Masangankulon, Sukodono, Sidoarjo
Masangankulon | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Sidoarjo | ||||
| Kecamatan | Sukodono | ||||
| Kode pos | 61258 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.15.14.2017 | ||||
| Luas | 2,03 km² | ||||
| Jumlah penduduk | ... jiwa | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| |||||
Masangankulon adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Desa ini merupakan bagian dari kawasan Masangan yang terbagi menjadi dua wilayah administratif, yaitu Masangankulon di bagian barat dan Masanganwetan di bagian timur.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Nama Masangan diperkirakan telah ada sejak masa kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Timur. Dalam Prasasti Kancana berangka tahun 782 Saka atau 860 Masehi yang dikeluarkan oleh Raja Rakai Kayuwangi dari Kerajaan Medang, disebutkan nama I Pamasangan sebagai salah satu desa yang hadir sebagai saksi penetapan status sima untuk Desa Bungur Lor.[1][2]
Wilayah Masangan diperkirakan berkembang sebagai kawasan pertanian di daerah delta Sungai Brantas yang menjadi penyangga wilayah pesisir Jawa Timur sejak masa kerajaan-kerajaan kuno hingga Kerajaan Majapahit. Seiring perkembangan penduduk dan administrasi wilayah, kawasan Masangan kemudian terbagi menjadi dua desa, yaitu Masangankulon di bagian barat dan Masanganwetan di bagian timur.
Pada masa kolonial Hindia Belanda, masyarakat desa sebagian besar bekerja di sektor pertanian, terutama padi dan tebu. Setelah kemerdekaan Indonesia, perkembangan permukiman meningkat seiring pertumbuhan kawasan metropolitan Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.
Geografi
[sunting | sunting sumber]Desa Masangankulon terletak di wilayah Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Desa ini berada di kawasan dataran rendah yang didominasi permukiman dan lahan pertanian.
Luas wilayah Masangankulon sekitar 2,03 km² atau sekitar 5,39% dari total luas Kecamatan Sukodono.[3]
Ekonomi
[sunting | sunting sumber]Perekonomian masyarakat Masangankulon didominasi oleh sektor perdagangan, usaha kecil menengah, jasa, dan pertanian. Sebagian penduduk juga bekerja di kawasan industri dan perkotaan sekitar Sidoarjo dan Surabaya.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Hari Jadi Pagesangan Telah Ditetapkan Berdasarkan Prasasti Kancana". Detik Jatim. 7 Desember 2023.
- ↑ "Bikin Replika Prasasti Kancana, Hari Jadi Pagesangan Resmi 31 Oktober". Begandring Soerabaia. 2024.
- ↑ Masterplan Pengelolaan Persampahan Kabupaten Sidoarjo, Kecamatan Sukodono dalam Angka 2013.
