Kota Administrasi Jakarta Pusat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Kota Jakarta Pusat)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kota Administrasi Jakarta Pusat
Jawa 1rightarrow blue.svg Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Lambang resmi Kota Administrasi Jakarta Pusat
Lambang
Motto: 
Rambutan - Alap - Alap
Jakarta pusat.png
Kota Administrasi Jakarta Pusat berlokasi di Jakarta
Kota Administrasi Jakarta Pusat
Kota Administrasi Jakarta Pusat
Kota Administrasi Jakarta Pusat berlokasi di Jawa
Kota Administrasi Jakarta Pusat
Kota Administrasi Jakarta Pusat
Kota Administrasi Jakarta Pusat berlokasi di Indonesia
Kota Administrasi Jakarta Pusat
Kota Administrasi Jakarta Pusat
Koordinat: 6°11′11″S 106°49′46″E / 6.1864°S 106.8294°E / -6.1864; 106.8294
Negara Indonesia
ProvinsiDaerah Khusus Ibukota Jakarta
Tanggal peresmian28 Agustus 1978
Dasar hukumPeraturan Pemerintah
Nomor 25 Tahun 1978
Ibu kotaMenteng
Pemerintahan
 • Wali KotaBayu Meghantara
 • Wakil Wali KotaIrwandi
Luas
 • Total48,13 km2 (1,858 sq mi)
Populasi
 (2018[1])
 • Total1.145.569 jiwa
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon021
Kode Kemendagri31.71 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan8
Jumlah kelurahan44
Flora resmiRambutan
Fauna resmiAlap-alap
Situs webpusat.jakarta.go.id

Kota Administrasi Jakarta Pusat adalah nama sebuah kota administrasi di pusat Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pusat Pemerintahannya berada Menteng. Di sebelah utara Jakarta Pusat berbatasan dengan Jakarta Utara, di sebelah timur dengan Jakarta Timur, di sebelah selatan dengan Jakarta Selatan dan di sebelah barat dengan Jakarta Barat. Jakarta Pusat adalah administrasi terkecil Provinsi DKI Jakarta.[1] Pada zaman Hindia Belanda disebut Batavia Centrum.[butuh rujukan]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kota Administrasi Jakarta Utara dan Kota Administrasi Jakarta Barat
Timur Kota Administrasi Jakarta Utara, Kota Administrasi Jakarta Timur, Kota Administrasi Jakarta Selatan
Selatan Kota Administrasi Jakarta Selatan dan Kota Administrasi Jakarta Timur
Barat Kota Administrasi Jakarta Utara, Kota Administrasi Jakarta Barat, Kota Administrasi Jakarta Selatan

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Wali Kota[sunting | sunting sumber]

No Wali Kota Administratif Mulai Jabatan Akhir Jabatan Ket. Wakil Wali Kota
1
E. Djadjang Djajaatmadja Wali Kota Jakarta Pusat.jpg E. Djadjang Djajaatmadja
1966
1979
2
Soeminto Wali Kota Jakarta Pusat.jpg Soeminto
1979
1985
3
Abdul Munir Wali Kota Jakarta Pusat.jpg Abdul Munir
1985
1991
4
Abdullah Kahfi Wali Kota Jakarta Pusat.jpg Abdula Kahfi
1991
1997
5
Andi Subur Abdullah.jpg Andi Subur Abdullah
1997
2001
6
Petra Lumbun Wali Kota Jakarta Pusat.jpg Petra Lumbun
2001
2004
7
Muhayat Wali Kota Jakarta Pusat.jpg Muhayat
2004
2008
8
Sylviana Murni.jpg Sylviana Murni
2008
2010
Rospen Sitinjak
9
Saefullah Jakpus.jpg Saefullah
2010
2014
 
Fatahillah
(2010–13)
Noor Syamsu Hidayat
(2013–14)
Rustam Effendi
(2014)
Rustam Effendi
(Pelaksana tugas)
15 Juli 2014
2 Januari 2015
10 Mangara Pardede
2 Januari 2015
5 Juli 2018
Arifin
(2015–16)
Bayu Meghantara
(2016–18)
11
Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara.jpg Bayu Meghantara
5 Juli 2018
Petahana


