Lompat ke isi

Kabat, Banyuwangi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabat
Situs Macan Putih
Situs Macan Putih
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenBanyuwangi
Pemerintahan
  CamatTeddy Radiansyah, S.STP.
Populasi
 (2024)
  Total67.074 jiwa
Kode pos
68461
Kode Kemendagri35.10.14 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3510130 Suntingan nilai di Wikidata
Luas94,17 km²
Desa/kelurahan14
Peta
PetaKoordinat: 8°15′56″S 114°18′48″E / 8.26556°S 114.31333°E / -8.26556; 114.31333

Kabat adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Kabat diapit oleh ibu kota Banyuwangi di utara dan Rogojampi di selatan. Wilayahnya dilintasi jalan nasional strategis dari arah Kabupaten Jember. Saat ini, Kabat memiliki jumlah desa terbanyak di Banyuwangi yakni sejumlah 14 desa.[1] Sebelumnya juga terdapat dua desa di Kabat yaitu Badean dan Sukojati yang bergabung dengan kecamatan baru bernama Blimbingsari pada tahun 2017.[2] Beberapa lokasi terkenal di Kabat diantaranya obyek wisata Banyuwangi Park dan RTH Kedayunan, serta perguruan tinggi negeri yaitu Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi).[3]

Kecamatan Kabat juga dikenal dengan peninggalan sejarahnya. Salah satunya adalah Situs Macan Putih di Desa Macanputih yang konon merupakan ibu kota Kerajaan Blambangan pada masa Prabu Tawangalun II di abad ke-17.[4] Peninggalan sejarah lainnya diantaranya Pabrik Gula Kabat, Stasiun Kabat, dan Stasiun Dadapan yang kondisinya sudah terbengkalai. Dahulu juga terdapat rute kereta yang menghubungkan Kabat dengan Stasiun Banyuwangi Lama yang sekarang juga tidak aktif.[5]

Peta lokasi Kecamatan Kabat

Kabat adalah kecamatan yang terletak tepat di selatan pusat kota Banyuwangi. Geografi Kabat mayoritas berupa dataran rendah yang lahannya didominasi areal persawahan dan tegalan yang ditanami komoditas seperti kelapa. Kabat memiliki garis pantai yang pendek dan berada di ujung timur yaitu Desa Pondoknongko. Bagian ujung barat Kabat seperti Desa Macanputih lokasinya agak tinggi dari desa lain di Kabat dan memiliki geografi perbukitan. Salah satu sungai utama di Kecamatan Kabat adalah Sungai Tambong yang berhilir di Pondoknongko.[6]

Batas wilayah Kecamatan Kabat adalah sebagai berikut:[1]

UtaraKecamatan Banyuwangi dan Kecamatan Glagah
TimurSelat Bali dan Kecamatan Blimbingsari
SelatanKecamatan Singojuruh, Kecamatan Rogojampi, dan Kecamatan Blimbingsari
BaratKecamatan Licin dan Kecamatan Songgon

Daftar desa dan dusun

[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Kabat terdiri dari 14 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan. Pada tahun 2017, dua desa yaitu Badean dan Sukojati bergabung dengan kecamatan baru bernama Blimbingsari. Desa dan dusun yang ada di Kecamatan Kabat sekarang yakni sebagai berikut:

No. Nama Desa Nama Dusun atau Dukuh Ref
1 Bareng Krajan, Tembelang [1]
2 Benelanlor Krajan, Gumuksari, Popongan [1]
3 Bunder Krajan, Kelir, Mulyosari, Sangkur, Seruni [1]
4 Dadapan Krajan, Dadapan Utara, Secawan, Seguling [1]
5 Gombolirang Krajan, Ancar, Cungking, Kertosari, Sempu [1]
6 Kabat Krajan, Bodean, Karangrejo, Mantren [1][7]
7 Kalirejo Krajan, Jurangjero, Kepuh Wetan [1]
8 Kedayunan Krajan, Babakan [1]
9 Labanasem Krajan Barat (Gotan), Krajan Timur, Kawang, Laban Sukadi [1]
10 Macanputih Krajan, Bangeran, Banyuputih, Kopenlaban, Kopenlangi, Macanputih Utara, Malar, Sengkansamak, Sumberan [1][8]
11 Pakistaji Krajan, Dadapan, Kemangi, Kepuh, Sumberkepuh, Sumbersari [1]
12 Pendarungan Krajan, Gebud, Kertosari, Tamansari [1]
13 Pondoknongko Krajan, Kedawung, Palukuning [1]
14 Tambong Krajan, Kebonsari, Kejoyo [1]
Monumen Prabu Tawung Alun di Macan Putih

