Lompat ke isi

Rogojampi, Banyuwangi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Rogojampi
Pasar Rogojampi (2013)
Pasar Rogojampi (2013)
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenBanyuwangi
Pemerintahan
  CamatEdy Basuki, SE.
Populasi
 (2024)
  Total58.662 jiwa
Kode pos
68462
Kode Kemendagri35.10.13 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3510120 Suntingan nilai di Wikidata
Luas48,51 km²
Desa/kelurahan10
Peta
PetaKoordinat: 8°18′35.59165″S 114°17′32.56519″E / 8.3098865694°S 114.2923792194°E / -8.3098865694; 114.2923792194

Rogojampi adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Rogojampi merupakan salah satu pusat ekonomi penting di Banyuwangi. Letaknya yang berada di tengah kabupaten dan dilintasi berbagai jalur strategis membuatnya menjadi kota kecil yang ramai dan padat penduduk. Rogojampi memiliki fasilitas penting seperti Pasar Rogojampi, Stasiun Rogojampi, rumah sakit, serta terdapat berbagai pertokoan di sepanjang jalan raya.[1] Kecamatan ini dilintasi jalan penting yang menghubungkan pusat kota Banyuwangi di utara dengan Jember. Rogojampi juga berada di persimpangan jalur menuju Genteng di barat, Benculuk di selatan, dan Bandar Udara Banyuwangi di timur.

Kecamatan Rogojampi merupakan pusat dari Kawedanan Rogojampi pada zaman kolonial Belanda. Kawedanan Rogojampi adalah daerah pembantu bupati yang wilayahnya mencakup kecamatan di Banyuwangi bagian tengah seperti Kecamatan Rogojampi, Singojuruh, Kabat, dan Songgon.[2] Pasca kemerdekaan, kawedanan dihapuskan sehingga kecamatan berada langsung di bawah kabupaten. Bekas gedung kawedanan sekarang menjadi kantor camat Rogojampi.[3] Pada tahun 2017, Rogojampi bagian timur dimekarkan menjadi kecamatan baru bernama Blimbingsari. Sehingga sekarang Rogojampi tersisa 10 desa dan tidak lagi memiliki wilayah pantai.[4]

Peta lokasi Kecamatan Rogojampi

Rogojampi adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Banyuwangi bagian tengah. Geografinya berupa dataran rendah dan didominasi areal persawahan. Pusat keramaian Rogojampi berada di sepanjang jalan nasional. Sejak pemekaran Kecamatan Blimbingsari di tahun 2017, Rogojampi tidak lagi memiliki wilayah pantai. Walaupun berupa dataran rendah, Rogojampi juga memiliki banyak "gumuk" yaitu gundukan pasir setinggi bukit kecil yang tersebar di bagian selatan kecamatan seperti Desa Aliyan.

Batas wilayah Kecamatan Rogojampi adalah sebagai berikut:[5]

UtaraKecamatan Kabat
TimurKecamatan Blimbingsari
SelatanKecamatan Srono
BaratKecamatan Singojuruh

Daftar desa dan dusun

[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Rogojampi terdiri dari 10 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:

No. Nama Desa Nama Dusun atau Dukuh Ref
1 Aliyan Krajan, Bolot, Cempokosari, Damrejo, Kedawung, Sukodono, Temurejo [5]
2 Bubuk Krajan, Banje, Sukosari / Glundengan, Warengan [5]
3 Gitik Krajan, Sidomulyo, Sidorejo, Timurejo [5]
4 Gladag Krajan, Lateng, Susukan Kidul, Susukan Lor [5]
5 Karangbendo Krajan, Bades, Jajangsurat, Karanganyar, Pancoran [5]
6 Kedaleman Krajan, Karangsari, Kebondalem, Kepatihan, Petung, Puspan [5]
7 Lemahbangdewo Krajan, Kebalen Lor, Kebalen Kidul, Satriyan [5]
8 Mangir Krajan, Cengkokan, Kalicokol, Kapelaan, Sasakbomo, Sumbersari [5]
9 Pengatigan Krajan, Cangkring, Gurit, Lugjag [5]
10 Rogojampi Krajan, Jagalan, Lugonto, Maduran, Prejengan I, Prejengan II, Rogojampi Utara [5][6]

Tempat terkenal

[sunting | sunting sumber]
Dari atas ke bawah:
Masjid Besar Baiturohiem;
Stasiun Rogojampi (2023)

Institusi kesehatan

[sunting | sunting sumber]
  • RS Nahdlatul Ulama (RSNU) Banyuwangi
  • RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi
  • Puskesmas Gitik
  • Puskesmas Gladag

Pusat perbelanjaan

[sunting | sunting sumber]
  • Pasar Rogojampi
  • Mitra Swalayan
  • Bares Rogojampi

