Hadiwarno, Ngadirojo, Pacitan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Hadiwarno
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenPacitan
KecamatanNgadirojo
Kodepos
63572
Kode Kemendagri35.01.11.2002 sunting
Luas749,60 Ha
Jumlah penduduk3.869 jiwa
Kepadatan5,16 jiwa/Ha

Hadiwarno adalah sebuah desa di kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Indonesia. Desa Hadiwarno letaknya tidak terlalu dari jauh dari Pacitan Kota yaitu 38 KM. Jarak dengan ibu kota Provinsi Jawa Timur, Surabaya, sejauh 400 KM. Sedangkan jarak dari pemerintah kecamatan sejauh 5 KM. Mata pencaharian yang utama di Desa Hadiwarno yaitu di bidang pertanian dan perkebunan serta perikanan dan pertambakan. Desa Hadiwarno merupakan sebuah desa swakarya yaitu transisi atau peralihan dari desa swadaya menuju desa swasembada dengan ciri-ciri:

  1. Kebiasaan atau adat istiadat sudah tidak mengikat penuh.
  2. Sudah mulai menpergunakan alat-alat dan teknologi
  3. Desa swakarya sudah tidak terisolasi lagi walau letaknya jauh dari pusat perekonomian.
  4. Telah memiliki tingkat perekonomian, pendidikan, jalur lalu lintas dan prasarana lain.
  5. Jalur lalu lintas antara desa dan kota sudah agak lancar.

Pembagian Administratif Padukuhan (Dusun)[sunting | sunting sumber]

Dalam wilayah desa dapat dibagi atas dusun atau padukuhan, yang merupakan bagian wilayah kerja pemerintahan desa dan ditetapkan dengan peraturan desa. Di Desa Hadiwarno terdapat 9 dusun, yaitu:

Tabel Daftar Dusun di Desa Hadiwarno
No Nama Jumlah RT Jumlah RW
1 Pucung Kulon
2 Pucung Wetan
3 Sogo
4 Doko
5 Kangkung
6 Damas
7 Kebondalem
8 Bondalem
9 Taman

Geografi[sunting | sunting sumber]

Di utara Desa Hadiwarno berbatasandengan Desa Hadiluwih. Di sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia. Di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Sidomulyo. Di sebelah Timur berbatasan dengan Desa Pager Kidul. Bentangan wilayahnya meliputi dataran rendah, dataran tinggi, berbukit-bukit, pesisir pantai, aliran sungai dan bantaran sungai.

Potensi Desa[sunting | sunting sumber]

Potensi Fisik[sunting | sunting sumber]

Potensi alam pada Desa Hadiwarno sangat beragam. Kondisi tanah yang ada yaitu berwarna kuning dan hitam, dengan tekstur lampungan dan berpasir yang memiliki tingkat kemiringan tanah sebesar 300. Ketinggian tanah Desa Hadiwarno yaitu antara 5-150 meter di atas permukaan laut. Banyaknya curah hujan dalam 1 tahun yaitu 2.200 mm. Keadaan suhu rata-rata yaitu 300C dengan kelembapan sebesar 60%. Bahan galian yang ditemukan meliputi batu kapur, pasir serta batu gamping.

Komoditas pangan yang dihasilkan meliputi jagung, kacang kedelai, kacang tanah, kacang panjang, padi, ubi kayu, mangga, pisang, semangka. Hasil perkebunannya meliputi kelapa, kopi, cengkeh, coklat. Hasil hutannya meliputi akasia, bambu, jati, mahoni, arang dan madu lebah. Di pesisir pantainya juga banyak ditanaman tanaman mangrove.

Komoditas ternak yang dihasilkan meliputi sapi, ayam kampung, serta lebah madu. Untuk komoditas perikanannya meliputi tuna, tongkol, hiu, kakap, tenggiri, pari, kembung, kerapu, layur, udang, kepiting, lele, patin, nila, gurame, belut dan rumput laut. Untuk hewan liar yang masih berada di Desa Hadiwarno yaitu babi hutan, monyet ekor panjang, ular welang, ular weling, biawak, ikan glodok.

