Pasar Tobo, Pasar Cepu, Pasar Ngraho, dan Pasar Tinggang. Selain itu, beberapa industri telah berdiri di sana, seperti industri batu bata,tahu-tempe dan industri kerupuk.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Padangan dilalui oleh Nasional 20 Jalan Nasional rute 20 antara Bojonegoro-Cepu dan Jalur KA antara Bojonegoro dan Semarang, serta memiliki dua buah stasiun kereta api yakni Stasiun Tobo dan Stasiun Muarasaling. Stasiun Muarasaling tergolong stasiun kereta api yang baru, yang selesai dibangun pada tahun 2008, untuk menggantikan Halte Padangan yang sudah tak beroperasi pada tahun 1994 serta nantinya dari Stasiun Muarasaling pada tahun 2014 akan dibangun jalur cabang ke Stasiun Jatirogo, Tuban. Daerah Padangan mempunyai satu terminal bus, yakni Terminal Padangan, yang berada di desa Padangan Timur. Sarana transportasi umum yang berada di kecamatan ini adalah: angkot, becak, ojek, taksi, dan getek penyeberangan yang menyeberangi sungai Bengawan Solo.

Jalan tol[sunting | sunting sumber]

Nantinya di kecamatan Padangan akan dilalui oleh Jalan Tol Bojonegoro-Cepu-Blora-Rembang-Kudus-Semarang yang akan dibangun pada tahun 2016 dan selesai pada tahun 2021 serta akan memiliki gerbang keluar di desa Padangan Timur, Padangan Barat, dan Kebanyar.

Sarana transportasi yang ada di kecamatan ini[sunting | sunting sumber]

Yang berada di kecamatan ini[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ PERDA Kabupaten Bojonegoro nomor 5 tahun 2000 tanggal 9 April 2000 tentang pembentukan 7 (tujuh) kecamatan baru di Kabupaten Bojonegoro
  2. ^ Kabupaten Bojonegoro dalam angka 2010
  3. ^ Menurut Sensus Penduduk Indonesia 1980
  4. ^ Dibentuk tahun 1997 dan merupakan pecahan dari desa Padangan, serta berubah status menjadi kelurahan pada tahun 2006
  5. ^ Desa Padangan Timur merupakan perubahan nama dari desa Padangan tahun 1997
  6. ^ Desa Padangan Baru merupakan pecahan dari desa Padangan pada tahun 1986
  7. ^ Pembenaran berdasarkan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur nomor 412 tahun 1994, sebelumnya dibaca Kebonagung. Desa Kebonagung merupakan pecahan dari desa Gedongsiwalan tahun 1969.
  8. ^ Desa Prangi Baru merupakan pecahan dari desa Prangi tahun 1994
  9. ^ Dibentuk tahun 1992 dan merupakan pecahan dari desa Tebon
  10. ^ Desa Sukorejo merupakan pecahan dari desa Padangan tahun 1994
  11. ^ Desa Tegalrejo merupakan pecahan dari desa Kalikotes tahun 1992
  12. ^ Desa Pengabuan Tengah merupakan pecahan dari desa Pengabuan Kidul tahun 1994 yang ketika saat itu masih termasuk dalam kecamatan Padangan
  13. ^ Desa Majengkaping Barat merupakan pemekaran dari Desa Majengkaping tahun 1997 yang ketika saat itu termasuk dalam kecamatan Padangan
  14. ^ Desa Mojokerto merupakan perubahan nama dari desa Pengarengan tahun 2006, serta sebelumnya desa Pengarengan dibentuk tahun 1994 sebagai pecahan dari desa Karangwuluh yang saat itu masih tergabung dalam kecamatan Padangan.
  15. ^ Pembenaran nama berdasarkan Peraturan Bupati Bojonegoro nomor 341 tahun 2011 tanggal 18 Juli 2011, sebelumnya dibaca Sidosari
  16. ^ Desa Sidosari merupakan perubahan nama dari desa Payaman tahun 2006

Pranala luar[sunting | sunting sumber]