Najwa Shihab

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Najwa Shihab
Najwa Shihab 2018.jpg
Lahir 16 September 1977 (umur 41)
Makassar, Indonesia
Pekerjaan Pembawa acara, Presenter, Berita
Tahun aktif 2001–sekarang
Suami/istri Ibrahim Sjarief Assegaf
Anak Izzat Assegaf
Orang tua Quraish Shihab
Fatmawati Assegaf

Najwa Shihab yang akrab dipanggil Nana[1] (lahir di Makassar, 16 September 1977; umur 41 tahun)[2] adalah mantan pembawa acara berita di stasiun televisi Metro TV. Ia pernah menjadi anchor program berita prime time Metro Hari Ini, Suara Anda dan program bincang-bincang Mata Najwa. Najwa adalah putri kedua Quraish Shihab, Menteri Agama era Kabinet Pembangunan VII. Nana menikah dengan Ibrahim Assegaf, dan sudah memiliki satu orang anak laki-laki yang akrab dipanggil Izzat (17 tahun).[2]

Najwa adalah alumni Fakultas Hukum UI tahun 2000. Semasa SMA ia terpilih mengikuti program AFS, yang di Indonesia program ini dilaksanakan oleh Yayasan Bina Antarbudaya, selama satu tahun di Amerika Serikat. Merintis karier di RCTI, tahun 2001 ia memilih bergabung dengan Metro TV karena stasiun TV itu dinilai lebih menjawab minat besarnya terhadap dunia jurnalistik.[3]

Pada bulan Agustus 2017, melalui episode Catatan tanpa Titik, ia secara resmi mengundurkan diri dari MetroTV yang telah membesarkan namanya.[4] Dan pada 10 Januari 2018, Najwa Shihab melalui Mata Najwa tampil kembali di Trans7 dengan tetap menempati slot yang sama seperti sewaktu di Metro TV, yakni hari Rabu pukul 20:00 WIB.[5]

Di tahun 2018, setelah berkecimpung menjadi jurnalis selama 17 tahun, Najwa Shihab mendirikan Narasi TV, sebuah perusahaan berita dan media omni-channel yang menciptakan dan mengelola beberapa jenis konten. [6]

Karier[sunting | sunting sumber]

Penghargaan yang diraih[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2005, ia memperoleh penghargaan dari PWI Pusat dan PWI Jaya untuk laporan-laporannya dari Aceh, saat bencana tsunami melanda kawasan itu, Desember 2004. Liputan dan laporannya dinilai memberi andil bagi meluasnya kepedulian dan empati masyarakat luas terhadap tragedi kemanusiaan itu.

Najwa tiba di Aceh pada hari-hari pertama bencana, menjadi saksi mata kedahsyatan musibah itu, berada di tengah tumpukan mayat yang belum terurus, dan menjadi saksi pula betapa pemerintah tidak siap menghadapinya. Tak heran beberapa laporan langsung yang dilakukannya terasa kedalaman emosionalnya. Meski demikian ia tidak kehilangan daya kritis dan ketajamannya, kendati orang yang dianggap paling bertanggung jawab atas penanganan pasca-bencana adalah Alwi Shihab, Menko Kesra waktu itu, yang tak lain adalah pamannya. Pakar komunikasi UI, Effendi Ghazali yang terkesan dengan laporan-laporannya, menyebut fenomena itu sebagai Shihab vs. Shihab.[7]

Tahun 2006 ia terpilih sebagai Jurnalis Terbaik Metro TV, dan masuk nominasi Pembaca Berita Terbaik Panasonic Awards.

Pada tahun yang sama, bersama sejumlah wartawan dari berbagai negara, Najwa terpilih menjadi peserta Senior Journalist Seminar yang berlangsung di sejumlah kota di AS, dan menjadi pembicara pada Konvensi Asian American Journalist Association.

Tahun 2007, pengakuan terhadap profesionalisme Najwa tidak hanya datang dari dalam negeri, tapi juga mancanegara. Terbukti, selain kembali masuk nominasi Pembaca Berita Terbaik Panasonic Awards, ia juga masuk nominasi (5 besar) ajang yang lebih bergengsi di tingkat Asia, yaitu Asian Television Awards untuk kategori Best Current Affairs/Talkshow Presenter. Pengumuman pemenang dilangsungkan pada bulan November 2007 di Singapura. Jika pada Panasonic Awards pemenang dipilih dari jumlah sms terbanyak, maka penentuan pemenang pada Asian TV Awards dilakukan oleh panel juri yang beranggotakan TV broadcaster senior dari berbagai negara di Asia.

Salah satu acara yang dipandu Najwa Shihab dan cukup membekas di benak publik, adalah debat kandidat Gubernur DKI Jakarta. Debat yang mempertemukan pasangan Fauzi Bowo-Priyanto dan Adang Daradjatun-Dani Anwar itu diselenggarakan oleh KPUD DKI Jakarta, disiarkan secara langsung oleh Metro TV dan Jak TV. Najwa terpilih sebagai pemandu debat menyisihkan sejumlah pembawa acara yang diseleksi KPUD DKI Jakarta.

Lantaran memutuskan untuk secara total terjun di dunia jurnalistik dan TV broadcast, Najwa terus-menerus berupaya memperkuat dan memperkaya wawasan keilmuannya. Pada awal 2008, ia terbang ke Australia sebagai peraih Full Scholarship for Australian Leadership Awards dan mendalami bidang hukum media.