Potensi Non-fisik[sunting | sunting sumber]

Potensi non fisik, meliputi; masyarakat desa, lembaga-lembaga sosial desa, dan aparatur desa, Masyarakat desa yang ada sebagian besar merupakan warga asli Pacitan, hanya sebagaian orang yanng merupakan pendatang. Lembaga sosial desa yang ada terdiri Badan Permusyawaratan Desa (BPD), LKMD, PKK, Karang Taruna, GAPOKTAN, dan Lembaga Adat. Aparatur desa terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kepala Seksi Pemerintahan, Kepala Seksi Pembangunan, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat, Kepala Seksi Umum dan Kepala Seksi Keuangan.

Potensi Wisata[sunting | sunting sumber]

Desa Hadiwarno memiliki beberapa tempat yang berpotensi dijadikan sebagai lokasi wisata. Beberapa diantaranya telah dijadikan sebagai lokasi wisata.

Pantai Taman[sunting | sunting sumber]

Pantai ini merupakan salah satu pantai yang terdapat pada Desa Hadiwarno, tepatnya di Dusun Taman. Sebagian pantai ini telah dikomersilkan menjadi salah satu destinasi pariwisata.

Flying Fox[sunting | sunting sumber]

Flying fox ini merupakan yang terpanjang di Indonesia dengan panjang 450 m. Pengunjung harus mendaki tebing untuk menaikinya. Walaupun butuh perjuangan untuk mencapainya akan tetapi keindahan pantai taman yang tersaji saat berada di atas tebing sangat indah.

Kolam Renang Pemandian Umum[sunting | sunting sumber]

Kolam renang ini berlokasi pada Dusun Taman, masih berada satu kawasan dengan Pantai Taman. Walaupun berada pada bibir pantai, kolam renang ini merupakan kolam renang air tawar. Airnya bersumber dari salah satu mata air yang bernama Sendang Ayu, yang berada di dekat tebing.

Konservasi Penyu[sunting | sunting sumber]

Konservasi penyu berlokasi pada Dusun Taman, masih berada satu kawasan dengan Pantai Taman dan Kolam Renang. Konservasi penyu ini berusaha melestarikan penyu dengan cara membantu penjagaan ketika penyu mendarat, proses penetasan penyu hingga pelepasan tukik. Selain itu, terdapat beberapa ekor penyu yang ditampilkan guna mengenalkan kepada masyarakat akan penyu. Diharapkan nantinya setelah mengenal penyu tumbuh rasa untuk menjaga keberadaan penyu.

Konservasi Bakau[sunting | sunting sumber]

Konservasi bakau berada pada Dusun Kangkung. Konservasi bakau ini berlangsung pembudidayaan dan penanaman bakau yang bertujuan untuk mencegah terjaddinya abrasi. Pada tempat ini terdapat beberapa hewan unik sejenis kepiting. Lokasinya berada di pantai dengan pemandangan yang cukup eksotis.

Pantai Centakan[sunting | sunting sumber]

Pantai centakan ini berada pada Dusun Damas. Namun, jalan untuk menuju pantai ini masih belum cukup baik. Tapi terbayarkan dengan pemandangan pantai yang sangat indah.

Goa[sunting | sunting sumber]

Pacitan dikenal dengan sebutan 1001 goa. Salah satunya berada di Dusun Damas, yaitu Goa. Goa ini merupakan goa vertikal dimana di dalamnya terdapat aliran air. Salah satu mulut goa berada di dekat persawahan, dan bermuara pada Pantai Centakan.

Jika potensi dimanfaatkan dengan baik, desa akan berkembang dan desa akan memiliki fungsi, bagi daerah lain maupun bagi kota.