Gadingkulon, Dau, Malang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Gadingkulon
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Timur
Kabupaten Malang
Kecamatan Dau
Pemerintahan
 • Kepala desa suheriyanto
Kodepos 65151
Luas 453 km2
Jumlah penduduk 3.676 jiwa
Kepadatan 811 jiwa/km2
Sekelompok anak di Dusun Princi.

Gadingkulon adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Desa Gading Kulon terdiri dari 3 Dusun, yaitu dusun Krajan, dusun Sempu dan dusun Princi dan dibagi menjadi 22 RT. Desa Gading Kulon mepunyai luas tanah 453 km2 dengan jumlah penduduk 3.676 jiwa. Dan kepadatan penduduk 811 jiwa/km2. Rata-rata mata pencaharian masyarakat Desa Gading Kulon adalah Petani dan Peternak.

Wisata yang terdapat di Gading kulon adalah wisata holtikultura yang meliputi pengelolaan lahan jeruk, pengelolaan air terjun di tengah hutan negara, sistem terasering, pembibitan berbagai jenis tanaman, tanaman toga dan warung organik dari sumber lokal langsung dari lahan warga sekitar. Lahan tanaman Jeruk di Desa Gading Kulon adalah lahan yang terluas di daerah kecamatan Dau. Selain lahan Jeruk, Desa Gading Kulon memliki air terjun yang diresmikan oleh Bapak Bupati H. Sujud Pribadi pada bulan Agustus 2005 yang diberi nama “Air Terjun Parang Tejo” yang terletak di dusun Princi dan berbatasan dengan Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu dan Kabupaten Blitar. Air Terjun tersebut terletak di Lereng Gunung Batok dengan ketinggian air terjun 100 m. Sistem terasering yang ada di Desa Gading Kulon mempunyai peran penting dalam bidang pertanian. Pembibitan berbagai jenis tanaman di Desa Gading Kulon berfungsi sebagai pelestarian hutan yang berfungsi untuk munutupi permukaan kulit bumi. dalam rangka pelestarian sumber daya alam, lingkungan hidup, pola hidup sehat, di Desa Gading Kulon melestarikan tanaman TOGA dan warung organik yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Namun, semua potensi wisata yang ada belum dapat dikelola dengan baik. Hal ini dikarenakan sarana dan pra-sarana belum memadai, selain itu perambahan hutan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab telah memperparah kondisi hutan yang awalnya indah menjadi gundul dan rusak.