Di tahun 2010, kembali Najwa Shihab masuk sebagai nominasi Presenter Berita Terbaik Panasonic Awards, walaupun pada akhirnya Putra Nababan yang diputuskan sebagai pemenang.

Duta Baca Indonesia dan Duta Pustaka Bergerak[sunting | sunting sumber]

Najwa dan gerakan membaca: itulah dunia Najwa Shihab saat ini. Mengampanyekan kecintaan pada buku, bicara tentang literasi, memiliki kepedulian pada tingkat membaca buku di kalangan anak muda, ia terlibat dalam beberapa gerakan literasi. Hal ini diakuinya sebagai sebuah tantangan besar, karena ia dipercaya mengemban peran sebagai Duta Baca Indonesia. Najwa Shihab ditunjuk sebagai Duta Baca Indonesia (2016-2020) oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, dengan tugas utama menyebarkan minat baca ke penjuru negeri. Selain Duta Baca Indonesia, Najwa juga menjadi Duta Pustaka Bergerak. Jaringan literasi yang mendedikasikan untuk membangun perpustakaan bergerak, dari satu wilayah ke wilayah lain, dengan sarana prasarana sederhana. Dalam program tersebut, ada pihak-pihak yang menyebarkan buku memakai kuda, pedati, perahu, vespa, dan sebagainya. Tugas Najwa adalah membangun kepedulian terhadap buku dan gerakan membaca, menyebarkan bahan bacaan ke berbagai penjuru negeri, dalam upayanya meningkatkan minat baca di Indonesia.

Buku Terkait[sunting | sunting sumber]

  • Mantra Layar Kaca, Fenty Effendy, 2015
  • Catatan Najwa, Najwa Shihab, 2016

Penghargaan dan nominasi[sunting | sunting sumber]

Tahun Penghargaan Kategori Hasil
2006 Panasonic Awards 2006[3] Pembaca Berita Terfavorit Nominasi
2007 Panasonic Awards 2007[3] Nominasi
2010 Panasonic Gobel Awards 2010[3] Presenter Berita Terfavorit Nominasi
2011 Panasonic Gobel Awards 2011[3] Presenter Berita Terfavorit Nominasi
Presenter Talkshow Terfavorit Nominasi
2012 Panasonic Gobel Awards 2012 Presenter Talkshow Berita & Informasi Terfavorit Nominasi
2013 Panasonic Gobel Awards 2013[3] Presenter Berita & Informasi Terfavorit Nominasi
Presenter Talkshow Berita & Informasi Terfavorit Nominasi
2014 Panasonic Gobel Awards 2014 Presenter Berita & Talkshow Berita Terfavorit Nominasi
2015 Panasonic Gobel Awards 2015 Presenter Talkshow Berita & Informasi Terfavorit Menang
2016 Panasonic Gobel Awards 2016 Presenter Talkshow Nominasi
2017 Panasonic Gobel Awards 2017 Presenter Talkshow Current Affairs & News Menang

Penghargaan Lain[sunting | sunting sumber]

  • Insan Pertelevisian Terbaik dalam ajang Panasonic Gobel Awards (2016)
  • The Influential Woman of The Year dari Elle Magazine (2016)
  • Most Progressive Figure oleh Forbes Magazine (2015)
  • Presenter Pemilukada Terbaik oleh Badan Pengawas Pemilu (2015)
  • Young Global Leader oleh The World Economic Forum (2011)
  • Highly Commended for the Best Current Affairs Presenter di Asian Television Award (2009 dan 2007)
  • Australian Alumni Award for Journalism and Media (2009) 
  • National Award for Journalistic Contribution to Democracy (2010)
  • Jurnalis Terbaik Metro TV 2006[3]
  • Young Global Leader (YGL) 2011 dari World Economic Forum (WEF)[3]
  • Asian Television Awards (ATA) 2011 Pemenang Kedua atau Highly Commended
  • Best Current Affairs Presenter dalam acara Mata Najwa di Metro TV. Sebelumnya pada tahun 2009 juga menjadi Juara kedua dan pada tahun 2007 menjadi Juara Ketiga.[8]

Narasumber yang pernah diwawancarai[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Indonesia) Terhormat Meski Tanpa Jilbab. Profil Najwa di Syir'ah
  2. ^ a b (Indonesia) Najwa Shihab, Diingatkan Anak Aceh. Republika, 18 Mei 2007
  3. ^ a b c d e f g h "Biografi Najwa Shihab". Diakses tanggal 1 Juli 2014.  line feed character di |title= pada posisi 15 (bantuan)
  4. ^ "Ini ternyata alasan Najwa Shihab keluar dari Metro TV". Diakses tanggal 9 Agustus 2017. 
  5. ^ Tribun News: Program Mata Najwa Nongol Lagi Tapi Kini Pindah ke Trans7 diakses 10 Januari 2018
  6. ^ Rahman, Adi Fida. "Najwa Shihab Sempat Galau Saat Bikin Startup". detikinet (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-09-07. 
  7. ^ (Indonesia) Najwa Shihab Peroleh PWI-Jaya Award. Kompas Cybermedia, 2 Februari 2005
  8. ^ "Najwa Shihab Raih Asian Television Award". 12 Desember2011.  Periksa nilai tanggal di: |date= (bantuan)

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]