Pandemi koronavirus di Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pandemi COVID-19 di Indonesia
COVID-19 Outbreak Cases in Indonesia.svg
Peta provinsi di Indonesia dengan kasus COVID-19 hingga 4 April 2020
  Kasus terkonfirmasi
  Kasus terduga
COVID-19 Outbreak Cases in Indonesia (Density).svg
Peta provinsi di Indonesia dengan kasus COVID-19 terkonfirmasi hingga 4 April 2020
  Tidak ada kasus terkonfirmasi
  1–9 kasus terkonfirmasi
  10–99 kasus terkonfirmasi
  100-999 kasus terkonfirmasi
  1,000+ kasus terkonfirmasi
Covid-19 spread timeline in Indonesia.gif
Garis waktu penyebaran virus sejak 2 Maret 2020.

 
  Jumlah kasus
PenyakitCOVID-19
Galur virusSARS-CoV-2
LokasiIndonesia
Kasus pertamaDepok, Jawa Barat
Tanggal kemunculan2 Maret 2020
(1 bulan dan 2 hari)
AsalJepang
Kasus terkonfirmasi1.986
Kasus pulih134
Kematian
181
Teritori
32 dari 34 provinsi
Situs web resmi

www.covid19.go.id
covid19.bnpb.go.id
covid19.kemkes.go.id
Selengkapnya...

Bot WhatsApp resmi
+6281133399000

Pendaftaran Relawan
deskrelawanpb.bnpb.go.id/covid-19

Pandemi koronavirus di Indonesia diawali dengan temuan penderita penyakit koronavirus 2019 (COVID-19) pada 2 Maret 2020.[1][2] Hingga 3 April 2020, telah terkonfirmasi 1.986 kasus positif COVID-19, dengan 181 kasus di antaranya meninggal dan 134 kasus sembuh. Kasus dinyatakan tersebar di 32 provinsi dari total 34 provinsi di Indonesia. Dua provinsi yang belum melaporkan kasus terkonfirmasi yaitu Gorontalo dan Nusa Tenggara Timur.

Kasus

Pengertian

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia membagi orang-orang terduga COVID-19 ke dalam beberapa tingkatan status.[3]

Istilah Kriteria
Pasien dalam pengawasan (PDP)
  • Orang dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), yaitu demam (>38 °C) atau riwayat demam; disertai salah satu gejala/tanda penyakit pernapasan: batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, pilek, atau pneumonia ringan hingga berat dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah yang melaporkan transmisi lokal.
  • Orang dengan demam (>38 °C) atau riwayat demam atau ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi COVID-19.
  • Orang dengan ISPA berat atau pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.
Orang dalam pemantauan (ODP)
  • Orang yang mengalami demam (>38 °C) atau riwayat demam; atau gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek, sakit tenggorokan, atau batuk dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah yang melaporkan transmisi lokal.
  • Orang yang mengalami gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek, sakit tenggorokan, atau batuk dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi COVID-19.
Orang tanpa gejala (OTG) Seseorang yang tidak bergejala dan memiliki risiko tertular dari orang konfirmasi COVID-19. Orang tanpa gejala (OTG) merupakan kontak erat dengan kasus konfirmasi COVID-19.
Kasus konfirmasi Pasien yang terinfeksi COVID-19 dengan hasil pemeriksaan positif melalui pemeriksaan PCR.


Kasus per provinsi

Sebaran kasus COVID-19 di Indonesia[4]
Provinsi Kasus positif Sembuh Meninggal Situs web resmi[a]
1.986 134 181
Aceh 5 0 0 covid19.acehprov.go.id
Bali 25 10 2 infocorona.baliprov.go.id
Banten 152 7 14 infocorona.bantenprov.go.id
Bengkulu 1 0 1 bengkuluprov.go.id
DKI Jakarta 808 50 85 corona.jakarta.go.id
DI Yogyakarta 28 1 2 corona.jogjaprov.go.id
Gorontalo 0 0 0 dinkes.gorontaloprov.go.id
Jambi 2 0 0 covid19.jambikota.go.id
Jawa Barat 220 11 21 pikobar.jabarprov.go.id
Jawa Tengah 104 0 7 corona.jatengprov.go.id
Jawa Timur 104 17 9 checkupcovid19.jatimprov.go.id
Kalimantan Barat 10 2 2 covid19.kalbarprov.go.id
Kalimantan Selatan 8 0 0 corona.kalselprov.go.id
Kalimantan Tengah 9 0 0 corona.kalteng.go.id
Kalimantan Timur 21 0 1 covid19.kaltimprov.go.id
Kalimantan Utara 2 0 0 humas.kaltaraprov.go.id
Kepulauan Bangka Belitung 2 0 1 covid19.babelprov.go.id
Kepulauan Riau 7 0 1 corona.kepriprov.go.id
Lampung 8 0 0 geoportal.lampungprov.go.id/corona
Maluku 1 1 0 corona.malukuprov.go.id
Maluku Utara 1 0 0 malutprov.go.id/tag/satgas-covid
Nusa Tenggara Barat 6 0 0 corona.ntbprov.go.id
Nusa Tenggara Timur 0 0 0 nttprov.go.id/2018/index.php/data-odp-virus-covid-19-di-prov-ntt
Papua 10 2 0 papua.go.id/view-detail-berita-7183/update-covid-19-di-papua-26-maret-positif-corona-7-kasus-4-di-kota-jayapura.html
Papua Barat 2 0 1 dinkes.papuabaratprov.go.id/artikel/perkembangan-covid19-di-provinsi-papua-barat
Riau 3 1 0 corona.riau.go.id
Sumatra Barat 8 0 0 corona.sumbarprov.go.id
Sumatra Selatan 5 0 2 corona.sumselprov.go.id
Sumatra Utara 22 0 3 covid19.sumutprov.go.id
Sulawesi Barat 1 0 0 dinkes.sulbarprov.go.id
Sulawesi Selatan 66 0 5 covid19.sulselprov.go.id
Sulawesi Tengah 2 0 0 dinkes.sultengprov.go.id/category/covid-19
Sulawesi Tenggara 3 0 0 dinkes.sultraprov.go.id
Sulawesi Utara 3 1 0 corona.sulutprov.go.id
Belum diketahui 28 0 0
  1. ^ Situs web yang ditampilkan adalah situs web pemerintah provinsi.

Rincian kasus

Rincian kasus COVID-19 di Indonesia.
No. Tanggal Umur Jenis kelamin Kewarnegaraan Tempat perawatan Sumber infeksi Lokasi terdeteksi Status Catatan Ref.
1 2 Maret 2020 31 Perempuan  Indonesia RSPI Sulianti Saroso Warga negara Jepang yang dinyatakan positif di Malaysia. Depok Dinyatakan negatif COVID-19 pada 13 Maret 2020.[5] Memiliki riwayat kontak dengan warga negara Jepang yang dinyatakan positif COVID-19 di Malaysia (kasus Malaysia ke-24) pada akhir Februari. [6][7]
2 64 Perempuan  Indonesia RSPI Sulianti Saroso Kasus 1 Depok Dinyatakan negatif COVID-19 pada 16 Maret 2020.[8] Ibu dari kasus 1. [6][7]
3 6 Maret 2020 33 Perempuan  Indonesia RSPI Sulianti Saroso Klaster kasus 1 Jakarta Dinyatakan negatif COVID-19 pada 11 Maret 2020.[9] [10][11]
4 34 Tidak diungkapkan  Indonesia RSPI Sulianti Saroso Klaster kasus 1 Jakarta [10][11]
5 8 Maret 2020
55 Laki-laki  Indonesia RSPI Sulianti Saroso Klaster kasus 1 [12][11]
6 36 Laki-laki  Indonesia RSUP Persahabatan Klaster kapal Diamond Princess Dinyatakan negatif COVID-19 pada 11 Maret 2020.[13] Pernah bekerja sebagai ABK di kapal Diamond Princess. [12][11]
7 9 Maret 2020 59 Perempuan  Indonesia Kasus impor Pernah bepergian ke AS dan transit di Jepang. [11]
8 56 Laki-laki  Indonesia Kasus 7 Suami kasus 7. [11]
9 55 Perempuan  Indonesia Kasus impor [11]
10 29 Laki-laki Warga negara asing RSPI Sulianti Saroso Klaster kasus 1 Dinyatakan negatif COVID-19 pada 11 Maret 2020.[9] Bagian dari penelusuran kasus 1. [11]
11 54 Perempuan Warga negara asing Klaster kasus 1 Bagian dari penelusuran kasus 1. [11]
12 31 Laki-laki  Indonesia Klaster kasus 1 Bagian dari penelusuran kasus 1. [11]
13 16 Perempuan  Indonesia Klaster kasus 1, subklaster kasus 3 Bagian dari penelusuran subklaster kasus 3. [11]
14 50 Laki-laki  Indonesia RSUP Persahabatan Kasus impor Dinyatakan negatif COVID-19 pada 11 Maret 2020.[13] Pernah bepergian ke Malaysia. [11]
15 43 Perempuan  Indonesia Kasus impor [11]
16 17 Perempuan  Indonesia Berhubungan dengan kasus 15. [11]
17 56 Laki-laki  Indonesia Kasus impor Pernah bepergian ke Malaysia. [11]
18 55 Laki-laki  Indonesia Kasus impor [11]
19 40 Laki-laki  Indonesia Kasus impor Dinyatakan negatif COVID-19 pada 12 Maret 2020.[13] Pernah bepergian ke Malaysia. [11]
20 10 Maret 2020 70 Perempuan  Indonesia Klaster kasus 1 [14][15]
21 47 Perempuan  Indonesia Klaster kasus 1
22 36 Perempuan  Indonesia Kasus impor
23 73 Perempuan  Indonesia Kasus impor
24 46 Laki-laki  Indonesia Kasus impor
25 53 Perempuan  Britania Raya RSUP Sanglah, Denpasar Kasus impor Bali Meninggal pada 11 Maret 2020 pukul 02:45 (UTC+08:00) karena komplikasi.[16][17] Pasien pertama yang meninggal di wilayah Indonesia.
26 46 Laki-laki Warga negara asing Kasus impor
27 33 Laki-laki  Indonesia Klaster 1. Kemungkinan transmisi komunitas pertama [18] Kontak dekat dengan Kasus 20 [19]
28 11 Maret 2020 37 Laki-laki Kasus impor [20]
29 51 Laki-laki Kasus impor
30 84 Laki-laki Kasus impor
31 48 Perempuan Kasus impor
32 45 Laki-laki Kasus impor Pernah bepergian ke Singapura.
33 29 Laki-laki Kasus impor
34 42 Laki-laki Kasus impor
35 13 Maret 2020 57 Perempuan Banten Meninggal pada 13 Maret 2020 [21][22]
36 37 Perempuan RSPI Sulianti Saroso Jakarta Meninggal pada 12 Maret 2020 [23][21]
37 43 Laki-laki [24]
38 80 Perempuan
39 54 Laki-laki
40 46 Perempuan
41 40 Laki-laki
42 66 Laki-laki
43 34 Laki-laki
44 57 Laki-laki
45 29 Perempuan
46 30 Laki-laki
47 61 Laki-laki
48 35 Laki-laki
49 3 Laki-laki  Indonesia RSUP Sardjito Yogyakarta Dinyatakan negatif COVID-19 per tanggal 19 Maret 2020.[25] [24][26]
50 59 Laki-laki RSUD Moewardi, Solo Solo Meninggal pada 11 Maret 2020, lalu dikonfirmasi positif pada 13 Maret 2020.[27] WNI pertama yang meninggal di wilayah Indonesia. [21][24]
51 60 Laki-laki Satu klaster dengan kasus 52 [24]
52 59 Perempuan Satu klaster dengan kasus 51
53 24 Perempuan Kontak dengan kasus 22
54 2 Laki-laki
55 26 Perempuan
56 58 Laki-laki
57 27 Perempuan
58 51 Laki-laki
59 63 Laki-laki
60 25 Perempuan
61 55 Perempuan
62 56 Laki-laki
63 34 Laki-laki
64 49 Perempuan
65 48 Laki-laki
66 73 Laki-laki
67 25 Perempuan
68 36 Perempuan
69 28 Perempuan
70–75 14 Maret 2020
76 63 Laki-laki  Indonesia RSPAD Gatot Subroto Jakarta Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan [28]
77–96
97–117 15 Maret 2020 Jakarta (19), Jawa Tengah (2) [29]
118–134 16 Maret 2020 Jakarta (14), Jawa Barat (1), Jawa Tengah (1), Banten (1) [30]
115–172 17 Maret 2020 Jawa Timur (6), Kepulauan Riau (1), tidak diungkapkan (31) [31][32][33]
173–227 18 Maret 2020 Jakarta (30), Jawa Barat (12), Banten (4), Jawa Tengah (2), Lampung (1), Kalimantan Timur (1), Riau (1), Sumatra Utara (1), Yogyakarta (1). Pemeriksaan mandiri (2) [34]
228–309 19 Maret 2020 Jakarta (52), Banten (10), Jawa Tengah (4), Sulawesi Tenggara (3), Kepulauan Riau (2), Jawa Barat (2), Yogyakarta (2), Kalimantan Timur (2), Sulawesi Selatan (2), Jawa Timur (1), Kalimantan Barat (1), Riau (1) [35][36][37]
310–369 20 Maret 2020 Tambahan 60 kasus positif, 2 kasus sembuh, dan 7 kasus meninggal [38]
370–450 21 Maret 2020 Tambahan 81 kasus positif, 4 kasus sembuh, dan 6 kasus meninggal [39]
451–514 22 Maret 2020 Jakarta (40), Jawa Timur (15), Jawa Barat (4), Papua (2), Jawa Tengah (1), Kalimantan Selatan (1), Maluku (1) Tambahan 64 kasus positif, 9 kasus sembuh, dan 10 kasus meninggal [40]
515–579 23 Maret 2020 Jakarta (44), Banten (9), Bali (3), Kalimantan Timur (2), Kepulauan Riau (1), Jambi (1), Maluku Utara (1). Verifikasi Lapangan (4) Tambahan 65 kasus positif, 1 kasus sembuh, dan 1 kasus meninggal [41]
580–686 24 Maret 2020 Tambahan 106 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 6 kasus meninggal [42][43]
687–790 25 Maret 2020 Tambahan 104 kasus positif, 1 kasus sembuh, dan 3 kasus meninggal [44]
791–893 26 Maret 2020 Tambahan 103 kasus positif, 4 kasus sembuh, dan 20 kasus meninggal. [45]
894–1.046 27 Maret 2020 Tambahan 153 kasus positif, 11 sembuh, 9 meninggal [46]
1.047–1.155 28 Maret 2020 Tambahan 109 kasus positif, 13 sembuh, 15 meninggal [47]
1.156–1.285 29 Maret 2020 Tambahan 130 kasus positif, 5 sembuh, 12 meninggal [48]
1.286–1.414 30 Maret 2020 Tambahan 129 kasus positif, 11 sembuh, 8 meninggal [49]
1.415–1.528 31 Maret 2020 Tambahan 114 kasus positif, 6 sembuh, 14 meninggal [50]
1.529–1.677 1 April 2020 Tambahan 149 kasus positif, 22 sembuh, 21 meninggal [51]
1.678–1.790 2 April 2020 Tambahan 113 kasus positif, 9 sembuh, 13 meninggal [52]
1.791–1.986 3 April 2020 Tambahan 196 kasus positif, 22 sembuh, 11 meninggal [53]


Kasus yang diduga

Beberapa wisatawan yang pernah mengunjungi atau transit di Bali kemudian dinyatakan positif mengidap SARS-CoV-2 tak lama setelah mereka kembali ke Tiongkok,[54] Jepang,[55] Selandia Baru,[56] dan Singapura.[57]

Sebanyak 50-70 orang ditempatkan di bawah pengawasan setelah melakukan kontak dengan dua pasien COVID-19 pertama yang dikonfirmasi. Jumlah ini termasuk mereka yang pernah mengunjungi Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok, rumah sakit yang sebelumnya merawat dua pasien sebelum dipindahkan ke Jakarta Utara.[58]

Seorang lelaki berusia 37 tahun yang meninggal di sebuah rumah sakit di Semarang yang dicurigai menderita COVID-19 dilaporkan negatif, dan sebaliknya menderita flu babi, yang mungkin didapatnya dari perjalanan ke Spanyol baru-baru ini.[59]

Pada 13 Maret, seorang wanita dirawat sebagai suspek COVID-19 meninggal di rumah sakit Padang.[60] Ia diduga menderita COVID-19 setelah kembali dari umrah.

