Lompat ke isi

Puspo, Pasuruan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Puspo
Bukit Red Flower
Bukit Red Flower
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenPasuruan
Pemerintahan
  CamatEddy Santoso, SE., MM.
Populasi
 (2024)
  Total28.762 jiwa
Kode pos
67176
Kode Kemendagri35.14.03 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3514030 Suntingan nilai di Wikidata
Luas58,35 km²
Desa/kelurahan7
Peta
PetaKoordinat: 7°50′5″S 112°52′21″E / 7.83472°S 112.87250°E / -7.83472; 112.87250

Puspo adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Puspo berada di salah satu jalur utama menuju kawasan wisata Gunung Bromo, tepatnya di Jalan Raya Bromo yang menghubungkan Kota Pasuruan dengan Tosari. Puspo memiliki jumlah penduduk sekitar 28 ribu jiwa pada tahun 2024, sehingga membuatnya menjadi kecamatan dengan penduduk paling sedikit kedua di Pasuruan setelah Tosari.[1] Kecamatan Tosari sendiri merupakan hasil pemekaran dari Puspo pada tahun 1982. Setelah pemekaran tersebut, Puspo tersisa 7 desa yang menjadikannya sebagai kecamatan dengan desa paling sedikit di Kabupaten Pasuruan.[2]

Puspo adalah salah satu kecamatan di Pasuruan yang dihuni oleh Suku Tengger. Suku tersebut adalah kelompok masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Bromo. Hal tersebut membuat Puspo menjadi kecamatan yang memiliki umat Hindu terbanyak ketiga di Pasuruan setelah Tosari dan Tutur (Nongkojajar), yaitu sekitar 900 jiwa pada tahun 2024.[1] Puspo dikenal sebagai salah satu sentra susu sapi perah di Kabupaten Pasuruan.[1][3]

Peta administrasi Kecamatan Puspo

Puspo adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Pasuruan bagian selatan dengan geografi yang didominasi oleh dataran tinggi di lereng Gunung Bromo. Wilayahnya banyak berupa hutan, tetapi juga ada yang dijadikan lahan pertanian untuk komoditas seperti kentang dan aneka ragam sayur-mayur.[4] Puspo juga merupakan salah satu sentra susu sapi perah di Kabupaten Pasuruan. Sebagian besar wilayah Puspo berada di utara Kecamatan Tosari, namun ada juga desa yang wilayahnya memanjang hingga mendekati Bromo yaitu Desa Keduwung.

Batas wilayah Kecamatan Puspo adalah sebagai berikut:[1]

UtaraKecamatan Pasrepan
TimurKecamatan Lumbang
SelatanKecamatan Tosari
BaratKecamatan Tutur

Daftar desa dan dusun

[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Puspo merupakan kecamatan dengan desa paling sedikit di Kabupaten Pasuruan. Puspo terdiri dari 7 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:[5]

No. Nama Desa Nama Dusun atau Dukuh Ref
1 Jangjangwulung Krajan, Blorong, Cikur, Delik, Kesaren, Kopek, Lasgung, Pagerdulang, Sembung [5]
2 Jimbaran Jimbaran, Jambu, Jurang Kecambah, Kebonsari, Rejosari, Setro, Tanjek Kulon, Tanjek Wetan [5][6]
3 Keduwung Keduwung, Krajan, Jambangan [5]
4 Kemiri Kemiri, Jawar, Lemah Dukur, Pangloan, Penganti, Sereng [5]
5 Palang Sari Palangsari, Krajan, Grinting, Gudelan, Jabon, Jeglong, Narum, Ngadi, Ngawas, Tiyangrejo, Tulaksono [5]
6 Puspo Krajan Kulon, Krajan Wetan, Krajan Kidul, Gondosuli, Kebontengah, Punjul, Sentong, Tegalanyar [5][7]
7 Pusung Malang Pusung Malang, Jagung Sromo, Kenongo, Mangu, Wonogriyo [5]