Salah satu kerajaan terpenting dalam sejarah Banyuwangi adalah Kerajaan Blambangan. Kerajaan tersebut mencapai puncak kejayaannya pada masa Prabu Tawangalun II yang memerintah hingga kematiannya di tahun 1691. Pada masa ini, diketahui ibu kota Blambangan berada di Desa Macanputih, Kecamatan Kabat yang sekarang dikenal sebagai Situs Macan Putih. Sebelum menjadi ibu kota, daerah Macanputih dahulu merupakan hutan belantara bernama Sudyamara. Prabu Tawang Alun II menyandang gelar Susuhunan Macan Putih dan dikenang sampai sekarang karena berjasa dalam mempertahankan kemerdekaan Blambangan dari kekuasaan Kesultanan Mataram.[4][9]

Pada masa kolonial Belanda, wilayah Kabat pernah dibangun berbagai infrastruktur penting seperti Pabrik Gula Kabat, Stasiun Kabat, dan Stasiun Dadapan. Pabrik Gula Kabat diketahui merupakan salah satu pabrik gula yang pertama kali berdiri di Banyuwangi sekitar akhir abad ke-19, hampir bersamaan dengan berdirinya PG Rogojampi dan Sukowidi.[10] Infrastruktur lainnya adalah Stasiun Kabat dan Dadapan yang dilintasi rute Kabat-Banyuwangi Lama. Stasiun Kabat dibuka pada tahun 1903, tetapi karena kurang populer akhirnya ditutup pada tahun 1988 dan sekarang kondisinya terbengkalai.[5]

Tempat terkenal

[sunting | sunting sumber]
Kantor Camat Kabat (2013)

Peninggalan sejarah

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka 2025. BPS Kabupaten Jember. 2025-02-28.
  2. "11 Ribu Lebih KK Warga Blimbingsari Telah Terbit". banyuwangikab.go.id. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. 2017-01-23.
  3. Vira Irawati (2024-07-19). "Tempat Nge-chill Seru di RTH Kedayunan Banyuwangi". TIMES INDONESIA.
  4. 1 2 Risa Herdahita Putri (2020-05-22). "Mencari Jejak Kejayaan Blambangan". HISTORIA.
  5. 1 2 Susi Ivvaty (2016-03-19). "Susur Rel: Tentang Banyuwangi-Benculuk". KOMPAS.
  6. Ayu Lestari (2023-11-19). "Salah Satu yang Terbesar di Banyuwangi, Debit Sungai Tambong Pun Menyusut Gegara Fenomena El Nino". RADAR BANYUWANGI.
  7. "Website Resmi Desa Kabat - Kabupaten Banyuwangi". kabat.desa.id. Pemerintah Desa Kabat. Diakses tanggal 2026-01-16.
  8. "KEPUTUSAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 188/337/KEP/429.011/2018 TENTANG PERESMIAN KEANGGOTAAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DESA MACANPUTIH KECAMATAN KABAT KABUPATEN BANYUWANGI" (PDF).
  9. Margana, S. (2007). "Java's last frontier : the struggle for hegemony of Blambangan, c.1763-1813". Leiden University Scholarly Publications (Doctoral Thesis).
  10. BANYUWANGI CONNECT, ed. (2017-11-21). "Pabrik Gula Kabat yang Pertama Berdiri di Banyuwangi Pada 1891". KUMPARAN.