Pandemi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pandemi flu Spanyol 1918–20 yang mengakibatkan kematian luas di seluruh dunia.

Pandemi (dari bahasa Yunani πᾶν pan yang artinya semua dan δήμος demos yang artinya orang) adalah epidemi penyakit yang menyebar di wilayah yang luas, misalnya beberapa benua, atau di seluruh dunia. Penyakit endemik yang meluas dengan jumlah orang yang terinfeksi yang stabil bukan merupakan pandemi. Kejadian pandemi flu pada umumnya mengecualikan kasus flu musiman. Sepanjang sejarah, sejumlah pandemi penyakit telah terjadi, seperti cacar (variola) dan tuberkulosis. Salah satu pandemi yang paling menghancurkan adalah maut hitam, yang menewaskan sekitar 75–200 juta orang pada abad ke-14.

Pandemi dalam sejarah[sunting | sunting sumber]

Pandemi saat ini adalah HIV/AIDS dan Pandemi koronavirus 2019–2020 (COVID-19).[1][2] Pandemi terkenal lainnya di antaranya pandemi influenza 1918 (flu Spanyol) dan pandemi flu 2009 atau "H1N1".

Definisi dan fase[sunting | sunting sumber]

Fase kewaspadaan pandemi influenza dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO); WHO tidak lagi menggunakan sistem 6 fase yang lama

Pandemi adalah epidemi yang terjadi pada skala yang melintasi batas internasional, biasanya memengaruhi sejumlah besar orang.[3] Suatu penyakit atau kondisi bukanlah pandemi hanya karena tersebar luas atau membunuh banyak orang; penyakit atau kondisi tersebut juga harus menular. Misalnya, kanker bertanggung jawab atas banyak kematian tetapi tidak dianggap sebagai pandemi karena penyakit ini tidak menular.[4]

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya memakai klasifikasi enam tahap yang menjelaskan proses perpindahan virus influenza baru, mulai dari beberapa infeksi pertama pada manusia hingga terjadi pandemi. Tahapan ini dimulai dengan virus yang sebagian besar menginfeksi hewan, lalu timbul beberapa kasus ketika hewan menginfeksi orang, virus kemudian mulai menyebar langsung antaramanusia, dan berakhir dengan pandemi ketika infeksi virus baru tersebut telah menyebar ke seluruh dunia. Pada bulan Februari 2020, WHO mengklarifikasi bahwa, "tidak ada kategori resmi (untuk pandemi) ... Sebagai klarifikasi, WHO tidak menggunakan sistem lama 6 fase — yang dimulai dari fase 1 (tidak ada laporan tentang influenza pada hewan yang menyebabkan infeksi pada manusia) hingga fase 6 (pandemi) — yang mungkin diketahui oleh beberapa orang akibat H1N1 pada tahun 2009."[5]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Coronavirus confirmed as pandemic". BBC News (dalam bahasa Inggris). 2020-03-11. Diakses tanggal 2020-03-11. 
  2. ^ "Coronavirus live updates: WHO says Covid-19 is pandemic. Covid-19 is expected to kill 100 million people". The Guardian (dalam bahasa Inggris). 2020-03-11. Diakses tanggal 2020-03-11. 
  3. ^ Miquel Porta (2008). Miquel Porta, ed. Dictionary of Epidemiology. Oxford University Press. hlm. 179. ISBN 978-0-19-531449-6. Diakses tanggal 14 September 2012. 
  4. ^ A. M., Dumar (2009). Swine Flu: What You Need to Know. Wildside Press LLC. hlm. 7. ISBN 9781434458322. 
  5. ^ "WHO says it no longer uses 'pandemic' category, but virus still emergency". Reuters (dalam bahasa Inggris). 24 February 2020. Diakses tanggal 29 February 2020. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]