Orang terkemuka

WNI terkemuka yang menderita COVID-19
No Nama Tanggal pengumuman Catatan
1 Budi Karya Sumadi 14 Maret Menteri Perhubungan Republik Indonesia
2 Andrea Dian 18 Maret[61] Aktris
3 Bima Arya Sugiarto 19 Maret[62] Wali kota Bogor
4 Detri Warmanto 20 Maret[63] Aktor
5 Yana Mulyana 23 Maret[64] Wakil wali kota Bandung (sembuh)
6 Cellica Nurrachadiana 24 Maret[65] Bupati Karawang
7 Zulfikri 24 Maret[66] Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan
8 Lely Pelitasari 24 Maret[13] Wakil Ketua Ombudsman Republik Indonesia
9 Ninik Rahayu 24 Maret[13] Anggota Ombudsman Republik Indonesia
10 Prof. Idrus A. Paturusi 25 Maret[67][68] Mantan rektor Universitas Hasanuddin Makassar
11 Wander Luiz 27 Maret[69] Pesepakbola Persib Bandung
WNI terkemuka yang meninggal dunia akibat pandemi COVID-19
No Tanggal kematian Tanggal pengumuman Tempat kematian Nama Status Catatan
1 23 Maret 23 Maret RSUP Persahabatan, Jakarta Timur Bambang Sutrisna[70] COVID-19 (+) Profesor Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia
2 24 Maret 24 Maret RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta Iwan Dwiprahasto[71] COVID-19 (+) Profesor farmakologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada
3 22 Maret 25 Maret RSUP Persahabatan, Jakarta Timur Dany Unardi Umar[72][73] COVID-19 (+) Direktur PricewaterhouseCoopers Indonesia
4 27 Maret 27 Maret RSHS Bandung Gatot Tjahjono[74] COVID-19 (+) Anggota DPRD Jawa Barat, wakil ketua DPD PDIP Jawa Barat
5 27 Maret 27 Maret RSUP Kariadi Semarang Imam Suroso[75] COVID-19 (+) Anggota Komisi IX DPR RI

Kronologi

Kasus COVID-19 di Indonesia  ()
     Meninggal        Sembuh        Dalam perawatan
Tanggal
Jumlah kasus
2 Mar
2
3 Mar
2
4 Mar
2
5 Mar
2
6 Mar
4
7 Mar
4
8 Mar
6
9 Mar
19
10 Mar
27
11 Mar
34
12 Mar
34
13 Mar
69
14 Mar
96
15 Mar
117
16 Mar
134
17 Mar
172
18 Mar
227
19 Mar
309
20 Mar
369
21 Mar
450
22 Mar
514
23 Mar
579
24 Mar
685
25 Mar
790
26 Mar
893
27 Mar
1046
28 Mar
1155
29 Mar
1285
30 Mar
1414
31 Mar
1528
1 Apr
1677
2 Apr
1790
3 Apr
1986
Versi tabel
Tanggal Jumlah kasus
Terkonfirmasi Sembuh Meninggal
Baru Jumlah Baru Jumlah Baru Jumlah
2 Mar +2 2 0 0 0 0
3 Mar 0 2 0 0 0 0
4 Mar 0 2 0 0 0 0
5 Mar 0 2 0 0 0 0
6 Mar +2 4 0 0 0 0
7 Mar 0 4 0 0 0 0
8 Mar +2 6 0 0 0 0
9 Mar +13 19 0 0 0 0
10 Mar +8 27 +2 2 0 0
11 Mar +7 34 0 2 +1 1
12 Mar 0 34 0 2 0 1
13 Mar +35 69 0 2 +3 4
14 Mar +27 96 +6 8 +1 5
15 Mar +21 117 0 8 0 5
16 Mar +17 134 0 8 0 5
17 Mar +38 172 +1 9 0 5
18 Mar +55 227 +2 11 +14 19
19 Mar +82 309 +4 15 +6 25
20 Mar +60 369 +2 17 +7 32
21 Mar +81 450 +3 20 +6 38
22 Mar +64 514 +9 29 +10 48
23 Mar +65 579 +1 30 +1 49
24 Mar +106 685 0 30 +6 55
25 Mar +105 790 +1 31 +3 58
26 Mar +103 893 +4 35 +20 78
27 Mar +153 1.046 +11 46 +9 87
28 Mar +109 1.155 +13 59 +15 102
29 Mar +130 1.285 +5 64 +12 114
30 Mar +129 1.414 +11 75 +8 122
31 Mar +114 1.528 +6 81 +14 136
1 Apr +149 1.677 +22 103 +21 157
2 Apr +113 1.790 +9 112 +13 170
3 Apr +196 1.986 +22 134 +11 181
Sumber: Statistik Perkembangan COVID19 Indonesia

Kasus positif yang pertama kali dikonfirmasi pada bulan Maret bukanlah orang Indonesia pertama yang terinfeksi virus SARS-CoV-2. Pada bulan Januari, seorang pembantu rumah tangga Indonesia di Singapura tertular virus dari majikannya.[76]

Kematian pertama akibat COVID-19 di Indonesia terjadi pada 11 Maret 2020.[77] Walaupun demikian, seorang karyawan Telkom meninggal dunia pada 3 Maret dan baru dinyatakan positif COVID-19 pada 15 Maret, sekaligus menulari istri dan anaknya.[78][79]

Februari

  • 2 Februari Pemerintah Indonesia mengevakuasi 243 warga negara Indonesia dari Wuhan, Tiongkok. Mereka kemudian ditempatkan di Kepulauan Natuna untuk dikarantina. Semua warga negara Indonesia tersebut dinyatakan negatif terjangkit virus.[80]
  • 7 Februari Profesor Marc Lipsitch dari Universitas Harvard mengatakan bahwa COVID-19 mungkin saja telah tersebar di Indonesia namun tak terdeteksi. Argumentasinya didasarkan pada penelitian jumlah rata-rata penumpang pesawat dari Wuhan ke seluruh dunia.[81]
  • 11 Februari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto membantah pernyataan Profesor Marc Lipsitch, mengatakan bahwa Indonesia telah menjalankan prosedur yang sesuai dengan anjuran WHO. Terawan menyebut pernyataan Marc Lipsitch "menghina".
  • 24 Februari Sembilan orang Indonesia yang berada di kapal Diamond Princess dinyatakan positif terkena virus dan dipindahkan ke fasilitas perawatan di Jepang. Pemerintah Indonesia memulangkan dan kemudian mengarantina 68 awak yang tersisa, ditambah 188 orang dari kapal World Dream, ke Pulau Sebaru Kecil yang tidak berpenghuni di Kepulauan Seribu di lepas pantai Jakarta.[82]

Maret

  • 2 Maret Presiden Joko Widodo membenarkan dua kasus pertama COVID-19 di Indonesia dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi. Menurut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, para pasien tertular virus dari warga negara Jepang yang kemudian dinyatakan positif di Malaysia. Kedua pasien yang tinggal di Depok kemudian dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta Utara.[83]
  • 6 Maret Pemerintah mengumumkan tambahan dua kasus positif, sehingga totalnya adalah empat kasus.[10]
  • 7 Maret Salah satu kru yang dievakuasi dari kapal Diamond Princess dan ditempatkan di Pulau Sebaru diduga terjangkit koronavirus. Ia kemudian dipindahkan ke unit isolasi di RSUP Persahabatan, Jakarta Timur.[84]
  • 8 Maret
    • Seorang wanita berusia 50 tahun dari Jakarta dites positif COVID-19 di Melbourne, Australia. Ia terbang dari Jakarta ke Perth pada 27 Februari dan mulai menunjukkan gejala dua hari setelahnya. Pada 4 Maret, ia berkonsultasi kepada dokter umum di Melbourne pada 2 Maret.[85] Wanita ini diduga tertular di Indonesia.
    • Pemerintah mengumumkan dua kasus yang dikonfirmasi sehingga totalnya adalah enam kasus. Satu pasien terinfeksi dari kontak erat dengan kasus 1, pasien lainnya adalah anggota kru Diamond Princess.[12]
  • 9 Maret Pemerintah mengonfirmasi 13 kasus baru sehingga keseluruhan kasus berjumlah 19. Dua orang di antaranya adalah warga negara asing (WNA). Pemerintah Indonesia memutuskan untuk tidak mengungkapkan lokasi deteksi pasien dan rumah sakit tempat mereka dirawat.[86]
  • 10 Maret
    • Dua pasien yang sebelumnya dikonfirmasi positif (kasus 6 dan kasus 14) telah dinyatakan negatif terhadap virus. Keduanya akan keluar dari rumah sakit jika pengujian selanjutnya masih menunjukkan bahwa mereka negatif terhadap virus.[87]
    • Pemerintah mengonfirmasi delapan kasus baru infeksi COVID-19, dua di antaranya adalah WNA. Total kasus yaitu 27.[88]
  • 11 Maret
    • Pemerintah mengonfirmasi tujuh kasus baru infeksi COVID-19, semuanya merupakan kasus impor. Total kasus yaitu 34.[89]
    • Kasus 25 meninggal karena komplikasi. Korban adalah warga negara Britania Raya dan meninggal di RSUP Sanglah, Denpasar.[16][17]
    • Seorang suspek COVID-19 meninggal di RSUD Moewardi, Surakarta. Uji laboratorium menunjukkan hasil positif pada 13 Maret, ia pun dinyatakan sebagai kasus 50.[27]
    • Empat pasien dinyatakan negatif COVID-19: Dua pasien (kasus 6 dan kasus 14) yang dirawat di RSUP Persahabatan, serta dua pasien (kasus 3 dan kasus 10) yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso.[9][13]
  • 12 Maret Kasus 36 meninggal dunia di RSPI Sulianti Saroso.[21][23]
  • 13 Maret
    • Pemerintah mengonfirmasi 35 kasus baru infeksi COVID-19, belum ada rincian dari kasus terbaru tersebut. Total kasus yaitu 69.[24]
    • Kasus pertama dinyatakan negatif COVID-19.[5]
    • Kasus 35 yang berasal dari Banten meninggal dunia. Total korban meninggal yaitu empat orang.[90]
    • Untuk pertama kalinya, seorang tenaga medis meninggal dunia akibat COVID-19. Nomor kasus pasien tersebut tidak diungkapkan[91]
  • 14 Maret
  • 15 Maret
    • Pemerintah Indonesia mengumumkan tambahan 21 kasus COVID-19, sehingga total kasusnya adalah 117; sebanyak 19 kasus berada di Jakarta dan 2 orang di Jawa Tengah.[29]
    • 238 WNI yang dikarantina di Natuna dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing.[98]
  • 16 Maret Indonesia mengonfirmasi 17 kasus baru sehingga total kasusnya adalah 134; sebanyak 14 kasus berada di Jakarta dan tiga kasus lainnya masing-masing di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.[30]
  • 17 Maret
    • Pemerintah mengumumkan tambahan 38 kasus positif, sehingga totalnya adalah 172.[31] Sebanyak 12 kasus dikonfirmasi pada tanggal 15 Maret; Badan Litbang Kesehatan kemudian mengonfirmasi 20 kasus dan Universitas Airlangga sebanyak 6 kasus, sehingga total 38 kasus tambahan diumumkan secara resmi pada 17 Maret.[31]
    • Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan perpanjangan status darurat bencana COVID-19 selama 91 hari hingga 29 Mei 2020.[99]
  • 18 Maret Pemerintah mengumumkan 55 tambahan kasus sehingga totalnya adalah 227 kasus. Sebanyak 19 pasien meninggal dan 11 pasien dinyatakan sembuh.[34]
  • 19 Maret
    • Pemerintah mengumumkan 82 tambahan kasus sehingga totalnya adalah 309 kasus. Sebanyak 25 pasien meninggal dan 15 pasien dinyatakan sembuh.[35]
    • Pertemuan Itjima Dunia 2020 di Gowa, Sulawesi Selatan yang dihadiri peserta dari berbagai negara resmi dibubarkan. Kepolisian tidak memberikan izin acara ini terkait merebaknya Virus COVID-19. Acara serupa di Malaysia sebelumnya telah mengabakibatkan ratusan orang positif koronavirus.
  • 20 Maret
    • Walikota Bogor, Bima Arya positif terpapar COVID-19 setelah perjalanan dinas ke negara Azerbaijan dan Turki selama 8 hari. Pernyataan tersebut dikemukakan setelah menerima hasil positif COVID-19 dari serangkaian tes di Rumah Sakit Senior Bogor. Wakil wali kota Bogor, Dedie A. Rachim ditunjuk untuk menggantikan posisinya dalam pemerintahan daerah Kota Bogor.[100]
    • Pemerintah mengumumkan 60 tambahan kasus sehingga totalnya adalah 369 kasus. Sebanyak 32 pasien meninggal dan 17 pasien dinyatakan sembuh.
    • Presiden Jokowi mengumumkan telah memesan 2 juta obat avigan (favipravir) dan 3 juta klorokuin yang akan diresepkan oleh dokter pada pasien positif COVID-19. Meski Presiden Jokowi mengakui belum ada antivirus yang bisa menyembuhkan COVID-19, obat ini diklaim sudah berhasil menyembuhkan pasien positif koronavirus di sejumlah negara.[101]
  • 21 Maret
  • 22 Maret
    • Pemerintah mengumumkan pasien positif COVID-19 bertambah 64 sehingga menjadi 514 orang. Sementara jumlah pasien sembuh bertambah 9 menjadi 29 orang sedangkan total pasien meninggal bertambah 10 orang. Total pasien meninggal menjadi 48 orang.
  • 23 Maret
    • Presiden Jokowi mengumumkan akan memberi insentif bulanan kepada petugas medis yang menangani pasien COVID-19. Adapun besarannya adalah Rp15 juta untuk dokter spesialis, Rp10 juta untuk dokter umum dan dokter gigi, Rp7,5 juta untuk bidan dan perawat, serta Rp5 juta untuk tenaga medis lainnya.[102]
    • Pesawat Hercules yang mengangkut bantuan obat dan peralatan medis dari China tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.[103]
    • Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengumumkan 6 dokter yang menangani pasien COVID-19 meninggal dunia. Lima di antaranya diduga karena terjangkit virus tersebut sementara satu lainnya akibat serangan jantung.[104]
    • Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana dinyatakan Positiv Covid-19. Beberapa hari sebelumnya telah merasakan demam dan mengisolasi diri selama sebelas hari.[105]
    • Jumlah pasien positif COVID-19 mencapai 579 orang, sementara pasien sembuh 30 orang dan meninggal sebanyak 49 orang.
  • 24 Maret
    • Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, M. Med. Sc., Ph. D., meninggal dunia pada pukul 00.04 WIB karena positif menderita Covid-19 sebagai pasien Kasus 2 DIY dalam usia 58 tahun.[106]
    • Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana Positif Covid-19. Beberapa hari sebelumnya, ia pernah tiba-tiba turun dari podium saat berpidato karena sesak napas.[107]
    • Presiden Jokowi memutuskan untuk menghapus Ujian Nasional tahun 2020 sebagai bagian dari upaya pencegahan COVID-19.[108]
    • Jumlah kasus COVID-19 bertambah 106 menjadi 685 kasus. Jumlah korban sembuh tidak bertambah dari hari sebelumnya sementara pasien meninggal bertambah 6 orang menjadi 55 orang.[109][43]
  • 25 Maret
    • Wakil Ketua Ombudsman RI, Lely Pelitasari dan salah satu anggota positif COVID-19.[110]
    • Jumlah kasus COVID-19 bertambah 105 menjadi 790 kasus.[43]
  • 26 Maret
    • Jumlah kasus COVID-19 bertambah 103 kasus menjadi 893 kasus.[111] Peneliti memperkirakan bahwa ada lebih banyak kasus.[112]
    • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sudah ada 50 tenaga medis di Jakarta yang positif COVID-19, dua di antaranya meninggal dunia.[113]
  • 27 Maret
    • Jumlah kasus COVID-19 bertambah 153 kasus menjadi 1.046 kasus.[114]
  • 28 Maret
    • Jumlah kasus COVID-19 bertambah 109 kasus menjadi 1.155 kasus.[115]
  • 29 Maret
    • Jumlah kasus COVID-19 bertambah 130 kasus menjadi 1.285 kasus.[116]
  • 30 Maret
    • Jumlah kasus COVID-19 bertambah 129 kasus menjadi 1.414 kasus.[117]
  • 31 Maret
    • Jumlah kasus COVID-19 bertambah 114 kasus menjadi 1.528 kasus.[118]
  • 1 April
    • Jumlah kasus COVID-19 bertambah 149 kasus menjadi 1.677 kasus.[119]
  • 2 April
    • Jumlah kasus COVID-19 bertambah 113 kasus menjadi 1.790 kasus.[120]
  • 3 April
    • Jumlah kasus COVID-19 bertambah 196 kasus menjadi 1.986 kasus.[121]

