Pandemi Covid-19 di Jawa Tengah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pandemi COVID-19 di Jawa Tengah
PenyakitCOVID-19
Galur virusSARS-CoV-2
LokasiJawa Tengah, Indonesia
Kasus pertamaSurakarta
Tanggal kemunculan9 Maret 2020
Tanggal23 Januari 2022
Kasus terkonfirmasi487.303[1]
Kasus dirawat
1.152[1]
Kasus sembuh455.845[1]
Kematian
487.303[1]
Situs web resmi
corona.jatengprov.go.id

Dari 9.511 kasus pandemi COVID-19 di Indonesia, total 707 (7,4%) kasus di antaranya berasal dari Jawa Tengah.[2] Per 29 April 2020 kasus positif yang sudah sembuh berjumlah 111 kasus. Selain itu, 67 kasus positif lainnya meninggal dunia.[3]

Garis waktu[sunting | sunting sumber]

  • 15 Maret
    • Tambahan 2 kasus.
  • 16 Maret
    • Tambahan 1 kasus.[4]
  • 18 Maret
    • Tambahan 2 kasus.[5]
  • 19 Maret
    • Tambahan 4 kasus.
  • 21 Maret
    • Tambahan 2 kasus.
  • 22 Maret
    • Tambahan 1 kasus.
  • 24 Maret
    • Tambahan 4 kasus.[6]
  • 25 Maret
    • Tambahan 19 kasus.[7]
  • 26 Maret
    • Tambahan 2 kasus.[8]
  • 27 Maret
    • Tambahan 3 kasus.[9]
  • 28 Maret
    • Tambahan 12 kasus.[10]
  • 29 Maret
    • Tambahan 18 kasus.[11]
  • 30 Maret
    • Tambahan 17 kasus.[12]
  • 31 Maret
    • Tambahan 13 kasus.[13]
  • 1 April
    • Tambahan 11 kasus.[14]
  • 3 April
    • Tambahan 10 kasus.[15]
  • 4 April
    • Tambahan 7 kasus.[16]
  • 6 April
    • Tambahan 12 kasus.[17]
  • 7 April
    • Tambahan 1 kasus.[18]
  • 8 April
    • Tambahan 7 kasus.[19]
  • 9 April
    • Tambahan 4 kasus.[20]
  • 12 April
    • Tambahan 56 kasus.[21]
  • 13 April
    • Tambahan 3 kasus.[22]
  • 14 April
    • Tambahan 75 kasus.[23]
  • 15 April
    • Tambahan 13 kasus.[24]
  • 16 April
    • Tambahan 8 kasus.[25]
  • 17 April
    • Tambahan 5 kasus.[26]
  • 18 April
    • Tambahan 25 kasus.[27]
  • 19 April
    • Tambahan 20 kasus.[28]
  • 20 April
    • Tambahan 3 kasus.[29]
  • 21 April
    • Tambahan 98 kasus.[30]
  • 22 April
    • Tambahan 30 kasus.[31]
  • 23 April
    • Tambahan 59 kasus.[32]
  • 24 April
    • Tambahan 37 kasus.[33]
  • 25 April
    • Tambahan 46 kasus.[34]
  • 26 April
    • Tambahan 28 kasus.[35]
  • 27 April
    • Tambahan 17 kasus.[36]
  • 28 April
    • Tambahan 16 kasus.[37]

Klaster[sunting | sunting sumber]

46 tenaga kesehatan di Rumah Sakit Kariadi terpapar virus korona dari seorang pasien bedah.[38]

Tanggapan[sunting | sunting sumber]

Pada 13 Maret, Kota Surakarta memutuskan untuk menutup semua sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) selama 2 pekan ke depan, setelah tiga kasus positif ditemukan di kota tersebut.[39] Wali kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo juga menetapkan status kejadian luar biasa (KLB).[40] Pada hari yang sama, Kabupaten Sragen memutuskan untuk menutup semua sekolah dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama di seluruh kabupaten selama setidaknya satu pekan, sementara penutupan sekolah menengah atas di kabupaten tersebut akan diputuskan oleh pemerintah provinsi.[41]

