Dadaprejo, Junrejo, Batu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Dadaprejo
Kelurahan
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Timur
Kota Batu
Kecamatan Junrejo
Kodepos 65323
Luas 179,427 Ha
Jumlah penduduk 5998 (tahun 2012)
Kepadatan -

Dadaprejo adalah sebuah Kelurahan di wilayah Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Sebelum berubah statusnya menjadi Kelurahan, Dadaprejo adalah sebuah Desa di wilayah Kecamatan Junrejo Kota Batu. Berdasarkan PERDA Kota Batu Nomor 13 Tahun 2010 Tanggal 18 Nopember 2010 tentang Perubahan Status Desa Dadaprejo menjadi Kelurahan Dadaprejo (Lembaran Daerah Kota Batu Tahun 2010 Nomor 1/E ), Dadaprejo adalah sebuah Desa di Wilayah Kecamatan Junrejo Kota Batu. Sejak terbentuk pada tahun 1870 sebagai organisasi pemerintahan, Dadaprejo yang kala itu masih menjadi wilayah Kecamatan Dau Kabupaten Malang tersebut merupakan gabungan dari 4 (empat) Dusun, yaitu, Dusun Dadaptulis Utara, Dadaptulis Dalam, Dusun Areng–Areng dan Dusun Karangmloko.

1. Legenda Asal Usul Desa Dadaprejo

Berawal dari terdamparnya sebuah pohon besar karena peristiwa banjir bandang, masyarakat yang sedang menata kembali peradaban mereka akibat bencana alam ini, mendapati sebuah Pohon besar terdampar. Pohon itu bernama Pohon Dadap. Kabar terdamparnya pohon Dadap ini tersiar cepat dari mulut ke mulut hingga mengakibatkan masyarakat dari daerah berdatangan untuk membuktikan.

Semakin lama makin banyak masyarakat mengunjungi pohon tersebut. Di setiap kunjungan mereka tidak lupa memberi tanda sesuatu pada Pohon. Bagi masyarakat periode berikutnya, tanda-tanda itu diartikan sebagai bentuk tulisan. Hingga mereka kemudian menyebutnya sebagai Dadaptulis.

Perjalanan waktu mengisi hari-hari terbentuknya peradaban masyarakat bekas-bekas wilayah kekuasaan Singhasari yang telah berpindah ke Pemerintah Kolonial Belanda, kala itu. Sementara Dadaptulis sudah dikenal dan semakin ramai dikunjungi orang. Sebagian dari mereka ada yang menetap dan menyebar disekitar Dadaptulis.

Persebaran kelompok masyarakat tersebut hingga kearah selatan dan Timur Dadaptulis. Di sana mereka mendapati bekas-bekas arang (areng, batang pohon yang dibakar dan berwarna hitam), sisa peradaban masa pasca terdamparnya Pohon Dadap. Karena itu, tempat mengelompoknya masyarakat didaerah yang banyak terdapat arang tersebut kemudian dikenal dengan Areng-Areng.

Sementara itu, pengelompokan orang yang membentuk komunitas dan menyebar ke arah lain, menempati hamparan tanah yang banyak ditumbuhi Pohon Kemloko, dan seiring dengan perjalanan waktu, tempat kelompok masyarakat berdiam dan menetap di hamparan tanah subur tersebut kemudian dikenal dengan Karangmloko hingga sekarang.

1. Sejarah Pemerintahan Dadaprejo

Putri Larmani, seorang Putri dari Keraton Solo, Konon dikenal masyarakat Dadaprejo sebagai tokoh sentral cikal bakal dimulainya sebuah pemerintahan Dadaprejo, meskipun belum tercatat sebagai sebuah pemerintahan. Tetapi, melalui Putri Keraton ini, benih pemerintahan dan kepemimpinan diajarkan ke generasi berikutnya, yaitu Pronoyudo sebagai Kepala Pemerintahan Desa Pertama yang terlembagakan, dan hingga kini masuk dalam kronologis era kepemimpinan Dadaprejo. Bahkan guna mengenang dan menghargai jasa-jasa kepemimpinannya, nama Pronoyudo kini dijadikan nama Jalan tempat Kantor Kelurahan sekarang berdiri.

B. BATAS WILAYAH

Sebelah Utara Berbatasan dengan Desa Pendem Kec.Junrejo Kota Batu.

Sebelah Selatan Berbatasan dengan Desa Mulyoagung Kec.Dau Kab.Malang.

Sebelah Timur Berbatasan dengan Desa Sumber Sekar Kec.Dau Kab. Malang.

Sebelah Barat Berbatasan dengan Desa Mojorejo Kec. Junrejo Kota Batu dan Desa Junrejo Kec.Junrejo Kota Batu