Tanggapan

Internasional

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo pada 10 Maret 2020, meminta agar negara-negara berpopulasi besar, seperti Indonesia, lebih fokus meningkatkan kapasitas laboratorium untuk mendeteksi kasus koronavirus. Deteksi dini menjadi faktor penting dalam mengatasi penyebaran koronavirus sehingga otoritas dapat mengidentifikasi kluster-kluster secara lebih cepat. Beberapa saran disampaikan kepada WHO, yakni meningkatkan mekanisme respons darurat, termasuk meminta Indonesia segera mendeklarasikan situasi darurat nasional, mendidik masyarakat dan berkomunikasi secara aktif dengan menerapkan komunikasi risiko yang tepat, serta lebih meningkatkan komunitas, lebih intensif melakukan pelacakan terhadap kasus-kasus positif COVID-19, melakukan desentralisasi laboratorium agar tim tanggap penanggulangan bisa dipetakan klaster dan penyebaran, serta dapat membagi data detail tentang pendekatan yang dilakukan Indonesia dan langkah pemerintah dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan, termasuk data identifikasi kontak para pasien dan rangkuman data penelusuran kontak pasien COVID-19.[122]

Bank Pembangunan Asia

Pada 21 Maret 2020, Bank Pembangunan Asia melalui Asia-Pacific Disaster Response Fund, memberikan hibah sebesar US$ 3 juta kepada pemerintah Indonesia untuk membasmi koronavirus, yang bisa digunakan segera mungkin dananya untuk pembelian peralatan medis, seperti ventilator dan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis seperti sarung tangan, apron, dan masker. Dana hibah tersebut merupakan bagian dari paket awal yang disiapkan Bank Pembangunan Asia senilai US$ 6,5 miliar pada 18 Maret 2020, untuk membantu negara-negara berkembang mengatasi pandemi koronavirus.[123]

Pemerintah pusat

Indonesia melarang semua penerbangan dari dan ke Daratan Tiongkok sejak 5 Februari. Pemerintah juga berhenti memberikan visa dan visa kedatangan bagi warga negara Tiongkok. Orang-orang yang tinggal atau telah tinggal di Daratan Tiongkok selama 14 hari terakhir dilarang memasuki atau transit di Indonesia. Penduduk Indonesia tidak dianjurkan bepergian ke Tiongkok.[124]

Pada 6 Maret, pemerintah menerbitkan lima protokol utama yang berkaitan dengan COVID-19, yaitu protokol kesehatan, protokol komunikasi, protokol pengawasan perbatasan, protokol area institusi pendidikan, serta protokol area publik dan transportasi.[125]

Mulai 8 Maret, pembatasan perjalanan diperluas hingga Korea Selatan, Italia, dan Iran; pendatang dari ketiga negara tersebut harus memiliki sertifikat kesehatan yang valid. Meskipun wisatawan dari Korea Selatan dibatasi, Indonesia masih mengizinkan penerbangan dari negara tersebut.[126] Alat pemindai suhu tubuh disiapkan di setidaknya 135 gerbang di bandara dan pelabuhan,[127][128] serta lebih dari 100 rumah sakit disiapkan dengan ruang isolasi.[129] Mulai tanggal 4 Maret, MRT Jakarta juga memindai suhu penumpang yang memasuki stasiun dan tidak memberikan akses pada orang-orang yang memiliki demam tinggi.[130] Setelah korban pertama meninggal, pemerintah Indonesia mengakui bahwa mereka mengalami kesulitan dalam mendeteksi kasus impor di bandara, melakukan penelusuran kontak, dan juga riwayat lokasi untuk setiap kasus.[131]

Pemerintah Indonesia berencana untuk mengubah situs di Pulau Galang, yang sebelumnya digunakan sebagai kamp pengungsi bagi para pencari suaka Vietnam menjadi fasilitas medis dengan 1.000 tempat tidur yang dikhususkan untuk menangani pandemi koronavirus dan penyakit menular lainnya.[132]

Daftar 132 rumah sakit rujukan yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.[133]

Pada 13 Maret, Pemerintah Indonesia menunjuk 132 rumah sakit rujukan COVID-19 di seluruh Indonesia.[134] Pada hari yang sama, Presiden Jokowi menetapkan Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai ketua gugus tersebut.[135]

Pada 14 Maret, Pemerintah Indonesia menyatakan pandemi koronavirus sebagai bencana nasional.[136]

Pada 15 Maret, Joko Widodo meminta semua orang Indonesia untuk mempraktikkan menjaga jarak sosial demi memperlambat penyebaran COVID-19 di Indonesia.[137] Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia juga menginstruksikan pegawainya yang berusia 50 tahun ke atas untuk bekerja di rumah.[138]

Pada 16 Maret, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo memperbolehkan aparatur sipil negara (ASN) untuk bekerja dari rumah sesuai dengan kebutuhan.[139]

Dalam sidang kabinet terbatas pada 19 Maret 2020, Presiden Joko Widodo memutuskan pemerintah akan mengimpor alat uji cepat koronavirus.[140] Dari satu juta kebutuhan,[141] sebanyak 500 ribu alat uji cepat melalui darah telah diimpor oleh BUMN PT RNI dari Tiongkok dan telah masuk di Indonesia secara bertahap sejak Kamis, 20 Maret.[142] Alat uji cepat melalui spesimen lendir juga dipesan pemerintah dari Swiss yang akan tiba pada akhir Maret 2020.[143]

Pada 20 Maret 2020, pemerintah memesan 2 juta obat Avigan, setelah sebelumnya sebanyak 5 ribu sudah telah dipesan terlebih dahulu. Selain Avigan, pemerintah juga memesan Klorokuin sebanyak 3 juta.[144]

BUMN farmasi, yakni PT RNI, bakal memproduksi 4,7 juta masker yang bakal tersedia akhir Maret 2020.[145] Sementara itu, fasilitas rumah sakit bersifat sementara (temporary hospital) juga dipersiapkan. Hotel Patra Comfort berkapasitas 52 tempat tidur juga telah diubah menjadi rumah sakit,[146] Rumah Sakit Pertamina Jaya mempersiapkan bangunan lama sebagai tempat perawatan pasien berkapasitas 65 tempat tidur, dan Wisma Atlet pada 23 Maret 2020 sudah harus siap dipergunakan sebagai rumah sakit dengan kapasitas 1.000-2.000 pasien.[147] Wisma Atlet dipersiapkan tepat waktu menjadi Rumah Sakit Darurat Corona Wisma Atlet, dan pada 26 Maret 2020 dilaporkan sedang merawat 208 pasien dengan daya tampung sekitar 3.000 pasien.[148]

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menerbitkan daftar sementara produk pembersih rumah tangga yang dapat digunakan sebagai disinfektan untuk melawan koronavirus. Cara pengenceran untuk produk-produk tersebut juga dijelaskan oleh LIPI.[149]

Pemerintah daerah

Jakarta

Lokasi kasus COVID-19 yang dilaporkan di Jakarta pada tanggal 12 Maret 2020[150]

Sejak tanggal 13 Maret, Gubernur Jakarta Anies Baswedan menghentikan penerbitan izin keramaian,[151] termasuk untuk konser Babymetal, Foals, Head in the Clouds, dan Dream Theater.[152] Pada hari yang sama, beberapa tempat wisata di Jakarta termasuk Taman Impian Jaya Ancol, beberapa museum yang dikelola pemerintah, Kebun Binatang Ragunan, dan Monas ditutup selama 2 pekan.[153][154] Organisasi Islam Muhammadiyah membentuk "pusat komando" yang menyediakan 20 rumah sakit di seluruh Indonesia untuk menangani COVID-19. Pusat komando tersebut dipimpin oleh dokter spesialis kedaruratan medis Corona Rintawan.[155][156]

Pada 14 Maret, Gubernur Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk menangguhkan semua kegiatan sekolah dan ujian selama dua pekan sebagai respons untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut.[157]

Pada 15 Maret, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan 500 hingga 1.000 tempat tidur untuk pasien dalam pengawasan (PDP) yang akan ditempatkan di fasilitas perawatan COVID-19 yang ditunjuk.[158]

Pada 16 Maret, MRT, LRT, dan Transjakarta mulai mengurangi jumlah rute, koridor, dan jadwal (06.00 – 18.00).[159][160] Kebijakan ganjil-genap juga akan dihentikan selama wabah.[161]

Jawa Tengah

Pada 13 Maret, Kota Surakarta memutuskan untuk menutup semua sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) selama 2 pekan ke depan, setelah tiga kasus positif ditemukan di kota tersebut.[162] Wali kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo juga menetapkan status kejadian luar biasa (KLB).[163] Pada hari yang sama, Kabupaten Sragen memutuskan untuk menutup semua sekolah dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama di seluruh kabupaten selama setidaknya satu pekan, sementara penutupan sekolah menengah atas di kabupaten tersebut akan diputuskan oleh pemerintah provinsi.[164]

Pada 14 Maret, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memutuskan untuk menutup semua taman kanak-kanak (TK) hingga SMP di provinsi tersebut, sementara sekolah menengah atas (SMA) akan tetap terbuka selama periode ujian.[165] Pada 15 Maret, Kota Salatiga mengikuti keputusan yang sama serta menganggarkan Rp3 miliar untuk bantuan medis.[166]Sementara itu di Tegal Jawa Tengah, Wali Kota Dedy Yon Supriyono mengumumkan pihaknya akan melakukan lockdown pada 30 Maret hingga 30 Juli 2020. Anggaran Rp2 Miliar disiapkan guna menyiapkan kebijakan tersebut.[167]

Jawa Barat

Pada 14 Maret, Kota Depok dan Bogor memutuskan untuk menutup sekolah hingga 28 Maret 2020.[168][168] Pada 15 Maret, keputusan ini juga diikuti oleh Kota Bandung, dengan menutup sekolah selama dua pekan ke depan dan menyarankan sekolah untuk mengadakan pembelajaran dalam jaringan (daring).[169] Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga memutuskan penerapan belajar di rumah bagi pelajar di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.[170]

Pada 15 Maret, peta distribusi COVID-19 di Jawa Barat dirilis untuk publik.[171]

Banten

Pada 15 Maret, Gubernur Banten Wahidin Halim menetapkan kejadian luar biasa (KLB) COVID-19 dan memutuskan untuk menutup semua sekolah selama 2 pekan.[172]

Aceh

Pada 15 Maret, Provinsi Aceh menginstruksikan untuk meliburkan sekolah selama dua pekan.[173]

Kalimantan Barat

Pada 15 Maret, Gubernur Kalimantan Barat memutuskan untuk memberlakukan karantina untuk semua siswa mulai dari TK hingga SMA di provinsi tersebut, hingga tanggal yang belum ditentukan. Selama masa karantina, siswa harus tinggal di rumah mereka untuk belajar. Pengecualian diberikan untuk siswa SMA/SMK tahun terakhir pada tanggal ujian akhir nasional masing-masing.[174]

Jawa Timur

Lokasi terkonfirmasi, PDP, dan ODP kasus COVID-19 di Jawa Timur (2 April 2020).

Pada 15 Maret, Kota Malang mengumumkan bahwa mereka akan menutup semua sekolah selama dua minggu. Penutupan akan dimulai pada 16 Maret.[175]

Pada hari yang sama, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memerintahkan untuk meliburkan semua sekolah di seluruh provinsi. Lembaga pendidikan disarankan untuk membatalkan segala macam pertukaran pelajar sampai waktu yang tidak ditentukan, namun ujian nasional di provinsi tidak akan ditunda.[176]

Pada 16 Maret, Walikota Malang, Sutiaji memutuskan untuk menutup semua akses ke kota, dimulai pada 18 Maret. Pada 16 Maret, belum ada positif COVID-19 di Kota Malang dan Provinsi Jawa Timur.[177] Dia kemudian mengklarifikasi bahwa penguncian hanya berlaku untuk pejabat Kota Malang, bukan masyarakat umum.[178]

Yogyakarta

Gubernur DI Yogyakarta, Hamengkubuwana X, mengumpulkan lima kepala daerah kota dan kabupaten se-Yogyakarta di Kantor Gubernur pada Minggu, 15 Maret 2020 untuk merundingkan permasalahan dan penanggulangan pandemi virus korona di DIY. Dalam pertemuan ini dihasilkan lima butir keputusan, yaitu:[179]

Penutupan salah satu jalan kampung di Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, yang dilakukan masyarakat secara swadaya.
  • Informasi mutakhir mengenai perkembangan pasien virus korona di DI Yogyakarta
  • Orang (PDP) yang diketahui positif terinfeksi virus korona akan dibiayai oleh pemerintah pusat, sedangkan biaya pemeriksaan orang (ODP) yang ternyata negatif terinfeksi virus korona akan ditanggung oleh pemerintah DI Yogyakarta.
  • Skema karantina wilayah belum bisa dilakukan karena DIY masih dianggap belum kejadian luar biasa virus korona.
  • Sultan mengharapkan sekolah menengah yang akan menghadapi Ujian Nasional tetap melaksanakan ujian tersebut, dan menganjurkan pelaksanaan pengajaran daring.
  • Masyarakat DIY diimbau untuk mengantisipasi dan melakukan tindakan pencegahan, seperti menjaga kebersihan dan mencuci tangan.