Pada 14 Maret, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memutuskan untuk menutup semua taman kanak-kanak (TK) hingga SMP di provinsi tersebut, sementara sekolah menengah atas (SMA) akan tetap terbuka selama periode ujian.[42] Pada 15 Maret, Kota Salatiga mengikuti keputusan yang sama serta menganggarkan Rp3 miliar untuk bantuan medis.[43]Sementara itu di Tegal Jawa Tengah, Wali Kota Dedy Yon Supriyono mengumumkan pihaknya akan melakukan lockdown pada 30 Maret hingga 30 Juli 2020. Anggaran Rp2 Miliar disiapkan guna menyiapkan kebijakan tersebut.[44]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d "Peta Sebaran". Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. 23 Januari 2022. 
  2. ^ "Peta Sebaran Pandemi Koronavirus di Indonesia". BNPB. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-04-29. Diakses tanggal 2020-04-29. 
  3. ^ "Data Statistik Posistif COVID-19 Provinsi Jawa Tengah". Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-04-12. Diakses tanggal 2020-04-12. 
  4. ^ "Data Corona Terkait Indonesia, 16 Maret 2020". Detik. 16 Maret 2020. Diakses tanggal 16 Maret 2020. 
  5. ^ "Data Terbaru Corona Terkait Indonesia, 18 Maret 2020 Pukul 16.30 WIB". Detik. 18 Maret 2020. Diakses tanggal 18 Maret 2020. 
  6. ^ Nugraheny, Dian Erika (24 Maret 2020). Galih, Bayu, ed. "Tambah 70 Kasus Baru dalam Sehari, Jakarta Catat 424 Kasus Covid-19". Kompas. Diakses tanggal 24 Maret 2020. 
  7. ^ Pramudiarja, Uyung (25 Maret 2020). "Ada 105 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia, Ini Sebarannya". Detik. Diakses tanggal 25 Maret 2020. 
  8. ^ Pramudiarja, Uyung (26 Maret 2020). "Sebaran 103 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 26 Maret". Detik. Diakses tanggal 26 Maret 2020. 
  9. ^ Pramudiarja, Uyung (27 Maret 2020). "Sebaran 153 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 27 Maret". Detik. Diakses tanggal 27 Maret 2020. 
  10. ^ Pramudiarja, Uyung (28 Maret 2020). "Sebaran 102 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 28 Maret". Detik. Diakses tanggal 28 Maret 2020. 
  11. ^ Pramudiarja, Uyung (29 Maret 2020). "Sebaran 130 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 29 Maret". Detik. Diakses tanggal 29 Maret 2020. 
  12. ^ Pramudiarja, Uyung (30 Maret 2020). "Sebaran 129 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 30 Maret". Detik. Diakses tanggal 30 Maret 2020. 
  13. ^ Azizah, Khadijah Nur (31 Maret 2020). "Sebaran 114 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 31 Maret". Detik. Diakses tanggal 31 Maret 2020. 
  14. ^ Pramudiarja, Uyung (1 April 2020). "Sebaran 149 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 1 April". Detik. Diakses tanggal 1 April 2020. 
  15. ^ Azizah, Khadijah Nur (3 April 2020). "Sebaran 196 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 3 April". Detik. Diakses tanggal 3 April 2020. 
  16. ^ Anwar, Firdaus (4 April 2020). "Sebaran 106 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 4 April". Detik. Diakses tanggal 4 April 2020. 
  17. ^ Azizah, Khadijah Nur (6 April 2020). "Sebaran 218 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 6 April". Detik. Diakses tanggal 6 April 2020. 
  18. ^ Pramudiarja, Uyung (7 April 2020). "Sebaran 247 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 7 April". Detik. Diakses tanggal 7 April 2020. 
  19. ^ Sagita, Nafilah Sri (8 April 2020). "Sebaran 218 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 8 April". Detik. Diakses tanggal 8 April 2020. 
  20. ^ Azizah, Khadijah Nur (9 April 2020). "Sebaran 337 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 9 April". Detik. Diakses tanggal 9 April 2020. 
