Najwa Shihab

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Najwa Shihab
Najwa Shihab.jpg
Pekerjaan Presenter berita
Tahun aktif 2001–sekarang
Agama Islam
Pasangan Ibrahim Sjarief Assegaf
Anak Izzat Assegaf
Orang tua Quraisy Shihab

Najwa Shihab yang akrab dipanggil Nana[1] (lahir di Makassar, 16 September 1977; umur 39 tahun)[2] adalah seorang pembawa acara berita di stasiun televisi Metro TV. Ia antara lain menjadi anchor program berita prime time Metro Hari Ini, Suara Anda dan program bincang-bincang Mata Najwa. Najwa adalah putri kedua Quraisy Shihab, Menteri Agama era Kabinet Pembangunan VII. Nana menikah dengan Ibrahim Assegaf, dan sudah memiliki satu orang anak laki-laki yang akrab dipanggil Izzat (14 tahun).[2]

Najwa adalah alumni Fakultas Hukum UI tahun 2000. Semasa SMA ia terpilih mengikuti program AFS, yang di Indonesia program ini dilaksanakan oleh Yayasan Bina Antarbudaya, selama satu tahun di Amerika Serikat. Merintis karier di RCTI, tahun 2001 ia memilih bergabung dengan Metro TV karena stasiun TV itu dinilai lebih menjawab minat besarnya terhadap dunia jurnalistik.[3]

Karier[sunting | sunting sumber]

Penghargaan yang diraih[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2005, ia memperoleh penghargaan dari PWI Pusat dan PWI Jaya untuk lapora-laporannya dari Aceh, saat bencana tsunami melanda kawasan itu, Desember 2004. Liputan dan laporannya dinilai memberi andil bagi meluasnya kepedulian dan empati masyarakat luas terhadap tragedi kemanusiaan tersebut.

Najwa tiba di Aceh pada hari-hari pertama bencana, menjadi saksi mata kedahsyatan musibah itu, berada di tengah tumpukan mayat yang belum terurus, dan menjadi saksi pula betapa pemerintah tidak siap menghadapinya. Tak heran beberapa laporan live-nya amat emosional. Meski demikian ia tidak kehilangan daya kritis dan ketajamannya, kendati orang yang dianggap paling bertanggung jawab atas penanganan pasca-bencana adalah Alwi Shihab, Menko Kesra waktu itu, yang tak lain adalah pamannya. Pakar komunikasi UI, Effendi Ghazali yang terkesan dengan laporan-laporannya, menyebut fenomena itu sebagai Shihab vs. Shihab.[4]

Tahun 2006 ia terpilih sebagai Jurnalis Terbaik Metro TV, dan masuk nominasi Pembaca Berita Terbaik Panasonic Awards.

Pada tahun yang sama, bersama sejumlah wartawan dari berbagai negara, Najwa terpilih menjadi peserta Senior Journalist Seminar yang berlangsung di sejumlah kota di AS, dan menjadi pembicara pada Konvensi Asian American Journalist Association.

Tahun 2007, pengakuan terhadap profesionalisme Najwa tidak hanya datang dari dalam negeri, tapi juga manca negara. Terbukti, selain kembali masuk nominasi Pembaca Berita Terbaik Panasonic Awards, ia juga masuk nominasi (5 besar) ajang yang lebih bergengsi di tingkat Asia, yaitu Asian Television Awards untuk kategori Best Current Affairs/Talkshow presenter. Pengumuman pemenang dilangsungkan bulan November 2007 di Singapura. Jika pada Panasonic Awards pemenang dipilih dari jumlah sms terbanyak, maka penentuan pemenang pada Asian TV Awards dilakukan oleh panel juri yang beranggotakan TV broadcaster senior dari berbagai negara di Asia.

Salah satu acara yang dipandu Najwa Shihab dan cukup membekas di benak publik, adalah debat kandidat Gubernur DKI Jakarta. Debat yang mempertemukan pasangan Fauzi Bowo-Priyanto dan Adang Daradjatun-Dani Anwar itu diselenggarakan oleh KPUD DKI Jakarta, disiarkan secara langsung oleh Metro TV dan Jak TV. Najwa terpilih sebagai pemandu debat menyisihkan sejumlah pembawa acara yang diseleksi KPUD DKI Jakarta.

