Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Sumberagung
Desa
Desasumberagungpsgbwi.jpeg
Kantor Desa Sumberagung
Locator Desa Sumberagung.png
Peta lokasi Desa Sumberagung
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Timur
Kabupaten Banyuwangi
Kecamatan Pesanggaran
Kodepos 68488
Luas ... km²
Jumlah penduduk ... jiwa
Kepadatan ... jiwa/km²

Sumberagung adalah sebuah nama desa di wilayah Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Sumberagung

Pembagian wilayah[sunting | sunting sumber]

Desa Sumberagung terdiri dari 4 dusun, yaitu:

  • Dusun Pancer
  • Dusun Rejoagung
  • Dusun Silirbaru
  • Dusun Sungailembu

Bentang Alam dan Budaya[sunting | sunting sumber]

Wilayah Desa Sumberagung terdiri dari permukiman warga, lahan pertanian dan wilayah pantai. Selain itu di desa ini juga terdapat Gunung Tumpangpitu yang mengandung emas, dan konon katanya pada zaman Blambangan dahulu pernah dijadikan tempat bertapa oleh Wong Agung Wilis.

Lahan pertaniannya, seperti pada umumnya lahan pertanian di desa ditanami padi dan palawija. Ada juga yang menanam komoditi kacang-kacangan, buah-buahan, kelapa dan kayu sengon, jati serta mahoni.

Garis pantainya yang cukup panjang diantaranya dijadikan objek wisata unggulan Kabupaten seperti Pulau Merah dan Pantai Wedi Ireng. Selain itu terdapat pelabuhan nelayan kecil di Pantai Pancer. Bagian pantai ini (terutama Pancer) ikut tersapu ombak Tsunami pada 3 Juni 1994. Maka dari itu di Pancer dibangun sebuah monumen peringatan tsunami.

Sosial Budaya[sunting | sunting sumber]

Seperti halnya desa-desa di bagian selatan Kabupaten Banyuwangi, penduduknya mayoritas adalah Suku Jawa yang menyukai kesenian campursari dan wayang. Penduduk suku Jawa ini berbahasa Jawa dialek Jawa Timur-an dengan sedikit asimilasi dengan Bahasa Banyuwangenan. Penduduk Suku Jawa ini diduga adalah orang-orang migrasi dari Kesultanan Mataram Islam yang dulunya pernah menguasai Blambangan. Maka dari itu banyak yang menyebut orang-orang ini sebagai Orang Mentaraman. Penduduk Desa Sumberagung mayoritas beragama Islam selain itu ada juga penduduk yang memeluk Agama Kristen dan sebagian kecil umat Hindu dan Budha.

Pada periode 2006-2011, saat berita mengenai kandungan emas di Gunung Tumpangpitu mulai menyeruak, banyak warga desa yang ikut-ikutan menambang emas di area ini dengan peralatan seadanya. Kegiatan penambangan ilegal ini sempat menimbulkan korban karena tertimbun galian. Beberapa usaha pernah dilakukan pihak berwenang untuk menutup dan menertibkan kegiatan penambangan liar ini. Hingga akhirnya kini area tambang tersebut dikelola oleh PT. Bumi Suksesindo. Dampak dari penambangan liar itu adalah, dimana banyak warga desa yang menemukan emas dari kegiatan itu dan menjadi kaya mendadak, pada masa itu warga beramai-ramai merenovasi rumah dari uang hasil penjualan emas.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Lembaga pendidikan yang ada di Desa Sumberagung adalah :

Galeri[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]