Terminal Baranangsiang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Terminal Baranangsiang merupakan terminal penumpang tipe A yang merupakan terminal induk terbesar di Kota Bogor selain Terminal Bubulak dan Terminal Merdeka. Terminal ini terletak tepat di tengah Kota Bogor, tepatnya di Jalan Raya Bogor-Sukabumi, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Terminal Baranangsiang terletak di jalan poros utama yang menghubungkan Kota Bogor dengan wilayah Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur. Terminal ini memiliki akses langsung ke Jalan Tol Jagorawi yang letaknya tepat di timur terminal.

Selain itu, terminal ini terletak tepat di selatan spot wisata Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor. Terminal ini melayani transportasi Angkutan Kota, Trans Pakuan, Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Rute Angkutan Kota[sunting | sunting sumber]

Angkutan Kota Bogor mempunyai corak warna hijau muda dengan strip warna lain yang berbeda pada trayek yang berbeda. Berikut merupakan trayek angkutan kota di Terminal Baranangsiang. [1][2][3]

  1. Baranangsiang - Stasiun KA - Bubulak (03) (strip biru tua)
  2. Ciheuleut - Baranangsiang - Ramayana (06) (strip kuning)
  3. Ciparigi - Warung Jambu - Baranangsiang  - Sukasari (09) (strip biru muda)
  4. Pajajaran Indah - Baranangsiang - Pasar Bogor (11) (strip coklat)
  5. Baranangsiang  - Ramayana - Bantarkemang - Mutiara Bogor Raya (13) (strip oranye)
  6. Pomad - Tanah Baru - Binamarga - Baranangsiang (17) (strip putih)
  7. Baranangsiang - Tajur - Ciawi (21) (strip biru tua)

Rute Trans Pakuan Koridor (TPK)[sunting | sunting sumber]

Trans Pakuan Koridor (TPK) merupakan moda transportasi berupa bus rapid transit (BRT) yang mirip dengan Transjakarta, Trans Jogja dan Trans Semarang. Bus yang pengelolaannya dilakukan oleh Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Bogor ini diresmikan pada tanggal 3 Juni 2007 dengan rute awal Bubulak - Baranangsiang. Armada yang digunakan berupa bus mini 3/4. Bus ini hanya melayani penumpang dari halte-halte yang tersedia di penjuru Kota Bogor. Berikut merupakan trayek Trans Pakuan Koridor (TPK) di Terminal Baranangsiang [4][5]

  1. Baranangsiang - Bubulak (TPK.01)
  2. Bubulak - Baranangsiang - Ciawi (TPK.02)
  3. Baranangsiang - Tol Jagorawi - Belanova (TPK.07)

Masa depan TPK saat ini belum jelas. Pemerintah Kota Bogor tidak memberikan subsidi operasional kepada pengelola TPK pada 2019 karena proses pengajuan anggarannya ditolak DPRD Kota Bogor. Akibatnya TPK terancam tidak bisa beroperasi. Tahun 2018, Pemerintah Kota Bogor mengajukan anggaran subsidi untuk program TPK senilai Rp 17,5 miliar, namun ditolak oleh DPRD dengan alasan ketidakberhasilan PDJT dalam menjalankan skema konversi 3:1 TPK serta terjadinya defisit berkelanjutan. Pemerintah Kota Bogor masih mempelajari dua opsi hasil kajian sementara PDJT. Opsi pertama adalah mempertahankan PDJT dengan menggandeng pihak profesional sebagai operator. Opsi kedua adalah membongkar PDJT untuk dinyatakan pailit. Kedua opsi tersebut masih dikaji ditingkat SKPD untuk selanjutnya keputusan diserahkan kepada Wali Kota Bogor. [6][7][8][9]

Rute Angkutan Antar Kota[sunting | sunting sumber]

Terminal Barangsiang menjadi titik keberangkatan awal dari armada bus dengan tujuan Jabodetabek, Banten dan Jawa Barat. Sedangkan untuk bus dengan tujuan Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Sumatera mempunyai titik keberangkatan awal dari agen bus Ciawi dan Terminal Bubulak. Bus ini kemudian akan transit di Terminal Baranangsiang untuk menaikkan penumpang dan melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir. Umumnya jalur yang dilalui oleh bus kelas ekonomi melewati jalur arteri utama, sedangkan bus ekonomi AC dan bisnis AC melewati Tol Jagorawi untuk kemudian menuju ke tujuan masing-masing trayek. Berikut merupakan trayek angkutan antar kota di Terminal Baranangsiang.