Warga di sejumlah dusun/kampung di Yogyakarta dilaporkan melakukan karantina wilayah secara swadaya dengan memblokade jalan menggunakan bilah bambu dan spanduk peringatan. Karantina wilayah ini umumnya masih membuka satu jalan keluar-masuk khusus untuk warga setempat yang bekerja atau hendak membeli keperluan pokok. Selain itu, warga juga memasang alat penyemprot disinfektan secara mandiri di jalan masuk kampung. Tamu yang bukan warga setempat diminta untuk melaporkan diri terlebih dahulu atau bahkan dilarang masuk.[180][181] Meskipun demikian, tindakan ini tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah. Camat Pakem, Suyanto, misalnya, meminta warga dan kepala desa untuk membuka kembali jalanan kampung yang ditutup karena menyalahi surat edaran yang dikeluarkan Kabupaten Sleman.[182] Wakil wali kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, menuturkan bahwa pihaknya telah memberikan pemahaman kepada Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) agar menurunkan spanduk-spanduk penutupan dan membuka kembali jalanan di sejumlah kampung di wilayah Kota Yogyakarta.[183]

Lainnya

Perkeretaapian

Suasana ruang tunggu Stasiun Madiun saat pandemi koronavirus 2019. Banyaknya pembatalan perjalanan kereta api menyebabkan beberapa stasiun kereta api terlihat sepi

PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengambil sejumlah langkah dalam rangka pencegahan penularan koronavirus, salah satunya dengan membatalkan beberapa perjalanan kereta api mulai 21 Maret 2020 dan dilakukan secara bertahap.[184] Sejumlah pola perjalanan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dipangkas dan hanya dibuka pada pukul 06.00 hingga 20.00 WIB.[185] Mulai 21 Maret 2020, perjalanan LRT Palembang juga dipangkas dari 74 perjalanan menjadi 54 perjalanan, kemudian 26 perjalanan mulai 1 April 2020.[186][7]

Selain itu, PT KAI juga melakukan pemeriksaan suhu tubuh pada setiap calon penumpang.[187] Calon penumpang yang memiliki suhu tubuh melebihi 38 °C dilarang memasuki kereta dan bea dikembalikan penuh seratus persen.[188] Semua fasilitas penumpang di stasiun (termasuk kereta) dilakukan penyemprotan disinfektan setiap saat.[189] Pembatasan jarak fisik (physical distancing) juga diterapkan penuh pada semua fasilitas stasiun, seperti pembatasan jumlah orang dalam lift menjadi maksimal empat orang, pembuatan batas aman antrean loket, pembuatan jarak aman pada bangku peron, serta penyediaan pembersih tangan (hand sanitizer) di sudut-sudut ruangan.[190][191]

PT KAI menganjurkan kepada calon penumpang supaya setiap pembatalan maupun ubah jadwal dilakukan secara daring baik melalui aplikasi Kereta Api Indonesia Access (KAI Access) atau menggunakan kanal eksternal lain.[192]

PT KAI Divisi Regional I Sumatra Utara dan Aceh membatalkan empat perjalanan KA Sri Lelawangsa relasi MedanBinjai.[193] PT KAI Divisi Regional II memangkas sejumlah perjalanan KA Minangkabau Ekspres dari enam kali pulang pergi menjadi lima kali mulai pukul 06.30 hingga 17.49 WIB.[194]

Daftar perjalanan kereta api yang dibatalkan akibat pandemi koronavirus per 1 April 2020
Nama kereta api No KA Kelas Relasi perjalanan Referensi
Argo Wilis 1-2 Eksekutif Gambir–Bandung–Surabaya Gubeng [195]
Argo Muria 13-14 Semarang Tawang–Gambir [196]
Argo Lawu 7-8 Solo Balapan–Gambir [197]
Argo Cheribon 19, 20, 21, 22, 27, 28, 29, 30, 33, 34 Eksekutif & Ekonomi Plus Cirebon–Gambir [198]
Argo Parahyangan 39, 42, 51, 52, 55, 56A, 65F, 66F, 7001A, 7002A Eksekutif & Ekonomi Premium Gambir–Bandung/Kiaracondong [199]
Turangga 77-78 Eksekutif Gambir–Bandung–Surabaya Gubeng
Sembrani 81-82 Eksekutif & Luxury Gambir–Surabaya Pasarturi [200]
Taksaka 83-86 Yogyakarta–Gambir [201]
Purwojaya 87-90 Eksekutif Cilacap–Gambir [202]
Mutiara Selatan 103-106 Eksekutif & Ekonomi Premium Gambir–Bandung–Surabaya Gubeng–Malang
Lodaya 161-164 Solo Balapan–Bandung
Pangandaran 175, 7006 Banjar–Gambir
Malabar 107-108 Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi Pasar Senen–Bandung–Malang
Mutiara Timur 184, 185 Eksekutif & Ekonomi Premium Ketapang–Surabaya Gubeng [203][204]
Singasari 109B-110B Eksekutif & Ekonomi Plus Blitar–Pasarsenen [205]
Gaya Baru Malam Selatan 111-112 Pasar Senen–Surabaya Gubeng
Gumarang 133-134 Eksekutif & Bisnis Pasar Senen–Surabaya Pasarturi [203]
Mataram 139B-140B Solo Balapan–Pasarsenen
Ciremai 150/151, 153/156 Semarang Tawang–Bandung
Sancaka Utara 165-170 Surabaya Pasarturi–Kutoarjo [203][204]
Prabu Jaya S5-S6 Kertapati–Prabumulih [206]
Sribilah U53, U56, U61, U62 Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi Premium Medan–Rantau Prapat
Logawa 297-300 Bisnis & Ekonomi Purwokerto–Jember [204]
Bogowonto 141-142 Eksekutif & Ekonomi Plus Lempuyangan–Pasar Senen
Gajahwong 143-144
Malioboro Ekspres 172, 173 Yogyakarta–Malang [207]
Fajar dan Senja Utama Yogya 137-138 Eksekutif & Ekonomi Premium Yogyakarta–Pasar Senen
Sawunggalih 158, 159 Kutoarjo–Pasar Senen
Sancaka 180, 181 Yogyakarta–Surabaya Gubeng [203]
Sriwijaya S1-S2 Tanjungkarang–Kertapati
Dharmawangsa 135-136 Eksekutif dan Ekonomi Pasar Senen–Surabaya Pasarturi
Pangrango 389-394 Bogor Paledang–Sukabumi [208]
Kutojaya Utara 259-260 Ekonomi Premium Kutoarjo–Jakarta Kota
Jayakarta 253-254 Surabaya Gubeng–Pasar Senen
Songgoriti 283-284 Surabaya Gubeng–Malang
Kutojaya Selatan 331-332 Ekonomi Kutoarjo–Kiaracondong
Pasundan 295-296 Kiaracondong–Surabaya Gubeng
Tawang Jaya 329-330 Semarang Poncol–Pasar Senen
Galunggung 463-464 Kiaracondong–Tasikmalaya
Majapahit 251-252 Ekonomi Plus Malang–Pasar Senen
Jaka Tingkir 257-258 Purwosari–Pasar Senen
Menoreh 263-264 Semarang Tawang–Jakarta Kota
Ambarawa Ekspres 267-268 Semarang Poncol–Surabaya Pasarturi
Kaligung 275, 276 Semarang Poncol–Tegal
Blora Jaya 281-282 Semarang Poncol–Cepu
Pandanwangi 460, 461 Ekonomi Ketapang–Jember
Sri Lelawangsa U71, U72, U75, U76, U79, U80, U85, U86, U91, U92, U93, U94 Medan–Binjai [193]
Lokal Bandung Raya Cicalengka–Kiaracondong–Padalarang
Siliwangi 497-502 Sukabumi–Ciranjang [208]
Lokal Merak Rangkasbitung–Merak [208]
Bandara Internasional Yogyakarta Yogyakarta–Wojo–Kebumen [209]
Bandara Internasional Adi Sumarmo Klaten–Solo Balapan–Bandara Internasional Adi Sumarmo [210]
Minangkabau Ekspres Padang–Bandara Internasional Minangkabau [194]

Universitas

Sebagai respons terhadap COVID-19, beberapa universitas memilih untuk membatalkan kelas dan menggantinya dengan pembelajaran dalam jaringan (daring).

Hingga 23 Maret, setidaknya 18 universitas di seluruh Indonesia mengonfirmasi bahwa kuliah tatap muka konvensional akan dibatalkan dan akan digantikan oleh kelas daring. Wisuda dan pertemuan dibatalkan, sementara mahasiswa dan dosen yang telah bepergian ke luar negeri dari negara-negara dengan kasus COVID-19 yang dikonfirmasi dengan alasan apapun harus mengisolasi diri di rumah. Banyak universitas telah menutup kelas mereka untuk sementara, seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM),[211] Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gunadarma, Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Politeknik Keuangan Negara STAN, Kalbis Institute, Universitas Bina Nusantara (Binus), Universitas Atma Jaya, STIKOM The London School of Public Relations (LSPR), Universitas YARSI, Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Telkom, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Tarumanegara (Untar), Insitut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Sektor privat

Beberapa perusahaan memberlakukan mekanisme bekerja di rumah. Perusahaan Grab Indonesia terhitung sejak 12 hingga 17 Maret 2020 menutup kantor pusatnya untuk dibersihkan dan meminta karyawannya bekerja di rumah.[212] Unilever Indonesia mengumumkan kebijakan kerja-dari-rumah untuk 1.200 karyawan kantor pusat. Kebijakan ini akan dimulai pada 16 Maret hingga pemberitahuan lebih lanjut.[213]

Pada 16 Maret 2020, satu karyawan PT Bank CIMB Niaga Tbk yang bekerja di Gedung Griya Niaga 1, Bintaro, positif terkena koronavirus.[214]

Pada 17 Maret 2020, manajemen BNI menyatakan ada salah satu karyawannya yang bekerja di back office dan tidak bersinggungan langsung dengan nasabah, positif Covid-19. Atas kondisi ini, manajemen mengambil kebijakan penyesuaian tiga sistem kerja, yakni pemisahan operasi, kerja bergilir, dan kerja-dari-rumah. Pemisahan dan pergiliran diberlakukan untuk fungsi terkait dengan operasional utama dan layanan perbankan, sedangkan divisi lainnya menetapkan kerja di rumah, terhitung mulai 17 Maret dan berlaku untuk daerah yang berisiko tinggi.[215] Pada hari yang sama, seorang karyawan Bank Mandiri cabang Kyai Tapa Jakarta juga positif Covid-19. Kantor cabang tersebut kemudian ditutup dan dialihkan ke cabang Bank Mandiri S. Parman.[216]

Pada 20 Maret 2020, manajemen PT Bank Permata Tbk. mengumumkan penutupan kantor pusatnya yang berlokasi di Gedung World Trade Center II, Sudirman, Jakarta, dan telah menyemprot disinfektan di seluruh ruangan, setelah ada satu karyawannya yang bekerja di back office, positif terkena Covid-19.[217]

Kalangan perbankan mengimbau nasabah menggunakan aplikasi perbankan daring yang sudah ada di setiap bank untuk bertransaksi, pembukaan rekening tabungan secara online melalui panggilan video, dan menggunakan layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM).[216]

Pada 23 Maret 2020, salah seorang karyawan PT Bank Central Asia Tbk yang bekerja di kantor pusat Menara BCA, Grand Indonesia, dinyatakan positif terkena koronavirus. Atas kejadian ini, manajemen BCA telah melakukan disinfektan di seluruh lantai dan lift, sedangkan bagi para karyawan yang bekerja di lantai sama diberlakukan kerja di rumah dan dipantau perkembangannya secara intens.[218] Sementara itu, dua karyawan PT Indosat Ooredoo yang bekerja di kantor pusat Jakarta, Jl Medan Merdeka Barat, diumumkan positif terkena koronavirus.[219]

Jam operasional bank

Sementara itu, Bank Indonesia mengubah jam operasional terhitung sejak 30 Maret hingga 29 Mei 2020. Perubahan mencakup layanan operasional Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), Bank Indonesia Scriptless Securities Payment System (BI-SSSS), dan Bank Indonesia Electronic Trading Platform (BI-ETP) dari semula sampai pukul 18.30 menjadi pukul 17.00 WIB. Demikian juga dengan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dari 9 kali menjadi 8 kali dan waktu operasionalnya dipersingkat dari pukul 17.00 WIB menjadi 15.30 WIB, dan layanan operasional kas BI dari semula sampai pukul 12.00 WIB menjadi pukul 11.00 WIB.[220]

Sejumlah bank juga mulai mempersingkat jam operasional layanan cabangnya dari pukul 08.00-15.00 WIB menjadi 09.00-15.00 WIB, seperti diterapkan oleh Bank Mandiri terhitung 23 Maret 2020,[11] Bank Mandiri menutup sementara operasional 183 kantor cabang pada 23 Maret dan 287 cabang pada 24 Maret dari total 457 cabang di DKI Jakarta.[11] Bank BCA menutup 30% dari total cabangnya di DKI Jakarta sejak 24 Maret hingga 2 April 2020 dan pembatasan jam operasional dari pukul 08.15-15.00 WIB menjadi 08.15-14.00 WIB.[221]

Kritik

Ketidakmampuan mendeteksi virus

Para ahli kesehatan khawatir bahwa Indonesia gagal mengidentifikasi penularan virus.[222] Marc Lipsitch, profesor epidemiologi di Universitas Harvard menganalisis lalu lintas pesawat udara dari Tiongkok dan menyimpulkan bahwa Indonesia mungkin telah memiliki kasus yang terlewatkan.[223][224][225] Negara-negara barat[226][227][228] serta media massa lokal[222][229] dan internasional[224][225][230] menyimpulkan bahwa ketiadaan kasus di Indonesia diakibatkan oleh pengujian yang tidak memadai dan kurangnya pelaporan, dan bukannya keberuntungan belaka dan intervensi ilahi.[231] Pada 22 Maret, sebuah penelitian menyatakan bahwa jumlah infeksi resmi mungkin hanya merefleksikan 2% dari jumlah infeksi COVID-19 sesungguhnya di Indonesia.[232][233][232]

Anggaran untuk influencer media sosial

Pemerintah menghadapi reaksi keras setelah berjanji untuk menganggarkan Rp 72 miliar untuk membayar influencer media sosial untuk menarik wisatawan ke Indonesia.[234]

Kurangnya transparansi

Presiden Indonesia Joko Widodo juga dikritik oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia,[235] Komisi Nasional Hak Asasi Manusia,[236] dan juga oleh partai politik seperti Golkar[237] dan Partai Keadilan Sejahtera[238] karena kurangnya transparansi mengenai informasi COVID-19. Jokowi bersikeras untuk tidak membagikan rincian riwayat perjalanan pasien dengan hasil uji koronavirus positif untuk mengurangi kepanikan dan kegelisahan masyarakat umum.[239]. Meski begitu, kerahasiaan informasi ini tetap dianggap melanggar undang-undang.[240] Kritik mengenai transparansi data juga disampaikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait berapa banyak jumlah tenaga medis yang positif COVID-19.[241] Publik telah meminta pemerintah untuk merilis peta resmi nasional dari lokasi kasus COVID-19 terkonfirmasi, karena peta-peta independen yang tidak resmi dapat memberikan data yang tidak benar.[242]

Tes dan pengobatan

Telah muncul laporan-laporan pasien-pasien di Jabodetabek yang harus menunggu lama untuk mendapatkan tes atau pengobatan untuk kemungkinan kasus COVID-19 karena rumah sakit rujukan menghadapi tekanan yang meningkat.[243]

Kebijakan

Joko Widodo telah mendapat tekanan yang meningkat untuk menerapkan karantina wilayah (lockdown) sebagian di daerah terdampak virus. Para ilmuwan mengatakan bahwa negara ini sedang berlomba dengan waktu untuk menekan penyebaran COVID-19 sebelum Lebaran dak karantina komunitas bisa menjadi solusi satu-satunya untuk melakukan itu.[244] Pada 16 Maret, Jokowi menyatakan bahwa kebijakan karantina wilayah adalah otoritas pemerintah pusat, dan mengingatkan pemerintah daerah untuk tidak menerapkan karantina wilayah tanpa izin pemerintah pusat.[245]

Pada 27 Maret, para profesor kedokteran Indonesia meminta pemerintah untuk melakukan karantina wilayah lokal, menyatakan bahwa kebijakan pemerintah berupa pembatasan fisik (physical distancing) tidak “efektif”. Pemerintah sedang merancang sebuah peraturan pemerintah (PP) untuk mengatur prosedur dan syarat untuk menerapkan karantina regional.[246][247]

Dampak

Karena COVID-19, penduduk Jakarta bergegas membeli tisu toilet, persediaan makanan, masker, penyanitasi tangan, dll.

