Stasiun Pulau Aie

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Stasiun Pulau Aie
Kereta Api Indonesia#Kereta api bandara
M01

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun PLA.png
"++" stasiun pulau air kota Padang 2022 0.jpg
Stasiun Pulau Aie tahun 2022.
Nama lainStasiun Puluaer, Pulau Air
LokasiJalan Pulau Aia
Pasa Gadang, Padang Selatan, Padang, Sumatra Barat
Indonesia
Ketinggian+2 m
OperatorKereta Api Indonesia
Divisi Regional II Sumatra Barat
Letak dari pangkalkm 2+574 lintas PadangPulau Aie[1]
Jumlah peronSatu peron sisi yang cukup tinggi
Jumlah jalur2 (jalur 2: sepur lurus)
Konstruksi
Fasilitas sepeda?
Akses difabelYa
Informasi lain
Kode stasiun
  • PLA
  • 7001
[2]
KlasifikasiI[2]
Sejarah
Dibuka1 Juli 1891
DitutupSekitar dekade 1980-an
Nama sebelumnyaStation Poeloe-Ajer
Tanggal penting
Dibuka kembali10 Februari 2021
Operasi layanan
Minangkabau Ekspres
Stasiun sebelumnya Layanan lokal/komuter Stasiun berikutnya
Terminus Minangkabau Ekspres
Pulau Aie–BIM, p.p.
Tarandam
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Jalur difabel Layanan pelanggan Cetak tiket mandiri Musala Toilet Ruang menyusui Pos kesehatan 
Tipe persinyalanMekanik tipe Siemens & Halske manual tanpa blok
Logo Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.png Cagar budaya Indonesia
Stasiun Kereta Api Stasiun Pulau Aie
KategoriBangunan
No. Regnas69/BCB-TB/A/01/2007
Tanggal SK2007
PemilikPT Kereta Api Indonesia
PengelolaPT Kereta Api Indonesia
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Lokasi pada peta

Stasiun Pulau Aie (PLA)—juga dieja dengan nama bahasa Melayu Pulau Air dan nama lama Puluaer—merupakan stasiun kereta api kelas I yang terletak di Pasa Gadang, Padang Selatan, Padang. Stasiun ini merupakan stasiun pertama yang dibangun oleh pemerintahan kolonial Belanda di Kota Padang, Sumatra Barat. Stasiun ini merupakan stasiun ujung sebelum menuju Pelabuhan Muaro yang percabangannya dari Stasiun Padang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +2 meter ini termasuk dalam Divisi Regional II Sumatra Barat serta merupakan bagian dari pengaktifan kembali jalur-jalur kereta api di Sumatra Barat.[3] Stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus.

Sejak tahun 2007, Pemerintah Kota Padang resmi menetapkan stasiun ini sebagai cagar budaya berdasarkan inventaris Balai Pelestarian Cagar Budaya No. 69/BCB-TB/A/01/2007.[4] Ke arah barat daya stasiun ini sebenarnya masih memiliki kelanjutan jalur menuju Pelabuhan Muaro, tetapi jalur itu tidak ikut direaktivasi. Stasiun ini beroperasi kembali pada 10 Februari 2021 dan kini melayani kereta api Minangkabau Ekspres tujuan Bandar Udara Internasional Minangkabau.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Setelah dirintisnya jalan rel kereta api yang menghubungkan Kota Semarang dan Solo oleh perusahaan swasta Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), pembangunan rel kereta api dilanjutkan kembali ke luar Pulau Jawa, terutama daerah yang mengandung kekayaan alam seperti Sumatra Barat, Sumatra Selatan, dan Aceh. Keberadaan kereta api di Sumatra Barat tidak terlepas dari ditemukannya pertambangan batu bara di Sawahlunto pada tahun 1868 oleh seorang insinyur pertambangan bernama Willem Hendrik de Greve.

Pembangunan jalan kereta api dilakukan oleh Perusahaan Kereta Api Negara Staatsspoorwegen ter Sumatra's Westkust (SSS), dimulai dari Teluk Bayur ke Sawahlunto. Pada bulan Juli 1891, telah diselesaikan pembangunan jalan kereta api dari Pulo Aie ke Padang Panjang sepanjang 71 km. Pada November 1891, jalan kereta api tersebut mencapai Bukittinggi dengan panjang 90 km.

