Lompat ke isi

Ranuyoso, Lumajang

Ranuyoso
Dari atas ke bawah: Masjid Rahmat Wates Wetan; Pasar kaget Ranuyoso
Koordinat: 7°56′29″S 113°15′17″E / 7.9414°S 113.2547°E / -7.9414; 113.2547
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenLumajang
Pemerintahan
 • CamatArif Mustofa, S.AP.
Populasi
 (2024)
 • Total48.606 jiwa
Kode pos
67357
Kode Kemendagri35.08.20 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3508200 Suntingan nilai di Wikidata
Luas110,36 km²
Desa/kelurahan11
Peta interaktif
Peta

Ranuyoso adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Lumajang. Ranuyoso merupakan gerbang masuk Lumajang dari arah Probolinggo di utara, dan dilintasi jalan nasional yang menghubungkan ibu kota Lumajang dan Jember dengan Jalan Pantura. Jalan nasional di kecamatan ini dikenal dengan pasar tumpahnya yang ramai hingga menimbulkan kemacetan. Pasar tumpah berada di dua lokasi berbeda yaitu Pasar Kaget Ranuyoso di pusat kecamatan serta Pasar Gedang di Wates Wetan dekat perbatasan Probolinggo.[1][2] Kedua pasar tersebut dikenal sebagai sentra penjualan buah-buahan seperti pisang, kelapa, nangka, dan petai. Di antara banyak komoditas tersebut, yang paling populer adalah pisang terutama jenis pisang agung yang menjadi ikon hasil bumi dari Lumajang.[3][4] Ranuyoso juga dikenal dengan obyek wisatanya bernama Ranu Bedali. Danau tersebut terletak di kaki Gunung Lemongan dan masih satu gugusan dengan Ranu Klakah dan Ranu Pakis di Klakah.[5]

Peta administrasi Lumajang

Ranuyoso adalah kecamatan paling utara dari Kabupaten Lumajang. Geografinya sebagian besar berupa dataran rendah yang diapit oleh dua dataran tinggi yaitu Gunung Lemongan di timur serta lereng Semeru di barat. Desa terdekat dengan Lemongan adalah Alun-alun, sedangkan desa paling barat di lereng Semeru adalah Sawaran Lor yang terdapat jalur menuju Desa Sombo di Gucialit. Sebagian besar lahannya merupakan kawasan perkebunan terutama untuk komoditas tebu dan kelapa.

Sama seperti Klakah, Ranuyoso juga memiliki banyak maar atau kawah berbentuk lingkaran akibat aktivitas vulkanik dari Gunung Lemongan. Beberapa maar terisi air sehingga berubah menjadi danau atau ranu, yang paling terkenal adalah Ranu Bedali. Ranu Bedali bersama dengan Ranu Klakah dan Ranu Pakis di Klakah dikenal sebagai "segitiga ranu" yaitu gugusan tiga danau besar yang saling berdekatan dan menjadi ikon pariwisata Lumajang.

Batas wilayah Kecamatan Ranuyoso adalah sebagai berikut:[6]

Utara Kabupaten Probolinggo (Kecamatan Leces dan Tegalsiwalan)
Timur Kabupaten Probolinggo (Kecamatan Tiris) dan Gunung Lemongan
Selatan Kecamatan Klakah
Barat Kabupaten Probolinggo (Kecamatan Bantaran dan Kuripan) dan
Kecamatan Gucialit

Daftar desa dan dusun

[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Ranuyoso terdiri dari 11 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:[7]

No. Nama Kelurahan / Desa Nama Dusun atau Dukuh Ref
1 Alun-Alun Krajan, Darungan, Jambuan [7]
2 Jenggrong Krajan, Baka Tengah, Baka Utara, Gambang, Gemuling, Lumpang, Pagar Gunung, Palu, Tanah Gatel [7]
3 Meninjo Krajan, Kapuran, Kebonan, Klontong, Tegal Aeng [7]
4 Penawungan Krajan, Arongan, Curah Bindu, Karang Tengah, Kembang [7]
5 Ranubedali Krajan I, Krajan II, Gunturan, Gunung Cilik, Gunung Parang, Gunung Ridang, Wringinan [7][8]
6 Ranuyoso Krajan, Bulutangkur, Dapsulur, Kebonan [7]
7 Sumberpetung Krajan, Berca, Gunung Cilik [7]
8 Tegalbangsri Krajan, Karang Tengah, Timur Curah [7]
9 Wates Kulon Krajan, Bringinan, Curah Kates [7]
10 Wates Wetan Krajan, Gunung, Jarimun, Kopangan, Masjid [7]
11 Wonoayu Krajan, Darungan, Kembar, Langgar, Leces [7]

Tempat terkenal

[sunting | sunting sumber]
Stasiun Ranuyoso (2024)
Ranu Bedali
  • Pasar Kaget Ranuyoso
  • Pasar Gedang / Pasar Gunung Tengu - terletak di Desa Wates Wetan dekat perbatasan Probolinggo
  • Ranu Bedali
  • Stasiun Ranuyoso - stasiun kecil yang tidak melayani naik turun penumpang
  • Masjid Besar Al-Huda di pusat kecamatan
  • Masjid Rahmat - masjid besar di perbatasan Probolinggo
  • Puskesmas Ranuyoso

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ↑ Miftahul Huda (2025-12-26). "Ada Pasar Tumpah di Lumajang, Catat Jadwal dan Jalur Alternatif untuk Hindari Macet". KOMPAS.
  2. ↑ Alvioniza (2024-06-26). "Pasar Ranuyoso Masih Sering Bikin Macet". RADAR JEMBER.
  3. ↑ Nur Hadi Wicaksono (2025-04-03). "Pisang Agung Lereng Semeru Khas Lumajang, Cocok Dijadikan Oleh-oleh Pemudik". DETIK JATIM.
  4. ↑ Defri Werdiono (2025-06-13). "Singgah Sejenak di Pasar "Gedang" Lumajang". KOMPAS.
  5. ↑ "Wisata Viral Ranu Bedali Lumajang Bagaimana Kabarmu Kini..?". LUMAJANG SATU. 2023-02-23.
  6. ↑ Kabupaten Lumajang Dalam Angka 2025. BPS Kabupaten Lumajang. 2025-02-28.
  7. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 KEPUTUSAN BUPATI LUMAJANG NOMOR : 188.45/187/427.12/2022 TENTANG NOMOR REGISTER PERANGKAT DESA.
  8. ↑ "KKN UMD UNEJ Kelompok 177: Profil Desa Ranu Bedali Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang". KOMPASIANA. 2023-08-07.