Sosioekonomi

Harga masker medis di Indonesia melonjak lebih dari enam kali lipat, dengan harga eceran yang awalnya sekitar Rp30.000 menjadi Rp185.000 (beberapa sumber menyatakan lebih dari Rp800.000) per kotak di beberapa toko setelah dua warga yang dinyatakan positif mengidap koronavirus.[248] Pembelian karena panik juga dilaporkan sejak pertengahan Februari sebelum kasus pertama dikonfirmasi.[249] Masker dan penyanitasi tangan sulit didapatkan masyarakat dalam beberapa jam setelah pemerintah mengumumkan adanya kasus COVID-19 di Indonesia.[250][251] Presiden Indonesia Joko Widodo pun memperingatkan orang-orang agar tidak menimbun masker dan penyanitasi tangan.[252] Kepolisian Republik Indonesia telah menindak para tersangka penimbun.[253]

Ekonomi

JKSE Composite Index 14 hari setelah kasus pertama (2 Maret 2020)

Menyusul tren penurunan harga saham di seluruh dunia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah bahkan sebelum konfirmasi COVID-19 pertama di Indonesia.[254] Menanggapi ekspektasi perlambatan ekonomi di Indonesia akibat menurunnya kegiatan ekonomi Tiongkok, Bank Indonesia memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin menjadi 4,75% pada 20 Februari.[254]

Pada 12 Maret, saat WHO mengumumkan pandemi, IHSG jatuh 4,2 persen menjadi 4.937 ketika sesi Kamis dibuka, yang merupakan level yang tidak pernah terjadi selama hampir empat tahun terakhir.[255] Pada 13 Maret, perdagangan saham dihentikan untuk pertama kalinya sejak 2008 karena pandemi.[256]

Sementara itu, perdagangan Bursa Efek Indonesia telah mengalami penghentian perdagangan (trading halt) sebanyak lima kali sejak diberlakukan terhitung 11 Maret 2020. Penghentian transaksi perdagangan terjadi masing-masing pada 12 Maret 2020 pada pukul 15:33 WIB, 13 Maret 2020 pukul 09:15:33 waktu JATS, kemudian 17 Maret 2020 pukul 15:02 waktu JATS, dan 19 Maret 2020 pukul 09:37 JATS. Transaksi perdagangan kelima yang dihentikan terjadi pada 23 Maret 2020, pukul 14:52:09 waktu JATS.[257]

Penurunan pendapatan

Pemerintah telah menyusun kajian dampak ekonomi dan penurunan penghasilan masyarakat di setiap provinsi berdasarkan skenario ringan, sedang, hingga buruk. Skenario tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam rapat dengan para gubernur, bupati, dan wali kota seluruh Indonesia pada 24 Maret 2020. Skenario mengacu kepada daya tahan ekonomi setiap provinsi maupun penurunan pendapatan para pelaku ekonomi. Dalam skenario sedang, dampak koronavirus akan membuat pendapatan buruh di Nusa Tenggara Barat turun sekitar 25% dan mampu bertahan hingga Juni-September 2020. Di sektor UMKM, dampak penurunan pendapatan terbesar bakal terjadi di Kalimantan Utara sebesar 36% dengan kemampuan daya tahan hingga Agustus-Oktober 2020. Sementara itu, bagi pengemudi supir angkutan umum dan ojek, penurunan pendapatan terbesar bakal terjadi di Sumatra Utara sebesar 44%.[258] Bagi petani dan nelayan, penurunan pendapatan terbesar bakal terjadi di Kalimantan Barat sebesar 34% dengan kemampuan daya tahan sampai Oktober-November 2020.[259]

Pariwisata dan hiburan

Sebuah objek wisata di Kota Padang yang sepi seiring imbauan pemerintah kepada warga untuk melakukan pembatasan sosial

Pariwisata Indonesia juga terdampak, dengan Bali mengalami penurunan kedatangan wisatawan sebesar 33% bila dibandingkan dengan Januari, dan penurunan tajam 96% wisatawan Tiongkok. Hotel mengalami tingkat hunian yang sangat rendah, dengan beberapa hotel mencatat tingkat hunian 5% dan bahkan 0% karena terlalu mengkhususkan diri pada pengunjung Tiongkok, adanya pembatasan perjalanan dari negara terinfeksi, dan ketakutan secara umum terhadap virus.[260] Namun, ada peningkatan minat wisatawan domestik,[261] dan wisatawan Tiongkok yang sudah berada di pulau itu umumnya memilih untuk memperpanjang masa tinggal mereka.[262]

Perlombaan ePrix Jakarta pada Formula E musim 2019–2020 juga akan ditunda akibat koronavirus.[263] Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jakarta mengumumkan rencananya untuk menunda acara publik dengan pertemuan massal dari Maret hingga April setelah meningkatnya jumlah kasus COVID-19 menjadi 27 orang.[264]

Kebijakan stimulus

Tahap I

Guna memperkecil dampak merebaknya koronavirus terhadap perekonomian nasional, Pemerintah Indonesia pada 25 Februari 2020 mengeluarkan kebijakan stimulus sebesar Rp10,3 triliun kepada sektor pariwisata, yang berupa diskon harga tiket dan pengurangan pajak restoran. Dana sebesar itu diberikan untuk memberikan potongan harga tiket untuk 10 tujuan destinasi wisata, yakni Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Danau Toba (Bandara Silangit), Tanjung Pandan, dan Tanjungpinang, yang berlaku mulai Maret hingga Mei 2020. Harga tiket untuk maskapai penerbangan berbiaya rendah didiskon sebesar 50%, pelayanan menengah sebesar 48%, dan pelayanan penuh sebesar 45%.[265] Khusus diskon harga tiket ini, dana stimulus berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp443,39 miliar untuk nilai diskons sebesar 30% dan 25% dari penumpang per pesawat.[266] Selain itu, ada tambahan diskon tiket yang ditanggung oleh Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II sebesar Rp100 miliar dan PT Pertamina (persero) sebesar Rp260 miliar melalui diskon harga avtur, sehingga total stimulus harga tiket sebesar Rp960 miliar agar harga tiket dapat terdiskon sebesar 50%.[267]

Stimulus berupa pajak restoran yang ditanggung pemerintah pusat juga diberikan dengan nilai sebesar Rp3,3 triliun. Dengan demikian, tidak ada pajak restoran di 10 destinasi wisata di atas, tetapi pemerintah daerah akan mendapat hibah dari pemerintah pusat sebagai kompensasinya.[266]

Tahap II

Pada 14 Maret 2020, pemerintah kembali menggelontorkan stimulus fiskal sebesar Rp22,9 triliun. Dalam stimulus tahap II ini, pemerintah menanggung pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 sebesar 100% untuk pekerja sektor manufaktur dengan besaran gaji hingga Rp200 juta/tahun. Selain itu, pemerintah memberikan pembebasan PPh impor Pasal 22 kepada 19 sektor, wajib pajak KITE, dan wajib pajak KITE industri kecil menengah. PPh 21 dan PPh impor ini akan ditanggung pemerintah selama enam bulan, dari April hingga September 2020, sehingga pemerintah menghabiskan biaya APBN sebesar Rp8,6 triliun dan Rp8,15 triliun.[268]

Berikutnya stimulus sebesar Rp4,2 triliun berupa diskon PPh pasal 25 sebesar 30% untuk 19 sektor tertentu, wajib pajak KITE dan wajib pajak KITE-IKM, mulai April hingga September 2020 dan relaksasi restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar Rp1,97 triliun, sehingga wajib pajak di 19 sektor tertentu, wajib pajak KITE dan wajib pajak KITE IKM dapat mengajukan restitusi PPN yang dipercepat. Restitusi PPN tidak ada batasan nilai bagi para eksportir, sedangkan untuk noneksportir dibatasi maksimal Rp5 miliar.[268]

Selain stimulus fiskal, pemerintah juga memberikan stimulus nonfiskal berupa penyederhanaan dokumen Sertifikat Kesehatan (Health Certificate) dan V-legal, pengurangan jumlah larangan dan pembatasan (lartas) ekspor sebanyak 749 kode HS (443 kode HS komoditas ikan dan 306 kode HS produk industri kehutanan). Penyederhanaan dan pengurangan jumlah lartas impor bahan baku juga diberikan khususnya kepada produsen besi baja, baja paduan dan turunannya, garam industri, dan gula tepung. Khusus bagi eksportir dan importir reputable utama sebanyak 735 perusahaan diberikan percepatan proses ekspor dan impor dengan menerapkan respons dan persetujuan otomatis dan penghapusan laporan surveyor. Stimulus terakhir adalah peningkatan dan percepatan layanan proses ekspor impor dan pengawasan melalui ekosistem logistik nasional.[268]

Tahap III

Pada 20 Maret 2020, pemerintah secara efektif telah bisa menggunakan dana realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp118,3 triliun hingga Rp121,3 triliun untuk mengatasi pandemi koronavirus. Dana tersebut merupakan hasil dari realokasi belanja kementerian/lembaga dari pos perjalanan dinas, belanja nonoperasional, dan honor, sebesar Rp62,3 triliun dan transfer daerah serta dana desa sebesar Rp56-59 triliun.[269]

Dana hasil realokasi ini akan digunakan untuk pendidikan, jaring pengaman sosial, dan kesehatan, sebesar Rp38 triliun. Asuransi bagi tenaga medis sebesar Rp6,1 triliun. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mendapat tambahan dana sebesar Rp3,3 triliun untuk mengatasi pandemi koronavirus. Sebagian alokasi dana desa, yakni sebesar Rp72 triliun, juga dialokasikan khusus untuk penanganan pandemi khususnya untuk desa terdampak.[270]

Insentif alat kesehatan

Pada 20 Maret 2020, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memusatkan izin impor alat kesehatan untuk keperluan penanganan koronavirus ke BNPB. Kementerian/lembaga, yayasan nonprofit, dan perseorangan atau swasta nonkomersial bisa mendapatkan keringanan pajak impor alat kesehatan sepanjang mendapat rekomendasi dari BNPB. Namun, insentif keringanan pajak ini tidak berlaku bagi perseorangan atau swasta komersial dan tetap harus mendapatkan izin rekomendasi impor dari BNPB.[271]

Insentif fiskal bagi impor alat kesehatan berupa pembebasan bea masuk dan cukai, tidak adanya pungutan pajak pertambahan nilai (PPN) maupun pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), PPh impor pasal 21, dan pengecualian terhadap tata niaga impor yang harus melalui Kementerian Perdagangan, BPOM, dan Kementerian Kesehatan. Alat kesehatan yang dibebaskan dari pajak dan tata niaga ini mencakup obat-obatan, alat pelindung diri, masker, dan alat uji cepat.[272]


Laboratorium rujukan dan laboratorium pemeriksa

Pada tanggal 16 Maret 2020 Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto secara resmi menandatangani Keputusan Menkes Nomor HK.01.07MENKES/182/2020 yang menetapkan 1 laboratorium rujukan nasional COVID-19 dan 12 laboratorium pemeriksa COVID-19. Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenkes (Balitbangkes) ditunjuk sebagai laboratorium rujukan nasional COVID-19, sementara 12 laboratorium lainnya didelegasikan sesuai dengan wilayah kerja di seluruh provinsi di Indonesia.[273]

Sebagai laboratorium rujukan nasional COVID-19, Balitbangkes merupakan pihak yang berwenang untuk mengonfirmasi spesimen pasien positif COVID-19 yang diperoleh dari 12 laboratorium pemeriksa COVID-19, untuk selanjutnya diteruskan ke Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan Ditjen Pelayanan Kesehatan.[273][274] Proses pengujian di 12 laboratorium pemeriksa COVID-19 tidak dikenakan biaya apa pun.[275] Namun, untuk dapat melakukan tes pemeriksaan COVID-19 tersebut, seseorang harus memenuhi beberapa kriteria dengan rujukan dari fasilitas pelayanan kesehatan (fasnyakes) terkait:

  • pernah melakukan kontak secara langsung terhadap orang yang terjangkit positif COVID-19,
  • dalam kurun waktu 14 hari pernah melakukan perjalanan ke negara yang terjangkit sebelum timbul gejala,
  • mengalami demam dengan suhu di atas 38 derajat Celcius disertai dengan gejala lain seperti batuk, pilek, nyeri otot, sesak napas atau terjadi pneumonia ringan hingga berat.[276]

