Pandemi COVID-19 di Asia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pandemi koronavirus 2020 di Asia
COVID-19 Outbreak Cases in Asia.svg
Peta pandemi koronavirus di Asia sampai dengan 29 Maret 2020
  tidak ada kasus dipastikan
  1–9 kasus dipastikan
  10–49 kasus dipastikan
  50–99 kasus dipastikan
  100–499 kasus dipastikan
  500–999 kasus dipastikan
  1000–4999 kasus dipastikan
  5000–9999 kasus dipastikan
  10000+ kasus dipastikan
  kasus dugaan
PenyakitCOVID-19
Galur virusSARS-CoV-2
LokasiAsia
Kasus pertama1 Desember 2019
(1 tahun dan 2 hari lalu)
AsalWuhan, Hubei, Tiongkok[1]
Kasus terkonfirmasi332.622[2][3]
Kasus sembuh159.945[2][3]
Kematian
12.019[2][3]
Wilayah terdampak
49[3]

Pandemi koronavirus 2019–2020 bermula di Wuhan, Hubei, Tiongkok, dan telah menyebar luas ke seluruh benua Asia. Sampai 22 Maret 2020, setidaknya ada 1 kasus COVID-19 telah dilaporkan pada setiap negara di Asia, kecuali Tajikistan, Turkmenistan, dan Korea Utara. Angka kasus tertinggi dalam Asia sekarang ini ada di Tiongkok, Turki dan Iran, dengan angka yang terus meningkat dilaporkan di India.

Sejumlah negara Asia Tenggara mengalami lonjakan kenaikan kasus setelah acara Jamaah Tabligh yang berlangsung dari 27 Februari sampai 1 Maret pada suatu masjid di Kuala Lumpur, yang mana banyak orang diyakini telah terjangkit.[4][5] Acara serupa di India and Pakistan juga telah menyebabkan lonjakan angka kasus di negara-negara tersebut.

Asia Barat

Peta wabah di Georgia
(sampai dengan 15 April):
  Strict quarantine regime
  Ada kasus dipastikan

Arab Saudi

Armenia

Azerbaijan

Bahrain

Georgia

Iran

Irak

Israel

Kuwait

Lebanon

Oman

Palestina

Qatar

Siprus

Suriah

Turki

Uni Emirat Arab

Yaman

Yordania

Asia Selatan

Peta wabah di India
(sampai dengan 15 April):
  1000+ kasus dipastikan
  500–999 kasus dipastikan
  100–499 kasus dipastikan
  50–99 kasus dipastikan
  10–49 kasus dipastikan
  1–9 kasus dipastikan
  bergeser ke negara bagian lain
Peta wabah di Nepal
(sampai dengan 23 Maret):
  Ada kasus dipastikan
  Ada kasus dugaan
Sebaran wabah di Pakistan pada 8 April 2020
  Ada kasus dipastikan
  Ada kasus dugaan

Afghanistan

Bangladesh

Bhutan

India

Maladewa

Nepal

Pakistan

Sri Lanka

Asia Tengah

Kazakhstan

Kyrgyzstan

Tajikistan

Turkmenistan

Uzbekistan

Asia Tenggara

Peta persebaran pandemi virus korona di Indonesia sampai 3 Desember 2020
Peta persebaran pandemi virus korona di Kamboja sampai 30 April

Brunei

Filipina

Indonesia

Kamboja

Laos

Malaysia

Myanmar

Singapura

Thailand

Timor Leste

Vietnam

Asia Timur

Kasus COVID-19 di Tiongkok berdasarkan provinsi[6]

Tiongkok

Hong Kong

Macau

Jepang

Republik Korea

Korea Utara

Mongolia

Taiwan

Asia Utara

Catatan

Catatan peta

Referensi

  1. ^ "2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) Situation Summary". Centers for Disease Control and Prevention (CDC). 30 January 2020. Diarsipkan dari versi asli tanggal 26 January 2020. Diakses tanggal 30 January 2020. 
  2. ^ a b c "Tracking coronavirus: Map, data and timeline". BNO News. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 February 2020. Diakses tanggal 1 March 2020. 
  3. ^ a b c d "Coronavirus update (live)". www.worldometers.info. 20 March 2020. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 March 2020. Diakses tanggal 20 March 2020. 
  4. ^ "How Mass Pilgrimage at Malaysian Mosque Became Coronavirus Hotspot". The New York Times. 17 March 2020. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 March 2020. Diakses tanggal 22 March 2020. 
  5. ^ Barker, Anne (19 March 2020). "Wonder how dangerous a gathering can be? Here's how one event sparked hundreds of coronavirus cases across Asia". ABC News (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 March 2020. Diakses tanggal 20 March 2020. 
  6. ^ "新型肺炎疫情地圖". 實時更新. 29 January 2020. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 January 2020. Diakses tanggal 2 February 2020. 

Pranala luar