Kabat, Banyuwangi
Kabat | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Banyuwangi | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Teddy Radiansyah, S.STP. | ||||
| Populasi (2024) | |||||
| • Total | 67.074 jiwa | ||||
| Kode pos | 68461 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.10.14 | ||||
| Kode BPS | 3510130 | ||||
| Luas | 94,17 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 14 | ||||
| |||||
Kabat adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Kabat diapit oleh ibu kota Banyuwangi di utara dan Rogojampi di selatan. Wilayahnya dilintasi jalan nasional strategis dari arah Kabupaten Jember. Saat ini, Kabat memiliki jumlah desa terbanyak di Banyuwangi yakni sejumlah 14 desa.[1] Sebelumnya juga terdapat dua desa di Kabat yaitu Badean dan Sukojati yang bergabung dengan kecamatan baru bernama Blimbingsari pada tahun 2017.[2] Beberapa lokasi terkenal di Kabat diantaranya obyek wisata Banyuwangi Park dan RTH Kedayunan, serta perguruan tinggi negeri yaitu Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi).[3]
Kecamatan Kabat juga dikenal dengan peninggalan sejarahnya. Salah satunya adalah Situs Macan Putih di Desa Macanputih yang konon merupakan ibu kota Kerajaan Blambangan pada masa Prabu Tawangalun II di abad ke-17.[4] Peninggalan sejarah lainnya diantaranya Pabrik Gula Kabat, Stasiun Kabat, dan Stasiun Dadapan yang kondisinya sudah terbengkalai. Dahulu juga terdapat rute kereta yang menghubungkan Kabat dengan Stasiun Banyuwangi Lama yang sekarang juga tidak aktif.[5]
Geografi
[sunting | sunting sumber]
Kabat adalah kecamatan yang terletak tepat di selatan pusat kota Banyuwangi. Geografi Kabat mayoritas berupa dataran rendah yang lahannya didominasi areal persawahan dan tegalan yang ditanami komoditas seperti kelapa. Kabat memiliki garis pantai yang pendek dan berada di ujung timur yaitu Desa Pondoknongko. Bagian ujung barat Kabat seperti Desa Macanputih lokasinya agak tinggi dari desa lain di Kabat dan memiliki geografi perbukitan. Salah satu sungai utama di Kecamatan Kabat adalah Sungai Tambong yang berhilir di Pondoknongko.[6]
Batas wilayah Kecamatan Kabat adalah sebagai berikut:[1]
| Utara | Kecamatan Banyuwangi dan Kecamatan Glagah |
| Timur | Selat Bali dan Kecamatan Blimbingsari |
| Selatan | Kecamatan Singojuruh, Kecamatan Rogojampi, dan Kecamatan Blimbingsari |
| Barat | Kecamatan Licin dan Kecamatan Songgon |
Daftar desa dan dusun
[sunting | sunting sumber]Kecamatan Kabat terdiri dari 14 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan. Pada tahun 2017, dua desa yaitu Badean dan Sukojati bergabung dengan kecamatan baru bernama Blimbingsari. Desa dan dusun yang ada di Kecamatan Kabat sekarang yakni sebagai berikut:
| No. | Nama Desa | Nama Dusun atau Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Bareng | Krajan, Tembelang | [1] |
| 2 | Benelanlor | Krajan, Gumuksari, Popongan | [1] |
| 3 | Bunder | Krajan, Kelir, Mulyosari, Sangkur, Seruni | [1] |
| 4 | Dadapan | Krajan, Dadapan Utara, Secawan, Seguling | [1] |
| 5 | Gombolirang | Krajan, Ancar, Cungking, Kertosari, Sempu | [1] |
| 6 | Kabat | Krajan, Bodean, Karangrejo, Mantren | [1][7] |
| 7 | Kalirejo | Krajan, Jurangjero, Kepuh Wetan | [1] |
| 8 | Kedayunan | Krajan, Babakan | [1] |
| 9 | Labanasem | Krajan Barat (Gotan), Krajan Timur, Kawang, Laban Sukadi | [1] |
| 10 | Macanputih | Krajan, Bangeran, Banyuputih, Kopenlaban, Kopenlangi, Macanputih Utara, Malar, Sengkansamak, Sumberan | [1][8] |
| 11 | Pakistaji | Krajan, Dadapan, Kemangi, Kepuh, Sumberkepuh, Sumbersari | [1] |