Daftar 12 laboratorium pemeriksa COVID-19 yaitu

Bacaan lanjutan

Referensi

  1. ^ "Kronologi Pasien Positif Corona di Indonesia Bertambah Jadi Enam". tirto.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-03-19. Diakses tanggal 2020-03-09. 
  2. ^ "Jokowi Umumkan Dua WNI Positif Corona di Indonesia". CNN Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-03-19. Diakses tanggal 2 Maret 2020. 
  3. ^ Kemenkes 2020, hlm. 13-14.
  4. ^ "Situasi Virus Corona". COVID19.go.id. 21 Maret 2020. Diakses tanggal 21 Maret 2020. 
  5. ^ a b "Data Terbaru Corona Terkait Indonesia, 13 Maret 2020 Pukul 12.00 WIB". Detik News. Diakses tanggal 13 Maret 2020. 
  6. ^ a b Marchio Irfan Gorbiano (2 Maret 2020). "BREAKING - Jokowi announces Indonesia's first two confirmed COVID-19 cases". The Jakarta Post. Diakses tanggal 2 Maret 2020. 
  7. ^ a b c Taher, Andrian Pratama. "Riwayat Perjalanan Pasien Positif Corona COVID-19 di Indonesia". Tirto. Diakses tanggal 15 Maret 2020.  Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama ":6" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  8. ^ "Ini 3 Pasien RSPI Sulianti Saroso yang Sembuh dari Covid-19". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2020-03-17. 
  9. ^ a b c Media, Kompas Cyber. "Kabar Baik, Pasien Terinfeksi Corona yang Kini Sembuh Bertambah 2 Orang". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-13. 
  10. ^ a b c Mediatama, Grahanusa (2020-03-06). "BREAKING NEWS: 2 orang lagi positif terinfeksi corona di Indonesia, total ada 4 kasus - Page all". kontan.co.id. Diakses tanggal 2020-03-18. 
  11. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s Media, Kompas Cyber. "Daftar 19 Pasien Positif Virus Corona di Indonesia". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-09.  Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama ":0" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  12. ^ a b c "Pasien Positif Corona Bertambah Jadi 6 Orang". CNN Indonesia. 2020-03-08. Diakses tanggal 2020-03-08. 
  13. ^ a b c d e f Media, Kompas Cyber. "Dua Pasien Positif Covid-19 yang Membawa Kabar Bahagia..." KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-13.  Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama ":5" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  14. ^ Kadek Melda Luxiana (2020-03-10). "Jadi 27 Orang, Ini Detail 8 Pasien Baru Virus Corona". Detik.com. Diakses tanggal 2020-03-10. 
  15. ^ "Pasien Positif Virus Corona Bertambah, Kini Totalnya Ada 27 Orang". Kompas.com. 2020-03-10. Diakses tanggal 2020-03-10. 
  16. ^ a b Kanavino Ahmad Rizqo (2020-03-11). "Kasus Kematian Pertama Virus Corona di Indonesia, Korbannya Seorang WNA". Detik.com. Diakses tanggal 2020-03-11. 
  17. ^ a b Angga Riza (2020-03-11). "Pasien Corona Kasus 25 Meninggal Dunia di RSUP Sanglah Bali". Detik.com. Diakses tanggal 2020-03-11. 
  18. ^ "Indonesia confirms first possible COVID-19 community transmission as cases rise to 27". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). 2020-03-10. Diakses tanggal 2020-03-11. 
  19. ^ detikcom, Tim. "Data Terbaru Corona Terkait Indonesia, 12 Maret 2020 Pukul 21.00 WIB". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-13. 
  20. ^ "Pasien Positif Covid-19 Bertambah 7 Orang, Seluruhnya "Imported Case"". Kompas.com. 2020-03-11. Diakses tanggal 2020-03-11. 
  21. ^ a b c d Media, Kompas Cyber. "3 Pasien Covid-19 Dinyatakan Meninggal Jumat Ini, Total 4 Orang Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-13. 
  22. ^ "Pemprov Banten: 1 Pasien Positif Corona yang Wafat di Tangsel Kasus Nomor 35". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-18. 
  23. ^ a b Safitri, Eva. "RSPI Sulianti Saroso Tegaskan Pasien Isolasi yang Meninggal Dunia 1 Orang". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-18. 
  24. ^ a b c d e "Update Corona 13 Maret: 69 Kasus Positif, 4 Meninggal Dunia". nasional. Diakses tanggal 2020-03-13. 
  25. ^ "Balita DIY Sembuh dari Corona, Dinkes Ingin Angkat Jadi Film". nasional. Diakses tanggal 2020-03-20. 
  26. ^ "Sultan HB X: Seorang Balita di Yogyakarta Positif Corona". kumparan. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  27. ^ a b "Satu Pasien Isolasi yang Meninggal di RSUD Moewardi Solo Positif Corona". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-18. 
  28. ^ "Menteri Perhubungan Budi Karya Positif Terinfeksi Corona - Katadata.co.id". katadata.co.id. 2020-03-14. Diakses tanggal 2020-03-14. 
  29. ^ a b "21 Kasus Baru, Pasien Positif Corona Indonesia Jadi 117 Orang". nasional. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  30. ^ a b Luxiana, Kadek Melda. "Ada Tambahan 17 Pasien Corona Baru, 14 di Antaranya dari Jakarta". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-16. 
  31. ^ a b c "Jumlah Bertambah 38, Total Pasien Positif Virus Corona Kini 172 Kasus". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-17. 
  32. ^ "Gubernur Jatim Pastikan 6 Orang Positif Corona Asal Surabaya". suara.com. 2020-03-18. Diakses tanggal 2020-03-18. 
  33. ^ Chairunnisa, Ninis (2020-03-17). "Satu dari 172 Pasien Positif Corona Berasal dari Kepulauan Riau". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-18. 
  34. ^ a b "Update Corona 18 Maret: 227 Kasus, 19 Meninggal, 11 Sembuh". nasional. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-03-19. Diakses tanggal 2020-03-18. 
  35. ^ a b {{Cite web|url=https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200319150112-20-484999/update-corona-19-maret-309-kasus-25-meninggal-15-sembuh%7Ctitle=Update Corona 19 Maret: 309 Kasus, 25 Meninggal, 15 Sembuh|last=|first=|date=|website=CNN Indonesia|language=id-ID|archive-url=https://web.archive.org/web/20200319133357/https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200319150112-20-484999/update-corona-19-maret-309-kasus-25-meninggal-15-sembuh%7Carchive-date=2020-03-19%7Caccess-date=2020-03-19}
  36. ^ "Update Corona 19 Maret 2020: 309 Kasus Positif Covid-19". www.vivanews.com. 2020-03-19. Diakses tanggal 2020-03-19. 
  37. ^ "Corona RI per 19 Maret: 308 Positif & Hasil Tes Jokowi". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 20 Maret 2020. 
  38. ^ "Update Corona 20 Maret: 369 Kasus, 32 Meninggal, 17 Sembuh". CNN Indonesia. Diakses tanggal 2020-03-20. 
  39. ^ "Data Terbaru: Kasus Positif Corona Jadi 450, Bertambah 81". Detik. 21 Maret 2020. Diakses tanggal 21 Maret 2020. 
  40. ^ "[TERBARU] Pasien Positif Corona 514 Orang, 48 Meninggal, 29 Sembuh". KOMPAS.tv. Diakses tanggal 2020-03-22. 
  41. ^ "Update Corona 23 Maret: 579 Kasus, 49 Meninggal, 30 Sembuh". CNN Indonesia. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  42. ^ "Update Corona 24 Maret: 686 Kasus, 55 Meninggal, 30 Sembuh". CNN Indonesia. Diakses tanggal 2020-03-24. 
  43. ^ a b c Erwanti, Marlinda Oktavia (25 Maret 2020). "Per 25 Maret, Kasus Positif Corona di Indonesia Bertambah Jadi 790". Detik. Diakses tanggal 25 Maret 2020. 
  44. ^ Erwanti, Marlinda Oktavia (25 Maret 2020). "Per 25 Maret, Kasus Positif Corona di Indonesia Bertambah Jadi 790". Detik. Diakses tanggal 25 Maret 2020. 
  45. ^ Aji, M. Rosseno (26 Maret 2020). Persada, Syailendra, ed. "Update Corona 26 Maret: 893 Kasus, 78 Meninggal, 35 Sembuh". Tempo. Diakses tanggal 26 Maret 2020. 
  46. ^ Arigi, Fikri (27 Maret 2020). Persada, Syailendra, ed. "Update Corona 27 Maret: 1.046 Kasus, 87 Meninggal, 46 Sembuh". Tempo. Diakses tanggal 27 Maret 2020. 
  47. ^ Aji, M. Rosseno (28 Maret 2020). Persada, Syailendra, ed. "Update Corona 28 Maret: 1.155 Kasus, 59 Sembuh, 102 Meninggal". Tempo. Diakses tanggal 28 Maret 2020. 
  48. ^ Rahma, Andita (28 Maret 2020). Persada, Syailendra, ed. "Update Corona 29 Maret: 1.285 kasus, 64 Sembuh, 114 Meninggal". Tempo. Diakses tanggal 28 Maret 2020. 
  49. ^ Rahma, Andita (30 Maret 2020). Persada, Syailendra, ed. "Update Corona 30 Maret: 1.414 Orang, 122 Meninggal, 75 Sembuh". Tempo. Diakses tanggal 30 Maret 2020. 
  50. ^ Rahma, Andita (31 Maret 2020). Persada, Syailendra, ed. "Update Corona 31 Maret: 1.528 Positif, 81 Sembuh, 136 Meninggal". Tempo. Diakses tanggal 31 Maret 2020. 
  51. ^ Riana, Friski (1 April 2020). Persada, Syailendra, ed. "Update Corona 1 April: 1.677 Positif, 103 Sembuh, 157 Meninggal". Tempo. Diakses tanggal 1 April 2020. 
  52. ^ Aji, M. Rosseno (2 April 2020). Amirullah, ed. "Update Corona 2 April: 1.790 Positif, 170 Meninggal, 112 Sembuh". Tempo. Diakses tanggal 2 April 2020. 
  53. ^ Rahma, Andita (3 April 2020). Amirullah, ed. "Update Corona 3 April: 1986 Positif, 181 Meninggal, 134 Sembuh". Tempo. Diakses tanggal 3 April 2020. 
  54. ^ "Indonesia traces movements of Chinese tourist with coronavirus". Reuters (dalam bahasa Inggris). 2020-02-13. Diakses tanggal 2020-03-16. 
  55. ^ "Indonesian official says Japanese coronavirus patient who visited Bali infected with SARS-CoV-2, not COVID-19 | Coconuts Bali". Coconuts (dalam bahasa Inggris). 2020-02-24. Diakses tanggal 2020-03-16. 
  56. ^ Azizah, Khadijah Nur. "Terbang Via Bali, WN Selandia Baru Positif Covid-19". detikHealth. Diakses tanggal 2020-03-16. 
  57. ^ "Three people in Singapore latest to test positive for COVID-19 after visiting Indonesia". The Jakarta Post. 2 March 2020. Diakses tanggal 2 March 2020. 
  58. ^ Putra, Nanda Perdana (2 March 2020). "Wali Kota Depok: 50 Orang Lebih Terindikasi Virus Corona (in Indonesian)". liputan6.com (Coronavirus). Liputan 6 (local source). Liputan 6. Diakses tanggal March 2, 2020. 
  59. ^ "Indonesia Says Suspected Coronavirus Patient Dies of Swine Flu". Jakarta Globe. 27 February 2020. Diakses tanggal 29 February 2020. 
  60. ^ "Satu Pasien Suspect Corona Meninggal Dunia di RSUP M Djamil Padang". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-16. 
  61. ^ Febrian, Prih Prawesti. "Andrea Dian Umumkan Positif Corona". detikhot. Diakses tanggal 2020-03-22. 
  62. ^ Mawardi, Isal. "Wali Kota Bogor Bima Arya Positif Corona". Detik.com. Diakses tanggal 2020-03-22. 
  63. ^ Febrian, Prih Prawesti. "Pemain Film '3 Srikandi', Detri Warmanto Positif Corona". detikhot. Diakses tanggal 2020-03-22. 
  64. ^ Mardiana, Erna. "Wakil Wali Kota Bandung Positif Corona". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  65. ^ Media, Kompas Cyber. "Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana Positif Covid-19". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-24. 
  66. ^ detikcom, Tim. "Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Positif Corona, Jalani Karantina". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-24. 
  67. ^ "BREAKING NEWS: Mantan Rektor Unhas Idrus A Paturusi Dikabarkan Positif Terinfeksi Virus Corona". Tribun Timur. Diakses tanggal 2020-03-26. 
  68. ^ "Mantan Rektor Unhas, Prof Idrus Paturusi, Positif Virus Corona". kumparan. Diakses tanggal 2020-03-26. 
  69. ^ "Striker Persib Wander Luiz Konfirmasi Positif Corona". olahraga. Diakses tanggal 2020-03-29. 
  70. ^ "Guru Besar FKM UI Meninggal di RS Persahabatan". kumparan. Diakses tanggal 2020-03-24. 
  71. ^ "Guru Besar UGM yang Positif Corona Meninggal". kumparan. Diakses tanggal 2020-03-24. 
  72. ^ Linggau, Iyan (2020-03-25). "Perjalanan Dramatis Direktur PwC Meninggal karena Corona, 7 Rumah Sakit Terlewati". Klikanggaran. Diakses tanggal 2020-03-26. 
  73. ^ "Penjelasan PwC soal Staf Meninggal Dunia di RS Persahabatan Diduga karena Corona". kumparan. Diakses tanggal 2020-03-26. 
  74. ^ Antara. "Positif Corona, Anggota DPRD dari PDIP Gatot Tjahyanto Meninggal". tirto.id. Diakses tanggal 2020-03-29. 
  75. ^ Mawardi, Isal. "PDP Corona, Anggota DPR F-PDIP Imam Suroso Meninggal Dunia". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-29. 
  76. ^ Agence France-Presse (2020-02-04). "Indonesian maid in Singapore tests positive for coronavirus". The Jakarta Post. Diakses tanggal 2020-03-05. 
  77. ^ "Indonesian Government Successfully Repatriated 243 People From Wuhan China | Portal Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia". kemlu.go.id. MINISTRY OF FOREIGN AFFAIRS OF THE REPUBLIC OF INDONESIA. Diakses tanggal March 2, 2020. 
  78. ^ "Ridwan Kamil: Karyawan Telkom yang Meninggal di Cianjur Positif Corona". kumparan.com. Diakses tanggal 2020-03-18. 
  79. ^ Mawardi, Isal. "Istri-Anak Pegawai Telkom yang Meninggal di Cianjur Juga Kena Corona". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-18. 
  80. ^ Fadli (2020-02-16). "Clear and free: Wuhan evacuees head home from Natuna quarantine". The Jakarta Post. Diakses tanggal 2020-03-05. 
  81. ^ Media, Kompas Cyber. "Pernyataan Ahli Harvard, WHO hingga Kemenkes soal Indonesia Negatif Virus Corona". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-25. 
  82. ^ Marchio Irfan Gorbiano; Budi Sutrisno (2020-02-24). "Number of Indonesians with coronavirus on Diamond Princess rises to nine". The Jakarta Post. Diakses tanggal 2020-03-05. 
  83. ^ Linda Yulisman (2 March 2020). "Mother and daughter test positive for coronavirus in Indonesia, first confirmed cases in the country". The Straits Times (dalam bahasa Inggris) (Asia). Diakses tanggal 2 March 2020. 
  84. ^ "Another Diamond Princess Crew Member From Indonesia Suspected of Contracting Coronavirus". Jakarta Globe. 2020-03-06. Diakses tanggal 2020-03-07. 
  85. ^ Papworth, Tate (2020-03-08). "Indonesian woman becomes 12th Victorian COVID-19 case". The Age (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-08. 
  86. ^ Andhika Prasetia (2020-03-09). "Melonjak! Pasien Positif Corona di Wilayah RI Jadi 19 Orang". Detik.com. Diakses tanggal 2020-03-09. 
  87. ^ Kadek Melda Luxiana (2020-03-10). "Kabar Baik! Pasien Kasus 06 dan 14 Sudah Negatif Corona". Detik.com. Diakses tanggal 2020-03-10. 
  88. ^ Kadek Melda Luxiana (2020-03-10). "Jadi 27 Orang, Ini Detail 8 Pasien Baru Virus Corona". Detik.com. Diakses tanggal 2020-03-10. 
  89. ^ Kanavino Ahmad Rizqo. "Pasien Positif Virus Corona Jadi 34 Orang: 2 Sembuh, 1 Meninggal". Detik.com. Diakses tanggal 2020-03-11. 
  90. ^ Silaban, Martha Warta (2020-03-17). "Meninggal Positif Corona, Warga Pondok Aren Pasien Nomor 35". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-18. 
  91. ^ "Yurianto: Ada Petugas Medis Positif Corona yang Meninggal Dunia". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  92. ^ Rahayu, Lisye Sri. "Ada 27 Kasus Baru, Pasien Positif Corona di Indonesia Jadi 96 Orang". detikHealth. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  93. ^ "Daerah yang Terdapat Positif Corona: dari Bandung ke Manado"". CNN Indonesia. Diakses tanggal 14 Maret 2020. 