Jalur kereta api tersebut diresmikan pada tanggal 1 Oktober 1892 di Kota Padang, bersamaan dengan pembukaan Pelabuhan Teluk Bayur (Emmahaven), dan pembukaan hubungan kereta api dari Padang hingga Muaro Kalaban.[5]

Reaktivasi[sunting | sunting sumber]

Reaktivasi jalur ini mulai digaungkan pada Desember 2013. Pada saat itu, PT KAI Divre II Sumatra Barat mulai melakukan pendataan dan penertiban terhadap rumah-rumah warga di pinggir jalur rel serta lapak Pasar Tarandam yang menempati bekas jalur kereta api. Proyek ini semula bertujuan agar kereta api dapat menjangkau Kota Tua Padang serta Pelabuhan Muaro.[6]

Dalam perkembangannya, jalur ini juga harus ditingkatkan dengan mengganti rel serta bantalannya mengingat usia prasarana yang sudah sangat tua dan dianggap tidak layak operasi. Untuk memenuhi kebutuhan pedagang dan konsumen di Pasar Tarandam, jalur ini juga direncanakan akan memiliki satu halte.[7][8] Selain itu, stasiun ini memiliki dua jalur serta persinyalan mekanik seperti halnya Divre II Sumbar. Sebenarnya ruang PPKA stasiun ini awalnya dirancang untuk persinyalan elektrik, tetapi untuk saat ini ruang PPKA tersebut sedang direnovasi untuk mengakomodir peralatan persinyalan mekanik. Jalur menuju Pulau Aie sudah diujicoba pada 7 Maret 2020. Meski awalnya akan diresmikan pada 16 Maret 2020, stasiun ini baru beroperasi pada diberlakukan Grafik Perjalanan Kereta api (GAPEKA 2021) Tanggal 10 Februari 2021 karena pandemi koronavirus. Total Rp40 miliar rupiah telah digelontorkan untuk reaktivasi jalur pendek yang hanya memiliki panjang 2,6 km ini.[9]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Jalur 2 Jalur untuk persilangan KA
Jalur 1 (Tarandam)      Minangkabau Ekspres tujuan BIM
Peron sisi
Bangunan utama stasiun

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Nama kereta api Kelas Tujuan akhir Keterangan
Minangkabau Ekspres Eksekutif Bandara Pulau Aie -
Bandara Internasional Minangkabau

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ "Live Facebook-Jalur KA dari Stasiun Padang ke Stasiun Pulau Air Potensial Kembangkan Pariwisata". Tribun Padang. Diakses tanggal 2019-08-23. 
  4. ^ BPCB Sumatera Barat (2018). "Cagar Budaya Tak Bergerak Sumatera Barat" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2019-08-24. Diakses tanggal 2019-08-24. 
  5. ^ Yusman Karim, Yusman. Keberadaan Stasiun Kereta Api Pulo Aie Kota Padang (1971-1990) (Tesis). 
  6. ^ Sudarsih, A. (2014). "Reaktivasi Jalur Padang-Puluaer". Majalah KA. 90: 28–29. 
  7. ^ "Reaktivasi Jalur Kereta Api dari Stasiun Padang ke Stasiun Pulau Air Segera Dimulai". Tribun Padang. Diakses tanggal 2019-08-24. 
  8. ^ Awe (2019-08-07). "Kereta Beroperasi di Simpang-Pulau Air Padang Tahun 2020". Berita Trans (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-08-24. 
  9. ^ "Jalur KA Pulau Air Resmi Beroperasi 16 Maret, Ada Tiket Gratis Bagi Warga". Posmetro Padang (dalam bahasa Inggris). 2020-03-02. Diakses tanggal 2020-03-02. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

https://sumbar.antaranews.com/berita/278245/membangkit-kejayaan-poeloe-ajer-stasiun-kereta-tertua-peninggalan-belanda-di-sumbar

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Terminus Pulau Aie–Padang Panjang Tarandam

Koordinat: 0°57′39″S 100°21′58″E / 0.960701°S 100.366013°E / -0.960701; 100.366013