Bareng, Kabat, Banyuwangi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bareng
Kantordesabarengkabatbanyuwangi.jpeg
Kantor Desa Bareng
Locator Desa Barengbwi.png
Peta lokasi Desa Bareng
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenBanyuwangi
KecamatanKabat
Kodepos
68461
Kode Kemendagri35.10.14.2001 Edit the value on Wikidata
Luas... km²
Jumlah penduduk... jiwa
Kepadatan... jiwa/km²

Bareng adalah nama desa di wilayah Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Desa Bareng, kecamatan Kabat, Banyuwangi adalah salah satu desa tua yang pada zaman Perang Bayu bergolak juga menjadi saksi bisu perang yang banyak memakan biaya bagi VOC Belanda. Desa Bareng juga salah satu desa dari sekian desa yang memiliki warisan Kerajaan Blambangan. Nampak masih begitu kental bahasa Blambangan/Osing di daerah ini yang masih banyak dipakai penduduk setempat.

Di desa ini juga banyak terdapat makam-makam para prajurit yang gugur pada peristiwa Puputan Bayu di daerah Songgon, diantaranya makam Buyut Jaten dan makam Buyut Munir.

Pembagian Wilayah[sunting | sunting sumber]

Desa Bareng terdiri dari 2 dusun

  • Dusun Tembelang
  • Dusun Krajan

Nama nama Lurah pada masa Puputan Bayu[sunting | sunting sumber]

Nama desa dan lurahnya sebagaimana disebutkan dalam Babad Bayu Pupuh VI 11-20 sebagai berikut:[1]

  • Nama nama desa di wilayah Banglor adalah:
    • Dhadhap (Kidang Wulung)
    • Rewah Sanji (Kidang Wulung)
    • Suba/Kuwu (Kidang Wulung)
    • Songgon (Ki Sapi Gemarang)
    • Tulah (Ki Lempu Putih)
    • Kadhu (Ki Sidamarga)
    • Derwana (Ki Kendit Mimang)
    • Mumbul (Ki Rujak Sentul)
    • Tembelang (Ki Lembupasangan)
    • Bareng (Ki Kuda Kedhapan)
    • Balungbang (Ki Sumur Gumuling)
    • Lemahbang (Ki Suranata)
    • Gitik (Ki Rujak Watu)
    • Banglor (Ki Suragati)
    • Labancina (Ki Rujak Sinte)
    • Kabat (Ki Pandholan)
    • Kapongpongan (Ki Kamengan)
    • Welaran ( Ki Jeladri)
    • Tambong (Ki Reksa)
    • Bayalangun (Ki Sukanandi)
    • Desa Penataban (Ki Singadulan)
    • Majarata (Ki Maesandanu)
    • Cungking (Ki Jangkrik Suthil)
    • Jelun (Ki Lembu Singa), Banjar (Ki Bakul)
  • Sedangkan pada desa bagian selatan adalah:
    • Pegambuiran (Ki Serandil)
    • Ngandong (Ki Seja)
    • Cendana (Ki Kebo Waleri)
    • Kebakan (Ki Kebo Waluratu)
    • Cekar (Ki Gundol)
    • Gagenteng (Ki Kudha Serati)
    • Kadhal (Ki Jaran Sukah)
    • Sembulung (Ki Gagak Sitra)
    • Jajar (Ki Gajah Anguli)
    • Benculuk (Ki Macan Jingga)
    • Pelancahan (Ki Butangerik)
    • Keradenan (Ki Jala Sutra)
    • Gelintang (Ki Maesagethuk)
    • Grajagan (Ki Caranggesing)
  • Sedangkan desa di wilayah timur adalah:
    • Dhulangan Pruwa/Purwa (Ki Tulup Watangan)
    • Lalerangan (Ki Menjangan Kanin)
    • Mamelik (Ki Surya)
    • Papencan (Ki Bantheng Kanin)
    • Kelonthang (Ki Lembu Ketawan)
    • Repuwan (Ki Butanguri)
    • Rerampan (Ki Kidang Bunto)
    • Singalatrin (Ki Banyak Ngeremi).
  • Wilayah utara ada 2 desa, yaitu:
    • Jongnila (Ki Gagakngalup)
    • Konsul (Ki Maesasura)
  • Kemudian wilayah Ayang antara lain:
    • Bubuk (Ki Marga Supana)
    • Gebang (Ki Jangkrik Gondhul)
    • Gambor (Ki Bajuldahadhi)
    • Gembelang (Ki Butakorean)
    • Muncar (Ki Genok)
    • Bama (Ki Baluran)
    • Geladhag (Ki Margorupit)
    • Susuhan ( Ki Tambakboyo)
    • Ngalian (Ki Kidang Garingsing)
    • Tamansari (Ki Gajah Metha)
    • Danasuke (Ki Kebowadhuk)
    • Kalisuca (Ki Jaransari)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Babad Bayu (ditulis pada tahun 1826), Pupuh VI, 11-20, dalam Winarsih PA, op.cit., halaman 153-154

Pranala luar[sunting | sunting sumber]