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

DPRD Provinsi DKI Jakarta memiliki fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Selain itu DPRD Provinsi DKI Jakarta juga memberikan pertimbangan terhadap calon wali kota/bupati yang diajukan oleh Gubernur.[3] Berbeda dengan DPRD Provinsi lainnya, Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta berjumlah paling banyak 125% (seratus dua puluh lima persen) dari jumlah maksimal untuk kategori jumlah penduduk DKI Jakarta sebagaimana ditentukan dalam undang-undang.[3] Saat ini anggota DPRD DKI Jakarta terdiri dari 106 anggota yang dipilih berdasarkan daftar terbuka dari partai dalampemilihan umum legislatif. Pemilihan dilakukan setiap lima tahun sekali bersamaan dengan pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah seluruh Indonesia. Pemilihan umum terakhir dilaksanakan pada 17 April 2019. Dewan ini berkantor di Gedung DPRD DKI Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat. Pimpinan DPRD DKI Jakarta terdiri dari 1 Ketua dan 4 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik pemilik jumlah kursi dan suara terbanyak. Anggota DPRD DKI Jakarta yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 26 Agustus 2019 oleh Plt. Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta di Gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta. Komposisi anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 terdiri dari 10 partai politik dimana PDI Perjuangan adalah partai politik pemilik kursi terbanyak yaitu 25 kursi.[4][5][6] Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD DKI Jakarta dalam empat periode terakhir.[7][8][9][10]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2004-2009 2009-2014 2014-2019 2019-2024
LOGO- PDIP.svg PDI Perjuangan 11 Steady 11 28 25
Logo Gerindra.svg Gerindra (baru) 6 15 19
Contoh Logo Baru PKS.jpg PKS 18 Steady 18 11 16
Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat 16 32 10 Steady 10
Logo PAN.svg PAN 6 4 2 9
LogoPSI.svg PSI (baru) 8
Partai NasDem.svg NasDem (baru) 5 7
GolkarLogo.png Golkar 7 Steady 7 9 6
Logo PKB.svg PKB 4 1 6 5
Logo PPP.svg PPP 7 Steady 7 10 1
Logo Hanura.svg Hanura (baru) 4 10 0
Logo Partai Damai Sejahtera.svg PDS 4 Steady 4
Partai Bintang Reformasi (Indonesia).jpg PBR 2 0
Jumlah Anggota 75 94 106 Steady 106
Jumlah Partai 9 10 Steady 10 Steady 10

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kota Administrasi Jakarta Pusat memiliki 8 kecamatan dan 44 kelurahan dengan kode pos 10110 hingga 10750.[11][12]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Administrasi Jakarta Pusat, adalah sebagai berikut:

Kode Kemendagri Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Daftar Kelurahan
31.71.05 Cempaka Putih 3
31.71.01 Gambir 6
31.71.08 Johar Baru 4
31.71.03 Kemayoran 8
31.71.06 Menteng 5
31.71.02 Sawah Besar 5
31.71.04 Senen 6
31.71.07 Tanah Abang 7
TOTAL 44

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Provinsi DKI Jakarta Dalam Angka 2019". BPS DKI Jakarta. Diakses tanggal 19 Februari 2020. 
  2. ^ "Jumlah Penduduk DKI Jakarta Berdasarkan Agama 2017". www.data.jakarta.go.id. Diakses tanggal 20 Februari 2019. 
  3. ^ a b Undang-undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia
  4. ^ Amri Amrullah (26-08-2019). Esthi Maharani, ed. "Anggota DPRD DKI Jakarta 2019-2024 Dilantik". republika.co.id. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  5. ^ Sabik Aji Taufan (26-08-2019). Kuswandi, ed. "106 Anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 Dilantik". JawaPos.com. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  6. ^ Andry Novelino (26-08-2019). "Anggota DPRD DKI Jakarta 2019-2024 Resmi Dilantik". CNN Indonesia. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  7. ^ Muhammad Fida Ul Haq (26-08-2019). "Sah! Ini 106 Anggota DPRD DKI Jakarta Periode 2019-2024". detik.com. DetikNews. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  8. ^ "94 Anggota Baru DPRD DKI Dilantik". kompas.com. 25-08-2009. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  9. ^ "75 Anggota DPRD DKI Periode 2004-2009 Dilantik". detik.com. DetikNews. 25-08-2004. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  10. ^ "Hari Ini 106 Anggota DPRD DKI Jakarta 2014-2019 Dilantik". detik.com. DetikNews. 25-08-2014. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  11. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  12. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
Pandangan Jakarta Pusat dari puncak Monumen Nasional

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]