| 12 | Pendarungan | Krajan, Gebud, Kertosari, Tamansari | [1] |
| 13 | Pondoknongko | Krajan, Kedawung, Palukuning | [1] |
| 14 | Tambong | Krajan, Kebonsari, Kejoyo | [1] |
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Salah satu kerajaan terpenting dalam sejarah Banyuwangi adalah Kerajaan Blambangan. Kerajaan tersebut mencapai puncak kejayaannya pada masa Prabu Tawangalun II yang memerintah hingga kematiannya di tahun 1691. Pada masa ini, diketahui ibu kota Blambangan berada di Desa Macanputih, Kecamatan Kabat yang sekarang dikenal sebagai Situs Macan Putih. Sebelum menjadi ibu kota, daerah Macanputih dahulu merupakan hutan belantara bernama Sudyamara. Prabu Tawang Alun II menyandang gelar Susuhunan Macan Putih dan dikenang sampai sekarang karena berjasa dalam mempertahankan kemerdekaan Blambangan dari kekuasaan Kesultanan Mataram.[4][9]
Pada masa kolonial Belanda, wilayah Kabat pernah dibangun berbagai infrastruktur penting seperti Pabrik Gula Kabat, Stasiun Kabat, dan Stasiun Dadapan. Pabrik Gula Kabat diketahui merupakan salah satu pabrik gula yang pertama kali berdiri di Banyuwangi sekitar akhir abad ke-19, hampir bersamaan dengan berdirinya PG Rogojampi dan Sukowidi.[10] Infrastruktur lainnya adalah Stasiun Kabat dan Dadapan yang dilintasi rute Kabat-Banyuwangi Lama. Stasiun Kabat dibuka pada tahun 1903, tetapi karena kurang populer akhirnya ditutup pada tahun 1988 dan sekarang kondisinya terbengkalai.[5]
Galeri
[sunting | sunting sumber]- Reruntuhan Stasiun Kabat
- Tampak depan Stasiun Kabat
- Stasiun Dadapan yang sekarang telah menjadi rumah warga
Tempat terkenal
[sunting | sunting sumber]
- Banyuwangi Park
- RTH Kedayunan
- Air terjun Antogan
- Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi)
- RSI Fatimah Banyuwangi
- Puskesmas Kabat
Peninggalan sejarah
[sunting | sunting sumber]- Situs Macan Putih
- Monumen Prabu Tawangalun di Desa Macanputih
- Eks-Pabrik Gula Kabat
- Eks-Stasiun Kabat
- Eks-Stasiun Dadapan
Galeri
[sunting | sunting sumber]- Jembatan Kali Tambong
- Gerbang menuju situs Macanputih, di selatan Jembatan Kali Tambong
- Penunjuk arah di depan Politeknik Negeri Banyuwangi
- Pemandangan Desa Macanputih
- Poliwangi terlihat dari kejauhan
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka 2025. BPS Kabupaten Jember. 2025-02-28.
- ↑ "11 Ribu Lebih KK Warga Blimbingsari Telah Terbit". banyuwangikab.go.id. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. 2017-01-23.
- ↑ Vira Irawati (2024-07-19). "Tempat Nge-chill Seru di RTH Kedayunan Banyuwangi". TIMES INDONESIA.
- 1 2 Risa Herdahita Putri (2020-05-22). "Mencari Jejak Kejayaan Blambangan". HISTORIA.
- 1 2 Susi Ivvaty (2016-03-19). "Susur Rel: Tentang Banyuwangi-Benculuk". KOMPAS.
- ↑ Ayu Lestari (2023-11-19). "Salah Satu yang Terbesar di Banyuwangi, Debit Sungai Tambong Pun Menyusut Gegara Fenomena El Nino". RADAR BANYUWANGI.
- ↑ "Website Resmi Desa Kabat - Kabupaten Banyuwangi". kabat.desa.id. Pemerintah Desa Kabat. Diakses tanggal 2026-01-16.
- ↑ "KEPUTUSAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 188/337/KEP/429.011/2018 TENTANG PERESMIAN KEANGGOTAAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DESA MACANPUTIH KECAMATAN KABAT KABUPATEN BANYUWANGI" (PDF).
- ↑ Margana, S. (2007). "Java's last frontier : the struggle for hegemony of Blambangan, c.1763-1813". Leiden University Scholarly Publications (Doctoral Thesis).
- ↑ BANYUWANGI CONNECT, ed. (2017-11-21). "Pabrik Gula Kabat yang Pertama Berdiri di Banyuwangi Pada 1891". KUMPARAN.