  94. ^ Media, Kompas Cyber. "UPDATE: Tambah 3, Total 8 Orang Sembuh dari Corona di Indonesia". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  95. ^ Chatrine, lir, Rahel Narda. "Pasien Meninggal Akibat Corona di RI Bertambah Jadi 5". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  96. ^ Prasetia, Andhika. "Menhub Budi Karya Pasien Positif Corona Kasus 76". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  97. ^ Prasetia, Andhika. "Menhub Jatuh Sakit, Jubir: Kena Gejala Tifus". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  98. ^ Media, Kompas Cyber. "Besok, 238 WNI dari Wuhan yang Dikarantina di Natuna Akan Dipulangkan". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-24. 
  99. ^ Koesmawardhani, Nograhany Widhi. "Pemerintah Tetapkan Masa Darurat Bencana Corona hingga 29 Mei 2020". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-18. 
  100. ^ Mawardi, Isal (2020-03-20). "Positif Corona, Walkot Bogor Bima Arya: Hanya Batuk-batuk Kecil". detik.com. Diakses tanggal 2020-03-20. 
  101. ^ detikcom, Matius Alfons, Tim. "Jokowi Pesan 2 Juta Obat Avigan-3 Juta Klorokuin untuk Kesembuhan Pasien Corona". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  102. ^ Detikcom, Tim. "Jokowi Beri Insentif untuk Dokter-Tenaga Medis, Ini Daftar Besarannya". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  103. ^ detikcom, Tim. "Bantuan Alat Kesehatan dari China Tiba di Halim, Diterima Menhan Prabowo". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  104. ^ Media, Kompas Cyber. "IDI Umumkan 6 Dokter yang Menangani Wabah Corona Meninggal Dunia". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-24. 
  105. ^ Media, Kompas Cyber. "Wakil Wali Kota Bandung Positif Corona, Ini Riwayat Perjalanan Yana Mulyana Sebelum Diisolasi 11 Hari". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-25. 
  106. ^ Sugiharto, J.; Amirullah (2020-03-24). "Guru Besar UGM Terjangkit Corona Akhirnya Meninggal". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-24. 
  107. ^ Media, Kompas Cyber. "Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana Positif Covid-19 Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-25. 
  108. ^ Media, Kompas Cyber. "Jokowi Putuskan Ujian Nasional 2020 Ditiadakan". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-24. 
  109. ^ "Update Corona 24 Maret: 686 Kasus, 55 Meninggal, 30 Sembuh". nasional. Diakses tanggal 2020-03-25. 
  110. ^ Media, Kompas Cyber. "Wakil Ketua dan Anggota Ombudsman Positif Covid-19". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-25. 
  111. ^ Aji, M. Rosseno (26 Maret 2020). Persada, Syailendra, ed. "Update Corona 26 Maret: 893 Kasus, 78 Meninggal, 35 Sembuh". Tempo. Diakses tanggal 26 Maret 2020. 
  112. ^ "Indonesia's hidden coronavirus cases threaten to overwhelm hospitals". The Guardian (dalam bahasa Inggris). 2020-03-26. ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2020-03-27. 
  113. ^ Erwanti, Marlinda Oktavia. "Anies: Ada 50 Tenaga Medis di Jakarta Terpapar Corona, 2 Meninggal". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-26. 
  114. ^ Arigi, Fikri (27 Maret 2020). Persada, Syailendra, ed. "Update Corona 27 Maret: 1.046 Kasus, 87 Meninggal, 46 Sembuh". Tempo. Diakses tanggal 27 Maret 2020. 
  115. ^ Aji, M. Rosseno (28 Maret 2020). Persada, Syailendra, ed. "Update Corona 28 Maret: 1.155 Kasus, 59 Sembuh, 102 Meninggal". Tempo. Diakses tanggal 28 Maret 2020. 
  116. ^ Rahma, Andita (28 Maret 2020). Persada, Syailendra, ed. "Update Corona 29 Maret: 1.285 kasus, 64 Sembuh, 114 Meninggal". Tempo. Diakses tanggal 28 Maret 2020. 
  117. ^ Rahma, Andita (30 Maret 2020). Persada, Syailendra, ed. "Update Corona 30 Maret: 1.414 Orang, 122 Meninggal, 75 Sembuh". Tempo. Diakses tanggal 30 Maret 2020. 
  118. ^ Rahma, Andita (31 Maret 2020). Persada, Syailendra, ed. "Update Corona 31 Maret: 1.528 Positif, 81 Sembuh, 136 Meninggal". Tempo. Diakses tanggal 31 Maret 2020. 
  119. ^ Riana, Friski (1 April 2020). Persada, Syailendra, ed. "Update Corona 1 April: 1.677 Positif, 103 Sembuh, 157 Meninggal". Tempo. Diakses tanggal 1 April 2020. 
  120. ^ Aji, M. Rosseno (2 April 2020). Amirullah, ed. "Update Corona 2 April: 1.790 Positif, 170 Meninggal, 112 Sembuh". Tempo. Diakses tanggal 2 April 2020. 
  121. ^ Rahma, Andita (3 April 2020). Amirullah, ed. "Update Corona 3 April: 1986 Positif, 181 Meninggal, 134 Sembuh". Tempo. Diakses tanggal 3 April 2020. 
  122. ^ Chairunnisa, Ninis (2020-03-14). "Istana Klaim Sebagian Rekomendasi WHO Sudah Dijalankan Jokowi". Tempo. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  123. ^ "ADB Hibahkan USD 3 Juta Bantu Indonesia Lawan Virus Corona". Liputan6.com. 2020-03-21. Diakses tanggal 2020-03-21. 
  124. ^ Da Costa, Agustinus Beo; Suroyo, Gayatri; Davies, Ed; Cushing, Christopher; Kerry, Frances (2 February 2020). "Indonesia bars entry to visitors from China amid evacuation protest". Reuters. Diarsipkan dari versi asli tanggal 16 February 2020. Diakses tanggal 2 February 2020. 
  125. ^ "Lima Protokol Penanganan Jadi Pedoman Utama Cegah dan Kendalikan COVID-19". Info Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan RI. 2020-03-08. Diakses tanggal 2020-03-16. 
  126. ^ Post, The Jakarta. "COVID-19: Indonesia still allows flights to and from South Korea amid travel ban". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-07. 
  127. ^ "2 Indonesians found infected with COVID-19 domestically: president - Xinhua | English.news.cn". www.xinhuanet.com. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  128. ^ Indonesian border authorities implement thermal scanners at airports due to coronavirus outbreak (dalam bahasa Inggris), diakses tanggal 2020-03-15 
  129. ^ Weedon, Alan (2020-03-02). "COVID-19 has now reached Indonesia, President Joko Widodo confirms". ABC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-15. 
  130. ^ Bhwana, Petir Garda (2020-03-04). "Coronavirus Update; MRT Begins Checking Passengers' Temperature". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-07. 
  131. ^ "Kasus Covid-19 Terus Bertambah: Sulitnya Deteksi di Bandara dan Tracing Kontak". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  132. ^ Fadli (2020-03-04). "Indonesia to turn former Vietnamese refugee camp into hospital for COVID-19 patients". The Jakarta Post. Diakses tanggal 2020-03-05. 
  133. ^ Nasir, Post Author: Muchtar (2020-03-11). "Menteri Kesehatan Tetapkan 132 Rumah Sakit Rujukan COVID-19". Info Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan RI (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-12. 
  134. ^ Nasir, Post Author: Muchtar (2020-03-11). "Menteri Kesehatan Tetapkan 132 Rumah Sakit Rujukan COVID-19 » Info Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan RI". Info Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan RI (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-12. 
  135. ^ Sidik, Farih Maulana. "Ini Susunan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona yang Dipimpin Kepala BNPB". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  136. ^ Chaterine, Rahel Narda. "Kemenkes: Corona Bencana Nasional, Bukan Darurat Nasional". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-16. 
  137. ^ "Jokowi calls for 'social distancing' to stem virus spread". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-16. 
  138. ^ Chandra, Ardan Adhi. "Pegawai Kementerian BUMN Usia 50 Tahun Kerja dari Rumah Mulai Senin". detikfinance. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  139. ^ "ASN Boleh Kerja dari Rumah hingga 31 Maret 2020". Kompas. Diakses tanggal 2020-03-16. 
  140. ^ "Jokowi: Segera Lakukan Rapid Test Corona, Alat Harus Diperbanyak". kumparan. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  141. ^ "Satu Juta Rapid Test Kit untuk 700 Ribu Orang Berisiko". Republika Online. 2020-03-20. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  142. ^ "Keunggulan Rapid Test Virus Corona: Hasil Cepat Keluar, Bisa 15 Menit". kumparan. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  143. ^ "Impor Alat dan Obat Sudah Datang, Bagaimana Skema Tes Massal Corona COVID-19?". Liputan6.com. 2020-03-21. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  144. ^ "Jokowi Pesan 2 Juta Obat Avigan-3 Juta Klorokuin untuk Kesembuhan Pasien Corona". Detiknews. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  145. ^ "Erick Thohir Siapkan 4,7 Juta Masker untuk Setop Corona". CNNIndonesia.com. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  146. ^ Afriyadi, Achmad Dwi. "Erick Thohir Siapkan Rumah Sakit dan Hotel BUMN Tangani Corona". detikfinance. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  147. ^ Cahyani, Dewi Rina (2020-03-19). "Menyulap Hotel dan Wisma Atlet Jadi Rumah Sakit Corona". Tempo. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  148. ^ Persada, Syailendra (2020-03-26). "3 Hari Beroperasi, RS Darurat Corona Wisma Atlet Rawat 208 Pasien". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-26. 
  149. ^ "Pembaruan: Daftar Sementara Produk Rumah Tangga untuk Disinfeksi Virus Corona Penyebab COVID-19". LIPI. 27 Maret 2020. Diakses tanggal 28 Maret 2020. 
  150. ^ Ikhsanudin, Arief. "Anies Ungkap Peta Sebaran Corona di Jakarta, Ini Penampakannya". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-13. 
  151. ^ Ikhsanudin, Arief. "Ada Positif Corona, Anies Tak Keluarkan Izin Keramaian Baru". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  152. ^ Sari, Nursita (3 March 2020). "Dampak Virus Corona, Pemprov DKI Tangguhkan Izin 3 Konser Ini". Kompas.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 March 2020. Diakses tanggal 3 March 2020. 
  153. ^ Ikhsanudin, Arief. "Anies Tutup Monas, Ragunan hingga Ancol 2 Pekan untuk Cegah Corona". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  154. ^ Diah, Femi. "Bukan Hanya Monas-Ancol, Anies Juga Tutup 15 Tempat Wisata Lain". detikTravel. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  155. ^ "Doctor called Corona helps Indonesia battle coronavirus | The Star Online". www.thestar.com.my. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  156. ^ Rizki, Ramadhan. "Dokter Muhammadiyah Bernama Corona, Pimpin Tim Tangani Virus". nasional. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  157. ^ Post, The Jakarta. "COVID-19: Jakarta suspends schools, exams for two weeks". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-15. 
  158. ^ Azzahra, Tiara Aliya. "Pemprov DKI Siapkan 500-1.000 Tempat Tidur di RS Rujukan untuk PDP Corona". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-16. 
  159. ^ Iqbal, Muhammad. "Anies Pangkas Rute & Jam Operasi TJ, MRT, dan LRT Jakarta". news. Diakses tanggal 2020-03-16. 
  160. ^ Iqbal, Muhammad. "TransJakarta Hanya Operasi 13 Rute Mulai Besok, Ini Daftarnya". news. Diakses tanggal 2020-03-16. 
  161. ^ Iqbal, Muhammad. "Mulai Besok, Anies Cabut Aturan Ganjil-Genap di Seluruh DKI". news. Diakses tanggal 2020-03-16. 
  162. ^ Media, Kompas Cyber. "Solo KLB Corona, SD dan SMP Diliburkan 14 Hari". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  163. ^ "Solo Deklarasikan KLB Corona". nasional. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  164. ^ "Pemkab Sragen Liburkan Sekolah | Semarang Bisnis.com". Bisnis.com. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  165. ^ Purbaya, Angling Adhitya. "Corona Mewabah, Gubernur Ganjar Liburkan Sekolah se-Jateng". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  166. ^ Media, Kompas Cyber. "Sekolah Libur 2 Minggu, Salatiga Anggarkan Rp 3 Miliar Tangani Corona". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  167. ^ Media, Kompas Cyber. "Jelang Local Lockdown, Pemkot Tegal Siapkan Anggaran Rp 2 Miliar hingga Logistik 4 Bulan". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-29. 
  168. ^ a b "Pemkot Depok Liburkan Sekolah Dua Pekan Cegah Penyebaran Covid-19". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  169. ^ Putra, Wisma. "Pandemi Corona, Sekolah di Kota Bandung Libur Dua Pekan". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  170. ^ "Imbas Corona, Ridwan Kamil Terapkan Bersekolah di Rumah untuk Jawa Barat". KOMPAS.tv. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  171. ^ Putri, Zunita. "Ridwan Kamil Ungkap Peta Persebaran Corona di Jabar". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-16. 
  172. ^ Prima, Erwin (2020-03-15). "Banten Tetapkan KLB Virus Corona, Sekolah Diliburkan". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-15. 
  173. ^ "Antisipasi Corona, Mulai Senin Besok Sekolah di Aceh Libur, Siswa Bisa Belajar di Rumah". Serambi Indonesia. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  174. ^ "Cegah Penyebaran Corona, Gubernur Liburkan Seluruh Sekolah di Kalbar". kumparan. Diakses tanggal 2020-03-16. 
  175. ^ "Antisipasi Covid-19, Sekolah di Kota Malang Diliburkan". Kompas.id (dalam bahasa Inggris). 2020-03-15. Diakses tanggal 2020-03-16. 
  176. ^ "Gubernur Khofifah Putuskan Sekolah se-Jawa Timur Libur, UN Tetap Jalan". Liputan6. Diakses tanggal 17 March 2020. 
  177. ^ "Cegah Corona, Wali Kota Tutup Akses Keluar dan Masuk Kota Malang Mulai Lusa". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-16. 
  178. ^ Media, Kompas Cyber. "Wali Kota: Tidak Ada Penutupan Akses Menuju Kota Malang". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-16. 
  179. ^ Cahyana, Ludhy (2020-03-16). "Ini 5 Perintah Sultan HB X Soal Virus Corona di Yogyakarta". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-29. 
  180. ^ "Pemerintah Tak Bertindak, Warga Yogyakarta Ramai-ramai Lakukan Aksi Lockdown Mandiri dengan Tutup Akses Kampung Masing-masing : Ini Bukan Protes Tapi untuk Melindungi Wilayah Kami dari Virus Corona! - Semua Halaman - Sosok". sosok.grid.id. Diakses tanggal 2020-03-29. 
  181. ^ Times, I. D. N.; Rudiana, Pito Agustin. "Dusun Sedan Jalani Karantina Wilayah, Pengambilan Sampah Jadi Masalah". IDN Times. Diakses tanggal 2020-03-29. 
  182. ^ Syambudi, Irwan. "Lockdown Mandiri ala Jogja: Ditolak Pemerintah, Diinginkan Warga". tirto.id. Diakses tanggal 2020-03-29. 
  183. ^ "Sempat Ditutup Warga, Akses Masuk di Beberapa Kampung di Kota Yogyakarta Kembali Dibuka". Tribun Jogja. Diakses tanggal 2020-03-29. 