Kendati telah memutuskan untuk total di dunia jurnalistik dan TV broadcast, Najwa terus menerus berupaya memperkuat dan memperkaya wawasan keilmuannya. Awal 2008 mendatang dia akan terbang ke Australia sebagai peraih Full Scholarship for Australian Leadership Awards. Ia akan mendalami hukum media.

Tahun 2010, kembali Najwa Shihab masuk sebagai nominasi Presenter Berita Terbaik Panasonic Awards, walaupun pada akhirnya Putra Nababan sebagai pemenang.

Duta Baca Indonesia dan Duta Pustaka Bergerak[sunting | sunting sumber]

Najwa dan buku. Najwa dan gerakan membaca. Itulah dunia Najwa Shihab saat ini. Mengkampanyekan kecintaan pada buku, bicara tentang literasi, kepedulian pada tingkat membaca buku di kalangan anak muda. Sebuah tantangan besar untuk Najwa, sebagai Duta Baca Indonesia. Najwa Shihab adalah Duta Baca Indonesia (2016-2020) oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, dengan tugas utama menyebarkan minat baca ke penjuru negeri. Selain Duta Baca Indonesia, Najwa juga menjadi Duta Pustaka Bergerak. Jaringan literasi yang mendedikasikan untuk membangun perpustakaan bergerak, dari satu wilayah ke wilayah lain, dengan sarana prasarana sederhana. Ada yang menyebarkan buu memakai kuda, pedati, perahu, vespa, dan sebagainya. Tugas Najwa adalah membangun kepedulian terhadap buku dan gerakan membaca, menyebarkan bahan bacaan ke berbagai penjuru negeri, dan ujung-ujungnya adalah meningkatnya minat baca di Indonesia.

Buku Terkait[sunting | sunting sumber]

  • Mantra Layar Kaca, Fenty Effendy, 2015
  • Catatan Najwa, Najwa Shihab, 2016

Penghargaan dan nominasi[sunting | sunting sumber]

Tahun Penghargaan Kategori Hasil
2006 Panasonic Awards 2006[3] Pembaca Berita Terfavorit Nominasi
2007 Panasonic Awards 2007[3] Nominasi
2010 Panasonic Gobel Awards 2010[3] Presenter Berita Terfavorit Nominasi
2011 Panasonic Gobel Awards 2011[3] Presenter Berita Terfavorit Nominasi
Presenter Talkshow Terfavorit Nominasi
2012 Panasonic Gobel Awards 2012 Presenter Talkshow Berita & Informasi Terfavorit Nominasi
2013 Panasonic Gobel Awards 2013[3] Presenter Berita & Informasi Terfavorit Nominasi
Presenter Talkshow Berita & Informasi Terfavorit Nominasi
2014 Panasonic Gobel Awards 2014 Presenter Berita & Talkshow Berita Terfavorit Nominasi
2015 Panasonic Gobel Awards 2015 Presenter Talkshow Berita & Informasi Terfavorit Menang

Penghargaan Lain[sunting | sunting sumber]

  • Insan Pertelevisian Terbaik dalam ajang Panasonic Gobel Awards (2016)
  • The Influential Woman of The Year dari Elle Magazine (2016)
  • Most Progressive Figure oleh Forbes Magazine (2015)
  • Presenter Pemilukada Terbaik oleh Badan Pengawas Pemilu (2015)
  • Young Global Leader oleh The World Economic Forum (2011)
  • Highly Commended for the Best Current Affairs Presenter di Asian Television Award (2009 dan 2007)
  • Australian Alumni Award for Journalism and Media (2009) 
  • National Award for Journalistic Contribution to Democracy (2010)
  • Jurnalis Terbaik Metro TV 2006[3]
  • Young Global Leader (YGL) 2011 dari World Economic Forum (WEF)[3]
  • Asian Television Awards (ATA) 2011 Pemenang Kedua atau Highly Commended
  • Best Current Affairs Presenter dalam acara Mata Najwa di Metro TV. Sebelumnya pada tahun 2009 juga menjadi Juara kedua dan pada tahun 2007 menjadi Juara Ketiga.[5]

Narasumber yang pernah diwawancarai[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]