Mata Najwa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Mata Najwa
Logo Mata Najwa.png
Genre Peristiwa Terkini
Format Gelar wicara
Pembawa acara Najwa Shihab
Negara Bendera Indonesia Indonesia
Bahasa Bahasa Indonesia
Jumlah episode variatif
Produksi
Durasi 90 menit
Siaran
Stasiun televisi MetroTV (musim pertama, 2009-2017)
Trans7 (musim kedua, 2018-sekarang)
25 November 2009 (2009-11-25)
Pranala luar
http://matanajwa.com
http://www.trans7.co.id

Mata Najwa adalah program gelar wicara yang dipandu oleh jurnalis senior, Najwa Shihab. Musim pertama disiarkan perdana di Metro TV sejak 25 November 2009, Mata Najwa konsisten menghadirkan topik-topik menarik dengan narasumber kelas satu. Talkshow ini ditayangkan setiap hari Rabu pukul 20.00 hingga 21.30 WIB.[1] Sejumlah tamu istimewa telah hadir dan berbicara di Mata Najwa, diantaranya Presiden RI ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie (episode: Habibie Hari Ini), Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri (episode: Apa Kata Mega ?), Mantan Wakil Presiden Boediono (episode: Di Balik Diam Boediono), Wakil Presiden Jusuf Kalla (episode: Pemimpin Bernyali), Menteri BUMN Dahlan Iskan (episode: Komandan Koboi), dan Gubernur DKI Jakarta yang sekarang Presiden Indonesia, Joko Widodo (episode: Laga Ibukota).[1] Mata Najwa resmi berakhir pada tanggal 23 Agustus 2017 dengan keputusan pemandu (tuan rumah) Mata Najwa untuk mengakhiri karier di Metro TV sekaligus sebagai tuan rumah Mata Najwa. Episode terakhir Mata Najwa di MetroTV adalah "Catatan Tanpa Titik" yang ditayangkan pada tanggal 30 Agustus 2017. Musim kedua Mata Najwa kembali tayang di Trans7 mulai 10 Januari 2018,[2] dengan episode pertamanya berjudul "Indonesia Rumah Kita".

Program eksklusif[sunting | sunting sumber]

Mata Najwa juga pernah menghadirkan gambar eksklusif di dalam sel tahanan Lapas Sukamiskin dan Rutan Cipinang dalam episode ”Penjara Istimewa”. Di tayangan tersebut, Najwa ikut melakukan inspeksi mendadak dan berbincang langsung dengan terpidana kasus korupsi, Gayus Halomoan Tambunan, Adrian Waworuntu, Agusrin Najamuddin dan Anggodo Widjojo.[1]

Inspirasi cerita film muncul saat Charles Gozali melihat tayangan Mata Najwa episode "Hidup Dalam Stigma" yang tayang pada Oktober 2013. Beberapa bulan kemudian, Charles bersama sederet pemeran papan atas seperti Marsha Timothy, Acha Septriasa, Mathias Muchus, Darius Sinathrya, Butet Kartaredjasa, hingga Wulan Guritno mewujudkan gagasan Charles itu dalam film, "Nada Untuk Asa".

Penghargaan dan nominasi[sunting | sunting sumber]

Penghargaan Nominasi Hasil
The 15th Asian Television Awards[1] Best Current Affair Program (episode "Habibie Hari Ini") Nominasi
Dompet Dhuafa Award 2011[1] Talkshow Terinspiratif Menang
KPI Awards 2011[1] Talkshow Terbaik Nominasi
KPI Awards 2013 Program Talkshow Terbaik Menang
KPI Awards 2014[1] Program Talkshow Terbaik Menang
Rolling Stone Editor' Choice Awards 2014[3] Talkshow of the Year Menang
Indonesian Choice Awards 2014[4] TV Program Of The Year Nominasi
Indonesian Choice Awards 2015[5] TV Program Of The Year Nominasi
Indonesian Choice Awards 2016 TV Program Of The Year Menang
Indonesian Television Awards 2016 Program Inspiratif Terpopuler Nominasi
Panasonic Gobel Awards 2016 News Talkshow Nominasi
KPI Awards 2016 Program Talkshow Nominasi
Indonesian Choice Awards 2017 TV Program Of The Year Menang
Panasonic Gobel Awards 2017 Program Talkshow Nominasi
Indonesian Choice Awards 2018 TV Program Of The Year Menang

Penghargaan lain[sunting | sunting sumber]

  • Brand yang paling direkomendasikan tahun 2010-2012 oleh Majalah SWA[1]
  • The Word of Marketing Awards 2011[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h i "About Mata Najwa". Diakses tanggal 30 Juni 2014. 
  2. ^ "Program Mata Najwa Kembali Tayang di TV Berbeda, Begini Penampilan Barunya". Tribunnews.com. Diakses tanggal 30 Desember 2017. 
  3. ^ "Mata Najwa Menangkan Rolling Stone Editors Choice Awards 2014". Diakses tanggal 30 Juni 2014. 
  4. ^ "Nominees". Diakses tanggal 30 Juni 2014. 
  5. ^ "ICA 2015 Nominees". Diakses tanggal 3 Mei 2015. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]