Tempat terkenal

[sunting | sunting sumber]
Kantor Kecamatan Puspo
  • Pasar Puspo
  • Air terjun Rambut Moyo
  • Air terjun Glongsor
  • Bukit Red Flower
  • KUD Sembada Puspo - koperasi susu perah besar di Desa Puspo yang rutin menyuplai susu ke perusahaan besar seperti PT Nestle Indonesia.[3]
  • Puskesmas Puspo

Pada zaman kolonial Belanda, Puspo adalah jalur penting untuk wisatawan Eropa yang ingin ke Gunung Bromo. Saat itu, jalur Bromo via Tosari adalah yang direkomendasikan oleh brosur wisata Java the Wonderland yang dipublikasikan sekitar tahun 1900-an. Brosur tersebut menjelaskan cara menuju Bromo, yaitu dari Surabaya kemudian naik kereta hingga Kota Pasuruan. Selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan naik kuda atau kendaraan lain menuju Tosari. Selain di Tosari, penginapan juga tersedia di Puspo untuk persinggahan sebelum menuju Tosari.[8] Puspo juga memiliki sebuah stasiun aklimatisasi atau sanatorium yang memiliki pengelola yang sama dengan Sanatorium Tosari. Sanatorium adalah institusi kesehatan yang dibangun di daerah yang berhawa sejuk sehingga membuat nyaman serta mempercepat penyembuhan pasien.[9]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 4 Kabupaten Pasuruan Dalam Angka 2025. BPS Kabupaten Pasuruan. 2025-02-28.
  2. "Peraturan Pemerintah (PP) No. 28 Tahun 1982 tentang Pembentukan Kecamatan Gedangan, Kecamatan Tirtoyudo Di Kabupaten Daerah Tingkat II Malang Kecamatan Tosari Di Kabupaten Daerah Tingkat II Pasuruan, Kecamatan Sawahan, Kecamatan Wonoasri, Di Kabupaten Daerah Tingkat II Madiun, Kecamatan Tarokan, Kecamatan Kunjang Di Kabupaten Daerah Tingkat II Kediri, Kecamatan Pitu, Kecamatan Bringin, Kecamatan Pangkur Di Kabupaten Daerah Tingkat II Ngawi, Kecamatan Temayang Di Kabupaten Daerah Tingkat II Bojonegoro, Kecamatan Sumbermalang Di Kabupaten Daerah Tingkat II Situbondo, Kecamatan Lakarsantri, Kecamatan Kenjeran, Dan Kecamatan Benowo Di Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya Dalam Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur".
  3. 1 2 "KUD Sembada Puspo Tetap Berjalan Ditengah Krisisnya Pandemi". PORTAL ARJUNA. 2022-03-05.
  4. A. Asnawi (2022-09-18). "Inisiatif Petani Siasati Keterbatasan Bibit Kentang di Jawa Timur". MONGABAY.
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 "KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN PASURUAN NOMOR 1750 TAHUN 2024 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN KAMPANYE PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI PASURUAN TAHUN 2024" (PDF).
  6. Achmad T. Nugraha, Gunawan Prayitno, Daafi Al Himah (2021). "The Concept for the Development of Biogas as Renewable Energy in Rural Indonesia". International Journal of Sustainable Development and Planning (IJSDP). 16 (6). International Information and Engineering Technology Association (IIETA). Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  7. Maretha Ika Prajawati, Esy Nur Aisyah, Nur Aulia Keysha Mayasari (2025). "OPTIMALISASI POTENSI USAHA UMKM MELALUI PEMETAAN PRODUK UMKM DI DESA PENYANGGA GUNUNG BROMO, DESA PUSPO, KABUPATEN PASURUAN". Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat: EDUABDIMAS. 4 (1). Universitas Islam Raden Rahmat Malang. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  8. Omar Mohtar (2023-10-29). "Berwisata ke Bromo pada Era Kolonial Tiada Beda dengan Sekarang". TIRTO.
  9. "Health resort Poespo". HISTORICAL HOSPITALS. Diakses tanggal 2025-11-20.