Rute DKI Jakarta[sunting | sunting sumber]
  1. Bogor - Kampung Rambutan (via Cibinong - Depok): Miniarta, Deddys Putra (Ekonomi)
  2. Bogor - Kampung Rambutan (via Tol): Agra Mas, Bintang Tiga, Indah Murni, Limas, Lorena (Ekonomi AC)
  3. Bogor - Lebakbulus (via Tol): Agra Mas (Ekonomi AC)
  4. Bogor - Pulogadung (via Cibinong - Depok): Kowanbisata (Ekonomi)
  5. Bogor - Pulogadung (via Tol): Lorena (Ekonomi AC)
  6. Bogor - Tanjung Priok (via Tol): Agra Mas, Cendrawasih, Garuda, Indah Murni, Laju Utama, Kramat Djati, Limas (Ekonomi AC)
  7. Bogor - Kalideres (via Tol): Agra Mas, Marita Putra (Ekonomi AC)
Rute Eks Karesidenan Bogor[sunting | sunting sumber]
  1. Bogor - Citeurep - Gunung Putri - Cileungsi - Jonggol: Kosub Bersama (Ekonomi)
  2. Bogor - Kandang Roda - Cibinong - Depok: Miniarta, Karya Jaya (Ekonomi)
  3. Bogor - Ciawi - Cibadak - Degung - Lembar Situ - Surade:  Maya Gapura Intan (MGI) (Ekonomi)
  4. Bogor - Ciawi - Cibadak - Palabuhanratu: Putra Bahari, Maya Gapura Intan (MGI) (Ekonomi AC)
  5. Bogor - Ciawi - Cibadak - Sukabumi (Ekonomi)
  6. Bogor - Ciawi - Puncak - Cianjur (Ekonomi)
Rute Eks Karesidenan Karawang[sunting | sunting sumber]
  1. Bogor - Citeureup - Gunung Putri - Cileungsi - Bekasi - Cikarang - Karawang: Ginanjar Rahayu, Karawang Indah, Kosub Bersama (Ekonomi)
  2. Bogor - Bekasi: Kramat Djati, Laju Utama, Sinar Jaya (Ekonomi AC)
  3. Bogor - Cikarang: Agra Mas (Ekonomi AC)
Rute Banten[sunting | sunting sumber]
  1. Bogor - Kebon Jeruk - Serang - Cilegon - Merak: Arimbi/Bima Suci (Ekonomi AC)
  2. Bogor - Leuwiliang - Jasinga - Cipanas - Rangkasbitung: Asli Prima, Rudi (Ekonomi)
  3. Bogor - Salabenda - Parung - Gunung Sindur - Serpong - Cikokol - Tangerang: Alinda, Batur Salembur Mandiri, Dirgahayu, Perdana Jaya, Pusaka (Ekonomi)
Rute Jawa Barat[sunting | sunting sumber]
  1. Bogor - Bandung: Bahagia Utama, Bela Utama, Bogor Indah, Gagak Rimang, Maya Gapura Intan (MGI), Merdeka (Bisnis AC)
  2. Bogor - Cileunyi - Garut: Maya Gapura Intan (MGI) (Bisnis AC)
  3. Bogor - Palimanan - Ciperna - Cilimus - Kuningan - Luragung: Bhinneka Sangkuriang, Luragung Jaya, Luragung Termuda, Putra Luragung, Putri Luragung, Sahabat, Setia Negara (Ekonomi AC)
  4. Bogor - Palimanan - Cirebon - Sindanglaut - Pabuaran - Cidahu - Luragung: Bhinneka Sangkuriang, Luragung Jaya, Luragung Termuda, Putra Luragung, Putri Luragung, Sahabat, Setia Negara (Ekonomi AC)

Daftar Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Pemerintah Kota Bogor". kotabogor.go.id. Diakses tanggal 2020-06-09. 
  2. ^ "Trayek Angkot Luar Kota Bogor". engsite. 2010-03-05. Diakses tanggal 2020-06-09. 
  3. ^ Unknown (2015-11-11). "Rute Angkutan Kota Bogor". Rute Angkutan Kota Bogor. Diakses tanggal 2020-06-09. 
  4. ^ "Rute Bus Trans Pakuan Bogor". Pergimulu.com (dalam bahasa Inggris). 2020-04-21. Diakses tanggal 2020-06-09. 
  5. ^ "Pemerintah Kota Bogor". kotabogor.go.id. Diakses tanggal 2020-06-09. 
  6. ^ radbogmin2. "Masih 'Koma', PDJT Bikin Trans pakuan Belum juga Beroperasi". RADAR BOGOR | Berita Bogor Terpercaya. Diakses tanggal 2020-06-09. 
  7. ^ Rakyat, Pikiran. "Tanpa Subsidi Operasional, Trans Pakuan Terancam Tak Beroperasi Tahun Ini - Pikiran-Rakyat.com". www.pikiran-rakyat.com. Diakses tanggal 2020-06-09. 
  8. ^ yosep. "Pemkot Rombak Direksi Trans Pakuan, Segera Lakukan Open Bidding". RADAR BOGOR | Berita Bogor Terpercaya. Diakses tanggal 2020-06-09. 
  9. ^ yosep. "Bus Trans Pakuan Segera Beroperasi Lagi, Berikut Rute dan Jam Operasionalnya". RADAR BOGOR | Berita Bogor Terpercaya. Diakses tanggal 2020-06-09.