  184. ^ Anwar, Muhammad Choirul. "Hampir 20% Perjalanan Kereta Batal Gara-Gara Corona". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2020-04-03. 
  185. ^ Akhir, D.J. (2020-03-23). "KRL Dibatasi dan Terjadi Penumpukan, Penumpang: Ini Jadi Penyebar Virus Corona page-2 : Okezone Megapolitan". okezone.com. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  186. ^ Setiawan, Kodrat (2020-03-30). "Pandemi Corona, Operasional LRT Palembang Dikurangi Jadi 26 Perjalanan". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-04-03. 
  187. ^ "PT KAI Masih Berlakukan Pemeriksaan Suhu Tubuh". medcom.id. 2020-03-18. Diakses tanggal 2020-04-03. 
  188. ^ "Darurat Corona, KAI Ganti 100 Persen Tiket Perjalanan Batal". CNN Indonesia. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  189. ^ "Cegah Corona, Kereta dan Stasiun Rutin Disemprot Disinfektan". kai.id. Diakses tanggal 2020-04-03. 
  190. ^ Persada, G. (2020-03-15). "Semprot Disinfektan, Daop 6 Jogja Sterilisasi Stasiun dan Gerbong Kereta - suaramerdeka.com". www.suaramerdeka.com. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  191. ^ Anindyo, K. (2020-03-20). "Terapkan Sosial Distancing PT KAI Daop 1 Jakarta Pasang Pembatas Jarak Penumpang di Berbagai Area Stasiun". Industry.co.id (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2020-03-23. 
  192. ^ "Pembatalan Tiket Kereta Jarak Jauh Bisa Lewat KAI Access | Ekonomi". Bisnis.com. Diakses tanggal 2020-03-26. 
  193. ^ a b "Cegah Penyebaran Covid-19, Delapan Perjalanan Kereta Api di Sumut Batal". Analisadaily.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-29. 
  194. ^ a b "PT KAI Divre II Sumbar Kurangi Jadwal Perjalanan KA, Pembatalan Bisa Melalui Online atau Loket". Tribun Padang. Diakses tanggal 2020-03-29. 
  195. ^ "Perjalanan Kereta Api Lewat Jakarta Batal Hingga 1 Mei 2020, Ini Daftarnya | Jakarta". Bisnis.com. Diakses tanggal 2020-04-03. 
  196. ^ Putri, Cantika Adinda. "KAI Batalkan 28 Rute Perjalanan karena Corona, Ini Daftarnya". news. Diakses tanggal 2020-04-03. 
  197. ^ "54 Perjalanan KA Jalur Selatan Dinonaktifkan". Republika Online. 2020-03-31. Diakses tanggal 2020-04-03. 
  198. ^ Prayitno, P. (2020-03-22). "Delapan Kereta Api Batal Beroperasi, Ini Jadwal Operasionalnya". liputan6.com. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  199. ^ Ramadhan, Dony Indra. "Efek Corona, Daop 2 Bandung Batalkan 7 Keberangkatan KA". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  200. ^ "Dampak Corona, KAI Batalkan 3 Perjalanan KA | yang menuju Jakarta maupun Malang TribunJatim.com". TribunJatim.com. Diakses tanggal 2020-03-25. 
  201. ^ Cahyana, Ludhy (2020-03-31). "Mulai 1 April, 122 Perjalanan Kereta Lewat Yogyakarta Dibatalkan". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-04-03. 
  202. ^ Nufus, Wilda Hayatun. "KAI Akan Batalkan 44 Perjalanan Kereta Jarak Jauh, Ini Daftarnya". detiknews. Diakses tanggal 2020-04-03. 
  203. ^ a b c d "20 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan". KOMPAS.tv. Diakses tanggal 2020-04-03. 
  204. ^ a b c "Cegah Penyebaran Covid-19, Mulai 1 April, 4 Perjalanan KA Jarak Jauh dari Surabaya Dibatalkan". Surya. Diakses tanggal 2020-03-29. 
  205. ^ "KAI Daop Madiun perpanjang masa pembatalan pengoperasian KA". Antara News. 2020-03-30. Diakses tanggal 2020-04-03. 
  206. ^ "KAI hentikan rute Palembang-Lampung per 1 April 2020". Antara News. 2020-03-31. Diakses tanggal 2020-04-03. 
  207. ^ "Jumlah Penumpang Turun, KAI Daop 8 Batalkan 22 KA Selama April". investor.id. Diakses tanggal 2020-04-03. 
  208. ^ a b c Rifa'i, Syahdan Alamsyah, Bahtiar. "KA Pangrango, Siliwangi dan Lokal Merak Setop Perjalanan Mulai 1 April". detiknews. Diakses tanggal 2020-04-03. 
  209. ^ "Info Pembatasan Kereta Bandara YIA dan Pembatalan KA Jarak Jauh Jogja". suara.com. 2020-03-31. Diakses tanggal 2020-04-04. 
  210. ^ "34 Jadwal Perjalanan Kereta Bandara Adi Soemarmo Dibatalkan untuk Cegah Penyebaran Virus Corona". Tribun Travel. Diakses tanggal 2020-04-03. 
  211. ^ "Antisipasi Virus Corona, UGM Berlakukan Kuliah Online Mulai Hari Senin 16 Maret 2020". Tribun Manado. Diakses tanggal 2020-03-18. 
  212. ^ "Sederet Perusahaan Terapkan Kerja dari Rumah untuk Cegah Corona". Kumparan.com. Diakses tanggal 2020-03-21. 
  213. ^ Rachman, Fadhly Fauzi. "Cegah Penyebaran Corona, Unilever Ikut Terapkan Kerja dari Rumah". detikfinance. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  214. ^ "Satu Pegawai CIMB Niaga Positif Terinfeksi Virus Corona". Kontan.co.id. 16 Maret 2020. Diakses tanggal 23 Maret 2020. 
  215. ^ Laucereno, Sylke Febrina. "Pegawai Bank BUMN dan Swasta Positif Corona". detikfinance. Diakses tanggal 2020-03-21. 
  216. ^ a b "Pegawai Bank Mandiri Diuji Virus Corona, Operasional Kantor Kyai Tapa Dialihkan". Kompas.com. Diakses tanggal 2020-03-21. 
  217. ^ Sidik, Syahrizal. "1 Pegawai Bank Permata di Kantor Pusat WTC II Positif Corona". CNBCIndonesia.com. Diakses tanggal 2020-03-21. 
  218. ^ Laucereno, Sylke Febrina. "Pegawai BCA Positif Corona". detikfinance. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  219. ^ "2 Karyawan Indosat Ooredoo Positif Covid-19". Liputan6.com. 2020-03-23. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  220. ^ "Penyesuaian Jadwal Kegiatan Operasional dan Layanan Publik BI, Memitigasi Penyebaran COVID-19 - Bank Sentral Republik Indonesia". www.bi.go.id. Diakses tanggal 2020-03-25. 
  221. ^ "BCA Tutup Sementara 30 Persen Kantor Cabang di Jabodetabek". Kompas.com. Diakses tanggal 2020-03-25. 
  222. ^ a b "Let's not kid ourselves. Indonesia is unlikely to be COVID-19-free. And that's not our biggest problem". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-15. 
  223. ^ McVeigh, Karen; Graham-Harrison, Emma (2020-02-14). "Academic stands by research querying Indonesia's claim to be coronavirus-free". The Guardian (dalam bahasa Inggris). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  224. ^ a b "Why are there no reported cases of coronavirus in Indonesia?". www.aljazeera.com. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  225. ^ a b Firdaus, Febriana. "Indonesian Screening May Be Missing Virus Carriers". Foreign Policy (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-15. 
  226. ^ "Kekhawatiran AS dan Negara Barat Soal Penanganan Corona di Indonesia". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-15. 
  227. ^ "Kedutaan besar negara Barat cemas dengan penanganan virus corona di Indonesia". kontan.co.id. 2020-02-27. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  228. ^ "Nol Kasus, Perdana Menteri Australia Ragukan Penanganan Virus Corona di Indonesia". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  229. ^ "We Don't Cover Things Up, Indonesia Says Amid Doubts Over Its Covid-19 Handling". Jakarta Globe. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  230. ^ "Experts Fear Coronavirus Going Undetected in Southeast Asia". Time (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-15. 
  231. ^ Da Costa, Agustinus Beo (27 February 2020). "Indonesia says lack of COVID-19 cases a blessing from God". Reuters. Diakses tanggal 29 February 2020. 
  232. ^ a b Firdaus, Febriana; Ratcliffe, Rebecca (2020-03-26). "Indonesia's hidden coronavirus cases threaten to overwhelm hospitals". The Guardian (dalam bahasa Inggris). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2020-03-27. 
  233. ^ "Using a delay-adjusted case fatality ratio to estimate under-reporting". CMMID Repository (dalam bahasa Inggris). 2020-03-22. Diakses tanggal 2020-03-27. 
  234. ^ "'Rp 72 Miliar Untuk Influencer': Cara Indonesia Merespon Virus Corona" ['Rp 72 Billion for Influencers': How Indonesia Responds to the Coronavirus]. Tempo. 28 February 2020. Diakses tanggal 4 March 2020. 
  235. ^ "Cegah Kepanikan, Pengusaha Minta Pemerintah Jujur Soal Virus Corona - Katadata.co.id". katadata.co.id. 2020-03-03. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  236. ^ Persada, Syailendra (2020-03-13). "Komnas HAM Minta Pemerintah Terbuka Soal Virus Corona". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-15. 
  237. ^ Zhacky, Mochamad. "Daerah Sumber Corona Harus Diungkap, Golkar Dorong Pemerintah Transparan". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  238. ^ "PKS Minta Pemerintah Lebih Terbuka soal Corona". nasional. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  239. ^ "Jokowi Akui Pemerintah Rahasiakan Sejumlah Informasi soal Corona". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  240. ^ "Jokowi operasi rahasia corona, anies emil ganjar sebaliknya". tirto.id. Diakses tanggal 2020-03-18. 
  241. ^ "IDI: Dokter Gelisah Pemerintah Tak Transparan soal Data Corona". kumparan. Diakses tanggal 2020-03-29. 
  242. ^ "Pengamat Desak Peta Covid-19 Nasional: Mudah dan Tak Mahal". CNN Indonesia. Diakses tanggal 2020-03-18. 
  243. ^ Post, The Jakarta. "'It was too crowded': Patients find it hard to get COVID-19 tests, treatment". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-18. 
  244. ^ "jokowi-to-close-cities". 
  245. ^ Media, Kompas Cyber. "Jokowi Larang Pemerintah Daerah Lakukan Lockdown Terkait Covid-19". Kompas.com. Diakses tanggal 2020-03-18. 
  246. ^ Post, The Jakarta. "Indonesia to issue lockdown regulation as COVID-19 cases continue to soar". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-28. 
  247. ^ Post, The Jakarta. "Top Indonesian doctors call for lockdown, say physical distancing not enough". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-28. 
  248. ^ "Surgical masks soar in price as Indonesia confirms first coronavirus cases". uk.news.yahoo.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-15. 
  249. ^ "In 'virus-free' Indonesia, outbreak fears stoke panic buying frenzy". South China Morning Post (dalam bahasa Inggris). 2020-02-15. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  250. ^ "Warga Depok Terjangkit COVID-19, Masker dan Sanitizer Ludes". Gatra.com. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  251. ^ "Susah Dapat Hand Sanitizer di Bogor dan Depok, Ini Apotek yang Masih Tersedia Hand Sanitizer". Warta Kota. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  252. ^ "Jokowi Warns Against Hoarding of Facemasks Amid Growing Coronavirus Fears". Jakarta Globe. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  253. ^ Post, The Jakarta. "Police seize 350 boxes of face masks during raid on suspected hoarder in West Jakarta". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-07. 
  254. ^ a b "Indonesia stock index plunges to three-year low amid virus fears". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-15. 
  255. ^ Post, The Jakarta. "Indonesian stocks slump 4% upon opening along with regional markets as WHO declares pandemic". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-12. 
  256. ^ "Trading halted for first time since 2008 over pandemic". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-15. 
  257. ^ "Sampai Saat Ini, Sudah 5 Kali IHSG Alami Trading Halt | Market". Bisnis.com. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  258. ^ Sugianto, Danang. "Prediksi Jokowi soal Provinsi Paling Parah Terimbas Corona, Ngeri!". detikfinance. Diakses tanggal 2020-03-24. 
  259. ^ "Jokowi Hitung Dampak Ekonomi Corona, Sopir Angkot & Ojek Paling Berat". Katadata.co.id. 2020-03-24. Diakses tanggal 2020-03-24. 
  260. ^ "Despite no recorded cases, Bali tourism still catches cold from COVID-19 outbreak". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-15. 
  261. ^ Varagur, Krithika (2020-02-20). "'Bali's been through a lot': holiday island's tourism industry hit by coronavirus fears". The Guardian (dalam bahasa Inggris). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  262. ^ "No going back: Bali's Chinese tourists fear coronavirus-hit homeland". The Straits Times (dalam bahasa Inggris). 2020-02-29. Diakses tanggal 2020-03-07. 
  263. ^ Bhwana, Petir Garda (2020-03-11). "Jakarta Formula E Race Postponed Due to Coronavirus Concerns". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-15. 
  264. ^ Bhwana, Petir Garda (2020-03-11). "Jakarta Plans to Stop Public Events as Coronavirus Cases Climb". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-11. 
  265. ^ "Pemerintah tetapkan insentif penerbangan, tiket pesawat diskon hingga 50%". Kontan.co.id. 2020-02-25. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  266. ^ a b Ananda, Aria. "Jurus Jokowi Lawan Virus Corona dengan Diskon Tiket Pesawat". CNNIndonesia.com. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  267. ^ "Lihat Nih! Terbang ke 10 Destinasi Wisata Ini, Diskonnya hingga 50%". Warta Ekonomi. 2020-02-26. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  268. ^ a b c "Ini Daftar Stimulus Ekonomi untuk Redam Dampak Corona Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  269. ^ "Rp 121,3 Triliun untuk Mengatasi Covid-19". Kompas. 21 Maret 2020. hlm. 1. 
  270. ^ Aziz Rahardyan, Muhamad Wildan dan (21 Maret 2020). "Penanganan Wabah Covid-19, Eksekusi Anggaran Mendesak". Bisnis Indonesia. hlm. 1. 
  271. ^ Tri, Rahma (2020-03-23). "Izin Impor Alkes Corona Dialihkan ke BNPB, Begini Prosedurnya". Tempo. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  272. ^ Kusuma, Hendra. "Sri Mulyani Bebaskan Pajak Impor Alat Kesehatan Penanganan Corona". detikfinance. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  273. ^ a b c "Ditetapkan Menkes, Ini Daftar 12 Laboratorium Pemeriksa COVID-19". detik.com. 2020-03-17. Diakses tanggal 2020-03-17. 
  274. ^ a b Putri, Cantika Adinda (2020-03-17). "Tak Cuma Balitbangkes, Ini 12 Laboratorium Pemeriksa Covid-19". cnbc.com. Diakses tanggal 2020-03-17. 
  275. ^ a b Maharani, Tsarina (2020-03-17). "Pemerintah Tetapkan 12 Jejaring Laboratorium Pemeriksaan Covid-19". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-17. 
  276. ^ Ferdian, Habib Allbi (2020-03-17). "Ini Cara Cek Virus Corona COVID-19 di Rumah Sakit Indonesia". kumparan.com. Diakses tanggal 2020-03-17. 

Pranala luar

Situs web resmi pemerintah pusat

Situs web resmi pemerintah daerah

Regional Sumatra
Regional Jawa
Regional Kalimantan
Regional Sulawesi
Regional Bali dan Nusa Tenggara
Regional Maluku
Regional Papua

Peta rumah sakit rujukan COVID-19

Situs web lainnya