Lalu lintas

[sunting | sunting sumber]
Lalu lintas pusat kota Rogojampi

Dari arah utara (Ketapang, Situbondo, atau Banyuwangi) menuju ke Pantai Plengkung, Jajag, Benculuk, Genteng atau Jember: Untuk kendaraan pribadi (roda dua dan roda empat) bisa langsung melewati jalan arteri di depan Pasar Rogojampi. Sedangkan untuk kendaraan besar (truk dan bus) belok kiri pada simpang tiga timur SPBU Rogojampi, lalu belok kanan pada simpang tiga berikutnya (jika lurus menuju ke arah Pemandian Pancoran). Selanjutnya belok kanan lagi di simpang tiga berikutnya (jika belok kiri menuju ke arah Bandar Udara Blimbingsari) hingga tiba di simpang tiga Kantor Pos Rogojampi, lalu belok kiri melewati jembatan Lugonto.

Dari arah selatan (Jajag, Benculuk, Pesanggaran, Genteng, atau Jember) menuju ke Ketapang, Situbondo, atau Banyuwangi: untuk kendaraan pribadi (roda dua atau roda empat) belok kiri pada simpang tiga Kampung Madura lalu belok kanan pada simpang tiga berikutnya (jika lurus menuju ke arah Songgon), kemudian belok kanan lagi pada simpang tiga berikutnya (jika lurus menuju ke arah Stasiun Rogojampi) hingga tiba di simpang tiga selatan SPBU Rogojampi lalu belok kiri menuju Gitik.

Jika menuju ke Genteng, Glenmore, Kalibaru atau Jember. Untuk kendaraan pribadi (baik roda dua dan roda empat) dan kendaraan besar non-angkutan umum dianjurkan untuk belok ke arah barat dari traffic light Lincing (Patung Adipura) Rogojampi, melewati Gambor. Sedangkan untuk kendaraan besar seperti bus harus lurus terus melewati Benculuk dan Jajag.

Kebudayaan

[sunting | sunting sumber]
Keboan Aliyan

Salah satu kebudayaan Suku Osing yang masih dilestarikan di Rogojampi adalah Kebo-keboan atau Keboan. Desa Aliyan di Rogojampi dan Desa Alasmalang di Singojuruh adalah desa yang masih mempertahankan tradisi ini. Keboan Aliyan adalah tradisi yang dilaksanakan tiap bulan Sura atau Muharram sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan doa atas hasil pertanian yang melimpah. Keboan berupa arak-arakan masyarakat mengelilingi desa yang berperan seperti kerbau, lengkap dengan tanduknya dan berenang di kubangan lumpur. Masyarakat juga membuat umbul-umbul di sepanjang jalan desa. Selain memasang umbul-umbul, masyarakat juga mendirikan gapura yang terbuat dari bambu yang dihiasi janur dan hasil bumi.[7]

Darplok Rogojampi

Darplok adalah makanan khas yang dapat ditemukan di pusat kota Rogojampi. Darplok tercipta sekitar tahun 1980-an dan menjadi kuliner unik yang banyak dicari terutama pelajar sepulang sekolah. Darplok sendiri adalah singkatan dari "dadar ceplok" dan merupakan versi sederhana dari martabak telur. Darplok terbuat dari campuran tepung terigu, telur, dan mie bihun yang sudah matang, kemudian diberi tambahan penyedap rasa, garam, dan irisan daun bawang. Semua bahan dicampur menjadi satu lalu digoreng, kemudian disajikan dengan cara disiram saos yang diracik dengan campuran petis udang, gula merah, cabai, dan kecap.[8]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Titus Yohanes, ed. (2023-04-21). "Ekonomi Jelang Lebaran, Pasar Rogojampi Ramai Dikunjungi Warga". BANYUWANGI NEWS - SIGAP NEWS.
  2. [Administratieve indeling van Java en Madoera] - sheet 3 (Oost Java). Leiden University Libraries Digital Collections. 1936.
  3. Satria Pujangga (2025-03-26). "Cerita Kutha Rogojampi (Bagiyan 1)". BELAMBANGAN.com.
  4. "Banyuwangi Resmi Punya 25 Kecamatan". banyuwangikab.go.id. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. 2017-01-09.
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka 2025. BPS Kabupaten Jember. 2025-02-28.
  6. Yeni Rokhilawati (2022). "PEMANFAATAN POJOK LITERASI SEBAGAI SOLUSI DAMPAK PEMBELAJARAN DARING ERA COVID-19 UNTUK ANAK USIA 5-12 TAHUN DI DESA ROGOJAMPI". ABDI KAMI : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT. 5 (1). Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi. Diarsipkan dari asli tanggal 2024-09-11.
  7. "Keboan Aliyan, Tradisi Agraris Desa di Banyuwangi Agar Panen Berlimpah". banyuwangikab.go.id. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. 2019-09-08.
  8. Faizal R Arief, ed. (2024-10-13). "Mencicipi Darplok, Kuliner Legendaris Khas Rogojampi Banyuwangi". TIMES INDONESIA.