  21. ^ Mahardhika, Anjar (12 April 2020). "Sebaran 399 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 12 April". Detik. Diakses tanggal 12 April 2020. 
  22. ^ Pramudiarja, Uyung (13 April 2020). "Sebaran 316 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 13 April". Detik. Diakses tanggal 13 April 2020. 
  23. ^ Azizah, Khadijah Nur (14 April 2020). "Sebaran 282 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 14 April". Detik. Diakses tanggal 14 April 2020. 
  24. ^ Pramudiarja, Uyung (15 April 2020). "Sebaran 297 Kasus Baru Positif Virus Corona di Indonesia 15 April". Detik. Diakses tanggal 15 April 2020. 
  25. ^ Sagita, Nafilah Sri (16 April 2020). "Sebaran 380 Kasus Baru Positif Virus Corona di Indonesia 16 April". Detik. Diakses tanggal 16 April 2020. 
  26. ^ Sagita, Nafilah Sri (17 April 2020). "Sebaran 407 Kasus Baru Positif Virus Corona di Indonesia 17 April". Detik. Diakses tanggal 17 April 2020. 
  27. ^ Anwar, Firdaus (18 April 2020). "Sebaran 325 Kasus Baru Positif Virus Corona di Indonesia 18 April". Detik. Diakses tanggal 18 April 2020. 
  28. ^ Sagita, Nafilah Sri (19 April 2020). "Sebaran 327 Kasus Baru Positif Virus Corona di Indonesia 19 April". Detik. Diakses tanggal 19 April 2020. 
  29. ^ Sagita, Nafilah Sri (20 April 2020). "Sebaran 185 Kasus Baru Positif Virus Corona di Indonesia 20 April". Detik. Diakses tanggal 20 April 2020. 
  30. ^ Anwar, Firdaus (21 April 2020). "Sebaran 375 Kasus Baru Positif Virus Corona di Indonesia 21 April". Detik. Diakses tanggal 21 April 2020. 
  31. ^ Sagita, Nafilah Sri (22 April 2020). "Sebaran 283 Kasus Baru Positif Virus Corona di Indonesia 22 April". Detik. Diakses tanggal 22 April 2020. 
  32. ^ Sagita, Nafilah Sri (23 April 2020). "Sebaran 357 Kasus Baru Positif Virus Corona di Indonesia 23 April". Detik. Diakses tanggal 23 April 2020. 
  33. ^ Sagita, Nafilah Sri (24 April 2020). "Sebaran 436 Kasus Baru Positif Virus Corona di Indonesia 24 April". Detik. Diakses tanggal 24 April 2020. 
  34. ^ Anwar, Firdaus (25 April 2020). "Sebaran 396 Kasus Baru Positif Virus Corona di Indonesia 25 April". Detik. Diakses tanggal 25 April 2020. 
  35. ^ Sagita, Nafilah Sri (26 April 2020). "Sebaran 275 Kasus Baru Positif Virus Corona di Indonesia 26 April". Detik. Diakses tanggal 26 April 2020. 
  36. ^ Sagita, Nafilah Sri (27 April 2020). "Sebaran 214 Kasus Baru Positif Virus Corona di Indonesia 27 April". Detik. Diakses tanggal 26 April 2020. 
  37. ^ Alam, Sarah Oktaviani (27 April 2020). "Sebaran 415 Kasus Baru Positif Virus Corona di Indonesia 28 April". Detik. Diakses tanggal 26 April 2020. 
  38. ^ https://www.liputan6.com/regional/read/4229823/46-tenaga-medis-rs-kariadi-semarang-positif-covid-19-ganjar-semua-sudah-isolasi
  39. ^ Media, Kompas Cyber. "Solo KLB Corona, SD dan SMP Diliburkan 14 Hari". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  40. ^ "Solo Deklarasikan KLB Corona". nasional. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  41. ^ "Pemkab Sragen Liburkan Sekolah | Semarang Bisnis.com". Bisnis.com. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  42. ^ Purbaya, Angling Adhitya. "Corona Mewabah, Gubernur Ganjar Liburkan Sekolah se-Jateng". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  43. ^ Media, Kompas Cyber. "Sekolah Libur 2 Minggu, Salatiga Anggarkan Rp 3 Miliar Tangani Corona". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  44. ^ Media, Kompas Cyber. "Jelang Local Lockdown, Pemkot Tegal Siapkan Anggaran Rp 2 Miliar hingga Logistik 4 Bulan". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-03-29.